cover
Contact Name
Khairizzaman
Contact Email
sintesa@kopertais5aceh.or.id
Phone
+62881024912434
Journal Mail Official
sintesa@kopertais5aceh.or.id
Editorial Address
Kantor Kopertais Wilayah V Aceh, Lantai 3, Gedung Biro Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan
ISSN : -     EISSN : 27150666     DOI : -
Jurnal SINTESA is published by the Coordinator of the Islamic Higher Education Institution in Aceh and focuses to publish research articles in the Islamic studies field twice a year. Its scope consists of (1) Islamic theology (2) Islamic law (3) Islamic education (4) Islamic mysticism and philosophy (5) Islamic economics (6) the Study of tafsir and hadith, and (7) Islamic art and history.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2022): Januari-Juni" : 6 Documents clear
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PERBAIKAN MUTU BERKELANJUTAN PENDIDIKAN Sabarita Banurea
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.212 KB) | DOI: 10.22373/sintesa.v3i2.404

Abstract

The concern of the government and various educational observers has been and continues to strive to improve the quality of education. So, it is not surprising that the development and innovation of education today is increasingly stretched, starting from technology-based learning models, evaluation systems and supervision innovations through sharing application features and so on. However, the communication factor is something that cannot be ruled out, especially schools that are far from urban areas and have difficulty accessing the network. Various communication techniques, such as interpersonal communication, make it easier for teachers to transfer knowledge, so that in the end education is called quality because the scientific quality of students is in accordance with the expectations of the community as recipients of educational services. The results showed that; 1). Interpersonal communication has the potential to carry out an instrumental function as a tool to influence or persuade others, even to maintain a quality of education, 2). Quality of education is the ability to manage schools with the concept of quality management so as to give birth to regeneration with graduation who are ready to enter the social order of society from various fields and activities equipped with expertise, 3). Interpersonal communication is an effort to improve the quality of education, so in order to be able to implement it first understand and understand the concepts and theories. There are at least three dimensions in the application of interpersonal communication to maintain the quality of education; 1). Communication made by the principal both to school residents (internal) and external to the school, 2), communication between teachers, teachers and staff and teachers with operators, 3) communication between teachers and students and parent.AbstrakKepedulian pemerintah beserta berbagai kalangan pemerhati pendidikan telah dan terus menerus berupaya mewujudkan peningkatan mutu pendidikan. Maka tidak heran pengembangan dan inovasi pendidikan dewasa ini semakin menggeliat, mulai dari pembelajaran model berbasis teknologi, sistem evaluasi dan inovasi pengawasan melalui berbagi fitur aplikasi dan seterusnya. Namun demikian faktor komunikasi adalah hal yang tidak bisa dikesampingkan, terutama sekolah yang jauh dari perkotaan dan sulit mengakses jaringan. Berbagai teknik komunikasi, seperti komunikasi interpersonal mengantarkan para guru lebih memudahkan transfer keilmuan, sehingga pada akhirnya pendidikan disebut bermutu karena kualitas keilmuan siswa sesuai dengan harapan masyarakat sebagai penerima layanan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1). Komunikasi antar pribadi sangat potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat mempengaruhi atau membujuk orang lain, bahkan menjaga suatu mutu pendidikan, 2). Mutu pendidikan adalah kemampuan mengelola sekolah dengan konsep manajemen mutu sehingga melahirkan regenerasi dengan kelulusan yang siap terjun dalam tatanan sosial masyarakat dari berbagai bidang dan kegiatan yang dibekali keahlian, 3). Komunikasi interpersonal adalah upaya untuk perbaikan mutu pendidikan, maka agar supaya mampu mengimplementasikannya terlebih dahulu mengerti dan memahami konsep maupun teorinya. Setidaknya ada tiga dimensi dalam penerapan komunikasi interpersonal untuk menjaga mutu pendidikan; 1). Komunikasi yang dilakukan kepala sekolah baik kepada warga sekolah (internal) dan eksternal sekolah, 2), komunikasi antar guru, guru dengan staf dan guru dengan operator, 3) komunikasi guru dengan siswa dan orang tua siswa
ANALISIS TENTANG HARTA GONO GINI DALAM HUKUM ADAT DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA (UU NO 1 TAHUN 1974 DAN KHI INDONESIA) Muzakkir Muzakkir
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.187 KB) | DOI: 10.22373/sintesa.v3i2.427

