cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Phone
+6282359496409
Journal Mail Official
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Excelsius Jl. Tambak Oso F2 - Royal Crown Palace
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Excelsior Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27471675     DOI : https://doi.org/10.51730/jep.v4i1
Jurnal Excelsior Pendidikan adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius. Jurnal Excelsior Pendidikan menyediakan platform yang menyambut dan mengakui makalah penelitian empiris berkualitas tinggi tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan staf dari seluruh dunia.
Articles 58 Documents
IMPLEMENTASI PRINSIP KEPEMIMPINAN RASUL PAULUS BERDASARKAN SURAT 1 TIMOTIUS 3:1-13 & 2 TIMOTIUS 2:2-6 DI KALANGAN CIVITAS AKADEMIKA SEKOLAH TINGGI TEOLOGI Tenny Tenny; Areyne Christi
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.503 KB) | DOI: 10.51730/jep.v1i1.3

Abstract

Abstract: Theory basis: Christian leadership which is more spiritual in nature as a person's ability to influence others comes from the Holy Spirit. Research objective: is to answer the following questions, (1) What is the level of implementation of the leadership principles of the Apostle Paul based on letters 1 Timothy 3: 1-13 and 2 Timothy 2: 2-7 among the STT Duta Panisal Academic Community? (2) Which dimension predominantly determines the implementation of Paul's leadership principles based on letters 1 Timothy 3: 1-13 and 2 Timothy 2: 2-7 among the STT Duta Panisal Academic Community? (3) Which category of background determines the implementation of the leadership principles of the Apostle Paul based on 1 Timothy 3: 1-13 and 2 Timothy 2: 2-7? Method: The explanatory-confirmatory method. Moderate Variable or Moderate Variable is the comparison variable, namely gender, age, status, education, ethnicity, church of origin, and occupation. The results of the study: (1) the hypothesis of the level of implementation of the leadership principles of the Apostle Paul based on Letter 1 Timothy 3: 1-13; & 2 Timothy 2: 2-6 among the academic community of Duta Panisal Theology College are in the high category. (2) The Principles of the Apostle Paul's Leadership Based on 1 Timothy 3: 1-13; & 2 Timothy 2: 2-6 is significantly at α <0.05, the acquisition score is 875,889. (3) Ethnic background is the most dominant background category shaping the Implementation of Leadership Principles among the Academic Community of Duta Panisal Theological College. Abstrak: Landasan Teori: Kepemimpinan Kristen yang lebih bersifat rohani sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain datangnya dari Roh Kudus. Tujuan Penelitian: adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut, (1)Berapakah besar tingkat implementasi prinsip-prinsip kepemimpinan Rasul Paulus berdasarkan surat  1 Timotius 3:1-13 dan 2 Timotius 2:2-7 di kalangan Civitas Akademika STT Duta Panisal? (2)Dimensi manakah yang paling dominan menentukan implementasi prinsip kepemimpinan Paulus berdasarkan surat  1 Timotius 3:1-13 dan 2 Timotius 2:2-7 di kalangan Civitas Akademika STT Duta Panisal? (3)Kategori latar belakang manakah yang lebih menentukan implementasi prinsip-pinsip kepemimpinan Rasul Paulus berdasarkan surat  1 Timotius 3:1-13 dan 2 Timotius 2:2-7? Metode: metode Eksplanatori-Konfirmatori. Variabel Moderat atau Moderate Variable adalah variabel pembanding yaitu jenis kelamin, umur, status, pendidikan, suku, gereja asal, dan pekerjaan. Hasil penelitian: (1) hipotesa Tingkat Implementasi prinsip kepemimpinan Rasul Paulus berdasarkan Surat 1 Timotius 3:1-13;  & 2 Timotius 2:2-6 di kalangan civitas akademika Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal berada dalam kategori tinggi.  (2) Prinsip Kepemimpinan Rasul Paulus Berdasarkan Surat 1 Timotius 3:1-13;  & 2 Timotius 2:2-6 secara signifikan ada pada α <0,05 , perolehan skor sebesar 875.889. (3) latar belakang Suku menjadi kategori latar belakang  paling dominan membentuk Implementasi Prinsip Kepemimpinan di Kalangan Civitas Akademika Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal.
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI ERA TEKNOLOGI INTERNET Desi Karo Karo
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.096 KB) | DOI: 10.51730/jep.v2i2.20

