cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020): April 2020" : 57 Documents clear
Prediksi Arah Kenaikan Indeks Sektoral yang Berada Di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Menggunakan Bayesian Network Benedikto Krisnandy Wijaya; Deni Saepudin; Aniq Atiqi Rohmawati
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peramalan data khususnya pergerakan indeks merupakan suatu metode yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam berinvestasi di pasar keuangan. Investasi saham sendiri dilakukan untuk meningkatkan aset pada masa depan. Dalam investasi juga harus mempertimbangkan hasil yang didapatkan atau biasa disebut return. Untuk bisa mengetahui pergerakan dan hubungannya di masa depan, dibutuhkan sebuah model untuk membantu meramalkan pergerakan harga saham. Dalam tugas akhir ini akan membahas tentang, bagaimana memprediksi arah kenaikan indeks sektoral yang berada di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan Bayesian Network dan Algoritma Naïve Bayes. Indeks sektoral yang digunakan adalah data historis mingguan dari tahun 2000 sampai 2018 yang setiap sektornya berjumlah sebanyak 984 minggu yaitu 02 Januari 2000 sampai 27 Desember 2015 yang berjumlah 828 minggu sebagai data training dan data testing antara 03 Januari 2016 sampai 30 Desember 2018 yang berjumlah sebanyak 156 minggu. Metode yang digunakan untuk mengetahui pergerakan setiap indeks adalah menggunakan Algoritma Naïve Bayes Diskrit dan Kontinu. Setiap indeks diasumsikan saling bebas dan hanya berkaitan degan nilai kurs dollar Amerika Serikat. Dari hubungan tersebut digunakanlah Bayesian Network untuk menggambarkan topologinya. Setelah itu, menentukan metode yang terbaik untuk perhitungan prediksi dengan melihat tingkat akurasi dari setiap metode dengan confusion matrix. Indeks yang terkait diantaranya adalah JKAGRI, JKCONS, JKFINA, JKINFA, JKMING, JKPROP, dan JKTRAD terhadap Kurs Dollar Amerika Serikat (USD/IDR). Nilai rata-rata akurasi pada Naïve Bayes Diskrit adalah sebesar 60.71% untuk data training dan 55.43% untuk data testing. Sedangkan nilai rata-rata akurasi pada Naïve Bayes Kontinu adalah sebesar 51.28% untuk data testing. Sektor nilai tukar USD/IDR lebih mempengaruhi JKINFA pada Data Training, sedangkan pada Data Testing lebih mempengaruhi JKAGRI dan JKCONS. Kata kunci : Indeks Sektoral, Bayesian Network, Naïve Bayes Diskrit, Naïve Bayes Kontinu, Data Historis Abstract Data forecasting, especially index movements, is a method used to assist decision making in investing in financial markets. Own stock investment is carried out to increase assets in the future. In investment must also consider the results obtained or commonly called return. To be able to know the movements and relationships in the future, we need a model to help predict stock price movements. In this final project will discuss about, how to predict the direction of the rise in sectoral indices on the Indonesia Stock Exchange (IDX) using the Bayesian Network and Naïve Bayes Algorithm. The sectoral index used is weekly historical data from 2000 to 2018, with each sector totaling 984 weeks, namely 2 January 2000 to 27 December 2015 totaling 828 weeks as training data and testing data between 3 January 2016 and 30 December 2018, totaling 156 Sunday. The method used to determine the movement of each index is using the Discrete and Continuous Naïve Bayes Algorithm. Each index is assumed to be independent and only relates to the value of the US dollar exchange rate. From this connection Bayesian Network is used to describe the topology. After that, determine the best method for calculating predictions by looking at the accuracy of each method with the confusion matrix. Related indexes include JKAGRI, JKCONS, JKFINA, JKINFA, JKMING, JKPROP, and JKTRAD against the US Dollar Exchange Rate (USD / IDR). The average accuracy in the Discrete Naïve Bayes is 60.71% for training data and 55.43% for testing data. While the average value of accuracy in Continuous Naïve Bayes is 51.28% for testing data. The USD / IDR exchange rate sector has more influence on JKINFA in Data Training, while in Data Testing it has more influence on JKAGRI and JKCONS. Keywords: Sectoral Indices, Bayesian Networks, Naïve Bayes Discrete, Naive Bayes Continuous, Historical Data
Analisa Interference Coordination Menggunakan Soft Frequency Reuse (sfr) Pada Cellular Heterogeneous Network Lydia Desta Monika; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan penggunaan seluler semakin berkembang, semua menginginkan terhubung dengan internet, permintaan terhadap kapasitas user yang meningkat dan area cakupan luas. Diperkenalkan Heterogeneous Network (HetNet) yang mengkombinasikan macro cell dengan small cel yang menggunakan daya transmisi rendah. Penggunaan HetNet dapat menyebabkan interferensi yang dapat menurunkan kualitas sinyal terima. Interferensi yang terjadi pada HetNet yaitu Co-tier interference dan Cross tier interference. Untuk menanggulangi interferensi dapat menggunakan interference coordination, salah satu metode yang digunakan yaitu Soft Frequency Reuse (SFR) yang memiliki ciri khas membagi daerahnya menjadi dua, yaitu cell center dan cell edge. Pada penelitian ini digunakan alokasi daya dan subcarrier untuk user. Hasil simulasi yang didapatkan untuk nilai SINR dan throughput pada Heterogeneous Network dengan menggunkan metode SFR mengalami peningkatan. Rata-rata nilai SINR yang diperoleh adalah sebesar 13,067 dB dan untuk nilai throughput memiliki nilai rata - rata sebesar 17,951 Mbps. Dibandingkan dengan user yang tidak menggunakan femto cell memiliki nilai rata- rata yang lebih rendah yaitu 7,548 dB untuk SINR dan 8,958 Mbps untuk nilai throughput. User yang berada di cell edge mendapatkan kualitas sinyal yang