cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Phone
+6282359496409
Journal Mail Official
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Excelsius Jl. Tambak Oso F2 - Royal Crown Palace
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Excelsior Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27471675     DOI : https://doi.org/10.51730/jep.v4i1
Jurnal Excelsior Pendidikan adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius. Jurnal Excelsior Pendidikan menyediakan platform yang menyambut dan mengakui makalah penelitian empiris berkualitas tinggi tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan staf dari seluruh dunia.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022" : 5 Documents clear
PEMBELAJARAN GEMBALA GEREJA DI ERA ABAD 21 STUDI BIBLIKA BERDASARKAN EKSPOSISI YOHANES 10:1-18 Anton Siswanto
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.985 KB) | DOI: 10.51730/jep.v3i1.22

Abstract

Abstrak: Artikel ini berusaha melihat upaya Gembala Gereja dalam melayani umat Tuhan di era abad ke-21 berdasarkan perkembangan Gereja, khususnya di antara tahun 2020-2022 dimana dunia dan juga di Indonesia menghadapi pandemi Covid 19. Situasi beribadah di Gereja menjadi berubah juga, sehingga Gembala Gereja perlu melayani dengan mengikuti situasi dan kondisi yang telah berubah menjadi memasuki masa new normal. Gembala Gereja dalam semua perubahan yang ada tetap dapat melayani domba-dombanya dengan melihat panduan pengajaran Tuhan Yesus sebagai Gembala agung sesuai pembelajaran dan eksposisi dari Yohanes 10:1-18 sebagai sebuah teladan yang tak lekang oleh waktu. Dengan demikian Gembala berpatokan kepada nasihat dan bagaimana cara Yesus melayani, dapat mengikuti jejak Tuhan Yesus untuk melayani jemaat dengan kesungguhan hati. Sama seperti Gembala yang menjaga dan memelihara domba-dombanya dengan kesungguhan hati dan panggilan Tuhan yang terus dijalani, Gembala sejati akan memelihara dan memimpin jemaat Tuhan hidup dan bertumbuh secara rohani menjadi semakin serupa Kristus walau menghadapi tantangan zaman.Kata-kata kunci: Pandemi, Ibadah Online, Ibadah Onsite, New Normal, Yesus Kristus, Gembala Agung, Gembala, Domba, jemaat TuhanAbstract: This article seeks to see the efforts of the Pastor of the Church in serving God's people in the 21st century era based on the development of the Church, especially between 2020-2022 where the world and also in Indonesia are facing the Covid 19 pandemic. The situation of worshiping in the Church has changed too, so that Church pastors need to serve by following situations and conditions that have changed into entering a new normal period. Pastors of the Church in all the changes that have existed can still serve their sheep by looking at the teaching guide of the Lord Jesus as the great Shepherd according to the study and exposition of John 10:1-18 as an example that is timeless. Thus the Shepherd is based on the advice and how Jesus serves, can follow in the footsteps of the Lord Jesus to serve the congregation with sincerity. Just like a Shepherd who looks after and cares for his sheep with sincerity and God's call that continues to be lived, a true Shepherd will care for and lead God's congregation to live and grow spiritually to become more like Christ despite facing the challenges of the times.Keywords: Pandemic, Online Worship, Onsite Worship, New Normal, Jesus Christ, Great Shepherd, Shepherd, Sheep, God's congregation
PERSEMBAHAN IBADAH YANG SEJATI DALAM ROMA 12:1 SEBAGAI PROSES PEMBELAJARAN LIFESTYLE UMAT KRISTEN Heni Perianti Mendrofa
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.664 KB) | DOI: 10.51730/jep.v3i1.23

Abstract

Abstract: All humans want to enjoy the pleasure and satisfaction of life. This situation is inseparable from the lifestyle of Christians, even though they do it in different ways. This study aims to examine the meaning of true worship, the meaning of true worship in Romans 12:1, and how to offer true worship in Romans 12:1 as a Christian lifestyle learning process. This study uses a literature approach with the results: (1) True worship is an encounter with God fundamentally from the heart directed to the Lord Jesus (2) The offering in Romans 12: 1: (a) the offering of your living body is the total surrender of your whole soul and soul. Enter into the life of God. (b) the offering of your holy bodies is a human act in the likeness of God, who is most holy. (3) Christians always process themselves in learning to train themselves to form a true lifestyle of worship: (a) The process of learning lifestyle as a living offering by doing a total surrender to God. (b) The process of learning lifestyle as an offering of the body (physically as a whole) which is Holy must be carried out throughout life by uniting in one action between the spirit, soul, and body to enter into God's holy life. (c) The lifestyle learning process as an offering pleasing to God must be carried out throughout life, continuously knowing, understanding, studying, and practicing Bible values in daily life.Keywords: true worship offerings; Romans 12:1; learning process; lifestyleAbstrak: Semua manusia  ingin menikmati kesenangan dan kepuasan  hidupnya.  Keadaan tersebut tak luput dari lifestyle umat Kristen meski mereka melakukan dengan cara yang berbeda-beda. Studi ini bertujuan untuk mengkaji pengertian ibadah yang sejati,  makna ibadah sejati dalam Roma 12: 1, dan bagaimana persembahan ibadah yang sejati dalam Roma 12:1 sebagai proses pembelajaran lifestyle umat Kristen. Studi ini menggunakan pendekatan pustaka dengan hasil:  (1) Ibadah yang sejati adalah perjumpaan dengan Tuhan secara mendasar dari hati yang tertuju kepada Tuhan Yesus (2) Persembahan dalam  Roma 12: 1: (a) persembahan tubuhmu yang hidup adalah menyerahan total seluruh jiwa dan raga masuk dalam kehidupan Allah.  (b) persembahan tubuhmu yang kudus adalah tindakan manusia serupa dengan Allah, yang Maha kudus. (3) Umat Kristen selalu memproses dirinya dalam pembelajaran melatih diri untuk membetuk lifestyle ibadah yang sejati:  (a)  Proses pembelajaran lifestyle  sebagai  persembahan yang hidup dengan cara melakukan penyerahan diri secara total kepada Allah. (b) Proses pembelajaran lifestyle sebagai persembahan tubuhnya (fisik secara menyeluruh) yang Kudus wajib dilakukan sepanjang hidup dengan cara mempersatukan dalam satu tindakan antara roh, jiwa, dan tubuhnya untuk masuk ke dalam kehidupan kudus Allah. (c) Proses pembelajaran lifestyle sebagai persembahan yang berkenan Tuhan wajib dilakukan sepanjang hayat secara terus-menerus mengenal, memahami, mempelajari, dan mempraktikan nilai-nilai Alkitab dalam kehidupan sehari-hari.   
PARENTING BEDA GENERASI: POLA ASUH ANAK DALAM PEMBELAJARAN HOLISTIK PADA ZAMAN MILENIAL Victoria Woen
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.224 KB) | DOI: 10.51730/jep.v3i1.24

