cover
Contact Name
Dwi Prasetyo
Contact Email
lppm@stikosa-aws.ac.id
Phone
+6285163045372
Journal Mail Official
digicom@stikosa-aws.ac.id
Editorial Address
Jl. Nginden Intan Timur I/18 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media
ISSN : xxxxxxxx     EISSN : 28086031     DOI : https://doi.org/10.37826/digicom.v1i1
DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media merupakan salah satu media publikasi ilmiah mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Stikosa-AWS Jaya yang diterbitkan dan dikelola secara online oleh LPPM Stikosa-AWS. DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media ini berupa hasil tugas akhir berupa skripsi maupun hasil penulisan karya dari mahasiswa program studi ilmu komunikasi dalam bentuk artikel ilmiah. DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media terbit empat kali dalam satu tahun yaitu pada Januari, April, Juli dan Oktober.
Articles 66 Documents
Penerapan Kode Etik Jurnalistik Di Media Cetak Harian DI’S Way Risma Nuur Aliyya
DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No. 2 (2023): DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No.2 April 2023
Publisher : LPPM Stikosa-AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/digicom.v3i2.477

Abstract

The daily DI''s Way is one of the traditional newspaper-based journalism products published in 2020 amid the COVID-19 pandemic, even at a time when many newspaper publishers in any country are starting to raise their hands. This research discusses the application of the jurnlistic code of ethics to the reporting and writing of news in the Daily DI'sway. In the research entitled the application of the journalistic code of ethics to reporting and writing news in the Daily DI's Way, it uses qualitative research methods. In its application, the qualitative approach uses data collection methods and analysis methods through in-depth interviews. From the results of observations made and interviews with daily journalists in the Di's way, the application of the Code of Journalistic Ethics they always try to follow the provisions of the Code of Journalistic Ethics when reporting, especially in collecting and presenting news or information. The results of the study found that the di's way daily journalists' knowledge of the Code of Journalistic Ethics was relatively good. The implementation of the Journalistic Code of Ethics for Journalists in Di's Way also strives to comply with all the rules in the Code of Journalistic Ethics. Especially in the rules of the Code of Journalistic Ethics in pursuing professional ways of reporting in the field. Di's Way also continues to try to create new ways of covering news and dealing with sources who find it difficult to provide information that will be used as news material, so that they can get the information they need.
Pesan Humanisme Foto Bertema Eksepsi Ditolak Karya Kristianto Purnomo Moch. Subechi Nurcahyo; Rizal Hanafi
DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No. 2 (2023): DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No.2 April 2023
Publisher : LPPM Stikosa-AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/digicom.v3i2.479

Abstract

Fotografi kini semakin populer seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Foto jurnalistik memiliki kekuatan untuk menjembatani keterbatasan bahasa. Lewat foto, seseorang dapat bercerita mengenai suatu peristiwa, kegiatan, ekspresi, atau bahkan berbagi gagasan kepada orang lain. Dalam dunia jurnalistik, foto merupakan kebutuhan yang sangat penting. Karena selain sebagai pelengkap berita, foto juga sebagai salah satu daya tarik bagi para peminatnya. Kejadian fenomenal pun dapat direkam melalui foto atau fotografi jurnalistik. Salah satu pewarta foto Indonesia yang memenangkan penghargaan dari Anugerah Pewarta Fotografi Indonesia kategori People in The News tahun 2020 yaitu Kristianto Purnomo, dengan karya berjudul “Eksepsi Ditolak”. Dengan mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos menurut Roland Barthes yang terkandung dalam foto karya Kristianto Purnomo. Dari data yang dikaji melalui semiotika Roland Barthes, diperoleh beberapa hasil, yaitu: makna denotasi yang memberikan gambaran seorang aktivis Papua yang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Untuk analisis konotasi, menunjukan keberanian untuk mengungkap jati diri dari seorang terdakwa yang menjalani persidangan. Pada mitos, foto yang ditampilkan menunjukan seorang terdakwa di persidangan menyampaikan pesan tentang perlawanan terhadap rasisme yang sedang terjadi.
Analisis Makna Lirik Lagu Kesya Ratuliu ‘Tak Mau Berubah’ (Semiotika Roland Barthes) Sintya Sunarso Putri
DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No. 2 (2023): DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No.2 April 2023
Publisher : LPPM Stikosa-AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/digicom.v3i2.481

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1)Mengetahui makna denotasi dalam lirik lagu “Tak mau berubah” karya keisha ratuliu (2) Mengetahui makna konotasi dalam lirik lagu “Tak mau berubah” karya keisha ratuliu (3) Mengetahui mitos dalam lirik lagu “Tak mau berubah” karya keisha ratuliu. Penelitian ini menggunakan metode semiotika,analisis dilakukan dengan menggunakan semiotika yang di kembangkan oleh Roland Bartes. Hasil penelitian Analisis semiotika dalam makna lirik lagu “Tak Mau Berubah” Karya Keisha Ratuliu berdasarkan makna denotasi tersusun dari kata- kata panggilan (kau, aku, ku), kata penegasan (seharusnya, telah, tak mau ), kata pengecualian (tapi, lagi, kemudian) dan kata ungkapan (hatiku, hancurkan, terluka, dihargai ). Analisis semiotika dalam makna lirik lagu “Tak Mau Berubah” Karya Keisha Ratuliu berdasarkan makna konotasi menjelaskan menceritakan seseorang yang tersakiti dan tidak bisa mengungkapkan rasa sakitnya oleh pasangan yang kharakternya kurang baik dan tidak ada rasa untuk berubah. Analisis semiotika dalam makna lirik lagu “Tak Mau Berubah” Karya Keisha Ratuliu berdasarkan makna mitos adalah dalam kehidupan manusia mengalami kesalahan adalah hal yang wajar , tetapi harus memperbaiki kesalahan agar tidak menjadi orang bodoh yang terus salah.Belajar bersikap tegas dalam hidup agar tidak mudah dipermaikan oleh orang lain.
Analisis Iklan Layanan Masyarakat Kemendikbud RI PTM Terbatas Bersama Mikha Tambayong Sulton Amin
DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No. 2 (2023): DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No.2 April 2023
Publisher : LPPM Stikosa-AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/digicom.v3i2.482

