cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Pertumbuhan Tanaman dan Hasil Umbi Daun Dewa (Gynura procumbens Back.) pada Berbagai Intensitas Cahaya dan Pemangkasan Daun Ikhsanah Ratri Astuti, Rohlan Rogomulyo, Sri Muhartini
Vegetalika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1600

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya dan pemangkasan daun terhadap pertumbuhan dan hasil umbi daun dewa (Gynura procumbens Back.) serta mendapatkan interaksi yang paling baik antara intensitas cahaya dan pemangkasan daun terhadap pertumbuhan dan hasil umbi daun dewa. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan milik Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, pada bulan Agustus sampai Desember 2011.Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap split plot dengan 3 ulangan sebagai blok. Perlakuan utama adalah intensitas cahaya yaitu 4 minggu tanpa naungan, 11 minggu naungan 50%; intensitas cahaya 75%; dan intensitas cahaya 50%. Anak perlakuan adalah pemangkasan daun yaitu tidak dipangkas, pemangkasan 25% daun dari total daun, dan pemangkasan 50% daun dari total daun.Tidak terdapat interaksi antara intensitas cahaya dan pemangkasan daun pada semua variabel pengamatan. Intensitas cahaya 50% secara nyata dapat meningkatkan jumlah anakan dan intensitas cahaya 75% secara nyata meningkatkan berat daun khas. Pemangkasan 25% daun meningkatkan rasio akar tajuk daun dewa. Intensitas cahaya ataupun pemangkasan daun tidak berpengaruh nyata terhadap hasil umbi daun dewa.
Kualitas Benih Kacang Hijau (Vigna radiata (L.) R.Wilczek) pada Pertanaman Monokultur dan Tumpangsari dengan Jagung (Zea mays L.) Silwanus J. Zebua, Toekidjo, Rohmanti Rabaniyah
Vegetalika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pertumbuhan tanaman dan kualitas benih kacang hijau yang ditanam secara tumpangsari dengan tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Banguntapan dan di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, pada bulan Oktober 2011 sampai Januari 2012. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2 x 4 yang disusun secara RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap). Faktor pertama yaitu varietas kacang hijau, terdiri atas varietas Walet dan varietas Vima-1 sedangkan faktor kedua yaitu sistem penanaman, terdiri atas monokultur kacang hijau, tumpangsari dengan 3 baris
Pengaruh Warna Mulsa Plastik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung (Solanum melongena L.) Tumpangsari dengan Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) Kusumasiwi A.W.P, Sri Muhartini, Sri Trisnowati
Vegetalika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1602

