cover
Contact Name
Kholisussa'di
Contact Email
kholisussakdi@undikma.ac.id
Phone
+6287863548098
Journal Mail Official
kholisussakdi@undikma.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No. 59 A Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
ISSN : 24425842     EISSN : 29629306     DOI : Prefix 10.33394
Jurnal Transformasi (JTNI) : Jurnal Pengembangan Pendidikan Non-Formal Informal is scientific journal published by Program StudI Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016. JTNI contains scientific articles from research and critical review in Education, Teaching and Learning which include : Educational Non Formal Informal, Community Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024): Maret" : 11 Documents clear
Evaluasi Sistem Analisis Program Budidaya Jamur Tiram dalam Meningkatkan Keterampilan dan Kemandirian Berwirausaha di PKBM Abdi Pertiwi Aprilia, Fadhiah; Rakhmawati, Isa; Nisa A., Nadia Amjadin; Purdin, Purdin; Fitriyani, Selvy
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9746

Abstract

Abstract: The oyster mushroom cultivation program can also help farmers increase their income. However, on the other hand, there are several problems that are often encountered by oyster mushroom farmers, including the large number of pests that attack the growth of oyster mushrooms, frequent failures in making baglogs, and the water content in oyster mushrooms which is still quite high. Therefore, by considering these various problems, the oyster mushroom cultivation program at PKBM Abdi Pertiwi needs to be evaluated comprehensively with the aim of measuring the impact of the program on the community, evaluating whether the program being implemented is commensurate with the plan or not, as well as increasing the skills and independence of the community in entrepreneurship. The research method used in this research is a qualitative method with descriptive analysis. The evaluation model used is the System Analysis evaluation model with another name, namely Management Evaluation Model. The data sources used by researchers come from primary and secondary data. In the evaluation process, evaluators use data collection instruments in the form of observation, interviews and documentation. The results of the analysis system evaluation carried out show that this oyster mushroom cultivation program always receives suggestions or input from the community so that in the future it will be better, apart from that this program has achieved the desired goals and has been implemented well and is beneficial for the community, namely being able to improve skills, entrepreneurial independence and community economy.Key Words: Oyster mushroom, Evaluation of Analysis Systems, Skills, Entrepreneurial Independence.Abstrak: Program budidaya jamur tiram juga bisa membantu petani dalam meningkatkan pendapatan. Namun, di lain sisi terdapat beberapa permasalahan yang sering ditemukan oleh para petani jamur tiram, diantaranya yaitu banyaknya hama yang menyerang pada pertumbuhan jamur tiram, sering terjadinya kegagalan dalam pembuatan baglog, serta kadar air dalam jamur tiram yang masih cukup tinggi.  Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan berbagai permasalahan tersebut, maka program budidaya jamur tiram di PKBM Abdi Pertiwi perlu dievaluasi secara komprehensif yang bertujuan untuk mengukur dampak program kepada masyarakat, mengevaluasi apakah program yang dimanifestasikan sebanding rencana atau tidak, serta untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian masyarakat dalam berwirausaha. Metode penelitian yang digunakan di penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi Sistem Analisis dengan nama lainnya yaitu Management Evaluation Model. Sumber data yang digunakan oleh peneliti bersumber dari data primer dan sekunder. Dalam proses evaluasi, evaluator menggunakan instrumen pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari evaluasi sistem analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa program budidaya jamur tiram ini selalu mendapatkan saran atau masukan dari masyarakat agar kedepannya menjadi lebih baik, selain itu program ini sudah mencapai tujuan yang diinginkan dan sudah terlaksana dengan baik serta bermanfaat bagi masyarakat yaitu dapat meningkatkan keterampilan, kemandirian berwirausaha dan perekonomian masyarakat.Kata Kunci: Jamur Tiram, Evaluasi Sistem Analisis, Keterampilan, Kemandirian Berwirausaha.
Evaluasi Model CIPP Dalam Program Pendidikan Kesetaraan Paket B di PKBM Abdi Pertiwi Putri P., Christina Pricilia; Dwiwanda, Nabila Putri; Rarameha, Rambu Mutiara
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9983

