cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Phone
+6282359496409
Journal Mail Official
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Excelsius Jl. Tambak Oso F2 - Royal Crown Palace
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Excelsior Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27471675     DOI : https://doi.org/10.51730/jep.v4i1
Jurnal Excelsior Pendidikan adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius. Jurnal Excelsior Pendidikan menyediakan platform yang menyambut dan mengakui makalah penelitian empiris berkualitas tinggi tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan staf dari seluruh dunia.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024" : 7 Documents clear
SEJARAH DAN PENTINGNYA PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM GEREJA DAN MASYARAKAT Janawati Janawati; Areyne Christi; Trisna Yanti Gulo
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.52

Abstract

Sejarah dan Pentingnya Penerapan Pendidikan Agama Kristen dalam Gereja dan Masyarakat. Artikel ini adalah suatu pengangkatan judul yang dilatar belakangi oleh, keinginan seorang Penulis untuk mengetahui apa yang menjadi sejarah dan pentingnya penerapan pendidikan agama kristen dalam gereja maupun dalam masyarakat. Berbicara tentang pentingnya penerapan pendidikan agama kristen bukanlah sesuatu hal yang asing lagi, sebab pendidikan bukan sesuatu hal yang baru, tetapi dimulai dari sejak manusia pertama yaitu Adam dan Hawa sedangkan pendidikan agama kristen dimulai dari Perjanjian Baru (PB). Artikel ini bertujuan menjawab 1. Apa defenisi gereja mula-mula dalam Pendidikan agama Kristen? 2. Seperti apakah pengertian pendidikan berdasarkan sejarah kependidikan Kristen? 3. Seperti apakah wadah pedagogis gereja purba yang dipakai untuk mendidik para warga jemaat? 4. Apa yang menjadi dasar pemikiran dalam pemasaran gereja zaman sekarang? Metode penelitian yang digunakan adalah pustaka. Hasilnya adalah: 1. Defenisi gereja mula-mula dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), dimulai dari Perjanjian Baru, sedangkan pengajaran agama dimulai dari Perjanjian Lama (PL). 2. Pengertian pendidikan berdasarkan sejarah kependidikan kristen merupakan jalan keluar terbaik, merupakan kelanjutan dari amanat agung yang telah disampaikan Yesus sebagai rabi kepada murid-murid (rasul-rasul), bahkan kepada semua umat kristen. 3. Tiga wadah pokok yang dipakai gereja purba untuk mendidik para warga jemaat, yakni: Kebaktian umum, Katekese, dan Sekolah katekisasih. 4. Yang menjadi dasar pemikiran dalam pemasaran gereja zaman sekarang yaitu: lingkungan pemasaran yang kita hadapi, membaca Alkitab, berdoa memohon berkat dari Allah, meminta tuntunan Roh kudus, konteks Alkitabia untuk pemasaran gereja.
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR TENTANG BUAH ROH SISWA KELAS VI SDK GLORIA I SURABAYA Yermia Tri Putri Mia
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.55

Abstract

Hadirnya persoalan dalam pembelajaran adalah hal yang wajar.  Tidak terkecuali dalam pembelajaran Pendidikan Agaman Kristen di SDK Gloria 1 Surabaya.  Keragaman latar belakang budaya dan kompetensi siswa serta guru menjadi sumber persoalan yang mewarnai proses pembelajaran itu sendiri.  Salah satu upaya yang dilakukan peneliti adalah melakukan perubahan metode dari konvensional menjadi model pembelajaran Multi Role playing. Model pembelajaran role playing merupakan salah satu permainan gerak yang didalamnya terdapat aturan, tujuan dan sekaligus melibatkan unsur bahagia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui seberapa efektif penerapan metode role playing dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa kelas VI tentang buah roh SD Kristen Gloria  Surabaya. Metode yang digunakan adalah tindakan kelas. Hasil yang ditemukan adalah role playing adalah metode yang kuat dalam meningkatkan hasil pembelajaran karena memungkinkan partisipasi aktif, pengalaman langsung pendekatan yang tepat dan melalui proses yang berulang, proses pembelajaran dapat ditingkatkan secara signifikan. Dengan penerapan yang tepat, metode ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk memfasilitasi pemahaman yang mendalam dan penguasaan materi oleh siswa. Dengan menggunakan metode role playing, terbukti siswa mampu menjelaskan dan mengaplikasikan tema tentang Buah Roh selama pembelajaran di kelas;  sekaligus berdampak pada peningkatan hasil belajar, khususnya bidang studi Pendidikan Agama Kristen
PERAN GURU SEKOLAH MINGGU DALAM MEMBANGUN FONDASI SPIRITUAL ANAK SEKOLAH MINGGU Heles Babawat
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.56

