cover
Contact Name
Ratih Novi Listyawati
Contact Email
ratihnovilistyawati@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
matrapolis.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Sumbersari, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MATRAPOLIS : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27458520     DOI : https://doi.org/10.19184/matrapolis
Core Subject : Social, Engineering,
The MATRAPOLIS journal is an open access journal with a specialty in the area of urban and regional planning. Matrapolis publishes two numbers in one volume every year, and all accepted manuscripts will be released worldwide. The topics and scopes of the Matrapolis Journal consist of five fields, including Housing and Settlements; Urban and Rural Infrastructure; Land Use; Economic Region; Conservation and preservation.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2021)" : 8 Documents clear
Presepsi Wisatawan Terhadap Daya Tarik Desa Kemiren Sebagai Desa Wisata Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) Khorina Dwi Disti Amalia; Nunung Nuring Hayati; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1615.928 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32096

Abstract

Desa wisata adalah desa dengan potensi dan daya tarik wisata yang unik, dipadukan dengan alam pedesaan dan kehidupan sosial budaya masyarakat, dikelola dan dikemas secara menarik serta didukung oleh pengembangan fasilitas penunjang pariwisata.RPJMD Kabupaten Banyuwangi tahun 2010-2015, pengembangan pariwisata menjadi salah satu prioritas unggulan untuk membangun perekonomian lokal contohnya desa wisata yang menjadi daya tarik pariwisata. Desa Kemiren merupakan desa wisata yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi.Semenjak program Banyuwangi Festival berlangsung,Desa Kemiren masuk kedalam salah satu agenda yang bertujuan mengenalkan Desa Wisata Osing Kemiren.Setelah adanya festival tahunan,jumlah wisatawan mengalami kena ikan secara signifikan pada tahun 2019 total pengunjung 18.436 jiwa.Namun,menurut salah satu pengelola Desa Wisata Osing hal tersebut tidak berdampak besar bagi pihak pemerintahan desa maupun masyarakat setempat sebagai pihak yang berperan mengembangkan desa wisata.Sehingga dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata di Desa Kemiren sebagai desa wisata,perlu adanya rencana pengembangan yang didasarkan dengan empat komponen daya tarik wisata yaitu atraksi,aksesibilitas,amenitas dan pelayanan tambahan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presepsi wisatawan terhadap Desa Kemiren sebagai desa wisata dan menyusun ide pengembangan untuk meningkatkan daya tarik wisata Desa Kemiren sebagai desa wisata.Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dan analisis IPA(Importance Performance Analysis).Hasil pengolahan data pada penelitian menunjukkan tingkat kepuasan belum optimal,karena wisatawan belum merasa puas dengan komponen daya tarik wisata yang ada di kawasan Desa Wisata Osing.Pada diagram kartesisus menunjukkan bahwa kuadran I menjadi prioritas utama untuk penelitian ini menyusun ide pengembangan.Secara garis besar,rencana ide pengembangan pada kuadran I dengan peningkatan dan penyediaan variabel komponen daya tarik wisata yang kurang berdasarkan presepsi wisatawan.
Mitigasi Daerah Rawan Bencana Longsor Berbasis Pemetaan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Bumiaji Corry 'Aina; Indra Nurjahjaningtyas; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.387 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32097

Abstract

Salah satu wilayah terluas di Kota Batu dengan tingkat kerawanan bencana longsor tertinggi terletak di Kecamatan Bumiaji (Noorwantoro, 2014). Berdasarkan RTRW Kota Batu Tahun 2010-2030, beberapa desa yang digunakan sebagai kawasan hunian di Kecamatan Bumiaji berada pada kawasan rawan bencana. Hal ini tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya bahwa kawasan yang boleh digunakan sebagai permukiman tidak berada pada daerah rawan bencana, seperti tanah longsor, banjir, erosi, dan abrasi. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor di Kecamatan Bumiaji dan menentukan prioritas upayaamitigasiiyangidapat dilakukan. Metode analisis yang digunakan dalam melakukan pemetaan adalah overlay, sedangkan dalam penentuan prioritas upaya mitigasi dilakukan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa Kecamatan Bumiaji merupakan salah satu kecamatan di Kota Batu yang termasuk kedalam daerah rawan bencana tanah longsor. Pemetaan daerah rawan bencana longsor yang dilakukan dengan overlay 4 paramaeter peta curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan dan kelerengan menghasilkan klasifikasi daerah rawan bencana longsor. Daerah dengan kerawanan rendah seluas 24,2 %, sedang seluas 37,7 %, tinggi seluas 35,3 % dan sangat tinggi seluas 2,8% dari total Kecamatan Bumiaji. Prioritas utama mitigasi bencana yang sesuai dengan karakteristik wilayah Kecamatan Bumiaji adalah pemetaan daerah rawan bencana, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan dan pelatihan SDM, pembuatan prediksi bencana, pembuatan jalur dan rambu evakuasi dan pembentukan satuan tugas.
Konsep Pengembangan Infrastruktur Pariwisata Pantai Bandealit dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Indah Ludiana Putri; Indra Nurjahjaningtyas; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.277 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.31998