Abstract

Abstract: The world of children becomes the world of the internet so that the dominant learning is driven by internet knowledge. This study examines the nature and role of Christian religious education in the formation of children's character in the era of internet technology. The literature research used to examine various data sources concludes that: (1) Religious learning is the door to changing children's character according to the Bible. (2) The role of education: (a) forming children: towards spiritual maturity in Christ Jesus, in agape education, love, and righteousness. (b) The role of fathers and mothers: leading their children to live in groups, setting an example and educating, educating children according to bible teachings, disciplining children. (c) The role of the church: a place of change for its congregation, prepares the younger generation, is responsible for using internet technology, and is a doer of the word. (d) The role of schools: guiding and educating their students, able to understand, appreciate and believe in the greatness of God in their lives, able to transmit gratitude to God and act responsibly. (e) The role of the teacher: teaching God's Word, guiding and helping children use internet technology, increasing faith in Christ, giving advice, and teaching God's Word (representing God's love).Abstrak: Dunia anak-anak menjadi dunia internet, sehingga pembelajaran yang dominan didorong oleh pengetahuan internet. Penelitian ini mengkaji hakikat dan peran pendidikan agama Kristen dalam pembentukan karakter anak di era teknologi internet. Penelitian kepustakaan yang digunakan untuk mengkaji berbagai sumber data menyimpulkan bahwa: (1) Pembelajaran agama merupakan pintu untuk mengubah karakter anak sesuai dengan Alkitab. (2) Peranan pendidikan: (a)  membentuk anak: menuju kedewasaan rohani dalam Kristus Yesus, pada pendidikan agape, kasih dan benar.(b) Peran ayah dan ibu: memimpin anak-anaknya hidup berkelompok, memberi teladan dan mendidik, mendidik anak sesuai ajaran alkitab, mendisiplinkan anak. (c) Peran gereja: tempat perubahan bagi jemaatnya, mempersiapkan generasi muda, bertanggungjawab menggunakan teknologi internet, dan pelaku firman.  (d) Peran sekolah: membimbing dan mendidik anak didiknya, mampu memahami, menghayati dan meyakini kebesaran Tuhan dalam hidupnya, mampu menularkan rasa syukur kepada Tuhan dan berbuat untuk bertanggungjawab. (e) Peranan guru: mengajarkan Firman Tuhan, membimbing dan membantu anak menggunakan teknologi internet, meningkatkan iman kepada Kristus, memberi nasihat dan mengajarkan Firman Tuhan (mewakili kasih Tuhan). 
KEPEMIMPINAN KRISTEN BERBASIS KEWIRAUSAHAAN: PROSES BELAJAR SIAPAKAH YANG DOMINAN MEMPENGARUHI DI ANTARA PEMBERDAYAAN JEMAAT DAN PERTUMBUHAN GEREJA? Innawati Tedywono; Areyne Christi
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.256 KB) | DOI: 10.51730/jep.v2i1.11