Abstract

Abstract: This study aims to describe the level of effectiveness of the implementation of the B equivalency package education program at PKBM Abdi Pertiwi by using the CIPP (context, input, process, product) evaluation model. This study is an evaluative research that applies the CIPP evaluation model as an approach. Techniques and data collection of this study used interviews and direct observation methods. The sampling technique used Non-probability sampling technique. From the results of the study, it can be seen that the level of effectiveness of the context, input, process, and product components is considered very effective in accordance with the established criteria. The input aspect of the package B equivalency education program at PKBM Abdi Pertiwi is in the category of good enough to see from the selection of tutors who are not too strict and rigid. While looking at the Process aspect, it is in the very good category, it can be seen from the learning schedule which is determined by agreement between tutors and students. It can be concluded that the effectiveness of the CIPP Model Evaluation in the Package B Equivalency Education Program at PKBM Abdi Pertiwi is considered very effective.Key Words: Evaluation, Program, CIPP Model, Equality Education, PKBMAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keefektifan pelaksanaan program pendidikan paket kesetaraan B di PKBM Abdi Pertiwi dengan menggunakan evaluasi model CIPP (context, input, process, product). Studi ini merupakan penelitian evaluatif yang menerapkan model evaluasi CIPP sebagai pendekatan. Teknik dan pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi langsung. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non-probability sampling. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa tingkat efektivitas komponen konteks, input, proses, dan produk dinilai sangat efektif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Adapun aspek Input program pendidikan kesetaraan paket B di PKBM Abdi Pertiwi masuk dalam kategori cukup baik melihat dari penyeleksian tutor yang tidak terlalu ketat dan kaku. Sedangkan melihat dari aspek Proses nya masuk dalam kategori sangat baik dapat dilihat dari jadwal pembelajarannya yang ditetapkan melalui kesepakatan antara tutor dan peserta didik. Dapat disimpulkan efektivitas Evaluasi Model CIPP dalam Program Pendidikan Kesetaraan Paket B di PKBM Abdi Pertiwi dinilai sangat efektif.Kata Kunci: Evaluasi, Model CIPP, Pendidikan Kesetaraan, PKBM, Program.
Evaluasi Sumatif Pada Program Pelatihan Tata Boga di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Serang Hidayatullah, Taufiq; Hilda, Deviyana; Pracilia, Ananadia; Azwita, Yuni
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.10510

Abstract

Abstract: The aim of this research is to find out whether the culinary program training participants at SKB Serang City have achieved the desired learning outcomes or not and also to find out what changes they have experienced after participating in this culinary training program. The method used in this research is a qualitative method, where the author explains the results of implementing the summative evaluation of the culinary program at the Serang City Learning Activity Studio for students. With data collection techniques, namely observation, interviews, documentation studies and literature studies through trusted journals. The interviews for this research were conducted with Mrs. Fera as the Entrepreneurship Learning Officer at SKB Serang City. Based on the results of research and data analysis, it can be said that SKB City of Serang has succeeded in achieving the program objectives that were previously set and the training participants have also achieved good learning outcomes, because 8/10 of the training participants who took part in culinary training at the Serang City Learning Activity Studio capable of entrepreneurship and have understood certain cooking techniques, etc. according to what was taught during the training.Key Words: Summative Evalution, Culinary Program, SKBAbstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peserta pelatihan program tata boga di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Serang telah mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan atau belum dan juga untuk mengetahui apa saja perubahan yang mereka dapatkan setelah mengikuti program pelatihan tata boga ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif, dimana penulis memaparkan bagaimana hasil implementasi dari evaluasi sumatif pada program tata boga di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Serang pada peserta didik. Dengan Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur melalui jurnal-jurnal terpercaya. Untuk wawancara dalam penelitian ini, dilakukan dengan Bu Fera selaku Pamong Belajar kewirausahaan pada tanggal 11 Oktober 2023 yang berlokasi di Jalan Raya Petir KM. 4 Cipocok Jaya. Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, 42121. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa Sanggar Kegiatan Belajar Kota Serang telah berhasil mencapai tujuan program yang telah ditetapkan sebelumnya dan peserta pelatihan juga telah mencapai hasil pembelajaran dengan baik, karena 8 dari 10 persen, peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan tata boga di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Serang telah memahami teknik memasak tertentu, pemilihan bahan makanan, kebersihan dapur, dan berkreasi dalam menyajikan masakan secara mandiri, sesuai dengan yang diajarkan selama pelatihan.Kata Kunci: Evaluasi Sumatif, Program Tata Boga, SKB
Evaluasi Model Formatif Pada Suatu Program Kesetaraan di PKBM Saffari Flexi School Kota Serang Banten Setiawan, Adam Pratama; Amalia, Alfida Mutih; Hildayanti, Dyah; Maghfiroh, Islamiatul; Salsabila, Salsabila
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9802