Abstract

Pantai Bandealit adalah pantai yang secara administrasi berada pada Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pantai ini berpotensi sebagai daya Tarik wisata pantai berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, dimana pemanfaatan Pantai Bandealit diprioritaskan pengembangannya. Akan tetapi, terdapat permasalahan dalam pengembangan wisata yaitu kurang maksimalnya infrastruktur dasar dalam mendukung kegiatan wisata, sehingga sektor pariwisata di Pantai Bandealit kurang maksimal pemanfaatannya. Kurangnya sarana dan prasarana di lokasi Pantai Bandealit sehingga tidak mendekati standar pelayanan pariwisata. Sehingga diperlukan sebuah konsep pengembangan infrastruktur pariwisata Pantai Bandealit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui penentuan zonasi pengembangan wisata berdasarkan potensi dan konsep pengembangan infrastruktur pariwisata di Pantai Bandealit. Pada penelitian ini memiliki 2 (dua) tahapan analisis. Tahap pertama yaitu menggunakan Teknik Analisis Perceptual Mapping untuk menentukan zonasi pengembangan wisata. Tahap kedua yaitu menggunakan Teknik Analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) dalam penentuan prioritas pengembangan infrastruktur pariwisata dan konsep pengembangannya. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 3 (tiga) zonasi pengembangan wisata Pantai Bandealit yaitu zona inti dengan luas 30,99 ha, zona pendukung langsung dengan luas 11,26 ha dan zona pendukung tidak langsung dengan luas 9,81 ha. Sedangkan konsep pengembangannya yaitu dalam bentuk site plan berdasarkan beberapa analisis, teori dan kondisi eksisting. Hasil prioritas pengembangan infrastruktur pariwisata berdasarkan analytical Hierarchy Process (AHP), sub-Kriteria Sarana yaitu toilet, tempat parkir, gazebo, kantor pengelola, fasilitas Kesehatan, jasa pangan, fasilitas olahraga, souvenir, penginapan, dan peribadatan. Sedangkan sub-Kriteria prasarana berdasarkan jumlah bobot yaitu jaringan jalan, air bersih, persampahan, drainase dan sanitasi, listrik, dan telekomunikasi.
Penataan Ruang Parkir pada Kawasan Komersial (Studi Kasus : Jalan Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan Riyana Aleyda Ayu; Akhmad Hasanuddin; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.206 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32099

Abstract

Jalan Trunojoyo merupakan kawasan komersial di Kabupaten Pamekasan yang mampu menarik banyak pengunjung. Permasalahan di Jalan Trunojoyo terletak pada parkir badan jalan yang menempati dua sisi badan jalan. Hal tersebut tidak sesuai dengan kebijakan dalam Peraturan Bupati Kabupaten Pamekasan Nomor 22 Tahun 2011 yang menyebutkan bahwa parkir badan jalan berada disatu sisi jalan, yaitu sisi sebelah barat. Selain itu, permasalahan meningkat saat jam puncak, yaitu kemacetan dibeberapa titik. Sehingga diperlukan rekomendasi penataan parkir pada kawasan komersial Jalan Trunojoyo untuk meminimalisir permasalahan parkir dan mampu mendukung fungsi kawasan sebagai kawasan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting parkir, menghitung kebutuhan parkir, dan merumuskan rekomendasi penataan parkir di Jalan Trunojoyo. Rumusan rekomendasi penataan parkir berasal dari 3 hasil analisis, yaitu dari analisis kondisi eksisting dengan hasil terdapat ketidaksesuaian ruang parkir pada kondisi eksisting badan jalan dengan ketentuan larangan parkir yang tertuang dalam Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir seperti pada jarak ke persimpangan, jarak ke jembatan, jarak ke jalur penyeberangan jalan, dan risiko kemacetan. Indeks parkir menunjukkan kebutuhan ruang parkir mobil lebih besar daripada kapasitas parkir yang ada, sehingga rekomendasi penataan mengarah pada penyesuaian dengan pedoman parkir dan petak parkir disesuaikan dengan penghitungan kapasitas parkir. Selanjutnya yaitu dari analisis preferensi pengunjung dalam memilih lokasi parkir menggunakan analisis faktor dalam SPSS dengan hasil 3 faktor yang menjadi prioritas pengunjung dalam memilih lokasi parkir, yaitu faktor ketersediaan, kedekatan, dan kenyamanan. Selanjutnya yaitu hasil penghitungan kebutuhan parkir yaitu 1124 m2 yang menjadi dasar dalam menentukan lokasi parkir alternatif yaitu di segmen 1 dan segmen 2.
Peningkatan Kinerja Pedestrian Berdasarkan Persepsi Pejalan Kaki di Jalan Jawa Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Wulida Putri Romadona; Akhmad Hasanuddin; Ratih Novi Listyawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.039 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32104