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh warna mulsa plastik terhadap pertumbuhan dan hasil terung yang ditanam secara monokultur atau secara tumpangsari dengan kangkung darat, serta mengkaji kelayakan usaha taninya. Penelitian dilaksanakan di desa Banyudono, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang, Jawa Tengah mulai bulan Maret 2011 sampai bulan Oktober 2011. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial 2x4 yang disusun menurut rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama merupakan sistem tanam yang terdiri dari 2 (dua) macam yaitu pertanaman terung monokultur dan tumpangsari terung dengan kangkung darat. Faktor kedua merupakan warna mulsa terdiri dari 3 (tiga) macam yaitu bening, hitam dan hitam-perak. Pertanaman tanpa mulsa plastik ditambahkan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa plastik warna hitam dan hitam-perak nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung baik yang ditanam secara monokultur maupun tumpangsari dengan kangkung darat. Penanaman kangkung darat di antara baris tanaman terung tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan terung tetapi nyata menurunkan hasil yang dinyatakan dalam jumlah buah, bobot buah/tanaman, bobot buah/petak produksi, dan bobot buah/hektar. Mulsa plastik hitam-perak paling sesuai digunakan pada pertanaman terung monokultur sedangkan mulsa plastik hitam paling sesuai digunakan pada pertanaman tumpangsari terung dengan kangkung darat. Hasil analisis kelayakan usaha tani menyebutkan bahwa budidaya terung baik secara monokultur atau tumpangsari dengan kangkung darat menggunaan mulsa plastik layak untuk dikembangkan.
Gulma di Pertanaman Padi (Oryza sativa L.) Konvensional, Transisi, dan Organik Dia Fitri Novita Lestari, Didik Indradewa, Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pertanian konvensional, transisi, dan organik terhadap perubahan komposisi dan dominansi gulma, mengetahui jenis gulma yang dapat dijadikan sebagai indikator dan membandingkan pertumbuhan gulma di lahan konvensional, transisi dan organik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2011 hingga Mei 2012 di Gabungan Kelompok Tani Permatasari, Desa Tirtosari, Sawangan, Magelang. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dan merupakan pecobaan perbandingan antar lokasi berrdasarkan cara budidaya yang berbeda yaitu budidaya padi secara konvensional, transisi 1, transisi 2, transisi 3, dan organik yang ditanami dengan tanaman padi (Oryza sativa L.) Menthik Wangi Susu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 ulangan pada setiap lokasi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat tanaman memasuki fase vegetatif awal hingga fase menguning jumlah spesies gulma, jumlah individu gulma, dan skor kerapatan gulma di lahan organik lebih banyak dan rapat dibandingkan dengan lahan konvensional, transisi 1, transisi 2, dan transisi 3. Gulma indikator di lahan konvensional yaitu jenis gulma daun lebar Ludwigia adsecendens (L.) Hara, Eriocaulon cinereum R. Br., dan Pistia stratiotes L., di lahan transisi 1, transisi 2, dan transisi 3 gulma indikatornya yaitu jenis gulma tekian spesies Eriocaulon cinereum R. Br., dan di lahan organik jenis gulma daun lebar spesies Althernanthera philoxeroides (Mart.), Ludwigia peruviana (L.), Rotala leptopetala Koehne, dan Limnocaris flava (L.) Buchenau. Pertumbuhan gulma seperti Nisbah Luas daun, luas daun, indeks luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan gulma, dan berat kering gulma di lahan organik juga lebih tinggi dibandingkan dengan lahan konvensional dan transisi.
Pengaruh Konsenterasi GA3 Terhadap Pembungaan dan Kualitas Benih Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) Zainal Arifin, Prapto Yudono, Toekidjo
Vegetalika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian GA3 pada berbagai konsentrasi terhadap pembungaan, kuantitas dan kualitas benih cabai merah keriting. Selain itu juga untuk mengetahui konsentrasi GA3 yang paling tepat dalam meningkatkan pembungaan, kuantitas dan kualitas benih cabai merah keriting sehingga diharapkan dapat mengurangi kerontokan bunga dan buah. Penelitian dilakukan di lahan petani di Desa Sumberrahayu, Moyudan, Sleman, Yogyakarta dengan jenis tanah inceptisol dan di LaboratoriumTeknologi Benih, Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan faktor tunggal yaitu konsentrasi dengan 4 aras yaitu 0 ppm (G0), 20 ppm (G1), 40 ppm (G2), dan 60 ppm (G3) dengan 3 ulangan, sehingga jumlah keseluruhan unit penelitian adalah 12 unit. Perlakuan yang digunakan adalah penggunaan larutan zat pengatur tumbuh (GA3). Langkah-langkah dalam penelitian ini terdiri dari persiapan alat dan bahan, penyiapan bibit dan perkecambahan biji. Variabel di lapangan yang diamati adalah umur berbunga, persentase bunga gugur, jumlah buah gugur, jumlah bunga, umur panen, jumlah buah jadi, jumlah biji, bobot biji, dan rendemen sedangkan di laboratorium yang diamati adalah bobot 100 biji, gaya berkecambah, indeks vigor, dan vigor hipotetik bibit. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan software SAS 9.1.3 dan jika ada beda nyata diuji lanjut dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% dan Polinomial Ortogonal untuk menetukan dosis optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh GA3 nyata perlakuan 20 ppm dapat mengurangi gugurnya bunga sebesar 42.69% sehingga jumlah bunga pertanaman meningkat 33.98% yang menyebabkan jumlah buah pertanaman bertambah sebesar 36.64%. Dengan demikian jumlah biji dan bobot 100 biji pun juga meningkat dengan nyata sebesar 59.18% dan 0.083%. Umur berbunga dan umur panen dengan nyata dapat diperpendek dengan pemberian GA3 40 ppm. Dosis optimal untuk variabel umur berbunga sebesar 36 ppm, persentase bunga gugur sebesar 43.36 ppm, umur panen sebesar 36.58 ppm, jumlah biji sebesar 31.56 ppm, bobot biji sebesar sebesar 30.5 ppm, dan bobot 100 biji sebesar 18.75 ppm. Pengaruh GA3 tidak nyata pada konsentrasi 20, 40, dan 60 ppm terhadap kontrol ( 0 ppm) pada variabel jumlah buah gugur, jumlah buah jadi, bobot buah pertanaman, gaya kecambah, indeks vigor, serta indeks vigor hipotetik. Dengan demikian pengaruh GA3 dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas benih cabai merah keriting.
Hasil dan Keragaman Genetik Tujuh Klon Teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) di Dua Lokasi dengan Ketinggian Berbeda Winursito, Suyadi MW, Sriyanto Waluyo
Vegetalika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1605

