cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 1 (2026)" : 5 Documents clear
PERUBAHAN POLA RAWAT JALAN PENDUDUK DENGAN KELUHAN KESEHATAN DI TIGA KABUPATEN LAMPUNG 2020–2024 Khorina Fatin Bilqis
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.57208

Abstract

Pemanfaatan layanan rawat jalan merupakan indikator penting dalam menilai akses dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan dan pernah melakukan rawat jalan dalam sebulan terakhir di tiga kabupaten di Provinsi Lampung periode 2020–2024. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder. Data yang digunakan merupakan data agregat dari Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Tahun 2024 yang mencakup Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai persentase tiap tahun, menghitung rata-rata perubahan, serta mengidentifikasi tren peningkatan atau penurunan selama periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika pemanfaatan layanan rawat jalan pada ketiga kabupaten. Rata-rata persentase mengalami penurunan dari 44,17% pada tahun 2020 menjadi 31,81% pada tahun 2022, kemudian meningkat kembali menjadi 36,50% pada tahun 2024. Kabupaten Lampung Timur menunjukkan pola fluktuatif dengan penurunan tajam pada tahun 2022 dan peningkatan kembali pada tahun 2024. Kabupaten Lampung Tengah memperlihatkan tren penurunan bertahap yang relatif stabil, sedangkan Kabupaten Lampung Utara mengalami penurunan paling signifikan pada tahun 2023 sebelum meningkat kembali pada tahun berikutnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan rawat jalan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain akses layanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi, ketersediaan fasilitas kesehatan, serta kepemilikan jaminan kesehatan.
PENERAPAN HIRARC KEBAKARAN UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DI ARAFAH MART BANGKINANG Santrina Santrina; Annisa Rahmadani; Indah Syaqilla Azzahra; Deo Aldi Andika
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.45013

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran di Arafah Mart Bangkinang, serta menganalisis dan mengimplementasikan langkah-langkah pengendalian risiko kebakaran yang efektif guna memastikan keselamatan karyawan dan pelanggan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah HIRARC Kebakaran (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control), yang mencakup identifikasi bahaya kebakaran, penilaian risiko yang ditimbulkan, dan penyusunan langkah-langkah pengendalian risiko kebakaran yang tepat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Arafah Mart Bangkinang menghadapi beberapa potensi bahaya kebakaran utama, seperti kerusakan peralatan listrik, keberadaan bahan mudah terbakar, serta tumpahan cairan kimia yang dapat memicu kebakaran. Pengendalian risiko dilakukan melalui perawatan rutin terhadap peralatan listrik, penyimpanan bahan mudah terbakar yang aman, serta pelatihan karyawan tentang prosedur evakuasi dan penggunaan alat pemadam kebakaran. Penilaian risiko kebakaran yang dilakukan menunjukkan bahwa kerusakan kabel listrik dan kebakaran akibat mesin pendingin memiliki skor risiko tertinggi, yang memerlukan perhatian segera. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan HIRARC Kebakaran di Arafah Mart Bangkinang sangat penting untuk memitigasi risiko kebakaran, meningkatkan keselamatan di tempat kerja, serta melindungi aset dan keselamatan karyawan dan pelanggan dari potensi bahaya kebakaran.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING PADA LANSIA DI DESA TARAI BANGUN WILAYAH KERJA UPT TAMBANG TAHUN 2025 Mawadah Hasanah; Lira Mufti Azzahri Isnaeni; Erma Kasumayanti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.49456

Abstract

Peningkatan jumlah lansia pada saat sekarang ini telah memberikan berbagai dampak yang nyata dalam kehidupan, terutama yang berhubungan dengan masalah kesehatan yang dialami akibat proses penuaan. Oleh karena itu untuk memenuhi kegiatan dan kebutuhan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari bagi mereka, maka lansia membutuhkan perhatian dan dukungan dari keluarga. Sehingga dengan dukungan keluarga diharapkan akan dapat meninkatkan tingkat kemandirian lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tingkat kecemasan dengan tingkat kemandirian Activity of Daily Living pada lansia di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 – 19 Mei 2025 dengan populasi 1.477 penderita di Desa Tarai Bangun dan jumlah sampel 94. responden yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kusioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas dukungan keluarga yaitu yang buruk 60 responden (63,8%), kemudian mayoritas tingkat kecemasan yaitu cemas  62 responden (66,0%). Dan dukungan keluarga dan tingkat kecemasan dengan activity of daily living di Desa Tarai Bangun wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar tahun 2025 dengan nilai p  Value=0,000< α 0,05.Diharapkan Lansia dapat menurunkan Tingkat kecemasan dan meningkatkan kemandirian dalam menjalankan Activity of Daily Living dengan dukungan keluarga.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA Murni Witjayanti; Apriyani Puji
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.51870

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang sering terjadi di masyarakat dan berkaitan erat dengan pola makan yang tidak teratur. Peningkatan kasus dispepsia di Puskesmas Saritani menunjukkan perlunya analisis faktor risiko, khususnya pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Saritani tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur frekuensi makan, jenis makanan, dan kebiasaan sarapan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia. Responden yang makan kurang dari tiga kali sehari, tidak sarapan, serta mengonsumsi makanan berlemak, pedas, dan asam memiliki risiko lebih tinggi mengalami dispepsia. Nilai p pada masing-masing variabel menunjukkan signifikansi statistik (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan bermakna. Analisis menunjukkan bahwa pola makan tidak teratur memicu peningkatan sekresi asam lambung yang dapat merusak mukosa lambung. Secara teoritis, kondisi ini menyebabkan munculnya gejala dispepsia seperti nyeri epigastrium dan rasa tidak nyaman. Diskusi penelitian menegaskan bahwa intervensi promotif dan preventif melalui edukasi pola makan sehat sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian dispepsia.
GAMBARAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN ABANG KARANGASEM Kadek Nuansa Putri Wulandari; Ni Ketut Sutiari; Ni Wayan Arya Utami
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.57969

Abstract

Gizi di usia 5 tahun pertama mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak di masa mendatang. Gizi anak khususnya balita Indonesia termasuk dalam masalah kesehatan masyarakat hal ini dapat dilihat melalui ambang batas permasalahan gizi. tatus gizi balita adalah kondisi kesehatan anak usia 0–59 bulan yang menunjukkan keseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Penilaian dilakukan melalui pengukuran seperti berat badan dan tinggi badan sesuai umur.Status gizi dipengaruhi oleh asupan makanan, kesehatan, pola asuh, dan lingkungan. Jika tidak terpenuhi dengan baik, dapat menyebabkan masalah seperti gizi kurang, stunting, atau obesitas. Status gizi yang baik penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak secara optimal. Menurut profil Kesehatan Kabupaten Karangasem tahun 2022, sebesar 2,3% balita mengalami gizi kurang, 0,5% mengalami gizi buruk, 7% balita pendek dan 5% balita dengan berat badan kurang Penelitian ini bertujuan untuk melihat Gambaran status gizi balita di Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel sebanyak 104 balita yang dipilih melalui multistage sampling, dengan ibu balita sebagai responden. Data status gizi dikumpulkan melalui pengukuran antropometri,terdiri dari desain penelitian, populasi, sampel, metode sampling, variabel penelitian, alat untuk pengumpulan data dan metode analisis data. Status gizi balita pada penelitian ini menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi normal (83.7%) berdasarkan indeks BB/U. Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (72.1%) berdasarkan indeks TB/U. Sedangkan berdasarkan indeks BB/TB sebagian besar balita memiliki status gizi normal (89.4%). Sebagian besar status gizi balita di Kecamatan Abang Karangasem memiliki status gizi normal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5