cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Pengaruh Cekaman Air pada Masa Penanaman terhadap Anatomi dan Fungsi Xilem serta Waktu Pajang Bunga Potong Kenikir (Tagetes erecta L.) Roy Ridwan Kencana; Maryani Maryani
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.71370

Abstract

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan waktu pajang bunga potong demi meningkatkan nilai jualnya di pasar. Salah satu pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah dengan memicu pembentukan karakter anatomi jaringan xilem bunga potong yang lebih resisten terhadap embolisme, guna meningkatkan kemampuan rehidrasinya dengan memodifikasi kondisi lingkungan pada masa penanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari kondisi air yang berbeda pada masa penanaman terhadap karakter jaringan xilem, konduktivitas hidraulik batang, serta kemampuan rehidrasi dan waktu pajang bunga potong dari tanaman marigold (Tagetes erecta L.). Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana bibit tanaman berusia empat minggu ditumbuhkan selama dua bulan dengan tiga volume penyiraman harian yang berbeda, yakni sebanyak 20%, 60%, dan 100% kapasitas lapang (KL). Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan analisis variansi (ANOVA) serta uji lanjut BNT (beda nyata terkecil) dalam taraf signifikansi sebesar 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter struktural dan fungsional xilem pada tanaman Tagetes erecta L. hanya dapat terpengaruh oleh kondisi cekaman air berat (20% KL), yang berdampak negatif pada konduktivitas hidraulik batang, luas jaringan xilem, serta diameter lumen unsur pembuluh xilem. Akan tetapi, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada karakter jumlah maupun frekuensi unsur pembuluh tersebut. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun didapati perubahan pada karakter struktural dan fungsional xilem batang, cekaman air yang diberikan pada akhirnya tidak berhasil mempengaruhi kemampuan rehidrasi maupun waktu pajang bunga potong yang dihasilkan.
Keragaman Genetik Genotipe Mutan Cabai (Capsicum annuum L.) Hasil Iradiasi Sinar Gamma Berdasarkan Penanda Mikrosatelit Kristianto Nugroho; Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas; Muhammad Syukur; Puji Lestari
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.72861

Abstract

Analisis keragaman genetik mutan perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana perubahan genetik yang terjadi dibanding varietas asalnya. Mikrosatelit merupakan penanda molekuler yang dapat dimanfaatkan dalam analisis keragaman genetik mutan karena keberadaannya yang melimpah dalam genom tanaman, reproduksibilitas tinggi polimorfisme tinggi, dan bersifat kodominan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis keragaman genetik genotipe mutan cabai hasil iradiasi sinar gamma menggunakan penanda mikrosatelit serta memperoleh informasi tingkat polimorfisme dari penanda mikrosatelit yang digunakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Februari 2021 di Laboratorium Biologi Molekuler BB Biogen Bogor. Sebanyak sepuluh genotipe mutan cabai hasil iradiasi varietas Lingga generasi M2 yang menunjukkan perubahan pada ukuran buah dianalisis keragaman genetiknya menggunakan 27 penanda mikrosatelit. Kontruksi pohon filogenetik dan matriks kesamaan genetik dibuat menggunakan perangkat lunak NTSYS versi 2.1 sedangkan analisis polimorfisme marka dilakukan mengggunakan PowerMarker 3.25. Analisis filogenetik menunjukkan adanya pemisahan antara varietas Lingga dan genotipe mutan menjadi dua klaster pada koefisien kemiripan genetik 0,57. Dari kesepuluh genotipe mutan yang dianalisis terdapat tiga genotipe mutan dengan kemiripan genetik terendah dari varietas Lingga yaitu L275, L312, dan L352 dan satu genotipe dengan kemiripan genetik paling tinggi dengan varietas Lingga yaitu L106. Analisis tingkat polimorfisme menunjukkan bahwa terdapat enam penanda mikrosatelit dengan tingkat informativitas tinggi (PIC >0,7) yang dapat digunakan untuk menganalisis keragaman genetik mutan maupun sebagai alat bantu seleksi pada generasi selanjutnya.
Karakterisasi Delapan Galur Harapan Sorgum Manis (Sorghum bicolor L. Moench.) Indah Putri Utami; Supriyanta Supriyanta; Fatmawati Fatmawati
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.42804