Abstract

Semua orang Kristen dipanggil Allah untuk menjadi pemimpin bagi dirinya dan orang lain. Semua orang Kristen mengemban Amanat Agung Allah. Identitas orang Kristen adalah sebagai Garam Dunia dan Terang Dunia. Persoalan yang muncul: Apakah ada pengaruh secara simultan antara Kepemimpinan Kristen Berbasis Kewirausahaan dan Pemberdayaan Jemaat terhadap Pertumbuhan Gereja? Apakah ada pengaruh secara parsial antara Kepemimpinan Kristen Berbasis Kewirausahaan terhadap Pertumbuhan Gereja? Apakah ada pengaruh secara parsial antara Pemberdayaan Jemaat terhadap Pertumbuhan Gereja? Manakah di antara Kepemimpinan Kristen Berbasis Kewirausahaan dan Pemberdayaan Jemaat yang memiliki pengaruh dominan terhadap Pertumbuhan Gereja? Penelitian menggunakan pendekatan analisis statistik inferensial adalah analisis regresi linier berganda. Jawaban: (1) ada pengaruh yang simultan antara Kepemimpinan Kristen Berbasis Kewirausahaan dan Pemberdayaan Jemaat terhadap Pertumbuhan Gereja di GPPS Elim Malang adalah 0,946 (94,6%). (2) secara parsial variabel X1 (Kepemimpinan Kristen Berbasis Kewirausahaan) berpengaruh signifikan positif terhadap variabel Y (Pertumbuhan Gereja) adalah 0,938 (93,8%). (3) secara parsial variabel X2 (Pemberdayaan Jemaat) berpengaruh signifikan positif terhadap variabel Y (Pertumbuhan Gereja) adalah 0,931 (93,1%). (4) jika dibandingkan variabel X2 (Pemberdayaan Jemaat), variabel X1 (Kepemimpinan Kristen Berbasis Kewirausahaan) mempunyai pengaruh lebih dominan terhadap variabel Y (Pertumbuhan Gereja). 
PENGAJARAN PENGARUH TABERNAKEL TERHADAP KESETIAAN BERIBADAH ANAK SEKOLAH MINGGU Muharoma Chomsatul Farida; Dorce Sondopen
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.054 KB) | DOI: 10.51730/jep.v1i1.4

Abstract

Abstract: Theoretical Basis: Tabernacle Teaching is a doctrine developed on the basis of biblical teachings. Research objectives: (1) What is meant by the teaching of the Tabernacle based on the Book of Exodus 25: 1-9? How is the effect of teaching (2) How is the application of Tabernacle teaching in the middle class Sunday school of the Pentecostal Church of Christ the Shepherd of the Tabernacle of Surabaya? (3) Tabernacle on the loyalty of children's worship in the middle class Sunday school of the Pentecostal Church of Christ the Shepherd of the Tabernacle in Surabaya? Methods: Quantitative Research Methods and empirical observation approach procedures (Observation). The results of the study: (1) the teaching of the Tabernacle is the human doctrine to find and receive eternal salvation from God through the only way, namely the Lord Jesus Christ. (2) The application of teachers to teach Sunday school children about faith in God, repentance, baptism, testimony, obedience, the fullness of the Holy Spirit, willingness to give, and providing a special place for God through teaching lectures with picture explanations. (3) Tabernacle Teaching Based on the Book of Exodus 25: 1-9 (X) does not have a significant effect on faithful worship. Abstrak: Landasan Teori: Pengajaran Tabernakel adalah doktrin yang dikembangkan berdasarkan ajaran alkitabiah. Tujuan penelitian: (1)  Apakah yang dimaksud dengan pengajaran Tabernakel berdasarkan Kitab Keluaran 25:1-9? Bagaimanakah pengaruh pengajaran (2)Bagaimanakah penerapan pengajaran Tabernakel di sekolah minggu kelas madya Gereja Pantekosta Tabernakel Kristus Gembala Surabaya? (3)Tabernakel terhadap kesetiaan beribadah anak di sekolah minggu kelas madya Gereja Pantekosta Tabernakel  Kristus Gembala Surabaya? Metode: Metode Penelitian dengan Kuantitatif dan prosedur pendekatan pengamatan empiris (Observasi). Hasil penelitian: (1) pengajaran Tabernakel adalah doktrin manusia untuk menemukan dan menerima keselamatan kekal dari Allah melalui satu-satunya jalan yaitu Tuhan Yesus Kristus.  (2) Penerapan guru-guru mengajar kepada anak-anak Sekolah Minggu tentang iman kepada Allah, Pertobatan, Baptisan, Kesaksian, Ketaatan, Kepenuhan Roh Kudus, Kerelaan dalam memberi, dan Menyediakan tempat khusus bagi Tuhan melalui pembelajaran ceramah dengan penjelasan-penjelasan gambar. (3) Pengajaran Tabernakel Berdasarkan Kitab Keluaran 25:1-9 (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kesetiaan beribadah. 
PEMBELAJARAN GEMBALA GEREJA DI ERA ABAD 21 STUDI BIBLIKA BERDASARKAN EKSPOSISI YOHANES 10:1-18 Anton Siswanto
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.985 KB) | DOI: 10.51730/jep.v3i1.22