Abstract

Penelitian dengan judul hasil dan keragaman genetik tujuh klon the (Camellia sinensis (L.) Kuntze) di dua lokasi dengan ketinggian berbeda bertujuan untuk mengetahui daya hasil dan keragaman genetik tujuh klon teh berdasarkan pada kuantitas pucuk yang dihasilkan di kebun Pagilaran, Batang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari sampai dengan Mei 2012. Penelitian menggunakan Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan tujuh klon dan dua lokasi sebagai perlakuan. Klon yang digunakan adalah PGL 1, PGL 3, PGL 4, PGL 7, PGL 10, TRI 2025 dan Gambung 9 yang tersarang di kebun bagian Kayulandak (1300 m dpl) dan kebun bagian Andongsili (1100 m dpl). Variabel yang diamati adalah luas bidang petik, jumlah pucuk peko per tanaman, jumlah pucuk burung per tanaman, jumlah pucuk total per tanaman, bobot pucuk peko per tanaman, bobot pucuk burung per tanaman, bobot pucuk total per tanaman, bobot pucuk peko per plot, bobot pucuk burung per plot dan bobot pucuk total per plot.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh klon teh yang ditanam di dua lokasi dengan ketinggian tempat berbeda menunjukkan respon (bobot pucuk total per plot) yang tidak sama. Terdapat kecenderungan bobot pucuk total per plot pada kebun bagian Kayulandak lebih tinggi dibandingkan dengan kebun bagian Andongisili. Klon PGL 3, PGL 4 dan PGL 10 memiliki kecenderungan bobot pucuk total per plot lebih tinggi dibandingkan dengan klon-klon lainnya di kebun bagian Kayulandak, sedangkan di kebun bagian Andongsili kecenderungan serupa diperlihatkan oleh klon PGL 3, PGL 10 dan Gambung 9. Nilai koefisien variabilitas genetik (KVG) dan heritabilitas (H) yang tinggi diperlihatkan oleh variabel pangamatan jumlah pucuk peko per tanaman, bobot pucuk peko per tanaman dan bobot pucuk peko per plot.
KAJIAN ASPEK BUDIDAYA DAN IDENTIFIKASI KERAGAMAN MORFOLOGI TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera L.) DI KABUPATEN KEBUMEN Vina Eka Aristya, Djoko Prajitno, Supriyanta, Taryono
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1606