Abstract

Abstract: Child abuse has occurred across borders: brawls, theft, immorality, drugs, pornography, smoking, and the like. The purpose of this newsletter is to study parenting patterns from various generations, the characteristics and functions of their own circle of relatives, and techniques for holistic parenting to be recognized in the millennial era. This study uses a literature study with the results: (1) Generational differences in parenting because generations continue to move so that generational modifications have very large variations in parenting patterns within their own relatives. Now the Alpha era (Z era) born with this generation is growing rapidly. (2) The kinship circle itself is a collection unit in which there may be the presence of different parents, children, and relatives, and have emotional ties and interrelated experiences. (4) Child Parenting Patterns in Holistic Learning in Various Generations of Parenting: Families know parenting, Christ middle nose to parent, the person knows to parent, ability knows parenting, and cyber intelligent know to parent.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN INTEGRITAS BERBANGSA BAGI GENERASI EMAS PADA ERA MILENIALISME Desire Karo Karo
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v3i1.29

Abstract

Tujuan pendidikan adalah untuk menumbuhkan fondasi kekuatan manusia agar berkarakter dan mampu menjalani kehidupan yang baik. Pendidikan karakter adalah penerapan nilai-nilai moral atau agama kepada peserta didik di lingkungan sekolah melalui ilmu pengetahuan, dan juga merupakan penerapan nilai-nilai positif kepada diri sendiri, kepada teman, kepada guru dan kepada lingkungan sekitar atau Tuhan Yang Maha Esa. Masa depan bangsa dan negara ini adalah milik generasi muda. Oleh karena itu, suatu bangsa akan maju ketika ada generasi dewasa untuk mempersiapkan generasi muda yang lebih cerdas dari sebelumnya. Generasi dengan kepribadian “Generasi emas” memiliki keterampilan, kepribadian, gaya hidup, dan tingkat percaya diri. Keterampilan penuh, kepribadian kuat, kecerdasan tinggi dan daya saing juga diharapkan dari generasi emas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya pendidikan karakter dalam meningkatkan integritas negara-bangsa untuk generasi emas. Studi saat ini dilakukan secara kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan data diperoleh.
PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP RITUAL WULLA PODDU DI KAMPUNG BODOMAROTO, DESA KALIMBUKUNI, KECAMATAN KOTA-KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Muharoma Chomsatul Farida
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v3i1.27

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Etnografi dengan  tujuan untuk mengetahui prespektif Pendidikan Agama Kristen Terhadap Ritual Wulla Poddu. Maka dalam skripsi ini, penulis memaparkan tentang konsep-konsep kepercayaan dari marapu dan konsep-konsep kepercayaan dalam Agama Kristen. Salah satu ritual yang dilakukan oleh masyarakat yang menganut kepercayaan marapu (kepercayaan pada roh leluhur) adalah ritual Wulla Poddu. Dalam ritual Wulla Poddu ada begitu banyak larangan-larangan yang harus di taati oleh masyarakat penganut kepercayaan tersebut khususnya bagi masyarakat yang tinggal  di kampung Bodomaroto. Pelaksanaan upacara tersebut dilakukan supaya hidup mereka bisa dibenarkan di hadapan para leluhur yang sudah meninggal agar menerima berkat-berkat yang melimpah serta memperoleh kehidupan yang harmonis. Perspektif ini tentu sangat berbeda dengan perspektif Pendidikan agama Kristen yang mengajarkan bahwa untuk  memperoleh berkat dan keselamatan harus melalui Yesus Kristus sendiri karena dalam Yohanes 14:6 mengatakan bahwa hanya Yesus Kristuslah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup untuk membangun hubungan dengan Allah. Orang Kristen memandang bahwa pengajaran dalam ritual Wulla Poddu adalah salah karena bukan tertuju kepada Allah melainkan kepada roh nenek moyang, sebab salah satu dari 10 hukum taurat berbunyi “Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku (Keluaran 20:3).

Page 1 of 1 | Total Record : 5