Abstract

Abstrak: Artikel ini berusaha melihat upaya Gembala Gereja dalam melayani umat Tuhan di era abad ke-21 berdasarkan perkembangan Gereja, khususnya di antara tahun 2020-2022 dimana dunia dan juga di Indonesia menghadapi pandemi Covid 19. Situasi beribadah di Gereja menjadi berubah juga, sehingga Gembala Gereja perlu melayani dengan mengikuti situasi dan kondisi yang telah berubah menjadi memasuki masa new normal. Gembala Gereja dalam semua perubahan yang ada tetap dapat melayani domba-dombanya dengan melihat panduan pengajaran Tuhan Yesus sebagai Gembala agung sesuai pembelajaran dan eksposisi dari Yohanes 10:1-18 sebagai sebuah teladan yang tak lekang oleh waktu. Dengan demikian Gembala berpatokan kepada nasihat dan bagaimana cara Yesus melayani, dapat mengikuti jejak Tuhan Yesus untuk melayani jemaat dengan kesungguhan hati. Sama seperti Gembala yang menjaga dan memelihara domba-dombanya dengan kesungguhan hati dan panggilan Tuhan yang terus dijalani, Gembala sejati akan memelihara dan memimpin jemaat Tuhan hidup dan bertumbuh secara rohani menjadi semakin serupa Kristus walau menghadapi tantangan zaman.Kata-kata kunci: Pandemi, Ibadah Online, Ibadah Onsite, New Normal, Yesus Kristus, Gembala Agung, Gembala, Domba, jemaat TuhanAbstract: This article seeks to see the efforts of the Pastor of the Church in serving God's people in the 21st century era based on the development of the Church, especially between 2020-2022 where the world and also in Indonesia are facing the Covid 19 pandemic. The situation of worshiping in the Church has changed too, so that Church pastors need to serve by following situations and conditions that have changed into entering a new normal period. Pastors of the Church in all the changes that have existed can still serve their sheep by looking at the teaching guide of the Lord Jesus as the great Shepherd according to the study and exposition of John 10:1-18 as an example that is timeless. Thus the Shepherd is based on the advice and how Jesus serves, can follow in the footsteps of the Lord Jesus to serve the congregation with sincerity. Just like a Shepherd who looks after and cares for his sheep with sincerity and God's call that continues to be lived, a true Shepherd will care for and lead God's congregation to live and grow spiritually to become more like Christ despite facing the challenges of the times.Keywords: Pandemic, Online Worship, Onsite Worship, New Normal, Jesus Christ, Great Shepherd, Shepherd, Sheep, God's congregation
KOLERASI METODE PEMBELAJARAN TUHAN YESUS TERHADAP MINAT PESERTA DIDIK DALAM MENGIKUTI PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SD GMIM KINAMANG MINAHASA SELATAN Mercylia Kasenda
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v2i1.7

