cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 5 Documents clear
Pengaruh Takaran Vinase dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan Hasil dan Kandungan Minyak Total Wijen di Tanah Pasir Pantai Ary Danar Kisworo; Sri Muhartini; Budiastuti Kurniasih
Vegetalika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.515 KB) | DOI: 10.22146/veg.25013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran vinase dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan, hasil, dan kandungan minyak total wijen di tanah pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari to Mei 2015. Lokasi penelitian di pekarangan rumah di Desa Gatak, Banguntapan, Bantul Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan 3 blok. Faktor pertama adalah takaran pupuk kandang sapi dengan tiga aras, yaitu 0 ton/ha, 10 ton/ha, dan 20 ton/ha. Faktor kedua adalah takaran vinase dengan 4 aras, yaitu 0 m3/ha, 75 m3/ha, 150 m3/ha, dan 225 m3/ha. Hasil penelitian menunujkkan bahwa takaran vinase 150 m3/ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil wijen yang terbaik, sementara itu takaran pupuk kandang sapi 20 ton/ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil wijen yang terbaik. Kombinasi perlakuan takaran vinase 225 m3/ha dengan pupuk kandang sapi 20 ton/ha menghasilkan kandungan minyak total wijen yang terbaik.
Pengaruh Jenis Bahan Tanam dan Takaran Kompos Blotong terhadap Pertumbuhan Awal Tebu (Saccharum officinarum L.) Danang Hartono; Dody Kastono; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.382 KB) | DOI: 10.22146/veg.25014

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada 20 Mei sampai dengan 17 September 2015 di Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui pengaruh jenis bahan tanam yaitu budchip, budset, dan bagal terhadap pertumbuhan awal tebu. 2) Mengetahui takaran kompos blotong yang tepat terhadap pertumbuhan awal tebu. 3) Mengetahui pengaruh jenis bahan tanam tebu pada berbagai takaran kompos blotong (filter cake) terhadap pertumbuhan awal tebu. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Percobaan ini terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jenis bahan tanam terdiri dari tiga aras yaitu budchip, budset, dan bagal. Faktor kedua adalah dosis blotong yang terdiri dari 4 aras yaitu: 0 (kontrol), 5, 10, dan 15 ton/ha, Pengamatan dilakukan terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan, jumlah ruas, bobot segar, bobot kering, luas daun dan luas akar. Data dianalisis menggunakan analisis varian pada level 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test jika hasil analisis varian menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan. Tanaman tebu yang berasal dari budchip dan budset memiliki jumlah anakan, jumlah daun, bobot segar, bobot kering, laju asimilasi bersih, dan laju asimilasi bersih yang lebih baik daripada tanaman tebu yang berasal dari bagal. Tanaman tebu yang diberi kompos blotong memiliki pertumbuhan yang lebih baik daripada tanaman yang tidak diberi takaran kompos blotong, tanaman tebu dengan perlakuan takaran kompos blotong 10 dan 15 ton/ha, dan memiliki pertumbuhan yang secara nyata lebih baik dibanding perlakuan yang lain pada parameter jumlah anakan, jumlah daun, jumlah ruas, bobot segar dan bobot kering.
Analisis Genetik F2 Persilangan Cabai (Capsicum annum L.) ‘JALAPENO’ dengan ‘TRICOLOR VARIEGATA’ Gretaryan Wahyu Widiatmiko; Aziz Purwantoro; Panjisakti Basunanda
Vegetalika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.836 KB) | DOI: 10.22146/veg.25017

