cover
Contact Name
Anis Ervina
Contact Email
lp2makbidlatansa@gmail.com
Phone
+6287772706700
Journal Mail Official
lp2makbidlatansa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno-Hatta Pasir Jati By Pass Rangkasbitung Lebak Banten
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Obstretika Scientia
ISSN : 23376120     EISSN : 27164330     DOI : http://dx.doi.org/10.55171
Jurnal Obstretika Scientia adalah Jurnal penelitian Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro, yang terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juli dan Desember. ISSN : 2337-6120, e-ISSN : 2716-4330. Ruang Lingkup Penelitian terkait dengan ilmu Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Reproduksi serta Kesehatan Ibu dan Anak.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2025)" : 3 Documents clear
Agent of Change, Health Education Related to Decision Making and Independence of Families In Health Prevention of COVID-19 lindawati; Ani Fadmawaty; Wasludin
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 has become endemic, and it is crucial for families to be able to maintain health throughout this time. This includes being able to recognize infection signs or a family member's risk of contracting the virus and making the best medical options when a family member contracts Covid-19. When information, especially anything new, comes from someone close to them, individuals typically react quickly to it because they can observe the behavior and effect of the person delivering it. Methods: : This study uses a quasi-experimental design. The study focused on 150 families that served as change agents and gave health education to the families that had received it. Pre- and post-questionnaires on knowledge, community decision-making ability, and family independence will be used to gauge the effectiveness of the change agent. The nonparametric Wilcoxon test or t-test will be used for this purpose. Results: p value of 0.000 is assigned to the knowledge variable, the family's decision-making capacity, and the family's independence. Conclusions: These findings suggest that the agent of change has an impact on raising awareness, decision-making skills, and family independence in the healthcare.
Hubungan Waktu Penggunaan Gadget SebelumTidur Terhadap Durasi Tidur Malam Remaja Putri Di-Wilayah SMAN 1 Rangkasbitung Tahun 2025 Aminah; Daini Zulmi; Siti Khoirunnisa
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget sebelum tidur semakin meningkat di kalangan remaja putri dan berdampak pada gangguan durasi serta kualitas tidur. Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat menekan hormon melatonin yang mengatur siklus tidur, sehingga menyebabkan sulit tidur dan kurangnya waktu istirahat. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan hormonal. remaja perempuan merupakan calon ibu di masa depan yang kesehatannya berperan penting dalam melahirkan generasi yang sehat dan bebas dari stunting dimasa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu penggunaan gadget sebelum tidur dengan durasi tidur malam remaja putri di wilayah SMAN 1 Rangkasbitung tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 420 siswi, dan setelah dilakukan seleksi kriteria inklusi didapatkan 349 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner daring melalui Google Form dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan 54,2% responden menggunakan gadget dimalam hari dengan berlebihan dan 59,9% mengalami durasi tidur yang kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan gadget sebelum tidur dengan durasi tidur malam remaja putri. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 33,634 menandakan bahwa remaja yang menggunakan gadget secara berlebihan sebelum tidur berisiko 33 kali lebih besar mengalami durasi tidur yang kurang. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin lama durasi penggunaan gadget sebelum tidur, semakin pendek durasi tidur malam remaja putri. Diperlukan edukasi mengenai pentingnya penggunaan gadget yang bijak dan pentingnya tidur yang cukup sebagai upaya pencegahan stunting sejak usia remaja.
Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Asupan Protein Hewani, Durasi Pemberian ASI Ekslusif dan MP-ASI Dengan Kejadian Stunting Pada Usia 12-24 Bulan di Kp. Pagadungan Tahun 2025 Roslina; Rita Ariesta; Daini Zulmi; Yayu
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor, karakteristik orang tua, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, pemberian asupan makanan, serta praktik pemberian MP-ASI. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan distribusi,sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil berdasarkan analisis univariat, sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (52,6%), pendidikan terakhir SD (55,3%). Memiliki pendapatan Rp 1.000.000 (52,6%), sera memberikan asupan sesuai (65,8%). Mayoritas responden memberikan MP-ASI pada usia >6 bulan (57,9%) dan durasi pemberian sesuai (66,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan status gizi anak (p = 0,02), pendapatan dengan status gizi anak (p = 0,03), Asupan dengan status gizi anak (p = 0,01), MP-ASI dengan status gizi anak (p =0,04), Durasi pemberian makanan dengan status gizi anak (p =0,02). Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan,asupan,MP-ASI, dan durasi pemberian makanan dengan status gizi anak. Di harapkan dapat menjadi masukan bagi orang tua untuk meningkat pola asuh yang lebih baik dalam pencegahan stunting, serta bagi tenaga kesehatan dan pemerintah dalam menyusun program intervensi gizi dan edukasi keluarga guna menurunkan angka stunting pada balita usia 12-24 bulan.

Page 1 of 1 | Total Record : 3