cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Pengaruh Pemupukan Kalium Klorida dan Natrium Silikat Terhadap Umur Pajang Bunga Potong Kembang Kertas (Zinnia elegans Jacq.) Heri Suryono, Aziz Purwantoro, Benito Heru Purwanto
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1616

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk Kalium dan Silikat yang diberikan kepada tanaman kembang kertas (Zinnia elegans Jacq.) terhadap umur pajang bunga potong kembang kertas (Zinnia elegans Jacq.) setelah panen. Penelitian dilaksanakan di Kebun Tridharma Banguntapan, Bantul. Sedangkan analisa tanah dilakukan di Laboratorium Tanah Umum dan Kimia Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta dan Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu UGM Yogyakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis pupuk yaitu pupuk Si dan pupuk Kalium. Faktor kedua adalah dosis pupuk yaitu untuk pupuk Si 0 kg/Ha; 11,2 kg/Ha; 22,4 kg/Ha dan untuk pupuk Kalium 0 kg/Ha; 100 kg/Ha; 200 kg/Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dosis pemupukan Si dan K dapat meningkatkan diameter tangkai bunga, meningkatkan kekerasan tangkai bunga, serta memperpanjang umur pajang bunga potong kembang kertas. Pemberian dosis pupuk K 100 kg/Ha dan Si 11,2 kg/Ha menghasilkan umur pajang bunga potong kembang kertas paling lama yaitu selama 6,3 hari.Kata kunci: Silikon, Kalium, Zinnia elegans Jacq.
Pengaruh Warna Plastik dan Umur Pembrongsongan Terhadap Mutu Buah Jambu Biji (Psidium guajava L.) Indah Pengaruh Warna Plastik dan Umur PembrongsongNoorbaiti, Sri Trisnowati, Suyadi Mitrowiharjo
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh warna plastik dan umur pembrongsongan terhadap mutu buah jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian dilaksanakan di PT Mekar Unggul Sari, Cileungsi, Bogor mulai Januari 2012 sampai April 2012.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan petak terbagi yang disusun dalam  Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan utama adalah umur pembrongsongan yaitu 4 minggu setelah antesis dan 6 minggu setelah antesis, sedang anak perlakuan terdiri atas warna plastik pembrongsong yaitu biru, merah, hitam, kuning, dan bening. Satu perlakuan tanpa pembrongsongan bertindak sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan pada warna buah, bobot segar buah, panjang buah, diameter buah, susut bobot, kelunakan buah, padatan total terlarut, pH buah, asam tertitrasi, kandungan vitamin C, dan nilai organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam. Hasil analisis yang menunjukkan ada beda diuji dengan Duncan New’s Multiple Range Test pada α=5%.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara umur pembrongsongan dengan warna plastik pada semua variabel yang diamati. Buah yang tidak dibrongsong (kontrol) mengalami kerontokan 100%. Plastik biru menghasilkan warna buah jambu biji yang menarik (kuning cerah), plastik merah meningkatkan bobot segar buah, sedangkan plastik bening memiliki nilai padatan total terlarut (PTT) terbaik. Waktu pembrongsongan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel mutu buah.Kata kunci: jambu biji, mutu buah, pembrongsongan, warna plastik.
Pengaruh Pupuk Kalium Klorida dan Umur Penjarangan Buah Terhadap Hasil dan Mutu Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) ‘Pondoh Super’ Nurrochman, Sri Trisnowati, Sri Muhartini
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1618