Abstract

Abstract: Basically, formative evaluation is an evaluation carried out during the learning system, which means looking at the extent of students' abilities in understanding the material or practices that have been presented. The purpose of this evaluation is to determine the sustainability of the program that has been designed, as well as to determine the obstacles when implementing a program, as well as to determine the form of action taken by the institution after the activity has taken place to measure the success of learning. PKBM Saffari has been in existence since 2020 until now. This PKBM has main programs, namely the Equality Program, Palwijan Training Program, and Homeschooling Program. The establishment of this equality program was based on the needs of the surrounding community and the many interests of people who were left behind in formal education. Apart from reasons of community needs, this program was held based on a high sense of desire by the founder of the PKBM Saffari Institute to shelter children who have dropped out of school, street children and children who are ostracized by their peers. Apart from providing formal education, this institution provides mental support to all students to continue their education. The type of formative evaluation carried out by PKBM Saffari is in the form of providing competency tests once a week or every 3 months to measure the success of learning when carrying out evaluations carried out simultaneously by PKBM Saffari. So so far, the equality program at PKBM has been running well with high public interest. So this writing is intended to find out in detail what formative evaluations and evaluations are implemented at PKBM Saffari using descriptive qualitative research methods directly in the field using field observations, literature studies, interviews and documentation studies, the results of which are presented in the form of written research articles.Key Words: Evaluation, Formative, EquityAbstrak: Pada dasarnya evaluasi formatif merupakan evaluasi yang dilakukan selama berlangsungnya sistem pembelajaran yang berarti melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami materi ataupun praktek yang telah disampaikan. Tujuan dari evaluasi ini yaitu untuk mengetahui keberlangsungan program yang sudah dirancang, sekaligus untuk mengetahui hambatan saat menjalankan suatu program, serta untuk mengetahui bentuk tindakan yang dilakukan oleh lembaga setelah berlangsungnya kegiatan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran. PKBM Saffari ada sejak tahun 2020 hingga sekarang. Dalam PKBM ini memiliki program utama yaitu Program Kesetaraan, Program Pelatihan Palwijan, dan Program Homeschooling. Didirikannya program kesetaraan ini berdasarkan kebutuhan dari Masyarakat sekitar dan banyak minat Masyarakat yang tertinggal dalam Pendidikan formal. Selain alasan dari kebutuhan Masyarakat, program ini diadakan bedasarkan rasa keinginan yang tinggi oleh pendiri Lembaga PKBM Saffari untuk menaungi anak yang putus sekolah, anak jalanan, dan anak yang diasingkan oleh teman sebayanya. Selain memberikan Pendidikan formal, Lembaga ini memberikan support mental kepada seluruh peserta didiknya untuk tetap mau melanjutkan Pendidikan. Adapun jenis evaluasi formatif yang dilakukan oleh PKBM Saffari ini berupa memberikan uji komptensi seminggu atau per 3 bulan sekali untuk mengukur keberhasilan pembelajaran saat dilaksanakannya evaluasi yang dilakukan serentak oleh PKBM Saffari. Sehingga sejauh ini, program kesetaraan di PKBM ini dapat berjalan dengan baik dengan minat Masyarakat yang tinggi. Maka penulisan ini ditujukan agar mengetahui secara detail evaluasi formatif dan evaluasi yapa saja yang diterapkan di PKBM Saffari dengan metode penelitian kualitatif deskriptif secara langsung di lapangan dengan observasi lapangan, studi literatur, wawancara, dan studi dokumentasi yang hasilnya dituangkan dalam berupa tulisan artikel penelitian.Kata Kunci: Evaluasi, Formatif, Kesetaraan
Model Evaluasi CIPP dalam Mengevaluasi Program Kesetaraan Paket C di PKBM Istiqomah Salsabila, Al Fitrah; Khalmayra, Assyifa; Bagaskara, Evan; Nabila, Hanna; Tazkiyatunnufus, Mala
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.10030

