cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Kesesuaian Sambungan Mini Tiga Kultivar Durian (Durio zibethinus L. ex Murray) dengan Batang Bawah Berbagai Umur Pradnya Paramita, Toekidjo, Setyastuti Purwanti
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur batang bawah terhadap keberhasilan penyambungan durian (Durio zibenthinus M), dan mengetahui kompatibilitas batang atas dan batang bawah beberapa varietas durian dalam penyambungan durian. Penelitian ini dilaksanakan di Penelitian ini dilaksanakan di kebun di desa Kaligesing, Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo pada bulan Oktober – Desember 2011. Rancangan yang digunakan adalah percobaan faktorial 2 faktor (3x3) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah varietas batang atas yang terdiri atas 3 macam yaitu: Batang atas Petruk, Batang atas Sunan dan Batang atas Sitokong. Faktor kedua adalah umur batang bawah yang terdiri atas 3 aras yaitu : Umur batang bawah 4 minggu, 6 minggu dan 8 mingu. Parameter yang diamati meliputi persentase keberhasilan penyambungan, pertambahan tinggi tanaman, diameter batang bawah, diameter batang atas, serta jumlah daun. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan umur 6 minggu memberikan hasil persentase keberhasilan penyambungan yang lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya pada masing-masing varietas batang atas. Sedangkan pada parameter tinggi tanaman terlihat interaksi perlakuan juga mempengaruhi. Kombinasi perlakuan batang atas varietas Sunan dengan umur batang bawah 6 minggu dan 8 minggu memberikan hasil yang terbaik diantara semua perlakuan. Tidak ada pengaruh interaksi maupun antar perlakuan yang nyata pada hasil pengamatan terhadap pertumbuhan diameter batang bawah, diameter batang atas dan jumlah daun.
Pengaruh Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L. Wilczek) di Lahan Pasir Pantai Bugel, Kulon Progo Wiwara Sunghening, Tohari, Dja’far Shiddieq
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon tiga varietas kacang hijau terhadap agroekosistem lahan pasir, serta pengaruh pemberian mulsa organik (jerami dan sekam) terhadap pertumbuhan dan hasil dari tiga varietas kacang hijau (Vigna radiata L. Wilczek) yang ditanam di lahan pasir pantai. Penelitian ini dilakukan di daerah Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial, dengan dua faktor yakni varietas kacang hijau, terdiri dari Vima-1, Murai, dan Lokal Wonosari, dan mulsa yang terdiri dari tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa sekam dengan dosis masing-masing 5 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan varietas Vima-1 dan Murai memiliki respons yang lebih baik dibanding varietas Lokal Wonosari pada penanaman di lahan pasir. Kacang hijau Vima-1 dan Murai mampu merespon penggunaan mulsa organik di lahan pasir pantai, dengan selisih hasil masing-masing 0,51 ton/ha dan 0,45 ton/ha dibanding tanpa mulsa. Kacang hijau Lokal Wonosari kurang merespon penggunaan mulsa organik, dengan selisih hasil sebesar 0,12 ton/ha dibanding tanpa mulsa. Mulsa organik merupakan faktor pendukung pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Mulsa jerami meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau sebesar 31,25% dengan hasil 2,7 ton/ha, diikuti mulsa sekam sebesar 6,25% dengan hasil 1,7 ton/ha. Hasil kacang hijau Vima-1 pada mulsa jerami sebesar 2,4 ton/ha yang memberikan keuntungan sebanyak Rp. 10.677.500,-.
Produktivitas Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Rakyat di Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Okto Maujana Purba, Toekidjo, Joko Prajitno
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1520