Abstract

Abstrak: Salah satu faktor yang signifikan menentukan keberhasilan tujuan pengajaran adalah pemilihan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Yesus dalam Injil Matius menawarkan berbagai metode pembelajaran adalah: ceramah, studi kasus), demonstrasi, bertanya, dan perumpamaan.  Tujuan  penelitian ini memberi solusi berikut: Sebesar bagaimanakah korelasi metode pembelajaran Tuhan Yesus terhadap minat belajar peserta didik dalam mengikuti pelajaran PAK di SD GMIM Kinamang Minahasa Selatan? Variabel manakah yang paling dominan menentukan korelasi metode pembelajaran Tuhan Yesus terhadap minat belajar peserta dalam mengikuti pelajaran PAK di SD GMIM Kinamang Minahasa Selatan? Metode penelitian  menggunakan penelitian korelasi, karena adanya hubungan dan tingkat hubungan antar dua variabel atau lebih. Subyek penelitian adalah 70 peserta didik kelas 3-6 SD GMIM Kinamang Minahasa Selatan di Sulawesi Utara. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sedangkan teknik analisis data menggunakan perhitungan rumus korelasi pearson, uji normalitas, uji linearitas, uji homogenitas, dan pengujian hipotesis dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian: (1) hasil pengujian didapatkan korelasi sebesar 0,301 dengan signifikansi (P- Value) sebesar 0,011 adalah hubungan rendah antara metode pembelajaran Tuhan Yesus dengan  minat belajar peserta didik dalam mengikuti pelajaran PAK.  Besarnya hubungan tersebut adalah 9 % dan 91 % ditentukan oleh variabel lain di luar variabel yang diteliti. (2) metode demonstrasi adalah metode yang sangat dominan (dibanding dengan metode ceramah, kasus, bertanya dan perumpamaan) mendapat nilai korelasi tertinggi yaitu 0,317 dengan kontribusi terhadap dependence variabel sebesar 10 %. yang berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik dalam mengikuti pelajaran PAK di SD GMIM Kinamang Minahasa Selatan.
PENGGUNAAN ALAT PERAGA: KEBERHASILAN BELAJAR ANAK USIA 3 – 6 TAHUN Libertin Gea; Hari Budi Waluyo
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.004 KB) | DOI: 10.51730/jep.v1i1.5

Abstract

Abstract: The teacher understands each child specifically the learning style of children at an early age so that they can be more effective and have better relationships with students. The research approach is a case study, with the research subjects are six Kindergarten teachers at Gloria 1 Christian School Surabaya. The following research question: What is the role of using teaching aids as teaching aids for teachers in Gloria Christian school? How do teachers adjust the types of teaching aids in teaching children at Gloria Christian school? How are the children's learning outcomes using teaching aids at Gloria Christian School? The results of the study: (1) the use of teaching aids to assist teachers in teaching at Gloria Christian School is very beneficial for children and teachers who educate. (2) props in the form of real objects (pictures, videos, dolls, plants, animals), adapted to the theme to be taught at that time, props that attract children's attention and can stimulate children's cognition and psychomotor, must be kinesthetic (motion), visual (images, videos) and auditory (sound). (3) the learning outcomes of children at Gloria Christian School in using teaching aids can make it easier for children to understand the material, increase children's learning attractiveness, are able to retell, easy to remember and increase children's curiosity in learning.Abstrak: Guru memahami setiap anak secara khusus gaya belajar anak-anak pada masa usia dini sehingga ia bisa lebih efektif dan mempunyai hubungan yang lebih baik dengan murid. Pendekatan penelitian adalah studi kasus, dengan subyek penelitian adalah enam guru-guru TK sekolah Kristen Gloria 1 Surabaya. Pertanyaan penelitian berikut:  Bagaimana peranan penggunaan alat peraga sebagai alat bantu mengajar guru di sekolah Kristen Gloria? Bagaimanakah guru menyesuaikan jenis alat peraga dalam mengajar anak di sekolah Kristen Gloria? Bagaimanakah hasil belajar anak dengan menggunakan alat peraga di sekolah Kristen Gloria? Hasil penelitian: (1) penggunaan alat peraga membantu guru dalam mengajar di Sekolah Kristen Gloria sangat bermanfaat bagi anak dan guru yang mendidik.  (2)  alat peraga yang berwujud benda nyata (gambar, video, boneka, tumbuhan, binatang), disesuaikan dengan tema yang akan diajarkan pada saat itu, alat peraga yang menarik perhatian anak dan bisa meransang kognitis serta psikomotorik anak, harus bersifat kinestetik (gerak), visual (gambar, video) dan auditory (suara).  (3) hasil belajar anak di Sekolah Kristen Gloria dalam menggunakan alat peraga mampu membuat anak semakin mudah memahami materi, meningkatnya daya tarik belajar anak, mampu menceritakan kembali, mudah mengingat dan meningkatkan rasa keingintahuan anak dalam belajar.
PERSEMBAHAN IBADAH YANG SEJATI DALAM ROMA 12:1 SEBAGAI PROSES PEMBELAJARAN LIFESTYLE UMAT KRISTEN Heni Perianti Mendrofa
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.664 KB) | DOI: 10.51730/jep.v3i1.23