Abstract

Kualitas cabai yang diharapkan berupa tinggi tanaman yang proporsional, mempunyai banyak cabang, mempunyai banyak buah, dan warna buah dan tanaman yang menarik sehingga cocok untuk pertanian kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai dan pola pewarisan karakter kualitatif yang meliputi percabangan tanaman, warna batang, warna buku pada batang, bentuk daun, warna mahkota bunga, dan warna buah mentah, serta pada karakter kuantitatif yang meliputi tinggi tanaman, diameter batang, tinggi dikotomus, panjang daun, lebar daun, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, berat buah sampel, dan jumlah buah per tanaman pada populasi hasil persilangan Jalapeño dengan TCV. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bagor, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, dimulai pada bulan September 2014 sampai bulan Februari 2015. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Genotipe yang digunakan meliputi benih cabai hias(Capsicumm annuum L.) ‘Tricolor Variegata’(TCV), cabai (C annuum L.) ‘Jalapeno’, F1 hasil persilangan TCV dengan Jalapeno, dan F2 hasil penyerbukan bebas F1 persilangan TCV dengan Jalapeno. Hasil dari penelitian ini menunjukkan karakter yang diduga dikendalikan oleh dua lokus gen pengendali adalah percabangan tanaman dan bentuk daun. Karakter yang diduga dipengaruhi oleh satu lokus gen pengendali adalah warna mahkota bunga. Segregasi transgresif ditunjukkan pada karakter tinggi dikotomus, lebar daun, dan tebal daging buah. Kriteria heritabilitas arti luas yang tinggi ditunjukkan oleh karakter panjang daun dan tebal daging buah. Nilai korelasi positif nyata yang sama dari pendekatan rerata geometrik dan terboboti ditunjukkan pada karakter tinggi tanaman terhadap panjang dan lebar daun.
Pertumbuhan Stek Kopi Liberika (Coffea liberica W. Bull Ex. Hier) pada Tiga Bahan Stek dan Empat Konsentrasi IBA Inung Pinata Rokhani; Sriyanto Waluyo; Novie Pranata Erdiansyah
Vegetalika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.326 KB) | DOI: 10.22146/veg.25018

Abstract

Kopi Liberika merupakan tanaman kopi yang adaptif terhadap kekeringan dan lahan gambut yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi IBA dan bahan tanam serta interaksinya terhadap pertumbuhan stek kopi liberika. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) pada bulan Oktober 2014 sampai Februari 2015. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap faktorial dua faktor yaitu asal bahan tanam dan konsentrasi Indole Butiric Acid (IBA) dengan tiga ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 14 stek. Faktor pertama adalah asal bahan stek yang terdiri dari bagian ujung, tengah, dan pangkal. Faktor kedua yaitu konsentrasi pemberian IBA empat taraf yaitu 0, 1500, 3000, dan 4500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan tanam dan konsentrasi IBA dapat mempengaruhi pertumbuhan stek kopi liberika teutama pada kombinasi perlakuan stek bagian tengah dengan konsentrasi IBA 4500 ppm.
Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Awal Lima Klon Tebu (Saccharum oficinarum L.) Asal Bibit Mata Tunas Tunggal di Lahan Kering Alfisol Latiful Muttaqin; Taryono Taryono; Dody Kastono; Wawan Sulistyono
Vegetalika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.073 KB) | DOI: 10.22146/veg.25019

Abstract

Perluasan area penanaman tebu saat ini dilakukan di lahan kering akibat persaingan dengan komoditi lain di lahan sawah. Pemilihan klon tebu yang sesuai ditanam pada lahan kering tertentu sangat penting, mengingat adanya perbedaan sifat genetik klon tebu. Selain itu, penggunaan bibit mata tunas tunggal sebagai bahan tanam juga mulai dikembangkan karena kemampuannya dalam pertumbuhan tunas, pembentukan anakan yang serempak dan seragam, serta kemudahan dalam pengaturan jarak tanam di lapangan yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas tebu. Informasi pengaturan jarak tanam dan pemilihan klon tebu sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tebu supaya lebih optimal khususnya di lahan kering alfisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tanam optimal dan klon terbaik pada sistem pindah tanam bibit tebu di lahan kering alfisol. Penelitian menggunakan empat jarak tanam (30, 40, 60 dan 75 cm) dan lima klon tebu (PS881, PS864, VMC, Kidang Kencana dan Bululawang). Penelitian dilaksanakan di desa Bendungan, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung Kidul, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat blok sebagai ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varian dengan uji lanjutan Uji Jarak Berganda Duncan pada α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman tebu cenderung lebih baik pada jarak tanam lebar dibandingkan jarak tanam rapat. Jarak tanam dalam baris 60 cm merupakan jarak yang paling optimal, sedangkan klon PS864 dinilai paling baik untuk ditanam di lahan kering alfisol.

Page 1 of 1 | Total Record : 5