Abstract

Usaha peningkatan nilai ekspor hingga saat ini masih menemui hambatan karena umumnya kopi Indonesia bermutu rendah. Rendahnya mutu kopi Indonesia menyebabkan harga yang diterima petani rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas kopi Arabika dengan spesifik lokasi pada lahan pasiran (regosol) dengan ketinggian tempat 800 – 1500 mdpl dan type iklim D (daerah sedang) (Schmidt-Ferguson). Untuk mengevaluasi dan memberi saran kepada pemerintah daerah dan masyarakat umum, khususnva kepada petani tentang cara budidaya kopi Arabika agar diperoleh hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas kopi Arabika dengan spesifik lokasi pada lahan pasiran (regosol) dengan ketinggian tempat 800 – 1500 mdpl dan type iklim D (daerah sedang) (Schmidt-Fergoson). Metode yang digunakan adalah metode survei agronomi untuk mendapatkan data primer dan sekunder.Dari beberapa desa di Kecamatan Raya tersebut diambil 5 desa sebagai sampel yang diperkirakan memiliki tingkat intensifikasi yang berbeda dan produksi kopi yang lebih baik dibandingkan desa yang lain, dari tiap desa diambil satu kelompok tani, dan dari tiap kelompok tani diambil 10 petani sebagai sampel sehingga jumlah keseluruhan ada 50 petani sampel dan dilanjutkan dengan wawancara.Pengukuran di lahan petani meliputi data produksi buah pertanaman sampel serta komponen produksinya. Untuk membandingkan tingkat intensifikasi budidaya tanaman di dusun Nagatongah, Tambanan, Rayatonah, Baringin Raya dan Sinondang dengan menggunakan analisis Varians Rancangan Tersarang (Nested Design). Hasil penelitian menunjukkan dusun Tambahan lebih baik produksi kopi arabika dibandingkan dusun Nagatongah, Rayatonah, Baringin Raya dan Sinondang. Pengaruh langsung karakter agronomi yang paling kuat mempengaruhi produksi kopi di dusun Nagatongah, Tambahan, Baringin Raya dan Sinondang adalah diameter kanopi. Produksi kopi Arabika di Kecamatan Raya lebih banyak dipengaruhi oleh karakter agronomi yaitu jumlah cabang produktif, jumlah tandan per cabang, jumlah buah per tandan, total buah perpohon dan diameter kanopi.
Analisis Keragaman Genetik Enam Varietas Pummelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) untuk Ketahanan Terhadap Huanglongbing Menggunakan Penanda RAPD Putri Prasetyaningrum, Aziz Purwantoro, Siti Subandiyah
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1521

Abstract

Enam kultivar Pummelo : Raja, Ratu, Pangkajahe Merah, Pangkajahe Putih, Nambangan, dan Magetan di inokulasi dengan Candidatus L. asiaticus untuk mengetahui keragaman tanggapan ketahanan terhadap Huanglongbing. Keragaman dinilai berdasarkan intensitas penyakit, konformasi molekuler Candidatus L. asiaticus pada jaringan tanaman, dan keragaman molekuler pummel dengan analisis RAPD. Pangkahjahe Putih dinilai resisten terhadap HLB karena memiliki intensitas penyakit 0% dan hasil negatif dalam konformasi molekul Candidatus L. asiaticus. Hasil analisis RAPD diperoleh bahwa 865 bp merupakan fragmen yang dapat dikaitkan dengan kerentanan terhadap HLB.
Pengaruh Jenis dan Kadar Air Media Simpan Terhadap Viabilitas Benih Lengkeng (Dimocarpus longan Lour.) Rina Dwi Pratiwi, Rohmanti Rabaniyah, dan Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1522