Abstract

Abstract: All humans want to enjoy the pleasure and satisfaction of life. This situation is inseparable from the lifestyle of Christians, even though they do it in different ways. This study aims to examine the meaning of true worship, the meaning of true worship in Romans 12:1, and how to offer true worship in Romans 12:1 as a Christian lifestyle learning process. This study uses a literature approach with the results: (1) True worship is an encounter with God fundamentally from the heart directed to the Lord Jesus (2) The offering in Romans 12: 1: (a) the offering of your living body is the total surrender of your whole soul and soul. Enter into the life of God. (b) the offering of your holy bodies is a human act in the likeness of God, who is most holy. (3) Christians always process themselves in learning to train themselves to form a true lifestyle of worship: (a) The process of learning lifestyle as a living offering by doing a total surrender to God. (b) The process of learning lifestyle as an offering of the body (physically as a whole) which is Holy must be carried out throughout life by uniting in one action between the spirit, soul, and body to enter into God's holy life. (c) The lifestyle learning process as an offering pleasing to God must be carried out throughout life, continuously knowing, understanding, studying, and practicing Bible values in daily life.Keywords: true worship offerings; Romans 12:1; learning process; lifestyleAbstrak: Semua manusia  ingin menikmati kesenangan dan kepuasan  hidupnya.  Keadaan tersebut tak luput dari lifestyle umat Kristen meski mereka melakukan dengan cara yang berbeda-beda. Studi ini bertujuan untuk mengkaji pengertian ibadah yang sejati,  makna ibadah sejati dalam Roma 12: 1, dan bagaimana persembahan ibadah yang sejati dalam Roma 12:1 sebagai proses pembelajaran lifestyle umat Kristen. Studi ini menggunakan pendekatan pustaka dengan hasil:  (1) Ibadah yang sejati adalah perjumpaan dengan Tuhan secara mendasar dari hati yang tertuju kepada Tuhan Yesus (2) Persembahan dalam  Roma 12: 1: (a) persembahan tubuhmu yang hidup adalah menyerahan total seluruh jiwa dan raga masuk dalam kehidupan Allah.  (b) persembahan tubuhmu yang kudus adalah tindakan manusia serupa dengan Allah, yang Maha kudus. (3) Umat Kristen selalu memproses dirinya dalam pembelajaran melatih diri untuk membetuk lifestyle ibadah yang sejati:  (a)  Proses pembelajaran lifestyle  sebagai  persembahan yang hidup dengan cara melakukan penyerahan diri secara total kepada Allah. (b) Proses pembelajaran lifestyle sebagai persembahan tubuhnya (fisik secara menyeluruh) yang Kudus wajib dilakukan sepanjang hidup dengan cara mempersatukan dalam satu tindakan antara roh, jiwa, dan tubuhnya untuk masuk ke dalam kehidupan kudus Allah. (c) Proses pembelajaran lifestyle sebagai persembahan yang berkenan Tuhan wajib dilakukan sepanjang hayat secara terus-menerus mengenal, memahami, mempelajari, dan mempraktikan nilai-nilai Alkitab dalam kehidupan sehari-hari.   
IMPLEMENTASI PENGAJARAN PERSEPULUHAN BERDASARKAN MALEAKHI 3:6-18 DI GEREJA SUNGAI YORDAN JEMAAT RAJAWALI Tamba Parulian; Emeliana Ana
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.457 KB) | DOI: 10.51730/jep.v2i2.15