Abstract

Abstract: CIPP stands for context, input, process and product. This evaluation model aims to improve the program. The CIPP evaluation model in its implementation is more widely used by evaluators, this is because this evaluation model is more comprehensive when compared to other evaluation models. The program evaluation used to evaluate the package c equivalency programs at pkbm istiqomah is the cipp model because it is easier to measure the efficiency of the ongoing program, and measure the success rate and shortcomings of an ongoing program. To see the success and achievement of a program based on product evaluation (results), the Package C equivalency education program can be said to be good if there is a fairly good quality improvement in students and the percentage of student graduation reaches 100%.Key Words: Evaluation, Cipp Evaluation, Equality ProgramAbstrak: CIPP merupakan singkatan dari context, input, process dan product. Evaluasi model ini memiliki tujuan untuk memperbaiki program. Orientasi dari evaluasi ini adalah sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan dari decicion maker (pemegang keputusan). Model evaluasi CIPP dalam pelaksanaannya lebih banyak digunakan oleh para evaluator, hal ini dikarenakan model evaluasi ini lebih komprehensif jika dibandingkan dengan model evaluasi lainnya. Evaluasi program yang digunakan untuk mengevealuasi program-progam kesetaraan paket C pada PKBM Istiqomah adalah model CIPP karena lebih mudah untuk mengukur keefisienan dari program yang berlangsung, dan mengukur tingkat keberhasilan serta kekurangan dari suatu program yang berjalan. Untuk melihat keberhasilan dan tercapai nya suatu program tersebut Berdasarkan evaluasi product (hasil), program pendidikan kesetaraan Paket C dapat dikatakan sudah baik apabila adanya peningkatan kualitas yang cukup baik pada peserta didik dan persentase kelulusan peserta didik mencapai 100%.Kata Kunci: Evaluasi, Evaluasi CIPP, Program Kesetaraan
Evaluasi Bebas Tujuan Dalam Program Pelatihan Menjahit di LPK Anita Kota Serang Putri M., Fira Rama; Nugroho, Helga Raisa; Thalia, Putri; Anzelika, Riski; Azahra, Siti Rahmah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.10598

