cover
Contact Name
Surya Akbar
Contact Email
jurnal.kedokteranstm@fk.uisu.ac.id
Phone
+6281370718283
Journal Mail Official
jurnal.kedokteranstm@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik)
ISSN : 2614610X     EISSN : 26148218     DOI : https://doi.org/10.30743/stm
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) merupakan jurnal yang memiliki lingkup keilmuan kedokteran, terutama kedokteran dasar, biologi molekular, dan pendidikan kedokteran.
Articles 123 Documents
HUBUNGAN ANTARA EKSPRESI MMP-9 DENGAN USIA PASIEN DAN KEJADIAN METASTASIS KELENJAR GETAH BENING PADA TNBC Erry Aries Afrian; Siti Amarwati; Dik Puspasari; Ika Pawitra Miranti; Awal Prasetyo; Devia Eka Listiana
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.331 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i2.105

Abstract

Triple negative breast cancer (TNBC) merupakan jenis karsinoma payudara yang agresif dan prognosis yang buruk. MMP-9 memiliki kemampuan mendegradasi membran basal sehiungga berhubungan dengan invasi sel tumor dan metastasis kelenjar getah bening (KGB). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara ekspresi MMP-9 dengan usia pasien dan metastasis ke kelenjar getah bening. Jenis penelitian ini adalah cross sectional, menggunakan 29 sampel blok parafin tumor primer pasien. Sampel dipulas dengan pengecatan imunohistokimia MMP-9 dinilai dengan menggunakan metode Allred (Ekspresi rendah=0-3; tinggi >4). Karakteristik klinikopatologi didapatkan dari rekam medis atau arsip patologi. Uji hipotesis menggunakan uji Fisher-Exact. Korelasi antara ekspresi MMP-9 dengan metastasis dinilai dengan korelasi Pearson untuk data nominal. Hasil penelitian diperoleh umur subyek penelitian adalah 49,8±9,67 (32-73) tahun. Usia >40 tahun 22 subyek (75,9%.) Kejadian metastasis KGB 75,9%. Ekspresi MMP-9 tinggi sebanyak 23 subyek (79,3%). Hubungan antara kategori usia >40 tahun dengan kejadian metastasis tidak bermakna (p=0,6). Hubungan antara kategori usia >40 tahun dengan ekspresi MMP-9 tinggi tidak bermakna (p=0,6). Hubungan antara kejadian metastasis dengan ekspresi MMP-9 tinggi adalah bermakna (p<0,001; koefisien korelasi=0,8 (95% IK= 0,5 s/d 1,0), rasio prevalensi 5,7 (95% IK= 1,0 s/d 34,4). Hubungan antara ekspresi MMP-9 dengan metastasis KGB yang bermakna dijumpai pada usia £40 tahun (p=0,01) dan usia >40 tahun (p=0,04). Kesimpulan penelitian ini adalah ekspresi MMP-9 yang tinggi berhubungan dengan metastasis ke kelenjar getah bening pada TNBC.
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RS. HAJI MEDAN PADA TAHUN 2020 Putri Seli; Syarifah Harahap
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.57 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i2.114

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) dewasa ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar khususnya di Indonesia. Hal ini ditandai dengan bergesernya pola penyakit yang sering disebut dengan transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, penyakit ginjal kronik dan diabetes mellitus, Penyebab kematian tertinggi di dunia adalah penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian penyakit ginjal kronik di RS. Haji Medan pada Tahun 2020. Penelitian ini bersifat analitik, desain cross sectional. Responden penelitian berjumlah 74 orang. Hasil akan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil uji chi square antara usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dengan kejadian penyakit ginjal kronik diperoleh nilai p<0,05. Uji chi square antara riwayat hipertensi, diabetes melitus, infeksi saluran kemih, batu saluran kemih dan penggunaan obat-obatan dengan penyakit ginjal kronik diperoleh nilai p<0,05. Berdasarkan hasil tersbeut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga dengan kejadian penyakit ginjal kronik. Faktor risiko yang berhubungan secara bermakna dengan kejadian penyakit ginjal kronik adalah riwayat hipertensi, riwayat diabetes mellitus, riwayat infeksi saluran kemih, riwayat batu saluran kemih dan riwayat obat-obatan.
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG BERINGIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2020 Khairunnisa Ritonga; Budi Kurniawan
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.462 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i2.117

