Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan yaitu pada bulan Juni dan Desember yang menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran dan kesehatan. Jurnal ini terbit pertama sekali pada bulan Juni 2012. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian akan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan metode double blind peer review. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan di bidang kedokteran, terutama kedokteran klinis.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020"
:
9 Documents
clear
ANTAGONIS RESEPTOR OPIOID
Ira Aini Dania;
Nanda Novziransyah
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.463 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v9i2.58
Tiga bentuk opioid receptor antagonist yaitu naltrexone (ReVia), naloxone (narcam), dan nalmefene (Revex). Dimana peran dari opioid receptor antagonist dapat mengurangi atau menghilangkan kecanduan. Penggunaan opioid receptor antagonist yang saat ini yang telah mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) adalah naltrexone oral yang digunakan untuk pengobatan ketergantungan alkohol dan dapat dipergunakan untuk proses rapid detoxification dan untuk menghambat efek dari opioid. Diharapkan akan mampu untuk menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan psikiatri maupun gangguan adiksi lainnya. Pada prinsipnya terapi dengan menggunakan Opioid receptor antagonist akan memberikan hasil yang maksimal apabila dilakukan kombinasi dengan intervensi non farmakologi lainnya.
POTENSI HERBAL SEBAGAI IMMUNOMODULATOR
Ira Cinta Lestari
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (708.316 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v9i2.85
Artikel ini membahas tentang perananan herbal sebagai immunomodulator, yaitu sebagai substansi yang dapat menstimulasi, mensupresi atau memodulasi berbagai komponen dalam sistem imun baik sistem imun bawaan maupun sistem imun adaptif. Dari berbagai penelitian ditemukan bahwa herbal mampu mempengaruhi sel-sel dalam sistem imun, antibodi dan sitokin yang diproduksi, berperan dalam apoptosis sel, penyakit autoimun dan sebagainya. Potensi herbal sebagai pelengkap terapi dan immunomodulator diharapkan sesuai dengan target yang diinginkan. Selain itu, kewaspadaan akan kemungkinan efek samping dan interaksi yang ditimbulkan herbal sangat penting untuk ditingkatkan.
HUBUNGAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINDAKAN PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA BANGUN REJO DUSUN III TANJUNG MORAWA
Ummi Sartika;
Surya Akbar
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.566 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v9i2.90
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Penyakit ini terutama menyebar di antara orang-orang melalui droplet dari batuk dan bersin. Karena ancaman global COVID-19 terus muncul dan korban terus bertambah, sehingga sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi di kalangan masyarakat sehingga dapat terbentuk perilaku tindakan pencegahan penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi masyarakat dengan tindakan pencegahan COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah seluruh penduduk Desa Bangun Rejo Dusun III Tanjung Morawa. Sampel penelitian ini berjumlah 230 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Sperman. Terdapat korelasi yang signifikan antara masing-masing persepsi masyarakat berdasarkan Health Belief Model dengan tindakan pencegahan COVID-19 (p=0,0001) dan dengan kuat korelasi dari lemah hingga cukup. Semakin baik persepsi masyarakat tentang pencegahan COVID-19, maka semakin baik pula tindakan pencegahan COVID-19. Perlu ada penelitian lainnya yang menilai variabel moderator atau mediator yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan tindakan pencegahan COVID-19 dikarenakan masih lemahnya korelasi yang didapat di penelitian ini.
HUBUNGAN KUALITAS NYERI DENGAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHTRITIS GENU
Thesa Lonica;
Selly Oktaria;
Tri Makmur;
Prasojo Soedjatmiko
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.604 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v9i2.95
Osteoarthritis atau sering disebut juga dengan penyakit degeneratif sendi, adalah abnormalitas dari tulang rawan. Osteoarthritis dapat terjadi pada seluruh sendi di tubuh, tetapi sendi yang paling sering terkena adalah sendi panggul, lutut, tangan, kaki dan tulang belakang. Aktivitas fungsional adalah kemampuan dari pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Saat sakit pada sendi lutut yang diakibatkan oleh osteoarthritis, akan menyebabkan terbatasnya aktivitas dari pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas nyeri dengan aktivitas fungsional. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik consecutive sampling kepada 84 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diisikan menggunakan kuesioner Western Ontario and McMaster University Osteoarthritis Index (WOMAC) dan Visual Analogue Scale (VAS). Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil dari analisis ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas nyeri dengan aktivitas fungsional (p=0,003) dan dengan koefisien korelasi sebesar r=0,317. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi antara kualitas nyeri dengan aktivitas fungsional pada pasien yang menderita osteoarthritis lutut.
HUBUNGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DENGAN TERJADINYA KOMPLIKASI POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN TAHUN 2018
Nanda Novziransyah
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.18 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v9i2.107
WHO memperkirakan sekitar 15% dari seluruh kehamilan akan mengalami komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Komplikasi langsung meliputi perdarahan, infeksi, eklamsia, partus lama dan komplikasi abortus, sedangkan secara tidak langsung anemia sebesar 51%. Namun ANC merupakan salah satu upaya pencegahan dini komplikasi kehamilan. Tujuan ANC untuk memantau perkembangan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Pemanfaatan layanan ANC oleh sejumlah ibu hamil di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ditetapkan.Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling yang berjumlah 268 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medis. Hasil penelitian didapatkan ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC persalinan normal sebanyak 179 orang (66,8%) dan sectio caesarea sebanyak 89 orang (33,2%). Sebagian besar pemeriksaan ANC pada usia 21-25 tahun sebanyak 179 orang (66,8%). ibu yang mengunjungi ANC> 4 kali sebanyak 215 orang (80,2%). Tidak mengalami komplikasi sebanyak 191 orang (71,3%). Analisis dengan Uji Chi Square didapatkan nilai P-value 0,000 atau <0,05
COMPARISON OF VITAMIN D SERUM LEVELS BETWEEN PSORIASIS VULGARIS PATIENT AND NON-PSORIASIS VULGARIS PATIENTS AT HAJI ADAM MALIK HOSPITAL, MEDAN IN 2015
Cashtry Meher;
Irma DR Mahadi
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.234 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v9i2.133
Background: Psoriasis vulgaris is a chronic inflammatory skin disease that is multifactorial, including genetic factors, immune system defects, environmental and hormonal factors, one of which is a decrease in vitamin D levels. Vitamin D is a fat-soluble vitamin that has a steroid molecular structure. Low levels of vitamin D are associated with the incidence of psoriasis vulgaris. The purpose of this study was to determine the differences in vitamin D levels between psoriasis vulgaris patients and non-psoriasis vulgaris patients. Method: A case-control study conducted in the Dermato-immunology Division/Department of Dermatology and Venereology, Faculty of Medicine, Universitas Sumatra Utara/Haji Adam Malik Hospital, Medan. There were 11 psoriasis sufferers as cases and nine non-psoriasis sufferers as controls. Measurement of vitamin D levels was carried out using Electro Chemiluminescent Immunoassay (ECLIA). Data analysis using SPSS version 15 with independent t test. P-value <0.05 was considered significant. Result: The serum vitamin D levels in non-psoriasis vulgaris patients (33.67±2.42) were higher than the serum vitamin D levels in psoriasis vulgaris patients (16.58±6.05). There was a significant difference between both serum vitamin D levels (p = 0.0001). Conclusion: Serum vitamin D levels in psoriasis vulgaris patients were lower than serum vitamin D levels in non-psoriasis vulgaris patients, where the difference in levels is significant.
KANDUNGAN FITOKIMIA SERTA KAJIAN ETNOFARMAKOLOGI BAWANG SABRANG (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb)
Ichwan Alamsyah Lubis
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.061 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v9i2.134
Eleutherine bulbous (Mill.) Urb. merupakan tumbuhan asli yang berasal dari Indonesia dan cukup umum dikenal pada beberapa negara lain serta banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Cukup banyak nama lain diberikan kepada tumbuhan ini yang seluruhnya mengarah untuk penyebutan tumbuhan ini. Banyak senyawa kimia yang telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi terutama yang terpenting adalah golongan antrakuinon dan naftakuinon. Kajian etnofarmakologi tumbuhan ini sebagai antikanker, antimikroba, antivirus, amubisid, antimelagonesis, serta analgetik membuktikan potensi spesies ini untuk investasi dalam penelitian dan pengembangan terapi baru. Tulisan ini menyajikan studi literatur tumbuhan ini yang mencakup taksonomi, sinonim, morfologi tumbuhan, kandungan fitokimia, serta kajian etnofarmakologi dari beberapa sumber literatur terpercaya.
KRISIS TIROID / BADAI TIROID
Julahir Hodmatua Siregar
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.916 KB)
|
DOI: 10.30743/jkin.v9i2.335
Pasien laki-laki usia 48 tahun datang dengan keluhan sesak napas yang memberat dengan aktivitas, tampak gelisah, jantung berdebar-debar dan badan terlihat kurus. Pasien sebelumnya merupakan penderita penyakit hipertiroid dan sudah hampir dua tahun teakhir tidak mengkonsumsi obat anti-tiroid. Dari pemeriksaan skor Wartofsky, pasien dinyatakan mengalami badai tiroid yang dikarenakan ketidak teraturan minum obat.
IDENTIFIKASI POLA SIDIK BIBIR DAN UKURAN BIBIR PADA ETNIS TIONGHOA, TAMIL, BATAK DI LINGKUNGAN MEDAN PETISAH
Wan Muhammad Ismail;
Rizky Syaputra
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jkin.v9i2.423
Pada kasus kasus forensik maupun non forensic sidik bibir digunakan sebagai alat identifikasi Pada kasus forensik sidik bibir digunakan untuk memecahkan kasus pembunuhan, sedangkan pada kasus non forensik diperuntukkan untuk mengidentifikasi umur, jenis kelamin, ras dan sebagainya. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui identifikasi pola sidik bibir dan ukuran bibir pada etnis Batak, Tionghoa, Tamil .Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dan dilakukan di Kel. Petisah bagian Tengah, Kec. Medan Petisah. Total sampel berjumlah 90 orang masing-masing dibagi setiap kelompok etnis menjadi 30 orang. Berdasarkan pola sidik bibir pada etnis Batak paling banyak pola sidik bibir Tipe II (30%) dan IV (30%), Pada etnis Tamil paling banyak pola sidik bibir pada Tipe II (50%). Pada etnis Tionghoa paling banyak pola sidik bibir pada tipe II (43%). Rata-rata panjang dan lebar bibir pada etnis Batak 2.93 cm, sedangkan lebar bibir responden 5.17 cm. Pada etnis Tamil rata-rata panjang bibir responden 3.0 cm, sedangkan lebar bibir 5.37 cm. Pada etnis Tionghoa rata-rata panjang bibir responden 3.17 cm dan lebar bibir responden 5.47 cm. Perbedaan etnis dalam setiap subjek yang diteliti dikaitkan dengan pengaruh warisan atau keturunan