cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
Pengaruh Tingkat Naungan dan Takaran Pupuk Kandang Kambing Etawa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) di Lahan Pasir Pantai Suhesti Mustika Ningrum; Tohari Tohari; Dyah Weny Respatie
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.332 KB) | DOI: 10.22146/veg.34876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat naungan kritis dan rekomendasi pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai Kultivar Dena-1 yang dibudidayakan di Lahan Pasir Pantai Samas, Bantul. Tujuan jangka panjang, informasi ini dapat digunakan sebagai tolok ukur petani dalam menentukan komposisi tanaman untuk sistem tumpangsari, pemilihan lokasi tanam, dan takaran pupuk kandang. Penelitian dilaksakan mulai bulan Maret-September 2016.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot design). Faktor utama (main plot) adalah naungan dengan tingkat 0%, 25%, dan 50%. Faktor kedua (sub plot) adalah pupuk kandang kambing Etawa takaran 0 ton/ha, 10 ton/ha, dan 20 ton/ha. Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan, fisiologi, dan agronomi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan berpengaruh nyata terhadap luas daun 42 hst, bobot kering tajuk, panjang akar, bobot kering tanaman 63 hst, bobot segar tanaman 42 dan 63 hst, bobot kering tanaman 63 hst, jumlah polong hampa dan berisi, umur mulai berbunga, umur mulai terbentuk polong, dan umur panen. Takaran pupuk kandang kambing Etawa berpengaruh nyata pada luas daun dan indeks luas daun 21 hst, jumlah daun, panjang akar, bobot segar dan kering tanaman 63 hst. Bobot segar akar 21 dan 42 hst, rasio akar/tajuk, jumlah polong hampa dan berisi, dan hasil kedelai. Terdapat interaksi antar perlakuan pada kadar klorofil a dan klorofil total 42 hst, koefisien a dan c tinggi tanaman 42 hst, panjang akar 63 hst. Tingkat naungan kritis terjadi pada naungan 59,25% pada takaran pupuk kandang kambing Etawa 20 ton/ha dan naungan 58,16% pada takaran pupuk 0 ton/ha. Kombinasi perlakuan yang paling baik adalah taraf naungan 25% dengan pupuk kandang kambing Etawa 10 ton/ha.
Keragaan Pertumbuhan Bibit Tiga Klon Teh (Camellia sinensis L.) pada Dua Media Pembibitan Ari Murti Ahmadi; Rani Agustina Wulandari; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.062 KB) | DOI: 10.22146/veg.37172

Abstract

Teh (Camellia sinensis L.) merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai peran besar dalam peningkatan devisa negara. Pembibitan teh merupakan hal yang penting diperhatikan karena akan menentukan pertumbuhan dan kualitasnya. Media pembibitan menjadi satu hal yang menjadi perhatian karena darisanalah bibit mendapat suplai unsur hara yang diperlukan yang akan mempengaruhi pertumbuhan. Arang sekam dan limbah baglog merupakan limbah yang sangat potensial untuk digunakan sebagai media pembibitan teh karena kandungan unsur haranya yang tinggi, ringan dan masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keragaan pertumbuhan bibit teh pada media yang ditambahkan dengan arang sekam dan limbah media jamur (baglog) dan dibandingkan dengan media kontrol yang selama ini digunakan. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap dua faktor (klon x media pembibitan) dengan empat ulangan. Faktor pertama berupa macam klon yaitu: TRI 2025, PS 1 dan TPS 93 dan faktor kedua berupa macam media tanam yaitu: tanah + arang sekam (1:2), tanah + limbah baglog (1:2) dan kontrol. Kontrol terdiri dari top soil dan sub soil dengan perbandingan 1:3. Data yang diperoleh diuji beda nyata perlakuannya dengan menggunakan sidik ragam (anova). Apabila pada sidik ragam perlakuan menunjukkan pengaruh nyata pada taraf 5%, maka untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan perlu dianalisis lagi dengan uji beda nyata jujur Tukey dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bibit pada tanah + arang sekam lebih baik dibandingkan pada media tanah + limbah baglog. Media tanah + arang sekam dapat dijadikan media pembibitan alternatif, adapun media tanah + limbah baglog cenderung menurunkan kualitas bibit teh.
Pengaruh Induksi Benih dengan Natrium Klorida terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Kultivar Kedelai (Glycine max L.) pada Cekaman Salinitas Mohamad Nur Eko Aji Prakoso; Budiastuti Kurniasih
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.409 KB) | DOI: 10.22146/veg.42753

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh induksi benih dengan larutan NaCl terhadap pertumbuhan dan hasil tiga kultivar kedelai dalam kondisi tercekam salin.  Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kawat, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan Maret-Agustus 2018. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor + 1 non-salin. Faktor pertama yaitu induksi benih dengan NaCl (mM) yang terdiri atas tiga konsentrasi yaitu 0 mM, 40 mM dan 80 mM. Faktor kedua adalah kultivar kedelai yang terdiri dari kultivar Anjasmoro, Dering dan Grobogan. Salinitas tidak mempengaruhi pertumbuhan pada ketiga kultivar, namun hanya pada kultivar Dering yang mengalami penurunan hasil. Dibandingkan tanpa induksi benih, induksi benih pada konsentrasi 80 mM NaCl secara signifikan meningkatkan bobot segar tajuk. Namun demikian, semua konsentrasi induksi benih tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil kedelai yang tercekam salinitas.
Response of Nezara viridula (Hemiptera: Pentatomidae) terhadap Beberapa Ekstrak Kasar Tanaman Asmanizar Asmanizar; Aldywaridha Aldywaridha; Edy Sumantri; Ratna Mauli Lubis
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.882 KB) | DOI: 10.22146/veg.45597