Abstract

Pedestrian merupakan lintasan yang bertujuan memberikan pelayanan bagi penggunanya sehingga menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pejalan kaki (Departemen Pekerjaan Umum,1999). Namun kenyataannya masih terdapat pedestrian yang tidak berfungsi secara maksimal dimana pemanfaatannya digunakan untuk berdagang PKL dan parkir kendaraan motor sehingga pelayanannya tidak menjamin kelancaran, keamanan dan kenyamanan. Jalan Jawa adalah bagian dari kecamatan Sumbersari dengan fungsi jalan kolektor yang memiliki keberagaman penggunaan lahan seperti pendidikan, perkantoran serta perdagangan dan jasa sehingga menimbulkan banyaknya pejalan kaki yang berjalan di jalan Jawa. Adapun beberapa permasalahan di koridor Jalan Jawa seperti banyakanya PKL yang berjualan serta parkir kendaraan di sepanjang koridor.Jalan Jawa..Selain.itu, kondisi fisik.pedestrian mengalami kerusakan di beberapa titik pedestrian di koridor Jalan Jawa. Permasalahan yang terjadi perlu adanya peningkatan kinerja pedestrian guna menunjang rasa aman, nyaman dan menyenangkan bagi pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja pedestrian berdasarkan persepsi pejalan kaki menggunakan metode analisis IPA (importance performance analysis). Analisis IPA digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja dan tingkat kepentingan pada variabel keselamatan, kondisi menyenangkan, dan keamanan. Hasil dari analisis IPA, didapatkan sub varaibel yang masuk dalam kuadran I meliputi ketersediaan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, pedestrian bebas dari PKL, pedestrian bebas dari kendaraan bermotor, ketersediaan tempat sampah, dan ketersediaan bolar. Ouput dalam penelitian ini berupa rekomendasi dalam meningkatkan kinerja pedestrian berdasarkan persepsi pejalan kaki antara lain penyediaan lajur pemandu pada pedestrian, pemberlakukan peraturan terkait penataan PKL, pengaturan parkir, pengadaan tempat sampah, serta perbaikan dan pengadaan bolar.
Strategi Penanganan Banjir Perkotaan pada Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Rindang Alfiah; Sonia Nuri Aprilia; Nunung Nuring Hayati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.504 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32101

Abstract

Bencana Banjir di Kabupaten Jember termasuk dalam bencana yang memiliki intensitas paling tinggi dibandingkan dengan jenis bencana yang lain. Salah satu kecamatan yang terdampak yaitu kecamatan Sumbersari dimana berdasarkan data BPBD Kabupaten Jember, dampak yang ditimbulkan oleh banjir di kecamatan Sumbersari cukup signifikan yaitu kerusakan bangunan, tempat ibadah dan sarana prasarana umum lainnya. Tingginya intensitas dan dampak yang ditimbulkan akibat banjir di Kecamatan Sumbersari perlu segera di selesaikan. Strategi penanganan yang tepat perlu direalisasikan agar banjir tidak terjadi secara terus menerus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menysuun strategi penanganan banjir melalui evaluasi kebijakan menggunakan SWOT untuk merumuskan strategi penanganan banjir yang tepat untuk di terapakn di Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan hasil analisis SWOT diketahui strategi yang tepat dalam menangani banjir di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember adalah pengoptimalan Kekuatan dan Peluang dalam menangani banjir di kecamatan Sumbersari melalui pengembangan hutan kota, peningkatan kinerja infrastruktur, peningkatan pendanaan untuk penanganan pasca banjir, pengembangan pertanian Lahan kering, dan reboisasi.
Analisa Tingkat Kerentanan Banjir Berbasis SIG pada Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Sonia Nuri Aprilia; Nunung Nuring Hayati; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.694 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32095