Abstract

Karakterisasi delapan galur harapan sorgum manis (Sorghum bicolor L. Moench.) hasil pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Serealia dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2018 di Kebun Percobaan Tridharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai keragaman karakter morfologi dan agronomi delapan galur harapan sorgum manis, serta memperkirakan kemiripan karakter antar galurnya. Perlakuan yang diberikan berupa galur sorgum manis, yaitu SRM 11-2, SRM 42-3, SRM 47-1, SRM 48-1, SRM 51-2,  SRM 52-3, SRM 70-1, dan SRM 71-2, dibandingkan dengan dua varietas yaitu Numbu dan Super 1. Percobaan disusun dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Tanaman ditanam dengan jarak 75 x 20 cm pada petak percobaan berukuran 3 x 5 meter. Diamati sebanyak sepuluh tanaman perpetak sebagai sampel. Data kuantitatif dianalisis variansnya menggunakan uji anova dan diuji lanjut dengan uji HSD Tukey pada taraf 5%. Dari percobaan yang dilakukan, menunjukkan adanya keragaman karakter morfologi pada delapan galur harapan sorgum manis yang meliputi karakter warna hipokotil, warna biji, bentuk malai, kepadatan malai, tinggi tanaman, umur berbunga 50%, dan umur panen. Nilai heritabilitas karakter agronomi berkategori ‘sedang’ untuk diameter batang (0,41) dan kadar gula nira (0,36), dan berkategori ‘tinggi’ untuk karakter tinggi tanaman (0,94), umur berbunga 50% (0,67), dan umur panen (0,78). Berdasarkan analisis kemiripan, delapan galur harapan sorgum manis terbagi dalam lima kelompok besar berdasarkan kemiripan karakter di antara galur-galur.
Analisis Kekerabatan dan Keragaman Dua Puluh Lima Tanaman Sri Rejeki (Aglaonema sp) Berdasarkan Karakter Morfologi Irwan Gery Renaldi; Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.47739

Abstract

Dalam program perakitan varietas tanaman aglaonema unggul memerlukan beberapa informasi dasar sebagai bahan penentu arah pemuliaan tanaman. Melalui penelitian ini dilakukan karakterisasi berdasarkan morfologi tanaman aglaonema untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing tanaman dan mempelajari hubungan kekerabatan genetik antar tanaman aglaonema. Bahan penelitian yaitu 25 tanaman aglaonema antara lain : Pride of Sumatra, Ruby Super Pink, Ruby Kura, Suksom Jaipong, Asri, Nancy,Shinta, Legacy, Tiara, Legacy Putih, Tiara Putih, Kochin Brown, Sexy Pink, Ayu Green, Anjamani, Sartika, Charlie Brown, Snowwhite, Donacarmen, Big Leaf, Krisna Golden, Bidadari, Siam Aurora, Queen of Siam, dan Kanza. Hasil dari karakterisasi morfologi menghasilkan dendrogram dengan koefisien kemiripan sebesar 0,82 terbagi menjadi 2 klaster dan berdasarkan analisis komponen utama (PCA) tanaman aglaonema dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam kombinasi warna tunggal, kombinasi dua warna dan kombinasi tiga warna.
Keragaman Morfologi Bunga dan Buah Dua Puluh Aksesi Cabai (Capsicum sp.) Aminatun Nisa; Erlina Ambarwati
Vegetalika Vol 11, No 4 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.63923

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting di Indonesia. Tanaman asli benua Amerika ini memiliki lebih dari 20 spesies liar dan lima spesies yang umum dibudidayakan, yakni Capsicum frutescens, Capsicum annuum, Capsicum chinense, Capsicum baccatum, dan Capsicum pubescens. Karakterisasi morfologi merupakan kegiatan untuk mengetahui karakter keseluruhan suatu tanaman mulai dari organ vegetatif hingga generatif. Karakterisasi pada organ bunga dan buah penting karena kedua organ tersebut mampu secara jelas membedakan jenis cabai. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakter morfologi bunga dan buah cabai, menentukan hubungan kekerabatannya, dan mengidentifikasi karakter yang berhubungan dengan potensi hasil cabai. Penelitian ini dilakukan di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada, Kalitirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Agustus 2019 hingga Maret 2020. Identifikasi dilakukan terhadap 20 aksesi yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 aksesi cabai memiliki karakter morfologi bunga dan buah yang beragam. Aksesi Chenzo 1 dengan Chenzo 2 merupakan aksesi yang memiliki kekerabatan paling dekat. Karakter morfologi yang berkorelasi dengan bobot total buah per tanaman sebagai potensi hasil cabai adalah diameter mahkota bunga, panjang, diameter, dan bobot per buah cabai.
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Mikoriza Vesikula Arbuskula terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit Main Nursery pada Kondisi Cekaman Kekeringan Muhammad Hady Nugroho; Sri Suryanti; Arif Umami
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.64783

