cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2019)" : 6 Documents clear
Evaluasi Berbagai Genotipe Jagung (Zea mays L.) pada Dua Macam Pemberian Nitrogen Reynaldo Christian; Erlina Ambarwati
Vegetalika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.476 KB) | DOI: 10.22146/veg.33139

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman penting dengan tujuan utama dari budidaya untuk menghasilkan potensi hasil panen. Karakter pada tanaman yang memiliki nilai ekonomis biasanya dipengaruhi oleh karakter poligenik yang kompleks, dan menunjukan pengaruh yang tinggi dari lingkungan. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengevaluasi performa berbagai jenis kultivar pada lingkungan dengan bermacam pemberian N. Penelitian dilaksanakan di dua macam lahan di daerah Bantul, Yogyakarta dengan karakter lahan berpasir di Srandakan dan lahan sawah di Sewon dengan dua macam pemberian pupuk N (dengan pupuk N dan tanpa pupuk N). Penelitian dilaksanakan pada akhir bulan Mei 2017 hingga pertengahan bulan September 2017. Dipilih tiga kultivar jagung hibrida komersil (‘Pioneer-35’, ‘Bisi 816’, ‘Bima 20’), tiga kultivar komposit (‘Srikandi’, ‘Sukmaraga’, dan ‘Lamuru’) dan satu kultivar komposit jagung lokal (jagung putih). Hasil menunjukkan kultivar hibrida memiliki performa yang baik pada lingkungan dengan pemberian N. Kultivar OP memiliki performa sedang pada seluruh lingkungan dan kultivar komposit lokal memiliki performa rendah di seluruh lingkungan.
Pengaruh Aplikasi Tiga Jenis Arang dan Klon terhadap Pertumbuhan Vegetatif Dan Serapan Unsur Silika (Si) Tebu (Saccharum Officinarum L.) PT. Perkebunan Nusantara X Jengkol Kediri Priyo Dwi Siswanto; Dody Kastono; Nasih Widya Yuwono
Vegetalika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.344 KB) | DOI: 10.22146/veg.37162

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas utama di Indonesia yang merupakan tanaman yang menghasilkan gula. Produksi gula nasional mengalami penurunan karena produktivitas tanaman tebu yang rendah. Pemberian bahan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi tanah baik fisika, kimia maupun biologi disebut amandemen (ameliorasi). Bahan alam yang dapat digunakan untuk mengatasi defisiensi hara dan meningkatkan efisiensi pemupukan yaitu dengan pemberian arang. Tanaman tebu sangat membutuhkan unsur Si dalam pertumbuhannya. Salah satu bahan organik yang mengandung Si tinggi yaitu arang. Kandungan Si dari berbagai sumber berbeda-beda, Si pada arang sekam padi merupakan yang tertinggi. Selain faktor pemupukan, faktor klon yang sesuai dengan lahan juga sangat penting untuk meningkatkan produksi tebu. klon merupakan suatu langkah yang ditempuh untuk memberbaiki sifat suatu tanaman baik dari segi kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi antara jenis arang dengan klon yang memiliki hasil pertumbuhan dan serapan hara paling baik. Penelitain dilakukan di lahan PT. Perkebunan Nusantara X Jengkol Kediri menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis arang dan yang kedua yaitu jenis klon tebu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2017-Februari 2018. Kombinasi perlakuan arang sekam padi dan klon tebu Bululawang mampu meningkatkan hasil pertumbuhan vegetatif tanaman tebu. Tebu klon Bululawang yang diaplikasikan dengan arang sekam padi mampu memperbaiki pertumbuhan vegetatif dan tebu Klon PS 882 yang diaplikasikan dengan arang kayu mampu meningkatkan serapan unsur Silika (Si). Arang sekam padi mampu meningkatkan diameter batang dan kandungan Si jaringan batang pada umur 140 hspt.
Fungsi Ekologis Vegetasi Taman Denggung Sleman sebagai Pengendali Iklim Mikro dan Peredam Kebisingan Alun Erdianto; Siti Nurul Rofiqo Irwan; Dody Kastono
Vegetalika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.987 KB) | DOI: 10.22146/veg.41374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi ekologis vegetasi sebagai pengendali iklim mikro dan peredam kebisingan, menganalisis jenis vegetasi Taman Denggung serta membuat rekomendasi tata hijau Taman Denggung berdasarkan aspek fungsi ekologisnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2018 di Taman Denggung, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Studi ini menggunakan metode survei dengan pengambilan data lapangan dan analisis deskriptif untuk tujuan fungsi pereduksi kebisingan, pemecah angin, dan penurun suhu di Taman Denggung. Hasil inventarisasi dianalisis berdasarkan kriteria fungsi ekologis yang kemudian dibandingkan dengan literatur. Teknik penilaian fungsi ekologis menggunakan rumus Key Performance Index (KPI) untuk memberi nilai pada masing-masing kriteria. Keberadaan vegetasi berupa pohon di Taman Denggung mampu mereduksi kebisingan sebesar 8,6 dBA, mengurangi suhu sebesar 2,25 °C dan meningkatkan kelembaban udara sebesar 5,3 % serta mampu memperlambat kecepatan angin sebesar 0,60 m/s. Jenis vegetasi di Taman Denggung yang memiliki karakteristik morfologi baik sebagai peredam kebisingan 57,47 %, sebagai penurun suhu 57,34 %, sebagai kontrol kelembaban udara 38,53 %, dan sebagai penahan angin 95,41 %.
Pendugaan Parameter Genetik beberapa Komponen Hasil Calon Galur Teh Keturunan Kedua Hasil Perbanyakan Vegetatif Andrew Budiherlando; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.157 KB) | DOI: 10.22146/veg.42027