Abstract

Penelitian untuk mengetahui cara budidaya tanaman kelapa di kebun rakyat dan mengetahui keragaman morfologi tanaman kelapa di Kabupaten Kebumen, dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2008 menggunakan metode survei budidaya dan morfologi tanaman kelapa. Pengambilan contoh acak dilakukan secara berstrata antar kecamatan, antar desa, antar petani, antar tanaman. Pengamatan dan pengumpulan data dilakukan terhadap karakter morfologi tanaman kelapa meliputi sifat kuantitatif dan kualitatif yaitu morfologi batang, daun dan komponen buah Hasil penelitian menunjukkan budidaya tanaman Cocos nucifera di Kabupaten Kebumen telah sesuai dengan rekomendasi, dipandang dari segi pemindahan bibit ke lahan, pembuatan lubang tanam, waktu penanaman bibit ke lahan, pengendalian gulma, pengendalian hama kelapa Oryctes rhinoceros, tikus pohon (Rattus rattus tiomaticus) dan Kutu putih (Aleurodicus destructor Macki), serta umur pertama tanaman berbunga. Keragaman morfologi Cocos nucifera di Kabupaten Kebumen terdapat pada karakter tinggi dan lingkar batang, panjang dan lebar tangkai daun, tebal daging buah, berat utuh buah, berat air buah, berat tempurung buah, nilai persentase berat sabut per berat utuh buah, nilai persentase berat air buah per berat utuh buah, nilai persentase berat tempurung per berat utuh buah, umur tanaman pertama berbunga, umur panen buah, jumlah buah per tanaman per panen, jumlah tanaman per tahun yang dipanen, harga jual buah dan umur pertama tanaman diambil nira. Kata kunci  : Kelapa (Cocos nucifera L.), budidaya kelapa, keragaman morfologi.
Pengaruh Tingkat Naungan dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sambiloto (Andrographis paniculata NEES.) Tadma Adhitya, Rohlan Rogomulyo, Sriyanto Waluyo
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1613

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat naungan dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil sambiloto (Andrographis paniculata NEES.) serta mendapatkan interaksi yang paling baik antara tingkat naungan dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil sambiloto. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan milik Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, pada bulan Maret sampai Mei 2012.Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap split plot dengan 3 ulangan sebagai blok. Perlakuan utama adalah tingkat naungan yaitu tingkat naungan 0%, tingkat naungan 25%, dan tingkat naungan 50%. Anak perlakuan adalah dosis pupuk urea yaitu dosis pupuk urea 100 kg/ha, dosis pupuk urea 200 kg/ha, dan dosis pupuk urea 300 kg/ha.Tidak terdapat interaksi antara tingkat naungan dan dosis pupuk urea pada semua variabel pengamatan. Tingkat naungan 50% secara nyata dapat meningkatkan luas daun dan nisbah luas daun. Dosis pemupukan N2 (200 kg urea/ha) tidak memberikan beda nyata pada berat segar daun, berat kering daun, berat segar batang, dan berat kering batang sambiloto. Akan tetapi, dosis pemupukan N3 (300 kg urea/ha) secara nyata meningkatkan berat segar daun, berat kering daun, berat segar batang, dan berat kering batang sambiloto dibandingkan dengan N1 (100 kg urea/ha).Kata kunci: sambiloto, tingkat naungan, dosis pupuk urea
Pengaruh Mikoriza Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sorgum Manis (Sorghum bicolor L. Moench) pada Tunggul Pertama dan Kedua Avy Anggarini M., Tohari, Dody Kastono
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza dan bahan percobaan (biji dan tunggul) terhadap pertumbuhan dan hasil sorgum manis. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Tridharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang berlokasi di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada bulan Februari sampai Mei 2012. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (split plot). Petak utama adalah bahan percobaan terdiri dari 3 taraf yaitu biji, tunggul 1, dan tunggul 2. Anak petak adalah pemberian mikoriza terdiri dari 2 taraf yaitu tanpa mikoriza dan dengan mikoriza (5 g/lubang tanam). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam α = 5 %, dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) α = 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas biji sorgum manis yang berasal dari tunggul 2 (5,18 ton/ha) lebih rendah 38,33 % dari produktivitas sorgum manis yang berasal dari biji (8,40 ton/ha) dan lebih rendah 35,25 % dari produktivitas sorgum manis yang berasal dari tunggul 1 (8,00 ton/ha). Hasil nira tunggul 1 (539,29 l/ha) dan tunggul 2 (362,18 l/ha) lebih rendah 25,31 dan 49,84 % dari hasil nira sorgum manis yang berasal dari biji 722,07 l/ha. Pemberian mikoriza 5 g/lubang tanam memberikan hasil nira 611,51 l/ha yang meningkat 29,88 % dari tanpa pemberian mikoriza (470,84 l/ha).Kata Kunci : mikoriza, pengeprasan, sorgum manis, tunggul.
Pematahan Dormansi Benih Tanjung (Mimusops elengi L.) dengan Skarifikasi dan Perendaman Kalium Nitrat Djati Widhityarini, Suyadi Mw, Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1615

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan perendaman KNO3 terhadap kecepatan pematahan dormansi biji