Abstract

Iklan merupakan salah satu alat media komunikasi massa yang berperan dalam menyampaikan pesan kepada khalayak. Penelitian ini meneliti tentang sebuah iklan layanan masyarakat yang berjudul “ Kita Siap Belajar Optimal! (Iklan Layanan Masyarakat PTM Terbatas Bersama Mikha Tambayong)”. Iklan tersebut menggambarkan suatu keadaan bagaimana sistem pembelajaran di Indonesia selama pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan sosial yang terkandung dalam iklan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisis Semiotik. Objek penelitian dan unit analisis pada penelitian ini adalah “mise an scene pada Iklan Layanan Masyarakat PTM terbatas bersama Mikha Tambayong” dengan Analisis Semiotika Roland Barthes. Melalui penelitian dengan scene by scene, hasil analisis data dari penelitian ini adalah kita semua harus peduli terhadap kemajuan dan dan perkembangan anak-anak kita di sekolah, khususnya dimasa pandemi covid-19 yang mengakibatkan proses pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran secara online atau daring. Pesan sosial dari video Iklan Layanan Masyarakat ini adalah kita semua harus peduli terhadap berlangsungnya proses pembelajaran anak-anak di sekolah. khususnya guru, orang tua murid, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas berjalannya suatu proses pembelajaran tatap muka di sekolah.
Personal Branding Sisca Kohl Di Akun TikTok @Siscakohl Yhola Putri Dwi Amanda
DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No. 2 (2023): DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No.2 April 2023
Publisher : LPPM Stikosa-AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/digicom.v3i2.483

Abstract

Branding adalah proses umum yang dilakukan di dunia pemasaran. Pemasaran branding digunakan untuk membedakan suatu produk sehingga terdapat pembeda untuk memunculkan ciri khasnya, hal tersebut akan mempermudah khalayak untuk mengingatnya. Personal branding adalah kegiatan yang dilakukan seseorang guna menimbulkan tanggapan positif dari khalayak. Hal itu dapat terjadi tergantung bagaimana seseorang membangun personal branding dirinya, oleh sebab itu personal branding sangat penting untuk seseorang yang ingin diakui oleh publik. Penelitian ini membahas tentang Bentuk Personal Branding Sisca Kohl Sebagai influencer di Media Sosial Tiktok. Tiktok saat ini adalah media sosial yang digunakan secara personal untuk mengekspresikan diri serta menjadi media untuk melakukan personal branding. Penelitian ini mengacu pada teori Five Brand Personality Traits. Ada lima skala dimensi brand personality dengan lima belas indikator yaitu sincerity (down-to-earth, honest, wholesome, cheerful), excitement (daring, spirited, imaginative, up to date), competence (reliable, intelligent, successful), sophistication (upperclass, charming), dan ruggedness (outdoorsy, though) dan kategori konten kekayaan dengan dua indikator video dan caption. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan akun Tiktok @siscakohl memenuhi lima skala dimensi Five Brand Personality Traits dengan proporsi yang berbeda. Dari lima skala dimensi brand personality, kategori Sincerity (ketulusan) mendominasi karakter yang membentuk personal branding Sisca dengan persentase sebesar 26,4%. Selain itu, hasil analisis pada kategori konten kekayaan menunjukkan bahwa akun Tiktok @siscakohl merupakan sarana untuk membentuk personal branding sebagai konten kreator karena Sisca konsisten dengan ciri khasnya dalam membuat konten dengan benda yang unik dan cheerful.
Fenomena Ghozali Everyday Di Twitter Dan Non Fungible Token Anisia Trilenia
DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No. 2 (2023): DIGICOM : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No.2 April 2023
Publisher : LPPM Stikosa-AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/digicom.v3i2.484

Abstract

Konten selfie Ghozali yang diunggah dalam Non-Fungible Token (NFT) meraup banyak keuntungan yang tinggi. Hal ini membuat Ghozali viral di media sosial. Ghozali terus melakukan unggahan selfie tersebut dan mempromosikannya melalui akun twitternya dengan nama “Ghozali Everyday”. Fenomena ini menarik banyak perhatian masyarakat umum. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Fenomena Ghozali Everyday Non Fungible Token (Nft) Di Twitter. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan pada penelitian ini yaitu pengikut akun @Ghozali_Ghozalu. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Husserl yaitu untuk memahami fenomena seseorang harus menelaah fenomena apa adanya. Oleh karena itu seseorang harus menyimpan sementara atau mengisolasi asumsi, keyakinan, dan pengetahuan yang telah dimiliki agar mampu melihat fenomena apa adanya atau melakukan proses bracketing. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa fenomena vira ghozali ini mempengaruhi public menjual foto atau karya lainnya di NFT khususnya masyarakat Indonesia. Twitter menjadi salah satu social media yang sekarang sedang booming dikalangan publik, dan melalui media sosial ini Ghozali berhasil mempromosikan dirinya