cover
Contact Name
Yusri
Contact Email
yusri@unm.ac.id
Phone
+6285255602827
Journal Mail Official
yusri@unm.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Makassar Jl. AP Pettarani Makassar Sul-Sel Telpon: 869834-869854-860468; 081328540086; Fax: 0411-868794-868879
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Fundamental Sciences
ISSN : 2621671X     EISSN : 26216728     DOI : 10.26858/ijfs
Scopes of the journal consist of: 1. Mathematics, 2. Physics, 3. Chemistry, 4. Biology, 5. Statistics, and 6. Engineering.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024)" : 4 Documents clear
Penambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Air Minum Terhadap Performa Broiler Mihrani, Mihrani; Yulianti, Sri
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijfs.v10i1.65855

Abstract

Abstract. This study aims to determine the performance of broilers with the addition of Moringa (Moringa Oleifera) leaf extract. This study was conducted in April 2022,  Romang Lompoa Village, Bontomarannu District, Gowa Regency, South Sulawesi Province. This study was carried out by using a Completely Randomized Design (CRD) with 46 broilers with 4 treatments and 4 replications, each replication consisting of 3 chickens. Each experimental design sample used in this study is P0 = Without Moringa leaf extract (Control), P1 = Drinking water with 3% Moringa leaf extract in 1 liter of water, P2 = Drinking water with 6% Moringa leaf extract in 1 liter of water, P3 = Drinking water with 3% Moringa leaf extract in 1 liter of water. The variables observed were feed consumption, weight gain, feed conversion, and drinking water consumption. The results of this study indicate that broiler performance with adding Moringa oleifera leaf extract can affect feed consumption, weight gain, and drinking water consumption. There was a significant difference in feed consumption in treatment P1 with a concentration of 3% (30 ml), weight gain occurred in treatment P2 with a concentration of 6% (60 ml), and in drinking water consumption there was a significant difference in treatment P1 with a concentration of 3% ( 30 ml).
POLA RETAK SAMBUNGAN BALOK BETON BERTULANG ‎PRECAST Taufieq, Nur Anny Suryaningsih; Ahmad, Irma Aswani; Pertiwi, Nurlita
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijfs.v10i1.61914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola retak yang terjadi pada beton bertulang precast hingga memperoleh nilai keruntuhan dari salah satu titik retak balok precast. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan 3 variasi panjang sambungan beton yaitu 20cm, 30cm dan 40cm, masing-masing dengan jumlah 3 sampel. Mutu beton yang digunakan adalah fc’ sebesar 25 MPa. Balok berukuran 15 cm x 20 cm dengan bentang 140 cm, 150 cm dan 160 cm. Pengujian lentur dilakukan terhadap semua balok sampai hancur pada beban maksimum. Selama pembebanan dokumentasi dilakukan untuk merekam perambatan retak yang terjadi sejak retak awal sampai retak pada beban maksimum. Berdasarkan hasil penelitian pola retak yang terjadi pada  ketiga balok sangat bervariasi. Terdapat retak awal masing-masing di bagian tengah, ujung sambungan balok dan di tengah-tengah sambungan balok. Keretakan dominan terjadi di bagian sambungan balok dengan tebal yang lebih besar daripada retak di bagian tengah. 
RELATIONSHIP ANALYSIS OF SHRINKAGE LEVEL, MOISTURE CONTENT, AND DRYING RATE OF EUCHEUMA COTTONII SEAWEED IN VARIOUS DRYING TIME AND METHODS Lestari, Mega Fia; Aras, Neny Rasnyanti M
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijfs.v10i1.60737

Abstract

In this study, shrinkage level, moisture content, and drying rate of Eucheuma cottonii seaweed were compared using various drying times and methods. Both sun and wind drying were employed, with drying times ranging from 0 to 240; 480; 720; and 960 minutes for each method. In Pajukukang Subdistrict, Bantaeng Regency, Eucheuma cottonii seaweed was harvested and dried using a variety of drying methods. The findings indicated that the Pajukukang Subdistrict was extremely hot, with the greatest temperatures and relative humidity readings of 52.4 oC and 47% RH (sun drying) and 32.6 oC and 55% RH (wind drying). The seaweed also changed after drying, going from a fresh brown color to a deeper brown color with an extremely dry physical shape (sun drying) and dry with white spots all over its surface (wind drying). Additionally, when drying time increases, shrinkage level increases. On a wet and dry basis, however, the converse occurred, where the two types of moisture content dropped as the drying time increased. When the drying time increases for both drying processes, a phenomena known as a falling rate period happens for the relationship between the drying rate and the moisture content on a dry basis.
PENERAPAN MODEL REGRESI PADA DATA PERSENTASE KASUS BAYI LAHIR DENGAN BERAT BADAN RENDAH DI SULAWESI SELATAN Sanusi, Wahidah; Thaha, Irwan; Pertiwi, Ika
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijfs.v10i1.59281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang signifikan berpengaruh terhadap persentase kasus bayi lahir dengan berat badan rendah di Sulawesi Selatan dengan menggunakan model regresi. Model regresi yang digunakan adalah model regresi klasik, dan model regresi spasial, yaitu model Spatial Autoregressive (SAR) dan model Spatial Error (SEM). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data persentase kasus bayi lahir dengan berat badan rendah di 24 kab/kota provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 sebagai variabel respon, sementara variabel prediktor adalah persentase ibu hamil yang mengalami komplikasi kehamilan, persentase ibu hamil yang melakukan pemeriksaan rutin, dan persentase ibu hamil yang mengkonsumsi tablet tambah darah. Data ini diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil penerapan model regresi diperoleh bahwa tidak ada dependensi spasial antar wilayah baik dalam lag maupun errornya, sehingga model regresi klasik merupakan model terbaik pada persentase kasus bayi lahir dengan berat badan rendah di Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 30%.  Adapun  faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap persentase kasus bayi lahir dengan berat badan rendah berdasarkan model regresi klasik adalah persentase ibu hamil yang melakukan pemeriksaan rutin, dan persentase ibu hamil yang mengkonsumsi tablet tambah darah.

Page 1 of 1 | Total Record : 4