Abstract

Tingginya kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) di Negara-negara berkembang seperti India, Cina, Pakistan, Banglades, Indonesia dan Nigeria. Di Indonesia angka kejadian ISPA dari tahun ke tahun selalu masuk kedalam 10 besar penyakit dan angka kejadianya selalu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian ISPA pada anak di wilayah kerja puskesmas Tanjung Beringin. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan metode penelitian cross sectional, yaitu pengumpulan data baik untuk variabel sebab maupun variabel akibat dilakukan pada satu saat tertentu. Sebanyak 53 orang anak ikut dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji chi square hubungan antara usia, tinggi badan, berat badan, jenis kelamin dengan kejadian ISPA pada anak diperoleh nilai p= 0,000 (p<0,05). Kejadian ISPA dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, tinggi badan dan berat badan anak. Hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian ISPA pada anak. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis faktor risiko lainnya terhadap kejadian ISPA pada anak.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN DERAJAT MIOPIA DI PUSKESMAS KOTA RANTAU PRAPAT TAHUN 2020 Desi Armayani Siregar; Alamsyah Lukito
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.695 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i2.124

Abstract

Miopia adalah anomali pada mata, bayangan difokuskan di depan retina ketika mata tidak dalam berakomodasi. Miopia menduduki peringkat pertama sebagai kelainan yang paling banyak diderita oleh penduduk dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan derajat myopia di Puskesmas Kota Rantauprapat Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain cross sectional retrospective untuk melihat hubungan indeks massa tubuh dengan derajat miopia di Puskesmas Kota Rantauprapat pada bulan Juli-September Tahun 2020. Data diperoleh dari hasil rekam medik. Terdapat 67orang (29,9%) usia 21-30 tahun (43,3%) usia 31-40 tahun (13,4%) usia 41-50 tahun (13,4%) usia >50 tahun, 55,2% berjenis kelamin perempuan 44,8% berjenis kelamin laki-laki. 32,8% responden dikategorikan kurus, 38,8% dikategori normal, dan 28,4% dikategorikan obesitas. 32,8% responden dikategorikan miopia ringan, 38,8% kategori miopia sedang, dan 28,4% dikategorikan miopia berat. Uji korelasi antara IMT dengan derajat myopia diperoleh nilai p= 0,002 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan anatara IMT dengan derajat myopia di Puskesmas Kota Rantauprapat.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN PENATU JL. KARYA JAYA MEDAN Reza Aulia Syahputri Harahap; R.R Sri Sundari
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 5 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.426 KB) | DOI: 10.30743/stm.v5i1.127

Abstract

Masalah kesehatan dapat terjadi pada karyawan akibat proses karyawanan, lingkungan perkerjaan serta perilaku kesehatan karyawan. Bukan hanya penyakit menular dan tidak menular tetapi juga penyakit akibat kerja. Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh karyawanan dan/atau lingkungan kerja. Dermatitis kontak akibat kerja dapat terjadi pada karyawan salon, karyawan bahan logam, karyawan penatu, karyawan industri makanan, petugas kebersihan, dan petugas kesehatan akibat sering terpapar bahan-bahan iritan dan alergen di tempat kerja tanpa penggunaan alat pelindung diri (APD) yang memadai dan tingkat kebersihan diri yang buruk. Penggunaan deterjen sangat luas dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pada penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada karyawan penatu Jalan. Karya Jaya Medan.Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan case control, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada karyawan penatu Jalan. Karya Jaya Medan dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang yang diambil dengan menggunakan metode Total Sampling dimana metode tersebut mengambil seluruh jumlah dari populasi yang di analisakan dengan menggunakan uji korelasi sommer’s d dengan hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan jenis karyawan, usia, jenis kelamin, paparan, faktor mekanis, riwayat atopi dan penggunaan alat pelindung diri terhadap terjadinya dermatitis kontak.
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT KOTA MEDAN TERKAIT PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN COVID 19 Cashtri Meher
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.747 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i1.131

Abstract

Hingga kini, kasus baru infeksi Covid-19 masih terus dilaporkan meningkat setiap harinya. Dinas Kesehatan Kota Medan menyebutkan bahwa saat ini masih banyak masyarakat Kota Medan yang masih lalai dalam memperhatikan protokol Covid-19 terlebih di era new normal saat ini. Pengambaran perilaku masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 perlu untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan menggambarkan perilaku masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19. Perilaku yang dimaksud adalah pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan survei yaitu menyajikan potret keadaan dan menguji suatu hipotesis. Pada penelitian ini didapatkan pengetahuan masyarakat mayoritas baik (70,7%) dengan mayoritas memiliki sikap yang mendukung (77,6%) dan tindakan yang mayoritas baik (57,3%) terhadap tindakan protokol kesehatan Covid-19. Pada hasil analisis diperoleh nilai p pada ketiga variabel independen < 0,05, maka dapat diartikan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dan sikap dengan perilaku protocol covid-19.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG BEDAGAI KOTA PINANG Mayasari Rahmadhani
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.168 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i1.132