Abstract

Salah satu sebab rendahnya produktivitas teh nasional adalah umur perdu yang sudah tua sehingga perlu pengembangan varietas baru yang dapat dibudidayakan secara nasional. Teh unggul yang diperbanyak secara vegetatif, harus memiliki daya waris tinggi terhadap sifat yang dimilikinya. Penelitian bertujuan mengetahui nilai duga parameter genetik hasil perbanyakan vegetatif kedua (V2) beberapa klon teh pada beberapa lokasi penanaman. Penelitian dilaksanakan dibulan Juli-Desember 2017 di PT Pagilaran afdeling Sanderan, Kayulandak, dan Andongsili. Klon yang digunakan yaitu PGL10, PGL11, PGL12, dan PGL15. Penelitian menggunakan Splitplot dengan dua faktor yaitu  klon teh dan lokasi penanaman. Hasil pengamatan berupa komponen hasil 4 kali pemetikan dianalisis dengan ANOVA serta uji lanjut Scottnott dan AMMI. Hasil penelitian menunjukkan Panjang  dan Lebar Daun, Potensi Daya Hasil, Panjang Tangkai, Berat Kering Daun, Peko dan Tangkai, Berat Segar Peko, dan Jumlah Peko memiliki nilai genetik tinggi. Berat Segar Daun dan Berat Segar Tangkai memiliki nilai genetik rendah. Panjang Daun, Potensi Daya Hasil, Berat Kering Daun dan Peko cenderung memiliki pertumbuhan yang dipengaruhi lingkungan. Lebar Daun, Panjang Tangkai, Berat Kering Tangkai, Berat Segar Peko dan Jumlah Peko memiliki pertumbuhan yang tidak dipengaruhi lingkungan. Parameter genetik pada komponen hasil klon yang berinteraksi dengan lingkungan memiliki pertumbuhan paling baik pada Klon PGL10, 11 dan 12. Parameter genetik pada komponen hasil klon yang tidak berinteraksi dengan lingkungan memiliki pertumbuhan paling baik pada klon 10 dan 12. PGL11, 12, dan 10 tumbuh optimal di Kayulandak sementara PGL15, 12 dan 10 tumbuh optimal di Andongsili dan Sanderan.
Invigorasi Osmoconditioning dengan Kalsium Klorida untuk Perbaikan Mutu Fisiologis Benih Padi Hitam Lokal (Oryza sativa L.) Chailendriani Pradaneira Anwar; Yudono Prapto
Vegetalika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.849 KB) | DOI: 10.22146/veg.42806