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mendapatkan dosis pupuk kalium klorida (KCl) dan umur penjarangan buah yang dapat memberikan hasil dan mutu salak ‘Pondoh Super’ yang tertinggi. Penelitian ini dirancang menggunakan metode Petak Terbagi yang diatur dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 blok sebagai ulangan. Petak utama berupa dosis KCl yang terdiri atas 10 gram/tanaman, 20 gram/tanaman, dan 30 gram/tanaman. Anak petak berupa umur penjarangan buah yang terdiri atas tanpa penjarangan buah, penjarangan pada umur 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan setelah penyerbukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pupuk kalium klorida dan umur penjarangan buah pada bobot buah dalam tandan dan bobot buah tanpa tandan. Hasil salak tertinggi didapatkan pada tanaman yang dipupuk 20 gram KCl tanpa penjarangan buah. Penjarangan buah menghasilkan diameter buah lebih besar dan bentuk buah lebih baik. Kecuali kandungan vitamin C, pupuk KCl dan umur penjarangan buah tidak berpengaruh nyata pada karakter fisiko-kimia buah salak. Peningkatan dosis KCl menurunkan kandungan vitain C buah.Kata Kunci : hasil, kalium klorida, mutu, salak pondoh, umur penjarangan.
Pertumbuhan dan Hasil Dua Kultivar Selada (Lactuca sativa L.) dalam Akuaponika pada Kolam Gurami dan Kolam Nila Rofiq Fariudin, Endang Sulistyaningsih, Sriyanto Waluyo
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil dua kultivar selada (Lactuca sativa, L.) dalam akuaponika pada kolam gurami dan kolam nila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni tahun 2012 di kolam perikanan Fakultas Pertanian UGM. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah kolam yaitu kolam gurami dan kolam nila. Faktor kedua adalah selada yaitu selada merah dan selada hijau. Faktor selada tersarang pada kolam. Variabel pengamatan tanaman meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, kandungan klorofil daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman selada hijau lebih tinggi daripada selada merah. Diameter batang tanaman selada yang ditanam di kolam nila lebih besar daripada kolam gurami. Kehijaun daun selada merah lebih tinggi daripada selada hijau. Laju pertumbuhan tanaman selada yang ditanam di kolam nila lebih cepat daripada kolam gurami. Laju pertumbuhan tanaman selada merah lebih cepat daripada selada hijau. Jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, nisbah luas daun, bobot segar akar, bobot segar tajuk, laju pertumbuhan nisbi, laju asimilasi bersih, bobot kering akar, bobot kering tajuk, kadar air, dan bobot hasil per tanaman selada sama pada tiap perlakuan. Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa tanaman selada merah dan selada hijau dapat ditanam di kolam gurami maupun kolam nila dengan hasil yang masih belum optimal.Kata kunci : selada, kolam ikan, akuaponika.
Pengaruh Lama Penyinaran Ultraviolet-C dan Suhu Penyimpanan Terhadap Pematangan dan Nilai Organoleptik Buah Sawo (Manilkara zapota (L.) van Royen) Patmi Sera Wahyuni, Sri Trisnowati, Suyadi Mitrowiharjo
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran UV-C dan suhu penyimpanan terhadap pematangan dan nilai organoleptik buah sawo, serta untuk mendapatkan kombinasi perlakuan lama penyinaran UV-C dan suhu ruang simpan yang dapat menunda pematangan buah sawo tanpa menurunkan mutunya. Penelitian menggunakan 4 aras lama penyinaran UV-C yaitu tanpa penyinaran, 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Buah sawo yang telah disinari disimpan pada suhu kamar (27,13 – 28,11oC) dan suhu rendah (16,70 – 18,13oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara lama penyinaran UV-C dengan suhu penyimpanan pada pematangan dan nilai organoleptik buah sawo. Penyinaran UV-C tidak menghambat pematangan. Penyimpanan pada suhu rendah menghambat pematangan  buah sawo 6 hari lebih lama  dibandingkan penyimpanan pada suhu kamar. Lama penyinaran UV-C dan suhu penyimpanan tidak  berpengaruh nyata terhadap nilai organoleptik buah sawo.Kata kunci: Sawo, UV-C, suhu penyimpanan, pematangan, nilai organoleptik.
Keragaan Sembilan Kultivar Wijen (Sesamum indicum L.) dalam Berbagai Tingkat Salinitas Muhammad Syaiful Ma’arief, Taryono, Prapto Yudono
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1621