Abstract

Benih lengkeng termasuk benih rekalsitran yang bersifat cepat kehilangan viabilitas, tidak dapat dikeringkan di bawah kadar air kritis, kadar air benih tinggi sehingga mudah berkecambah, dan tidak toleran terhadap suhu yang membekukan. Viabilitas benih lengkeng dapat dipertahankan apabila disimpan dalam kondisi lembab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kadar air media simpan yang tepat untuk mempertahankan viabilitas benih lengkeng tetap tinggi selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan Rumah Kaca, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan April-Juni 2011. Metode yang digunakan adalah rancangan faktorial 3 x 3 + 1 yang disusun secara acak lengkap dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah jenis media simpan, yaitu serbuk arang kayu, arang sekam, dan serbuk gergaji, sedangkan faktor kedua adalah kadar air media simpan antara lain 30%, 40%, dan 50%, ditambah dengan perlakuan tanpa media simpan (kontrol). Penelitian dilaksanakan selama 30 hari dengan melakukan pengujian viabilitas pada awal penyimpanan dan setiap 5 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan dengan ketiga media simpan dapat mempertahankan daya tumbuh benih optimal hingga 20 hari, sedangkan penyimpanan pada benih tanpa media hanya dapat bertahan selama 10 hari penyimpanan.
Pengaruh Takaran Pupuk Kompos Sampah Pasar Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merill) Rio Marthin, Dody Kastono, Rohmanti Rabaniyah
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1523

Abstract

Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai pupuk organik adalah sampah pasar. Selama ini sampah masih menjadi masalah karena menimbulkan bau dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Namun bila dikelola dengan baik, dapat menjadi bahan yang bermanfaat. Sampah yang telah dibakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dikumpulkan dan dikemas kembali dan dijual sebagai kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran pupuk kompos sampah pasar dan mendapatkan takaran pupuk kompos sampah pasar yang paling sesuai bagi pertumbuhan dan hasil kedelai hitam yang terbaik. Penanaman kedelai hitam dilakukan di lahan KP4 UGM, Kalitirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai bulan Maret sampai Juli 2011. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 2 kontrol dan 5 takaran pupuk kompos sampah pasar sebagai perlakuan dan 3 blok sebagai ulangan. Adapun susunan perlakuan pada percobaan ini yaitu kontrol 1 (tanpa pupuk kompos sampah pasar dan pupuk anorganik); kontrol 2 (tanpa pupuk kompos sampah pasar tetapi menggunakan pupuk anorganik); pupuk kompos sampah pasar dengan takaran 1,0, 1,5, 2,0, 2,5, dan 3,0 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos sampah pasar pada takaran 1-3 ton/ha tidak meningkatkan hasil kedelai hitam Mallika dibandingkan tanaman tanpa pemupukan maupun tanaman yang diberi pupuk anorganik. Takaran pupuk kompos sampah pasar 1-3 ton/ha masih sangat kecil untuk mendapatkan hasil kedelai hitam Mallika yang maksimal.
Uji daya Hasil Delapan Galur Harapan Padi Saawah (Oryza sativa L.) Suciati Eka Chandrasari, Nasrullah, Sutardi
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1524

Abstract

Delapan galur harapan padi sawah dievaluasi dengan dua varietas padi yang umum dibudidayakan: IR-64 dan Ciherang sebagai pembanding. Percobaan menggunakan rancangan acak blok lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Pengamatan dilakukan pada tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga dan panen, bobot 1000-butir, jumlah biji per rumpun, dan hasil. Data yang diperoleh dilakukan analisis varian dan analisis lintas untuk menentukan komponen hasil yang paling berpengaruh terhadap hasil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedelapan galur harapan padi sawah setara dengan varietas pembanding. Hasil padi sangat tergantung pada jumlah anakan produktif.
Pematahan Dormansi Umbi Bawang Merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum) dengan Perendaman Dalam Ethepon Turna Wahyu Novia Wardani, Rohmanti Rabaniyah, Endang Sulistyaningsih
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama dormansi, konsentrasi dan frekuensi perendaman ethepon yang tepat untuk mempercepat pematahan dormansi serta pengaruh perendaman ethepon terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah “Tiron”. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada bulan Oktober 2010 sampai dengan Februari 2011. Rancangan yang digunakan adalah rancangan faktorial 4x3+1 dengan 2 faktor dan disusun menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi ethepon yang terdiri atas 4 aras, yaitu (akuades) 0 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm, dan 4000 ppm. Faktor kedua yaitu frekuensi perendaman ethepon yang terdiri atas 3 aras, yaitu sekali, dua kali, dan tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan periode dormansi umbi bawang merah “Tiron” berlangsung selama 41 hari. Perlakuan perendaman baik dengan akuades (0 ppm) maupun dengan ethepon konsentrasi 2000-4000 ppm tidak dapat mematahkan dormansi umbi bawang merah “Tiron”. Perendaman ethepon dengan konsentrasi 4000 ppm menghambat pertumbuhan tunas umbi setelah ditanam. Perendaman ethepon dengan frekuensi lebih dari 1 kali (2-3 kali) memperpanjang masa dormansi umbi bawang merah.
Pengaruh Salinitas Terhadap Komponen Hasil Empat Belas Kultivar Sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) Unaiyatin Hasanah, Taryono, Prapto Yudono
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1526