Abstract

Umumnya hasil panen benih padi hitam lokal musim sebelumnya disimpan untuk digunakan pada pertanaman selanjutnya. Deteriorasi atau kemunduran benih pada saat penyimpanan benih merupakan proses yang pasti terjadi dan tidak dapat balik. Invigorasi osmoconditioning dengan kalsium klorida (CaCl2) diketahui mampu meningkatkan aktivitas α-amilase yang berperan dalam perkecambahan dan mendukung pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mutu fisiologis benih padi hitam lokal lama yang diberi perlakuan osmoconditioning kalsium klorida dengan benih hitam baru, mengetahui lama perendaman dan konsentrasi kalsium klorida yang optimal serta kombinasi perlakuan terbaik terhadap mutu fisiologis benih padi hitam lokal yang telah dilakukan penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan Rumah Kaca Kebun Tridharma Banguntapan, Universitas Gadjah Mada pada bulan Maret — Mei 2018. Penelitian ini menggunaan benih yang telah disimpan 1 bulan (baru) dan 7 bulan (lama) rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu lama perendaman 6, 12, dan 24 jam. Faktor kedua konsentrasi CaCl2 (kontrol; 1,5; 3; 4,5; dan 6 %), dengan kontrol benih baru dan lama tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CaCl2 pada kisaran 1,887-3,161 % optimal terhadap parameter bobot segar bibit, bobot kering bibit, dan meningkatkan indeks vigor hipotetik bibit pada benih padi hitam lokal lama, serta lama perendaman 12 jam dengan 1,5 % CaCl2 memberikan nilai panjang akar terbaik, sedangkan lama perendaman 12 jam dengan 3 % CaCl2 memberikan nilai terbaik pada diameter batang.
Serapan Hara N, P, K dan Hasil Biji Kedelai (Glycine max L. Merrill) pada Pemberian Bokashi Pelepah Pisang pada Tanah Pasir Pantai Khavid Faozi; Prapto Yudono; Didik Indradewa; Azwar Ma'as
Vegetalika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.794 KB) | DOI: 10.22146/veg.45316

Abstract

The ability of several soybean varieties to absorb nutrient nitrogen, phosphorus and potassium (NPK) may be different in the new growing environment in coastal sands which are treated with bokashi made from banana stem. The aim of this study was to determine the NPK nutrient uptake and the responses of several soybean varieties to the level of banana stem bokashi application in coastal sand fields and to determine the optimum dose based on the yield of soybean seeds. The research was a field experiment conducted for 4 months from January until April 2017. Pot experiments in the field have been done in Samas coastal sands, Srigading Village, Sanden Sub-district, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. The factorial experiment (4x12) was repeated 3 times, arranged in a complete randomized block design (RCBD). The first factor was dose banana stem bokashi including 0, 20, 40, and 60 t.ha-1; was tested on 12 soybean cultivars namely Anjasmoro, Argomulyo, Burangrang, Demas 1, Dena 1, Devon 1, Gamasugen 1, Gema, Gepak Ijo, Grobogan, Kaba, and Slamet. The observational data were analyzed by the variant analysis of the error rate of 5% and if significantly different was followed by DMRT 5% error level. The results showed that bokashi made from the banana stem can be used as a soil enhancer for coastal sandy soil, as well as providing nutrients for the growth of soybean plants. Nutrient uptake of N, P, K, plant dry weight, and seed yields of Anjasmoro varieties, Argomulyo, Demas 1, Devon 1, Gepak Ijo, Kaba and Slamet increased with the application of banana stem bokashi at doses of  20 and 40 t.ha-1, and decreases at bokashi doses reaching 60 t.ha-1. The optimum dose of bokashi made from banana stem doses equals 35.80 t.ha-1 with a maximum seed yield of 22.24 g.pot-1.

Page 1 of 1 | Total Record : 6