Abstract

Abstrak: Jemaat Gereja Sungai Yordan Sosok belum maksimal dalam membawa persembahan perpuluhan ke dalam Rumah Tuhan seperti yang ditegaskan dalam Kitab Maleakhi 3:6-18. Dalam menerapkan perpuluhan, Jemaat Gereja Sungai Yordan masih berada dalam kategori belum maksimal sebagaimana dijelaskan dalam wawancara kepada jemaat.  Latar belakang jenis pekerjaan yang berbeda membuat jemaat belum dapat memberikan persepulhan dengan maksimal karena penghasilan yang diterima berbeda-beda dan kurangnya pemahaman tentang persepuluhan, sehingga perlu adanya pendampingan dan bimbingan kepada jemaat. Dalam penelitian ini, peneliti akan membagikan angket kepada responden untuk menjawab setiap pernyataan yang ada.  Pembagian angket dilakukan sebanyak empat kali.  Pertama, kepada dosen pembimbing sebagai rancangan angket, kedua angket validasi kepada dosen ahli, ketiga angket uji coba kepada 20  jemaat dan keempat angket final kepada 40 jemaat. Implementasi Pengajaran Persepuluhan Berdasarkan Maleakhi 3:6-18 Bagi Gereja Sungai Yordan Jemaat Rajawali Sosok ada pada kategori tinggi. Implementasi Pengajaran Persepuluhan Berdasarkan Maleakhi 3:6-18 Bagi Gereja Sungai Yordan Jemaat Rajawali Sosok adalah Ada Janji Tuhan hipotesis diterima. Latar belakang yang dominan menentukan Implementasi Pengajaran Persepuluhan Berdasarkan Maleakhi 3:6-18 Bagi Gereja Sungai Yordan Jemaat Rajawali Sosok adalah Pekerjaan hipotesis diterima.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KRISTEN BERDASARKAN AMSAL 3 DI ANTARA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DI SURABAYA Suryaningsih Soepardi
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1728.266 KB) | DOI: 10.51730/jep.v1i1.6

Abstract

Abstract: Christian education is education based on the Word of God. The objectives of this study were: (1) To find out to what extent the tendency of the implementation of Christian education based on Proverbs 3 among the students of the Theology College in Surabaya. (2) To find out which dimension is dominant for the implementation of Christian Education based on Proverbs 3 among Students of Theological College in Surabaya. (2) Finding out which background is dominant in the implementation of Christian Education based on Proverbs 3 among Theological College Students in Surabaya. This study uses an explanatory-confirmatory approach. The research subjects were all students of the Theological College in Surabaya with a total of 60 students. The technique of taking the population uses "Disproposionate Stratified Random Sampling" which means, using a study of the entire population. Data collection using a Likert questionnaire. The calculation of the questionnaire used the SPSS 19 program. The results of the study were: (1) Hypothesis 1 Tendency of the Implementation of Christian Education based on Proverbs 3 among Students of Theological College in Surabaya in Low to Medium Positions. (2) Hypothesis Testing H2, it is assumed that the dominant dimension in determining the implementation of Christian education based on Proverbs 3 among students of the Theology College in Surabaya is the dimension of honest life. (3) Hypothesis Test 3 Background The dominant background category is the Background Status of Family Origin.Abstrak: Pendidikan Kristen adalah pendidikan berdasarkan Firman Tuhan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui sejauh mana kecenderungan pelaksanaan pendidikan Kristen berbasis Amsal 3 pada mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi di Surabaya. (2) Untuk mengetahui dimensi mana yang dominan dalam penyelenggaraan Pendidikan Kristen Berbasis Amsal 3 pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi di Surabaya. (2) Mengetahui latar belakang mana yang dominan dalam penyelenggaraan Pendidikan Kristen berdasarkan Amsal 3 pada Mahasiswa Teologi di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplanatori-konfirmatori. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi di Surabaya yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengambilan populasi menggunakan “Disproposionate Stratified Random Sampling” yang artinya menggunakan studi terhadap seluruh populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner likert. Perhitungan kuisioner menggunakan program SPSS 19. Hasil penelitian ini adalah: (1) Hipotesis 1 Kecenderungan Pelaksanaan Pendidikan Kristen Berbasis Amsal 3 Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi di Surabaya pada Posisi Rendah Menengah. (2) Pengujian Hipotesis H2, diasumsikan bahwa dimensi yang dominan dalam menentukan penyelenggaraan pendidikan Kristen berbasis Amsal 3 pada mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi di Surabaya adalah dimensi kehidupan jujur. (3) Uji Hipotesis 3 Latar Belakang Kategori latar belakang yang dominan adalah Status Latar Belakang Asal Keluarga.