cover
Contact Name
Ali Rahmat
Contact Email
alirahmat911@gmail.com
Phone
+6282278231661
Journal Mail Official
coms.ressi@gmail.com
Editorial Address
Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55172
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Open Community Service Journal
ISSN : 28282892     EISSN : 28281195     DOI : https://doi.org/10.33292/ocsj
Core Subject : Education, Social,
Open Community Service Journal (OCSJ) merupakan jurnal nasional di bawah lembaga Research and Social Study Institute salah satu lembaga ilmiah di Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta. Open Community Service Journal menerbitkan artikel artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pertanian, teknik, pendidikan, komputer dan kesehatan. Jurnal ini diharapkan pula dapat menjadi jurnal yang fast respone, fast review dan fast publication. Dan kedepan dapat terakreditasi secara nasional dan terindek secara global.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 2 (2026): open community service journal" : 3 Documents clear
Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat melalui Pendekatan Klaster Sumber dan Kawasan di Kelurahan Margodadi, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta Hijrah Purnama Putra; Isag Yudhanta
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i2.192

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan sampah rumah tangga di Kelurahan Margodadi ditandai dengan rendahnya pemilahan di sumber dan keterbatasan sistem tata kelola komunal.Tujuan: Pengabdian ini bertujuan mewujudkan sistem pengelolaan sampah mandiri yang efektif dan partisipatif melalui pendekatan klaster.Metode: Metode pelaksanaan dibagi menjadi dua fokus utama: Klaster 1 (optimalisasi sumber) dan Klaster 2 (optimalisasi kawasan) yang dilaksanakan oleh enam unit mahasiswa KKN (total terdapat 48 orang mahasiswa yang terlibat).Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan awal terhadap kesadaran warga dalam pemilahan sampah melalui inovasi "Bank Botol Pintar" dan "Sedekah Sampah Masjid". Implementasi teknologi tepat guna berupa Lubang Resapan Biopori (LRB) dan Biopori Jumbo terbukti efektif mereduksi volume sampah organik di tingkat rumah tangga dan komunal. Selain itu, pengembangan sistem "Hidrosiklus" berbasis hidroponik memberikan nilai ekonomi sirkular bagi kelompok PKK. Penguatan kelembagaan melalui penyusunan SOP dan digitalisasi administrasi menjamin keberlanjutan program secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi antara edukasi perilaku, penyediaan sarana fisik, dan penguatan struktur sosial mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah desa yang berkelanjutan.
Edukasi Ekosistem Laut melalui Visualisasi Mikroskopis Plankton bagi Siswa SD Allang Asaude Maureen A. Tuapattinaja; Niette V. Huliselan; Prulley A. Uneputty; Janson Pietersz; Richardzon D. R. D. S. Moningka; Rian Fadli
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i2.198

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terkait komponen dasar ekosistem laut, khususnya plankton sebagai dasar rantai makanan, menjadi tantangan dalam upaya edukasi lingkungan pesisir, terutama karena karakteristiknya yang mikroskopis dan tidak mudah diamati secara langsung.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kelautan siswa melalui pengenalan plankton sebagai dasar rantai makanan laut.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 45 siswa kelas V dan VI SD Negeri Allang Asaude dengan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui penyampaian materi berbasis visual, diskusi interaktif, serta pengamatan mikroskopis plankton (fitoplankton dan zooplankton). Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dari 0% pada tahap pre-test menjadi 95% pada tahap post-test. Selain meningkatkan aspek kognitif, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan minat belajar serta kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut. Dengan demikian, edukasi berbasis visualisasi mikroskopis plankton terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep ekosistem laut sekaligus membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Tuberculosis Harmony Project: Pemberdayaan Kelompok Peduli TB melalui Pelatihan dan Penyuluhan di Desa Palakahembi Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan; Leni Landudjama; Yublina Rohi; Tatu Rija; Juniferd Hanggawali; Safril Evan Dominggus; Clarania Klau; Gabriela Olgaviana Malo
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i2.193

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global yang harus segera dihentikan penularannya. Keterlibatan aktif stakeholder dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam keberhasilan penanganan TB.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan Kelompok Peduli TB serta penyuluhan kesehatan di Desa Palakahembi, Kabupaten Sumba Timur.Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan TB Care Group yang diikuti oleh 13 peserta dan penyuluhan kesehatan yang diikuti oleh 35 masyarakat. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, simulasi, role play, studi kasus, dan pembagian leaflet edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan TB berisi 15 pertanyaan pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan skor dan kategori pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan.Hasil: Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pelatihan kelompok peduli TB efektif meningkatkan pengetahuan peserta, dengan proporsi pengetahuan baik meningkat dari 38,5% menjadi 76,9% dan tidak ada lagi peserta yang memiliki pengetahuan kurang setelah intervensi. Pada kegiatan penyuluhan masyarakat, proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 8,6% menjadi 57,1%, sedangkan kategori kurang menurun dari 62,8% menjadi 8,6%. Peningkatan pengetahuan menunjukkan efektivitas metode edukasi partisipatif dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai TB.Kesimpulan: Pelatihan Kelompok Peduli TB dan penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis. Integrasi edukasi kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat berpotensi memperkuat partisipasi komunitas dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian TB secara berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 3