Abstract

Cekaman Kekeringan pada bibit kelapa sawit berpengaruh pada pertumbuhan tanaman mulai dari pertumbuhan tanaman terhambat, abnormal hingga tanaman mengalami kematian. Proses peningkatan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dapat dilakukan dengan melalui penambahan biostimulan. PGPR (Plant Growth PromotingRhizobacteria) dan MVA (Mikoriza Vesikula Arbuskula) merupakan biostimulan yang penting dalam perkebunan kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR dan MVA terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery pada kondisi cekaman kekeringan. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah mikroorganisme yang terdiri dari 1) kontrol atau tanpa mikroorganisme  2) MVA dan 3) PGPR. Faktor kedua adalah penyiraman yang meliputi penyiraman 1 hari sekali dan penyiraman 7 hari sekali, setiap perlakuan masing-masing 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mikroorganisme dan penyiraman tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit. Meskipun demikian penyiraman setiap hari dengan inokulasi MVA mampu meningkatkan volume akar.
Pengembangan Formula dan Pembuatan Controlled Release Fertilizer (CRF) untuk Bawang Merah Ilhamsyah Noor; Arfiana Arfiana; Era Restu Finalis; Endro Wahju Tjahjono; Hadi Suratno; Hamzah Hamzah; Agus Mulyono; Listiyo Dyah Nuraini; Jaim Jaim; Suradi Suradi; Hens Saputra
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.65667

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Data produksi bawang merah di Indonesia menunjukkan bahwa produktivitas hasil bawang merah tersebut masih dapat ditingkatkan. Pemupukan merupakan salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Efisiensi pemupukan harus ditingkatkan mengingat rendahnya efisiensi penggunaan pupuk buatan yang disebabkan oleh banyak faktor, antara lain karena kehilangan bahan aktif (nutrient) melalui proses degradasi mikrobial, volatilisasi ataupun tercuci oleh aliran permukaan. Salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk adalah CRF. Controlled Release Fertilizer (CRF) merupakan jenis pupuk dengan mekanisme pelepasan unsur hara secara berkala mendekati pola penyerapan oleh tanaman sehingga unsur hara yang terkandung dalam pupuk tidak terbawa oleh air. CRF yang dikembangkan merupakan formula pupuk lengkap untuk bawang merah yang meliputi makro nutrient (N, P, K), makro sekunder (Sulfur, Magnesium, Kalsium), serta mikro nutrient (Zinc, Cuprum, dan Asam humat). Berdasarkan rekomendasi badan litbang dan peraturan-peraturan terkait formula pupuk untuk bawang merah, dihasilkan 2 buah formula yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman bawang merah. Dihasilkan 2 buah prototype pupuk untuk tanaman bawang merah (NPK CRF 14-7-9-6-4-2 dan NPK CRF 16-7-10-6-2). Kedua pupuk tersebut di coating dengan menggunakan asam humat, dari hasil coating dengan menggunakan asam humat, nilai crushing strength dari granul pupuk meningkat 1,5x lipat dibandingkan sebelum di coating. Selain sifat asam humat yang dapat menghambat pelepasan N, peningkatan crushing strength juga dapat memperlambat proses degradasi granul pupuk.
Studi Karakter Sekunder Guna Seleksi Tidak Langsung Jagung Hibrida Toleran Nitrogen Rendah Slamet Bambang Priyanto; Roy Efendi
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.73128