Abstract

Wijen merupakan tanaman penting penghasil minyak yang dibudidayakan di daerah tropis maupun sub tropis untuk diambil asam lemak, protein, vitamin serta asam aminonya. Produksi wijen dalam negeri tergolong rendah, peningkatan produksi wijen dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan marginal yang sering mengalami cekaman abiotik dengan penggunaan kultivar berdaya daya hasil tinggi yang sesuai untuk lahan marginal. Penelitian berjudul “Keragaan Sembilan Kultivar Wijen (Sesamum indicum L.) dalam Berbagai Tingkat Salinitas” bertujuan untuk mengetahui tanggapan beberapa kultivar wijen terhadap cekaman salinitas serta mengetahui daya adaptasil kultivar wijen pada budidaya lahan pasir pantai yang tercekam salinitas.Penelitian menggunakan pendekatan percobaan 9 x 6 faktorial yang diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah 9 kultivar wijen, sedang faktor kedua adalah 6 konsentrasi NaCl. Pengamatan meliputi daya hantar listrik tanah, tinggi tanaman, jumlah polong, jumlah cabang, dan berat biji per tanaman. Data dianalisis dengan pendekatan analisis varian dan apabila terdapat interaksi antarakultivar dan cekaman salinitas pada sifat bobot total biji kering per tanaman, analisis dilanjutkan menggunakan diagram GGE biplot.Pemberian larutan garam dengan konsentrasi 8 dan 10 g/l NaCl menghambat pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Pengaruh salinitas biasanya linier pada banyak sifat kecuali pada sifat akar. Dari analisis GGE biplot menunjukkan bahwa Gamawi 2 dan Sumberejo 3 cenderung sesuai pada kondisi tercekam salinitas dalam budidaya wijen lahan pasir pantai.Kata kunci : wijen, konsentrasi NaCl, budidaya pasir pantai
Kajian Perendaman Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) dalam Urin Sapi dan Air Kelapa untuk Mempercepat Pertunasan Asma Karimah, Setyastuti Purwanti, Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.2410

Abstract

Temulawak merupakan tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Dalam budidaya temulawak yang menjadi kendala adalah rimpang tidak tumbuh dengan cepat dan serempak. Penelitian mengenai pengaruh konsentrasi air kelapa dan urin sapi terhadap percepatan pertunasan temulawak bertujuan untuk memperpendek masa tertundanya pertunasan temulawak dan menentukan konsentrasi larutan urin sapi dan air kelapa yang paling baik bagi percepatan pertunasan bibit temulawak. Penelitian ini dilakukan di Padukuhan Pusmalang, Cangkringan, Yogkarta pada bulan Agustus hingga November 2012. Penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 8 pelakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perendaman dalam urin sapi konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, air kelapa konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, serta kontrol berupa perendaman dalam akuades dan tanpa perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman rimpang temulawak dalam air kelapa konsentrasi 50% dapat meningkatkan indeks vigor tanaman temulawak.
Pengaruh Inokulasi Mikoriza Arbuskula Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) pada Berbagai Interval Penyiraman Asmary Muis, Didik Indradewa, Jaka Widada
Vegetalika Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.2411