Abstract

Nezara viridula (Hemiptera: Pentatomidae) is an important pest of soybean crop in Indonesia mainly soy bean. The insect cause seed damaged and decreasing of seed quality and quantity. The research was conducted to evaluate the insecticidal potential plant crude extract on the mortality of Green Stink Bug, N. viridula. Plant crude extracts were used in this study extracted by Soxhlet extractor. The experiment was done as oral toxicity (stomach poison) by dipping the bean pod in the crude extract solution and fed to N. viridula adult. The concentrations were 0.5 and 0.25% (volume of extract/volume of solution, v/v). The crude extracts which caused mortality effect up to 90-100% were continued to find the LC50 value.  The results revealed that N. viridula mortality was affected by crude extracts. Crude extract of Annona muricata seed, Alpinia galanga rhizome and Jatropha curcas seed, at 0.5  and 0.25% concentration showed insects mortality up to  97.5-100%. Whilst, crude extracts of Lamtana camara,  Cymbopogon nardus leaf and clumb, and P. betle leaf caused insect mortality 47.50 to 55%. Probit analysis showed that J. curcas seed crude extract was highly toxic (LC50=0.005%) to N. viridula adult followed by A. galanga rhizome crude extract (LC50=0.022%) and A. muricata seed crude extract (LC50=0.031%). These crude extracts proved to be highly potent to control N. viridula. More studies are essential to test these crude extracts and it is potential application as botanical insecticides at screen house and field.
Identifikasi Karakter Morfologi dan Agronomi Penentu Kehampaan Malai Padi (Oryza sativa L.) Lidwina Arum Meta Widyaningtias; Prapto Yudono; Supriyanta Supriyanta
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.652 KB) | DOI: 10.22146/veg.50721

Abstract

Karakter morfologi dan agronomi seperti jumlah gabah per malai banyak, daun lebar, daun tipis, daun mendatar, daun cepat luruh, serta berumur genjah merupakan karakter penentu kehampaan gabah pada malai Padi Tipe Baru (PTB). Kehampaan gabah pada malai disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter morfologi padi penyebab kehampaan malai. Dua puluh satu padi nomor aksesi padi ditanam di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Maret hingga Agustus 2018 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Data pengamatan dianalisis dengan analysis of covariance (Ancova) dilanjutkan analisis korelasi dan analisis lintas (path analysis). Hasil penelitian mengatakan, kehampaan mampu mengurangi gabah isi sebesar 29.33%. Berdasarkan analisis korelasi karakter morfologi dan agronomi penyebab kehampaan malai antara lain panjang daun bendera, anakan produktif, kepadatan  malai dan gabah isi. Karakter tersebut beragam secara genetik sehingga dapat digunakan sebagai kriteria seleksi menurunkan kehampaan. Aksesi nomor 91 atau Q hitam dan 23 atau UGM*2 memiliki kehampaan rendah masing-masing sebesar 9.68% dan 9.92%, sehingga dapat digunakan sebagai tetua persilangan untuk menurunkan kehampaan.
Pengurangan Penggunaan Pupuk Urea Melalui Pemanfaatan Tanaman Turi Mini (Sesbania rostrata) pada Budidaya Jagung Manis Iqbal Effendy; Paiman Paiman; Neni Marlina
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.765 KB) | DOI: 10.22146/veg.53358

Abstract

The use of inorganic fertilizer in agriculture as well as on sweet corn cultivation is quite high. Inorganic fertilizer recommended for sweet corn is  35 kg urea ha-1, 150 kg TSP  ha-1 and 150 kg KCl ha-1. Besides high prices, its difficult to find when needed. To overcome this, an experiment was carried out by utilizing TM plants for reducing urea input. This research was carried out in Air Kuti Village, South Lubuklinggau District I, Lubuklinggau City, South Sumatera Province with an altitude of 110 meters above sea level (ASL), from April to June 2017. The experiment was arranged out in a randomized completely block design (RCBD) factorial 4 x 3 and repeated three times. The first factor was treatment combination of inorganic N fertilizer (urea) and TM plants consisted 4 kinds i.e: 75% urea and 1 TM plant, 50% urea and 2 TM plants, 25% urea and 3 TM plants, and 0% urea and 4 TM plants. The second factor was a frequency of urea application consisted of 3 levels i.e: 1-time application 15 days after planted (15 DAP), 2 times application (15 and 30 DAP), and 3 times application (15, 30 and 45 DAP). The results showed that application of urea fertilizer dosage of 25% recommended (108,75 kg urea ha-1) combinated with 3 stem of TM plants produced the best growth and yield of sweet corn. The frequency of urea application 3 times produced the best growth and yield of sweet corn.

Page 1 of 1 | Total Record : 6