Abstract

Marriage is a sunnah of the Prophet and is an act of worship for those who are physically and spiritually ready. It must be understood that behind the marriage bond there is a binding bond between the bride and groom. Besides that, there are some things that must be kept together. One of them is joint property. Shared assets seem to belong to the groom only if the bride dies. when in fact joint property is joint property. This research is entitled Analysis of Gono Gini assets in customary law and positive law in Indonesia (Uu No. 1 of 1974 and Indonesian Law) Problem formulation 1. Gono Gini assets are based on Customary Law, and 2 Gono Gini assets based on positive law in Indonesia. AbstrakPernikahan adalah suatu sunnah Rasul dan merupakan ibadah bagi yang siap secara jasmani dan rohani. Harus dipahami dibalik ikatan pernikahan ada ikatan yang mengikat antara kedua mempelai. Disamping itu, ada beberapa hal yang harus dijaga bersama. Salah satunya adalah harta bersama. Harta bersama seolah-olah hanya milik mempelai laki-laki jika mempelai wanita meninggal dunia. padahal hakikatnya harta bersama adalah milik bersama.penelitian ini yang berjudul Analisis tentang harta gono gini dalam hukum adat dan hukum positif di indonesia (uu no 1 tahun 1974 dan khi indonesia) Rumusan masalah 1. Harta gono gini berdasarkan Hukum Adat dan 2 harta gono gini berdasarkan   hokum positif di Indonesia.
NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM BUKU AJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH Hijratul Hasanah
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.232 KB) | DOI: 10.22373/sintesa.v3i2.557

Abstract

In the educational process, the inculcation of values is an important thing that must be implemented to achieve the goals of education itself. One of the values that must be transmitted in the educational process is tolerance. To be able to realize it in life, education must be carried out continuously, both within the school and family spheres. This study aims to determine the values of tolerance in Islamic Cultural History (SKI) textbooks at Class VII Madrasah Tsanawiyah. In this article, the author uses literature or library research, namely studies carried out using literature that originates from books, papers, journal, notes, or reports on research results and previous studies. This study shows that the range of tolerance values found in SKI Class VII textbooks at Madrasah Tsanawiyah include: acknowledging the rights of everyone; respecting the beliefs of others; respecting difference; mutual understanding; as well as awareness and honesty. These values are included in the points of tolerance, democracy, togetherness, equality, and justice.AbstrakDalam proses pendidikan, penanaman nilai menjadi hal penting yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Salah satu nilai yang harus ditransmisikan dalam proses pendidikan adalah nilai toleransi. Untuk dapat merealisasikan dalam kehidupan, pendidikan harus dilakukan secara terus menerus baik dalam lingkup sekolah  maupun lingkup keluarga. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai toleransi dalam buku ajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Tsanawiyah Kelas VII. Dalam artikel ini, penulis menggunakan studi yang bersifat litere atau kepustakaan (Library Research), yaitu kajian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur yang bersumber baik berupa kitab, buku, karya ilmiah, catatan maupun laporan hasil penelitian dan penelitian terdahulu. Kajian ini menunjukkan bahwa cakupan nilai toleransi yang ditemukan dalam buku ajar SKI Kelas VII Madrasah Tsanawiyah antara lain: mengakui hak setiap orang; menghormati keyakinan orang lain; menghargai dalam perbedaan; saling pengertian; serta kesadaran dan kejujuran. Nilai-nilai tersebut tercakup dalam poin toleran, demokratis/kebersamaan, kesetaraan/kesamaan dan keadilan.
HADITS TENTANG PENDIDIKAN SEKS DAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL Musriaparto Musriaparto
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.25 KB) | DOI: 10.22373/sintesa.v3i2.401

Abstract

The development of technology and information is absorbed by various groups and ages. Early childhood and adolescents have been able to apply gadgets whose impact is not only positive things but also leads to negative things such as pornography. This resulted in many cases such as sexual harassment and underage sexual practices among students. Sex education is also the responsibility of the learning environment. Sex education generally includes an introduction to sexual expression, sexual management and controls that must be had to stem the negatives themselves. This is basically contained in the hadiths in islamic treasures. In general, hadith conveys the importance of sexual education lines. However, very few educational institutions introduce or teach sex education because of taboos and the assumption of impropriety in talking about sexual problems in the school room. This research was conducted based on literature studies and documents that help researchers to see the content of hadith about the importance of sexual education in the learning environment.AbstrakPerkembangan teknologi dan informasi diserap oleh berbagai golongan dan umur. Anak usia dini dan remaja telah mampu mengaplikasikan gawai yang dampaknya bukan hanya hal-hal positif namun juga mengarah pada hal-hal negatif seperti pornografi. Hal ini mengakibatkan banyaknya kasus-kasus seperti pelecehan seksual dan praktik seksual di bawah umur pada kalangan siswa/i. Pendidikan seks juga adalah tanggung jawab dari lingkungan belajar. Pendidikan seks umumnya mencakup pengenalan pada ekspresi seksual, pengelolaan seksual dan kontrol yang harus dimiliki untuk membendung diri hal-hal negatif. Hal tersebut pada dasarnya terdapat dalam hadis-hadis dalam khazanah Islam. Secara umum, hadits menyampaikan akan pentingnya lini-lini pendidikan seksual. Namun, sangat sedikit institusi pendidikan mengenalkan atau mengajarkan pendidikan seks karena perihal tabu dan anggapan akan ketidakpantasan membicarakan masalah seksual dalam ruang sekolah. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada studi kepustakaan dan dokumen-dokumen yang membantu peneliti untuk melihat kandungan hadits perihal pentingnya melakukan pendidikan seksual di dalam lingkungan belajar
PERAN PSIKOLOGI AGAMA DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Musriaparto Musriaparto
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.701 KB) | DOI: 10.22373/sintesa.v3i2.402