Abstract

Pada umumnya kedelai ditanam di sawah dan tegalan (lahan kering). Kedua jenis lahan ini berpotensi mengalami keterbatasan air. Kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil. Aplikasi mikoriza pada tanaman merupakan salah satu upaya untuk mengatasi terhambatnya pertumbuhan karena cekaman kekeringan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada kondisi air yang terbatas. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UGM, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dari bulan Juni hingga September 2012. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor. Faktor pertama dengan 2 aras yaitu tanpa inokulasi mikoriza dan inokulasi mikoriza. Faktor kedua dengan 3 aras interval penyiraman yakni setiap hari, 3 hari, dan 6 hari. Inokulasi mikoriza dilakukan sebelum benih ditanam sedangkan perbedaan interval penyiraman setelah tanaman berumur 4 mst. Kadar lengas tanah diukur sebelum dan setelah penyiraman. Infeksi mikoriza pada akar diamati pada vegetatif maksimum. Pengamatan terhadap sistem perakaran dan tajuk pada 8 mst serta pengamatan komponen hasil dan hasil tanaman pada saat panen. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara mikoriza dengan interval penyiraman. Inokulasi mikoriza dapat meningkatkan jumlah bintil akar dan tidak mendukung pertumbuhan akar dan tajuk serta tidak meningkatkan komponen hasil dan hasil tanaman kedelai. Peningkatan interval penyiraman menjadi 6 hari menurunkan kadar lengas tanah, menghambat pertumbuhan akar dan tajuk, menurunkan bobot kering total serta komponen hasil dan hasil tanaman
Pengaruh Macam dan Kadar Kitosan Terhadap Pematangan dan Mutu Buah Sawo (Manilkara zapota (L.) van Royen) Dedek Kurniawan, Sri Trisnowati, Sri Muhartini
Vegetalika Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.2412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam dan kadar kitosan terhadap pematangan dan mutu buah sawo (Manilkara zapota (L.) van Royen) dan menentukan kadar optimum kitosan yang dapat menunda pematangan dan menjaga mutu buah sawo terbaik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hortikultura dan Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu, Universitas Gadjah Mada pada bulan Juli sampai Desember 2012. Penelitian menggunakan rancangan factorial 2x6+1 yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah macam kitosan yaitu kitosan udang dan kepiting. Faktor kedua adalah kadar kitosan terdiri dari 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5% dan 3%. Buah sawo tanpa kitosan digunakan sebagai kontrol. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varian pada tingkat kepercayaan α = 5%. Apabila ditemukan beda nyata antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan pada tingkat kepercayaan α = 5%, dan juga uji kontras orthogonal untuk membandingkan rerata perlakuan dengan kontrol.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan dapat menghambat pematangan dan memperpanjang umur simpan buah sawo 2 – 3 hari. Pengaruh kitosan udang tidak berbeda nyata dengan pengaruh kitosan kepiting. Kitosan tidak mengubah kualitas buah sawo saat matang, kecuali pada visual quality rating (VQR) yang lebih rendah daripada VQR buah sawo kontrol. Kadar kitosan optimum untuk menunda pematangan dan memperpanjang umur simpan buah sawo adalah kadar 2,6%.
Korelasi Bobot Benih dengan Kejaguran Bibit Batang Bawah Karet (Hevea brasilliensis Muell.-Arg.) Yuli Eko Riyanto, Toekidjo, Setyastuti Purwanti
Vegetalika Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.2413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bobot benih beberapa klon karet dengan beberapa parameter kejaguran bibit batang bawah. Tingkat kejaguran bibit batang bawah secara fenotipik dapat terlihat dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, panjang akar, bobot segar dan bobot kering akar, serta bobot segar dan bobot kering tajuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 ulangan dan pengujian korelasi dilakukan dengan mengukur berat biji dari 5 klon karet, yaitu klon GT 1, PB 260, BPM 24, LCB 1320, dan PR 303, kemudian ditanam dan diamati parameter pertumbuhannya setiap seminggu sekali untuk data tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun, sedangkan data yang lain diperoleh pada pengamatan terakhir. Pengamatan data akhir menggunakan Leaf Area Meter untuk mengukur luas daun dan oven untuk mengetahui bobot kering akar dan tajuk tanaman. Data yang diperoleh dari pengamatan mingguan dan di akhir pengamatan diolah menggunakan program SAS 9.1 dan Microsoft Excel. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa benih berukuran berat pada klon GT 1, PB 260, BPM 24, dan PR 303 memiliki tingkat kejaguran lebih tinggi dibandingkan benih sedang maupun ringan, sedangkan benih berat pada klon LCB 1320 memiliki tingkat kejaguran sama seperti benih sedang maupun ringan.