Abstract

Peran guru Sekolah Minggu dalam pembentukan fondasi spiritual anak-anak merupakan aspek penting dalam konteks pendidikan rohani. Guru-guru ini memegang tanggung jawab signifikan dalam memberikan pengajaran agama Kristen, membimbing karakter, dan memfasilitasi pertumbuhan spiritual anak-anak. Dengan fokus pada pendidikan rohani, mereka bertujuan tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membentuk karakter dan mendukung perkembangan spiritual anak-anak. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengetahui tangggung jawab guru sekolah minggu; 2). Untuk mengetahui peran guru sekolah minggu sebagi pengajar dan pembimbing rohani; 3). Untuk mengetahui pembentukan spiritualitas anak sekolah minggu. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan pustaka. Hasil yang didapatkan adalah 1). Guru Sekolah Minggu memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing dan membentuk dasar iman anak-anak untuk tumbuh sebagai individu yang kuat secara rohani. 2). Guru-guru di Sekolah Minggu menghadapi tantangan untuk memberikan pendidikan berkualitas sambil membimbing anak-anak dalam pemahaman nilai-nilai Kristen. Pentingnya pembimbing rohani terlihat dalam upaya membentuk karakter dan moral anak-anak sesuai dengan ajaran Kristiani. 3). Pentingnya pembentukan spiritualitas anak dalam konteks Sekolah Minggu mencerminkan pemahaman gereja akan urgensi memberikan fondasi iman yang kuat bagi generasi penerus.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MEMPERHATIKAN TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK Fredi Imanuel Malaisari; Dorce Sondopen; Suryowati Suryowati
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.57

Abstract

Tanggung jawab orang tua dalam memperhatikan minat belajar anak krusial dalam membentuk kesuksesan akademik dan perkembangan pribadi anak. Ini melibatkan dukungan emosional, menciptakan lingkungan belajar positif, memberikan contoh yang baik, mendorong eksplorasi minat anak, berpartisipasi dalam pendidikan anak, serta memberikan dukungan materi dan pujian. Peran orang tua dalam memperhatikan minat belajar anak penting untuk memotivasi dan memperluas wawasan anak, membantu mereka meraih prestasi dan kepuasan di masa depan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah tanggung jawab orang tua dalam meperhatikan anak dan untuk mengetahui bagaimanakah tanggung jawab orang tua untuk meningkatkan minat belajar ana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dalam pendekatan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah tanggung jawab orang tua dalam memperhatikan anak sangat penting untuk memastikan kesejahteraan fisik, emosional, dan perkembangan mereka; dan tanggung jawab orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak adalah kewajiban yang penting untuk membantu anak mengembangkan minat dan motivasi dalam belajar. Orang tua berperan dalam memberikan dukungan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
STUDI KOMPARASI KEPEMIMPINAN KHARISMATIK DAN PROTESTAN (REFORMED INJILI) DALAM PENATAAN SPIRITUALITAS Gatsper Anderius Lado
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.58