Abstract

In an effort to create people who know, live, believe, and practice religious teachings completely, so important to know that Islamic Religious Education cannot be separated from the touch of psychological aspects, especially the Psychology of Religion. Through the Psychology of Religion, it is hoped that the material for Islamic Religious Education has a psychological-critical element to better understand the religious phenomena related to the substance of Islamic Religious Education. Through the comparative approach, this study found that the Psychology of Religion played a role in strengthening the values of Islamic Religious Education. Some of these roles are understanding the stages of the religious soul of a student in order to adjust the presentation of the material, anticipating the occurrence of apostasy through the study of the psychology of religious conversion, understanding the meaning of mental health and mental disorders from an Islamic perspective, and strengthening religious tolerance.AbstrakSebagai sebuah upaya dalam menciptakan insan yang mengenal, menghayati, mengimani, mengamalkan ajaran agama secara kaffah, maka pendidikan Agama Islam tidak lepas dari sentuhan aspek-aspek psikologis, khususnya Psikologi Agama. Melalui Psikologi Agama diharapkan materi Pendidikan Agama Islam memiliki unsur psikologi-kritis untuk semakin memahami fenomena keberagamaan yang terkait substansi Pendidikan Agama Islam. Dengan menggunakan studi komparasi, penelitian ini kemudian menemukan bahwa Psikologi Agama berperan dalam penguatan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Beberapa diantara peran tersebut yaitu Memahami tahapan jiwa agama seorang peserta didik dalam rangka menyesuaikan sajian materi, mengantisipasi terjadinya pemurtadan melalui kajian psikologi konversi agama, memahami makna kesehatan jiwa dan gangguan kejiwaan perspektif agama Islam dan penguatan toleransi beragama.
DIMENSI NILAI-NILAI KETELADANAN DALAM BUKU AJAR AQIDAH AKHLAK KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH Ruhana Ruhana
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sintesa.v3i2.559

Abstract

Exemplary is an important aspect of the learning process that takes place in various educational institutions. Exemplary behavior is essential for knowledge transmission to transform into student character. However, exemplary behavior often goes unnoticed, especially in taking its value from the learning material that is taught in class. Therefore, this article aims to briefly map the dimensions of exemplary values contained in student textbooks for the Aqidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah subject. The method used in this article is the literature review method. The book that is the main source of this study is the Textbook for Class VII Students of Madrasah Tsanawiyah, written by Akhmad Fauzi and published by the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia. Based on the literature review conducted, this study found that there are at least several dimensions of exemplary values that can be used as references by teachers when carrying out their duties in the learning process. The dimensions of the exemplary value are: 1) always speaking the truth; 2) always being ready to have a dialogue with anyone; 3) always showing gratitude; 4) being humble; 5) always showing affection; and 6) always prioritizing deliberation in every decision. The six moral values can be implemented by the teacher when carrying out teaching and learning activities by first setting an example in each of his actions. The teacher's example is significant because, after all, exemplary behavior cannot be spoken but must be seen in action to be fully appreciated.AbstrakKeteladanan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran yang berlangsung di berbagai lembaga pendidikan. Keteladanan adalah kunci agar transmisi pengetahuan yang dilakukan dapat berubah menjadi karakter siswa. Namun, keteladanan seringkali gagal diketahui dan refleksi dari materi pembelajaran yang diajarkan di dalam kelas. Oleh sebab itu, artikel ini bertujuan untuk memetakan secara ringkas tentang dimensi nilai-nilai keteladanan yang terkandung dalam buku ajar siswa mata pelajaran Aqidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kajian kepustakaan. Buku yang menjadi sumber utama kajian ini adalah Buku Ajar Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah yang ditulis oleh Akhmad Fauzi dan diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan, artikel ini menemukan setidaknya terdapat beberapa dimensi nilai keteladanan yang dapat dijadikan rujukan oleh guru ketika menjalankan tugasnya dalam proses pembelajaran. Dimensi nilai keteladanan tersebut adalah 1) senantiasa berkata yang benar/jujur; 2) bersedia untuk selalu berdialog dengan siapa pun; 3) selalu menunjukkan rasa syukur; 4) bersikap rendah hati; 5) selalu menampilkan sikap kasih sayang; dan 6) selalu mendahulukan musyawarah dalam setiap keputusan. Keenam nilai moral tersebut dapat diimplementasikan oleh guru ketika sendang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan terlebih dahulu mencontohkan dalam setiap tundakannya. Contoh dari guru menjadi penting karena bagaimanapun keteladanan tidak bisa hanya diucapkan tetapi harus diimplementasikan agar dapat dilihat bentuk nyatanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6