cover
Contact Name
Yonatan Widianto
Contact Email
sniter@widyakartika.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sniter@widyakartika.ac.id
Editorial Address
Jalan Sutorejo Prima Utara 2/ 1, Surabaya, Jawa Timur, 60113
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Seminar Nasional Ilmu Terapan
ISSN : 25977067     EISSN : -     DOI : -
Ilmu Terapan pada bidang Ekonomi, Manajemen, Akuntansi,, Sastra Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Mandarin,Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Sipil, dan Aristektur.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 514 Documents
ERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN EDUKASI TEKNOLOGI HIJAU DI KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Laurensia Elizabeth Louis; Ririn Dina Mutfianti; Ary Dwi Jatmiko
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 9 No 1 (2025): Vol 9 No 1 (2025): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2025
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Edukasi merupakan salah satu cara untuk belajar dari kalangan muda sampai tua tanpa adanya batasan umur. Selain sebagai tempat belajar taman edukasi juga dapat menjadi salah satu tempat wisata bagi para orang tua dan anaknya, selain dapat bermain mereka juga dapat belajar dari berbagai permaina yang menerapkan konsep pembelajaran yang ada, dengan adanya taman edukasi sekolah juga dapat mengunakanya sebagai salah satu hiburan untuk siswa. Dengan mengunkan pendekatan aristektur perilaku yang berfokus pada anak remaja. sifat-sifat mereka saat dalam mendegarkan suatu materi juga bagaimana perilaku mereka saat berasa di taman edukasi. Dengan mengunkan pendekatan perilaku ini dapat membantu untuk membuat anak-anak remaja lebih tertarik dalam belajar tentang teknologi hijau, yang akan berfokus pada net zero.Dengan melakukan hal ini dapat di harapkan anak- anak remaja tertarik untuk mempelajari suatu hal yang rumit dan dapat memepermudah pemahan mereka tentang teknologi hijau. Teknologi hijau merupakan salah satu konsep arsitektur yang sedang di terapkan di banyak negara salah satu nya di negara Indonesia sendiri sedang di lakukanya penerapan net zero.
EFEKTIVITAS PERSONAL BRANDING PRABOWO SUBIANTO PADA APLIKASI TIK TOK UNTUK MEMENANGKAN PEMILIHAN PRESIDEN 2024 Kevin Imanuel Tjandra
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 9 No 1 (2025): Vol 9 No 1 (2025): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2025
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial yang berpengaruh dalam strategi kampanye politik, terutama dalam membangun personal branding seorang kandidat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas personal branding Prabowo Subianto di TikTok melalui tiga elemen utama kampanye, yaitu slogan “Gemoy,” lagu “Oke Gas,” dan aksi joget.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data diperoleh melalui wawancara dengan narasumber yang merupakan pengguna aktif TikTok.
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL ANIMASI BAHASA MANDARIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS TERHADAP MURID TK B SEKOLAH X SURABAYA Rinoa Revinska; Budi Hermawan
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 9 No 1 (2025): Vol 9 No 1 (2025): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2025
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas Media Audio Visual Animasi Bahasa Mandarin Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Terhadap Murid TK B Sekolah X Surabaya, Rinoa Revinska, Budi Hermawan, Universitas Widya Kartika, Dalam penelitian kali ini, penulis ingin mengetahui keefektivitasan media audio visual animasi bahasa mandarin dalam meningkatkan keterampilan motorik haluspada murid TK B Sekolah X Surabaya. Penulis menyiapkan audio visual animasi yang sesuai dengan tema pembelajaran dan memberikan aktivitas untuk keterampilan motorik halus, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan cara melakukan observasi terhadap murid dan wawancara terhadap guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid TK B Sekolah X Surabaya efektif dalam menggunakan media audio visual animasi bahasa mandarin dalam meningkatkan keterampilan motorik halus, murid TK B yang mencapai kategori sangat baik sebanyak 16%, baik sebanyak 49%, cukup baik sebanyak 22%, perlu pendampingan sebanyak 8% dan yang tidak datang sebanyak 5%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan media audio visual animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus terhadap murid TK B Sekolah X Surabaya.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI CINTA BAHASA DAERAH PARIWISATA UBUD BALI I Gusti Agung Mas Widiastari; Ade Asih Susiari Tantri; Ni Made Rai Wisudariani
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 9 No 1 (2025): Vol 9 No 1 (2025): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2025
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Cinta Bahasa merupakan sekolah yang peserta didiknya memiliki tujuan untuk belajar Bahasa Indonesia. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School Ubud. Subjek penelitian pada penelitian ini yaitu lembaga BIPA khususnyaCinta Bahasa Indonesian Language School Ubud, sedangkan objek penelitian dalam penelitian ini adalah bahan ajar dan media ajar serta hambatan atau tantangan yang diadapai dalam kegiatan pembelajaran BIPA di Cinta Bahasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan Sekolah Cinta Bahasa mengajar BIPA adalah text book. Lembaga Cinta Bahasamemiliki 4 buku yang penyebutannya 1A, 1B, 2A, dan 2B. Media pembelajaran yang digunakan Lembaga Cinta Bahasa adalah media pembelajaran yang autentik. Hambatan atau tantangan yang diadapi oleh Sekolah Cinta Bahasa sangat beragama, seperti banyak murid kurang bisa berbahasa Inggris sehingga guru harus paham betul dengan bahasa, sulit mengajar murid usia 70an, sulit memasukkan materi karena murid mahir, kesulitan mengajar online, dan anak-anak, bahan ajarkurang, lingkungan berbahasa Indonesia di Bali masih kurang, serta sulit mencari bahan ajar.