Abstract

Di dalam Kekristenan ada berbagai macam denominasi, termasuk Kharismatik dan Reformed Injili. Keduanya merupakan termasuk dalam denominasi juga yang ada di Indonesia dan berbagai negara lain tentunya. Kedua denominasi ini tentu memiliki paham yang berbeda mengenai Pemerintahan Gereja, Karakteristik Ibadah (Pujian, penyembahan dan Khotbah) dan mengenai Konsep Kepemimpinan Kristen. Pola-pola yang berbeda ini bukan sesuatu yang dikatakan salah atau benar karena semua pola pastilah dibentuk dengan dasar Alkitab yang dimiliki. Tulisan jurnal ini berusaha melakukan studi komparasi Kepemimpinan Kharismatik dan Protestan (Reformed Injili) dalam menata Spiritualitas dan dalam membangun kerohanian jemaat, berusaha melihat kelebihan dan kekurangan dari Pembangunan tubuh Kristus dalam dua denominasi ini. Dari sini akan diperbandingkan untuk bisa mengetahui bahwa masing-masing konsep kepemimpinan dengan lebih terbuka dan melihat keunggulan dan kelemahan dari berbagai cara memimpin untuk bisa mengambil hikmah dan bisa menerapkan di dalam pelayanan Gereja untuk semua keunggulan tersebut tentunya. Ternyata memang kepemimpinan Kharismatik bisa dikatakan bahwa lebih unggul secara keleluasaan kepemimpinan sehingga mereka bisa berkembang baik dan kepemimpinan Protestan lebih unggul secara kesetiaan pada pengajaran firman Tuhan.
KODE ETIK GURU UNTUK MEMBANGUN KOMUNIKASI DENGAN SISWA DALAM KELAS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Delsi Plestari; Untung Mersiana
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.59

Abstract

Kode etik bagi guru Pendidikanagama Kristen menjadi bagian penting dalam mengaktualisasikan pendidikan. Sebab kode etik tersebut membawa guru mampu memahami peserta didik dengan baik. Pendidikan Agama Kristen yang masih kurang dalam penerapan etika dalam berkomuniksi, tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Kristen. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan pemahaman kepada guru Pendidikan Agama Kristen agar dalam proses pembelajaran memberikan keteladan yang baik bagi peserta  didik. Hasil dari penelitian adalah guru sebelum mendidik harus dibekali dengan nilai-nilai kebenaran yang sesuai dengan Firman Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Menjadi guru bukan hanya sebagai pengajar tetapi sebagai pembimbing karakter siswa-siswi menjadi karakter yang berkenan di hadapan Tuhan Yesus
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN ORANG DEWASA Urbanus Sukri; Evi Catur Sari
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.60

Abstract

Pendidikan Orang Dewasa penting dilakukan era sekarang ini, sebab orang dewasa nantinya akan mengajar anak-anak. Jadi, sebelum mereka mengajar diperlukan pembelajaran orang dewasa. Seberapa banyak orang dewasa mengajar tanpa mengalami dahulu proses pembelajaran, sehingga didapati bahwa orang dewasa mengajar saja tanpa diimbuhi mendidik. Padahal mengajar dan mendidik seharusnya berjalan bersama-sama. Metode yang dipakai dalam penulisan ini menggunakan  kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersumber dari berbagai jurnal, buku dan media-media yang bersangkutan dengan konteks pendidikan orang dewasa. Tujuan dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih berupa stategi-strategi serta implementasinya pendidikan agama dalam konteks orang dewasa. Hasil yang diperoleh bahwa penerapan pendidikan orang dewasa dimulai dari keluarga karena didalamnya ada Ibadah, menelaah, menjalin persaudaraan, dan melayani. Gereja: pelayanan sekolah minggu, mengikuti katekisasi, dan mendengarkan khotbah-khotbah serta mengikuti persekutuan, dan Sekolah: bisa dilakukan membaca ayat Alkitab yang menjadi tema pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 7