Abstract

Berdasarkan DIBI, bencana banjir di Kabupaten Jember memiliki persentase tertinggi dibandingkan dengan bencana alam lainnya, yaitu 59,34 %. Menurut BPBD Kabupaten Jember, salah satu kecamatan yang berpotensi tinggi terjadi banjir adalah Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan data terbaru, banjir yang terjadi di Kecamatan Sumbersari setinggi 25 – 150 cm yang mengakibatkan rusaknya 13 bangunan rumah, 1 mushallah, dan sarana prasarana umum lainnya. Melihat riwayat terjadinya banjir di Kecamatan Sumbersari yang mengakibatkan kerugian terus meningkat disetiap tahunnya dan didukung dengan tidak adanya peraturan tata ruang yang membahas mengenai penanganan meminimalisir banjir di Kecamatan Sumbersari, bukan tidak mungkin lagi potensi banjir di kecamatan Sumbersari semakin meningngkat. Maka drai itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir menggunakan analisis overlay dan merumuskan prioritas penanganan banjir di Kecamatan Sumbersari dengan menggunakan teknik analisis analisis hierarki proses (AHP). Berdasarkan hasil analisis overlay diketahui kerawanan banjir di Kecamatan Sumbersari terklasifikasi menjadi tiga (3), yaitu tingkat kerentanan rawan (rendah), cukup rawan (sedang), dan sangat rawan (tinggi). Prioritas penanganan banjir di Kecamatan Sumbersari berdasarkan metode struktural dapat dilakukan dengan pengembangan dan normalisasi saluran drainase, pembangunan hutan kota, pembangunan sumur resapan, serta pembuatan waduk retensi. Sedangkan berdasarkan metode non struktural, prioritas penanganan meminimalisir banjir di Kecamatan Sumbersari dapat dilakukan dengan pengelolaan dan penyediaan tempat sampah dan perencanaan pertanian dengan konsep agroforestri.
Pemodelan Spasial dan Prioritas Penanggulangan Luapan Banjir Sungai di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember Mochammad Iqbal Maulana; Sri Sukmawati; Rendra Suprobo Aji
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.121 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32105

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu dari beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur yang rawan terhadap bencana banjir. Menurut Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Tahun 2016, banjir yang telah terjadi di Kabupaten Jember memiliki presentase kejadian tertinggi sebesar 48,81% dari kejadian bencana lainnya. Berdasarkan buku Pengenalan Karakteristik Bencana dan Upaya Mitigasinya di Indonesia, kejadian bencana tetap menunjukkan peningkatan baik intensitasnya maupun dampak kerugiannya, maka dari itu upaya‐upaya pengurangan bencana harus tetap dilakukan dan selalu ditingkatkan. Data riwayat kejadian banjir pada beberapa daerah yang memiliki karakteristik perkotaan yang hampir sama dengan kawasan penelitian memiliki kecenderungan mengalami permasalahan dan kerugian yang sama akibat banjir yang berpotensi terjadi beberapa waktu mendatang di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Fenomena seperti ini juga menjadi ancaman sekaligus tantangan dalam pembangunan perkotaan kususnya di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Pengelolaan yang tidak dilakukan dengan bijak justru akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan dan bahkan bisa merugikan banyak pihak. Banjir yang terjadi juga berdampak pada terhambatnya laju dan fungsi perkotaan guna melayani daerah di sekitarnya serta kerugian bagi pemeritah dan masyarakat. Hal ini menjadikan Kecamatan Kaliwates berpotensi banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Berdasarkan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Kabupaten Jember, Kecamatan Kaliwates, tidak termasuk di dalam kawasan rawan bencana banjir (Perda RTRW Kab. Jember 2015 – 2035). Hal tersebut mengakibatkan strategi penataan ruang yang ada di Perkotaan Kabupaten Jember kurang memperhatikan upaya pemanfaatan ruang yang berbasis penanggulangan bencana banjir. Berdasarkan kondisi tersebut di atas, perlu adanya pemodelan spasial menggunakan Raster Calculator guna mengetahui dampak genangan dan prioritas strategi penanggulangan bencana banjir menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Hasil dari pemodelan dapat diketahui bahwa luasan penggunaan lahan yang terdampak paling tinggi berupa pertanian dan bobot strategi prioritas penanggulangan bencana tertinggi adalah mitigasi, penyusunan dan uji coba rencana penanggulangan kedaruratan bencana, pengamatan gejala bencana, dan pelaksanaan penataan ruang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8