Abstract

Abstract: A goal-free evaluation at LPK Anita Serang City focuses on unexpected results in sewing training program. This evaluation model does not look at what the main goal is achieved in this sewing training, but focused on evaluating the impact of the program training, both expected and unexpected but occur. Through qualitative approach and in-depth interviews with instructors and LPK owners This Anita. The evaluation results show the success of the participants after participating in the training sewing, satisfaction level of trainees and recommendations for improvement the quality of future training programs. This program provides additional benefits such as increasing participants' knowledge, skills, sewing aesthetics and creativity. Conclusion this supports the effectiveness of goal-free evaluation in identifying more benefits extent of the training programKey Words: Goal-free evaluation, LPK Anita Serang CityAbstrak: Evaluasi bebas tujuan di LPK Anita Kota Serang berfokus pada hasil yang tidak terduga pada program pelatihan menjahit. Model evaluasi ini tidak melihat apa tujuan utama yang ingin dicapai dalam pelatihan menjahit ini, tetapi fokus mengevaluasi pengaruh dari program pelatihan baik yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan namun terjadi. Melalui pendekatan kualitatif dan wawancara mendalam dengan instruktur sekaligus pemilik LPK Anita ini. Hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan peserta setelah mengikuti pelatihan menjahit, tingkat kepuasan peserta pelatihan dan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas program pelatihan di masa depan. Program ini memberikan manfaat tambahan seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, estetika menjahit dan kreativitas peserta. Kesimpulan ini mendukung efektivitas evaluasi bebas tujuan dalam mengidentifikasi manfaat yang lebih luas dari program pelatihan.Kata Kunci: Evaluasi bebas tujuan, LPK Anita Kota Serang
Evaluasi Berbasis Tujuan Pada Program Taman Baca Masyarakat di SKB Kota Serang Nurbaeti, Annisa; Khairunnisa, Najla; Nuryalsa, Sefina; Iqbal, M.; Fazri, M.
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9921

Abstract

Abstract: Non-formal education in Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System is an education path outside formal education that can be implemented in a structured and tiered manner. Non-formal education is present as a way out of the problem of low interest in reading in Indonesia with the Taman Baca Masyarakat programme which is a means of adding and complementing the education sector. Seeing Indonesia's low interest in reading is a concern among education supervisors, literacy practitioners, and parents. Taman Baca Masyarakat is present as an alternative solution to the problem. The purpose of Taman Baca Masyarakat is to create a community that has basic literacy skills in order to be able to compete and work according to their competencies, increase reading interest and literacy culture in the community, and play the role of TBM in empowering the community. Taman Baca Masyarakat has the same role as a library, namely as a provider of reading facilities, but its existence is closer and can come from the community itself. In this research we examined TBM Perintis which is located at Raya Petir KM. 4 Cipocok Jaya, Cipocok Jaya Serang District, Serang City, Banten Province. TBM Perintis is within the scope of SKB Serang City. In carrying out the research, we obtained primary data sources obtained in this study, namely data in the form of direct interviews with the manager of the Community Reading Gardens of SKB Serang City. The results of the research that has been carried out are then processed using data processing techniques by means of observation, interviews, and documentation. In the implementation of this observation using an objective-based evaluation model to see how the evaluation conducted by TBM Perintis. Key Words: TBM, Evaluation, Goal-Based.Abstrak: Pendidikan Nonformal dalam Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan non formal hadir menjadi jalan keluar dari permasalahan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia dengan adanya program Taman Baca Masyarakat yang menjadi sarana penambah dan pelengkap bidang pendidikan. Melihat minat baca masyarakat Indonesia yang rendah menjadi keprihatinan di kalangan penilik pendidikan, praktisi literasi, dan orang tua. Taman Baca Masyarakat hadir sebagai salah satu alternatif solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan Taman Baca Masyarakat adalah Untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki kecakapan literasi dasar agar mampu bersaing dan bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, meningkatkan minat baca dan budaya literasi di masyarakat, dan memerankan peran TBM dalam memberdayakan masyarakat. Taman Baca Masyarakat memiliki peran yang sama dengan perpustakaan yaitu sebagai penyedia fasilitas membaca, namun keberadaannya lebih dekat dan dapat berasal dari masyarakat itu sendiri. Dalam penelitian ini kami meneliti TBM Perintis yang berlokasi di Raya Petir KM. 4 Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. TBM Perintis ini berada dalam lingkup SKB Kota Serang. Dalam melaksanakan penelitian kami mendapatkan sumber data primer yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu data berupa wawancara langsung bersama pengelola Taman Bacaan Masyarakat SKB Kota Serang. Hasil penelitian yang sudah dilakukan kemudian diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pelaksanaan observasi ini menggunakan model evaluasi berbasis tujuan untuk melihat bagaimana evaluasi yang dilakukan oleh TBM Perintis. Kata Kunci: TBM, Evaluasi, Berbasis Tujuan.
Evaluasi Program Kesetaraan Paket C di PKBM Al-Kahfi Menggunakan Model Evaluasi Bebas Tujuan Larasati, Sofie Wiwit; Gumas, Fitri Destriana; Azizah, Nur; Riansyah, Ade; Septiani, Wulan
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.10067