Abstract

Seleksi langsung hasil biji pada jagung di kondisi Nitrogen rendah seringkali tidak efisien karena heritabilitas hasil biji yang rendah. Oleh karena itu, penggunaan seleksi tidak langsung melalui karakter sekunder perlu diterapkan untuk meningkatkan efisiensi seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter sekunder yang dapat diaplikasikan dalam seleksi tidak langsung hasil biji jagung pada kondisi N rendah. Penelitian ini dilakukan di IP2TP Bajeng Balai Penelitian Tanaman Serealia Sulawesi Selatan dimulai dari bulan Mei sampai September 2021. Penelitian ini disusun dalam rancangan tersarang menggunakan 72 genotipe jagung dan dua taraf pemupukan N (N1=100 kg N/ha dan N2=200 kg) sebagai perlakuan dengan dua kali ulangan. Tiga parameter, yaitu efisiensi relatif seleksi, heritabilitas dan keragaman genetik diamati untuk menentukan karakter sekunder yang dapat digunakan secara efisien untuk seleksi tidak langsung hasil biji jagung pada kondisi N rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter yang dapat digunakan dalam seleksi tidak langsung jagung toleran N rendah adalah tinggi tanaman dan tinggi tongkol.
Identifikasi Propagul Gulma pada Berbagai Jenis Tanah Sawah Paiman Paiman; Ardiyanta Ardiyanta; C. Tri Kusumastuti; Puguh Bintang Pamungkas; Muhammad Ansar
Vegetalika Vol 11, No 4 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.73437

Abstract

Gulma yang tumbuh ke permukaan tanah berasal dari simpanan biji gulma di dalam tanah. Terdapat banyak propagul gulma yang tersimpan di dalam tanah sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi propagul gulma pada berbagai jenis tanah sawah. Penelitian dilakukan sejak Februari hingga Mei 2019 di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah jenis tanah sawah terdiri atas empat macam, yaitu: tanah pasir pantai, vulkanik, latosol, dan regosol. Faktor kedua adalah kedalaman tanah terdiri atas enam aras, yaitu: 0-5, >5-10, >10-15, > 15-20, >20-25, dan >25-30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jenis gulma tertinggi pada tanah regosol, kemudian menurun pada tanah pasir pantai dan terendah pada tanah vulkanik dan latosol. Jumlah propagul gulma tertinggi terdapat pada tanah regosol di kedalaman >10-15 cm. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata jumlah propagul gulma antar jenis tanah maupun antar kedalaman tanah sawah. Kami menyarankan bahwa untuk pengendalian gulma agar berhasil maksimal, maka perlu disesuaikan dengan jenis tanah sawah untuk budidaya padi.
Persilangan Backcross 2 (BC 2) Galur Harapan Padi Hitam/Jeliteng//Jeliteng Arifah - Husna; Nandariyah - Nandariyah; Endang - Yuniastuti; Amalia Tetrani Sakya
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.73833

Abstract

Beras hitam saat ini mulai populer sebagai pangan fungsional seiring dengan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Namun, beberapa kendala budidaya mempengaruhi minat petani dalam memproduksi beras hitam, seperti umur tanaman yang panjang, kerentanan terhadap WBC, dan produksi yang rendah. Persilangan dapat dilakukan untuk membentuk tanaman baru dengan sifat yang diinginkan. Metode silang balik digunakan untuk memperbaiki varietas yang sudah mempunyai karakter yang baik, tetapi kurang unggul pada beberapa karakter. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh hasil persilangan backcross 1 dengan tetua (Padi Hitam Jeliteng) sehingga dapat dihasilkan benih generasi backcross 2 untuk dilanjutkan pada backcross generasi berikutnya. Metode persilangan yang digunakan adalah persilangan balik antara 6 nomor (BC1GH8; BC1GH13; BC1GH44; BC1GH46; BC1GH51; BC1GH52) hasil persilangan BC1 antara galur-galur potensial galur padi hitam/Jeliteng//Jeliteng yang disilangkan lagi dengan salah satu tetua, yaitu varietas Jeliteng. Seluruh data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pada variabel umur berbunga, masa pengisian bulir gabah, dan persentase keberhasilan persilangan. Persilangan backcross 2 menghasilkan keturunan F1 Backcross 2 yang bersifat fertil dan dapat digunakan sebagai tetua untuk persilangan backcross generasi berikutnya. Rata-rata persentase keberhasilan dari keseluruhan hasil set persilangan backcross 2 adalah 44,18%. Penelitian ini diharapkan memperoleh hasil persilangan backcross 1 dengan tetua (Padi Hitam Jeliteng) sehingga dapat dihasilkan benih generasi backcross 2 untuk dilanjutkan pada backcross generasi berikutnya.