Abstract

Hipertensi merupakan manifestasi gangguan keseimbangan hemodinamik sistem kardiovaskular yang mana patofisiologinya adalah multi faktor, sehingga tidak bisa diterangkan hanya satu mekanisme tunggal. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi dibagi dalam dua kelompok besar yaitu faktor yang melekat atau tidak dapat diubah seperti jenis kelamin, umur, genetik dan faktor yang dapat diubah seperti pola makan, kebiasaan olah raga dan lain-lain. Untuk terjadinya hipertensi perlu peran faktor risiko tersebut secara bersama-sama (common underlying risk factor), dengan kata lain satu faktor risiko saja belum cukup menyebabkan timbulnya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di Puskesmas Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Desain penelitian menggunakan pendekatan case control terhadap 76 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya hipertensi adalah usia dewasa akhir (36-45 tahun) adalah faktor asupan garam (p= 0,000), genetik (p=0,000), obesitas (p=0,000), stress (p =0,000), merokok (p =0,000) dan konsumsi alkohol (p =0,000). Variabel yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin (p=0,251) dan olahraga (p =0,160). Terdapat pengaruh signifikan antara faktor genetik, obesitas, stress, konsumsi alkohol, merokok dan asupan garam berlebih terhadap hipertensi.
SENYAWA FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGIS DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Del.) SEBAGAI KANDIDAT OBAT HERBAL Ramadhan Bestari
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.647 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i1.135

Abstract

Vernonia amygdalina cukup lama dikenal sebagai tumbuhan yang dapat dikonsumsi serta digunakan dalam pengobatan tradisional secara luas di daerah Asia dan Afrika. Studi fitokimia mengungkapkan bahwa tumbuhan ini diperkaya dengan serat, makronutrien, mikronutrien, mineral, dan vitamin. Banyak senyawa bioaktif yang juga telah berhasil diisolasi dari ekstrak tumbuhan ini. Efek farmakologisnya juga telah cukup banyakk dieksplorasi sebagai antioksidan, anti diabetes, antialergi antiinflamasi, antikanker, antimikroba, anti malaria, antifungi, antifertilitas, dan lainnya. Oleh karena itu, ulasan ini akan merangkum kandungan senyawa bioaktif, efek farmakologis, serta toksisitas dari V. amygdalina.
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO KEKERASAN SEKSUAL DENGAN ANGKA KEJADIAN PELECEHAN SEKSUAL DI RSUD DR PIRNGADI MEDAN TAHUN 2019 Aldek Pibra; Ismurrizal
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.408 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i2.136

Abstract

Kekerasan seksual salah satu kekerasan fisik yang termasuk tindakan krimal. Pelaku tindak kekerasan seksual melakukan untuk memuaskan hasratnya secara paksa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan faktor risiko kekerasan seksual dengan angka kejadian pelecehan seksual dalam data rekam medis RSUD DR Pirngadi Medan tahun 2019. Penelitian ini memiliki desain penelitian analitik retrospektif. Sampel berjumlah 74 orang yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Data yang diperoleh diuji menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai p= 0,000 (p-value <0,05) pada hubungan usia, jenis kelamin, penggunaan NAPZA (Narkotik, Psikotropika, dan Zat-Zat Adiktif), kelainan seksual dengan kejadian pelecehan seksual. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pelecehan seksual adalah usia, jenis kelamin, penggunaan NAPZA, dan kelainan seksual. Penelitian lebih lanjut untuk meneliti faktor risiko lainnya yang mempengaruhi kejadian pelecehan seksual perlu untuk dilakukan.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JENIS ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSU SYLVANI KOTA BINJAI TAHUN 2020 Putri Silvira; Ramadhan Bestari
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 5 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.362 KB) | DOI: 10.30743/stm.v5i1.143

Abstract

Tindakan sectio caesarea atau bedah sesar menunjukkan tren yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Meningkatnya kejadian kelahiran dengan bedah sesar meningkat setiap tahunnya juga diikuti dengan peningkatan morbiditas pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan jenis antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea. Desain penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional, yang dimulai dari bulan Maret hingga September tahun 2020 di RSU Sylvani Kota Binjai. Adapun populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh data rekam medik pasien sectio caesarea di RSU Sylvani Kota Binjai pada bulan Januari sampai Juni tahun 2020 dengan menggunakan kriteria inklusi pada pasien yang sedang menjalani sectio caesarea sementara pada kriteria ekslusi pasien yang tidak dalam posisi sectio caesarea dan dianalisis dengan menggunakan uji T Independen. Berdasarkan hasil analisis diketahui tidak terdapat perbedaan antara penggunaan antibiotik profilaksis jenis cefriaxone dan cefotaxime berdasarkan parameter suhu tubuh (p=0,627), kadar leukosit (p=0,347), dan lama perawatan (p=0,922) pada pasien sectio caesarea di RSU Sylvani Kota Binjai. Disarankan kepada RSU Sylvani Kota Binjai sebaiknya tetap melakukan evaluasi dalam pemberian serta pemakaian antibiotik untuk mengurangi resiko terjadinya Infeksi Luka Operasi (ILO) dan mencegah terjadinya resistensi antibiotik yang lebih luas.

Page 3 of 13 | Total Record : 123