Abstract

Abstract: The package C equivalency programme is a secondary education programme in non-formal channels that is equivalent to SMA/SMK/MA. This programme is organised by non-formal education units, namely PKBM (Community Learning Activity Centres). PKBM is a place where people can pursue education to fulfil their needs. One of the PKBM institutions that provides a package C equivalency programme is PKBM Al-Kahfi which is located at Bumi Agung Permai 1 block S5 no 17, RT.06 / RW.18, Unyur, Kec. Serang, Serang City, Banten. In order to determine the extent of the impact of the implementation of a programme, an evaluation was conducted. In this regard, the evaluator team evaluated the package C equivalency programme at PKBM Al-Kahfi using a goal free evaluation model. Data on the programme implementation process in this study were collected through interviews, observations, and documentation. The data validity test was carried out by data reduction, data presentation, and data verification. The results of the evaluation focused on the process of planning, implementation, and evaluation of the programme relating to the positive impact, negative impact, and positive side impact of the package C equivalency programme at PKBM Al-Kahfi. Programme planning and implementation are carried out systematically and in accordance with national education standards. The positive impact is felt by the learning community, parents, and the surrounding community. The negative impact is caused by the indiscipline of the learning community in the learning process and delays in paying tuition fees. While the positive side impact is related to the opening of learning opportunities for learning citizens from outside the city. Despite the obstacles faced, the results of the evaluation show that the package C equivalency programme at PKBM Al-Kahfi shows real changes and the results are quite significant.Key Words: Goal free evaluation; PKBM; Package C equivalency programme.Abstrak: Program kesetaraan paket C adalah program pendidikan menengah dalam jalur non formal yang setara dengan SMA/SMK/MA. Program ini diselenggarakan oleh satuan pendidikan non formal yaitu PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). PKBM merupakan tempat di mana masyarakat dapat menempuh pendidikan untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu Lembaga PKBM yang menyediakan program kesetaraan paket C adalah PKBM Al-Kahfi yang terletak di Bumi Agung Permai 1 blok S5 no 17, RT.06/RW.18, Unyur, Kec. Serang, Kota Serang, Banten. Dalam rangka mengetahui sejauh mana dampak dari pelaksaaan suatu program, maka dilakukanlah evaluasi. Berkaitan dengan hal ini, tim evaluator melakukan evaluasi pada program kesetaraan paket C di PKBM Al-Kahfi dengan menggunakan model evaluasi bebas tujuan atau goal free evaluation. Data tentang proses pelaksanaan program dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari evaluasi berfokus pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program yang berkaitan dengan dampak positif, dampak negatif, dan dampak sampingan positif dari program kesetaraan paket C di PKBM Al-Kahfi. Perencanaan dan pelaksanaan program dilakukan dengan sistematis dan sesuai dengan standar nasional pendidikan. Dampak positif dirasakan oleh warga belajar, orang tua, dan masyarakat sekitar. Adapun dampak negatif yang disebabkan oleh ketidakdisiplinan warga belajar dalam proses pembelajaran dan keterlambatan dalam membayar biaya pendidikan. Sedangkan dampak sampingan positif berkaitan dengan terbukanya kesempatan belajar bagi warga belajar dari luar kota. Terlepas dari kendala yang dihadapi, hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa program kesetaraan paket C di PKBM Al-Kahfi menunjukkan perubahan yang nyata dan hasilnya cukup signifikan.Kata Kunci: Evaluasi bebas tujuan; PKBM; Program kesetaraan pake C
Evaluasi Sumatif Pada Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rahmatan Kota Serang Meifiana, Sarah Annisa; Nufus, Nurhafiza Hayatun; Alicia, Nur; Febriani, Ida; Salsabila, Abira
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9707