Abstract

Sorgum merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang dapat dijadikan bahan baku bioetanol. Pengembangan sorgum sebaiknya dilakukan di lahan marginal diantaranya lahan salin sehingga tidak meningkatkan kompetisi lahan dengan tanaman pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap komponen hasil empat belas kultivar sorgum. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tridharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta menggunakan rancangan lingkungan acak lengkap dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama terdiri dari 14 kultivar sorgum yaitu UPCA-S1, Mandau, Langka Kito, UGM SS1, Durra, B-69, B-72, B-75, B-76, B-83, B-90, B-92, B-95, B-100. Faktor kedua adalah konsentrasi larutan garam meliputi kontrol (tanpa garam), 150, 300, dan 450 mM. Pemberian larutan garam dilakukan pada saat semai dan saat umur 14 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan garam hingga konsentrasi 450 mM tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat segar dan berat kering tajuk, dan ˚Brix batang saat vegetatif akhir. Pemberian larutan garam secara nyata meningkatkan ˚Brix batang sorgum saat panen.
Pengaruh Waktu Pangkas Pucuk dan Frekuensi Pemberian Paklobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Kembang Kertas (Zinnia elegans Jacq.) Venti Winardiantika, Dody Kastono, Sri Trisnowati
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pangkas pucuk dan frekuensi pemberian paklobutrazol atau interaksinya terhadap pertumbuhan dan pembungaan kembang kertas dan menentukan waktu pangkas pucuk dan frekuensi pemberian paklobutrazol atau interaksinya yang paling sesuai bagi pertumbuhan dan pembungaan kembang kertas dalam pot. Penelitian dilaksanakan di desa Kaponan, kecamatan Pakis, kabupaten Magelang, Jawa Tengah dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2011. Percobaan menggunakan Rancangan Faktorial (3 x 3) + 1 yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu pemangkasan pucuk terdiri dari 3 aras yaitu 5, 6, dan 7 minggu setelah semai dan faktor kedua adalah frekuensi pemberian paklobutrazol yang terdiri dari 3 aras yaitu 1, 2, dan 3 kali. Tanaman tanpa perlakuan sebagai kontrol. Analisis varian dilakukan terhadap hasil pengamatan yang diperoleh dan dilanjutkan dengan Uji Berganda Duncan (DMRT) apabila terdapat beda nyata antar perlakuan. Perbedaan pengaruh antara kontrol dan kombinasi perlakuan dianalisis dengan Uji Kontras Ortogonal pada tingkat kepercayaan 95 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pangkas pucuk maupun frekuensi pemberian paklobutrazol menyebabkan pemendekan tanaman, tetapi tidak efektif dalam meningkatkan jumlah cabang total, jumlah cabang produktif, dan jumlah bunga. Perlakuan pangkas pucuk menunda umur berbunga tanaman. Semakin cepat waktu pangkas pucuk dilakukan semakin pendek tanaman, nilai kekompakan tanaman semakin tinggi, warna bunga cerah, dan bunga mekar serempak. Aplikasi paklobutrazol 1 kali menghasilkan tanaman yang paling pendek tetapi Aplikasi 3 kali menghasilkan kekompakan tanaman tinggi, warna bunga cerah, dan bunga mekar serempak.