Abstract

Abstract: Preschool education, abbreviated as PAUD, is intended for early childhood children, usually around 3 to 4 years old. PAUD is a non-formal education institution that prepares children to continue formal education such as elementary school with broader skills and knowledge. The aim of PAUD is to provide educational experiences that support children's development in various aspects, starting from emotional, psychomotor, social, cognitive and physical aspects. Preschool education (PAUD) is the first stage in children's education which has an important role in forming children's basic knowledge, skills and attitudes. Assessment is one of the key elements in the educational process and there are two main types of assessment in the PAUD context, namely formative assessment and summative assessment. In this research we examined Rahmatan PAUD Rahmatan PAUD located on Jl. Raya Serang - Pandeglang Sempu Banten Girang RT. 04/17 Ex. Cipare, Cipare, District. Serang, Serang City Prov. Banten. This PAUD is under the auspices of a Kuntum Mekar PKBM which is managed by Haji Mansur, a lecturer at the Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University, Banten. It was founded in 2014, precisely on August 18. Accredited C., in carrying out our research we used data processing techniques by means of interviews, observation and documentation. In conducting this Rahmatan PAUD evaluation, we used a summative evaluation. Summative evaluation is an evaluation carried out on students' learning outcomes after attending lessons in a quarter, a semester or at the end of the year to determine the next level of education.Key Words: PAUD, Evaluation, SummatifAbstrak: Pendidikan prasekolah yang disingkat PAUD ditujukan untuk anak usia dini, biasanya berusia sekitar 3 hingga 4 tahun. PAUD merupakan lembaga pendidikan nonformal yang mempersiapkan anak untuk melanjutkan pendidikan formal seperti sekolah dasar dengan keterampilan dan pengetahuan yang lebih luas. Tujuan PAUD adalah memberikan pengalaman pendidikan yang mendukung perkembangan anak dalam berbagai aspek, mulai dari aspek emosional, psikomotorik, sosial, kognitif, dan fisik. Pendidikan prasekolah (PAUD) merupakan tahapan pertama dalam pendidikan anak yang mempunyai peranan penting dalam membentuk pengetahuan dasar, keterampilan dan sikap anak. Penilaian merupakan salah satu elemen kunci dalam proses pendidikan dan terdapat dua jenis penilaian utama dalam konteks PAUD, yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Dalam penelitian ini kami meneliti PAUD Rahmatan PAUD Rahmatan berlokasi di Jl. Raya Serang - Pandeglang Sempu Banten Girang RT. 04/17 Kel. Cipare, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Prov. Banten. PAUD ini dibawah naungan sebuah PKBM Kuntum Mekar yang dikelola oleh Haji Mansur seorang Dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Didirikan pada tahun 2014 tepatnya pada tanggal 18 Agustus. Berakreditasi C., dalam melaksanakan penelitian kami menggunakan Teknik pengolahan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumnetasi. Dalam melakukan evaluasi PAUD Rahmatan ini kami menggunakan evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam catur wulan, satu semeter, atau akhir tahun untuk menentukan jenjang pendidikan berikutnya.Kata Kunci: PAUD, Evaluasi, Sumatif
Hubungan Quarter Life Crisis dengan Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Semarang Meilan, Nanda Mustika
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.12881

Abstract

Abstract: Adulthood is marked by developmental tasks to begin roles and responsibilities as a productive individual, for example by pursuing higher education. In the development process, various feelings arise, such as feelings of confusion, anxiety and restlessness, which are known as quarter life crises. On the other hand, the level of subjective well-being can help individuals deal with crises. This study aims to identify the level and relationship between quarter life crisis and subjective well-being. Data analysis was carried out using a quantitative approach through correlational descriptive analysis. The sampling technique uses purposive sampling taken from the population with the sample criteria being active students aged 21-30 years. The sample obtained was 50 students. The results of this research show that there is a negative relationship between quarter life crisis and subjective well-being (r= 0.674; p<0.05). It can be concluded that the higher the level of quarter life crisis, the lower subjective well-being.Key Words: Quarter life crisis, subjective well-being, students.Abstrak: Masa dewasa ditandai dengan adanya tugas perkembangan untuk memulai peran dan tanggung jawab sebagai individu yang produktif, salah satunya dengan menempuh pendidikan tinggi. Dalam proses perkembangan ini muncul perasaan kebingungan, kecemasan, dan ketidakpastian yang dikenal sebagai quarter life crisis. Disisi lain, tingkat kesejahteraan subjektif dapat membantu individu dalam menghadapi krisis yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat dan hubungan antara quarter life crisis dan kesejahteraan mahasiswa pascasarjana. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang diambil dari populasi dengan kriteria sampel mahasiswa aktif yang berusia 21-30 tahun. Sampel yang diperoleh sebanyak 50 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negarif antara quarter life crisis dan kesejahteraan subjetif (r= 0.674; p< 0.05). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat quarter life crisis maka akan semakin rendah kesejahteraan subjektifKata Kunci: Quarter Life Crisis, Kesejahteraan Subjektif, Mahasiswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): September Vol. 11 No. 1 (2025): Maret Vol 11, No 1 (2025): Maret Vol 10, No 2 (2024): September Vol. 10 No. 2 (2024): September Vol 10, No 1 (2024): Maret Vol. 10 No. 1 (2024): Maret Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 Nomor 2 Edisi September 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): September Vol 9, No 2 (2023): September Vol 9, No 1 (2023): Maret Vol. 9 No. 1 (2023): Maret Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Edisi September 2022 Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1 Edisi Maret 2022 Vol 8, No 2 (2022): September Vol. 8 No. 2 (2022): September Vol. 8 No. 1 (2022): Maret Vol 8, No 1 (2022): Maret Volume 7 Nomor 2 Edisi September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): September Vol 7, No 2 (2021): September Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2021 Vol 7, No 1 (2021): Maret Vol. 7 No. 1 (2021): Maret Vol 6, No 2 (2020): September Vol. 6 No. 2 (2020): September Volume 6 Nomor 2 Edisi September 2020 Vol 6, No 1 (2020): Maret Vol. 6 No. 1 (2020): Maret Volume 6 Nomor 1 Edisi Maret 2020 Vol. 5 No. 2 (2019): September Volume 5 Nomor 2 Edisi September 2019 Vol 5, No 2 (2019): September Vol. 5 No. 1 (2019): Maret Volume 5 Nomor 1 Edisi Maret 2019 Vol 5, No 1 (2019): Maret Volume 4 Nomer 2 Edisi September 2018 Vol 4, No 2 (2018): September Vol. 4 No. 2 (2018): September Vol 4, No 1 (2018): Maret Volume 4 Nomer 1 Edisi maret 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Maret Volume 3 Nomer 2 Edisi September 2017 Vol 3, No 2 (2017): September Vol. 3 No. 2 (2017): September Vol 3, No 1 (2017): Maret Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Maret Vol 2, No 2 (2016): September Volume 2 Nomer 2 Edisi September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): September Vol 2, No 1 (2016): Maret Vol. 2 No. 1 (2016): Maret Volume 2 Nomer 1 edisi Maret 2016 More Issue