lebih baik. Kata kunci : Heterogeneous Network, SFR, SINR, throughput, interferensi Abstract Increased cellular usage is increasing, all needs are connected to the internet, demand for user capacity is increasing and areas are expanding. Introduced heterogeneous network (HetNet) which combines macro cells with small cells. Using HetNet can cause interference that can reduce the quality of the received signal. Interference that occurs in HetNet is Co-tier and Cross-tier interference. To overcome interference can use interference coordination, one of the methods used is Soft Frequency Reuse (SFR) which has the characteristic of dividing its area into two, namely the cell center and the cell edge. In this simulation the power and subcarrier allocations are used to the user. Simulation results obtained for the value of SINR and throughput on heterogeneous networks using the SFR method increase the increase. The average value of SINR obtained is 13,067 dB and for the value of throughput has an average value of 17,951 Mbps. Compared to users who do not use femto cells, they have a lower average value of 7.548 dB for SINR and 8.958 Mbps for throughput. Users on the edge of the cell get better signal quality. Keywords: Heterogeneous Network, SFR, Interference, SINR, Throughput
Potensi Kadar Konsentrasi Co2 Dan Pm2.5 Yang Dihasilkan Dari Pembakaran Sampah Organik Dan Anorganik Menggunakan Insinerator Suhartanto Nugroho; Indra Chandra; Rahmat Awaludin Salam
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu sumber polusi udara yang berasal dari antropogenik yaitu pembakaran sampah yang pada temperatur rendah/tinggi dapat menghasilkan gas (Karbon Dioksida/CO2) dan/atau partikulat (PM2.5). Oleh karenanya, pengelolaan sampah dengan menggunakan insinerator merupakan salah satu cara untuk membakar sampah dengan kemampuan memfilter emisi tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran konsentrasi CO2 dan PM2.5 pada pembakaran sampah daun (organik), botol plastik (anorganik), dan campuran (komposisi 1:1 dari sampah organik dan anorganik), serta derajat keasaman (pH) dan turbiditas pada cairan dari hasil kondensasi asapnya, dengan menggunakan insinerator dari Bandung Techno Park (BTP), yang berlokasi di Universitas Telkom, Bandung. Alat ukur diletakkan pada jarak 30 cm dari cerobong dengan bantuan blower untuk mengarahkan sebagian besar asapnya menuju ruang pengukuran. Teknik tersebut lebih optimal apabila dibandingkan dengan penempatan alat secara langsung pada keluaran cerobongnya yang menyebabkan terhalangnya deteksi konsentrasi massa partikulat pada sensor PM2.5 akibat asap tersebut. Dari hasil pengukuran menunjukkan bahwa konsentrasi puncak CO2 pada pembakaran sampah campuran mencapai ~5000 ppm. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan sampah anorganik (~3100 ppm) dan organik (~1200 ppm). Tingginya konsentrasi CO2 sebagian besar disebabkan oleh pembakaran sampah plastik yang mengalami proses gasifikasi yang lebih besar daripada sampah daun. Hal tersebut dapat dilihat pada tingkat kekeruhan larutan hasil kondensasi asap pembakaran anorganik yang lebih jernih (~400 NTU) dibandingkan dengan organik (~2000 NTU). pH larutan anorganik adalah 2, lebih rendah daripada organik (pH = 5). Derajat keasaman pada anorganik mengandung konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan organik yang cenderung netral karena masing-masing kandungan anion/kationnya memiliki konsentrasi yang tinggi. Dengan demikian, metode dan teknik yang baik pada insinerator sangat penting untuk dipahami dan dirancang, agar penggunaannya lebih efektif untuk mereduksi paparan udara tercemar dari pembakaran sampah langsung yang masih banyak digunakan di Indonesia. Kata kunci: CO2, insinerator, kualitas udara, pembakaran sampah, PM2.5 Abstract One of the emission sources of polluted air from anthropogenic is waste combustion which can produce gas (i.e. carbon dioxide / CO2) and/or particulate (PM2.5) under low/high temperatures conditions. Therefore, a waste management system using an incinerator is one of a method to burn waste with an ability that it can filter those emissions. In this research, we have been measuring CO2 and PM2.5 concentrations produced in waste burning of organic (leaf), inorganic (plastic bottle), and mixture (1:1 composition between organic and inorganic waste), and analyzing its physical properties of the condensed liquid (pH and turbidity), using incinerator of Bandung Techno Park (BTP), which is located at Telkom University, Bandung. The measuring device was placed around 30 cm from a chimney with an added blower to flow the most of smoke comes into the measurement chamber. This technique is more reliable when comparing to direct measuring from the outlet that it caused PM2.5 sensors can overestimate the mass concentration of particulate due to the optical detector is blocked by smoke. Results showed that CO2 concentrations were higher came from mixed waste (~5000 ppm) compared to smoke from inorganic (~3100 ppm) and organic (~1200 ppm). Those concentrations mainly caused by the gasification process on plastic bottles than the leaf. Moreover, the turbidity level of inorganic waste is more clear (~400 NTU) than organic waste (up to 2000 NTU). The degree of acidity of a condensed inorganic liquid is 2, which lower than organic liquid (pH = 5). This is due to level acidity in inorganic has more acid concentration compared to the neutralization of higher concentrations of anion and cation in organic waste combustion. Thus, good techniques on incinerators are very important to be understood/designed, so that their use is more effective in reducing exposure to polluted air from direct combustion which is still widely used in Indonesia. Keywords: air quality, CO2, incinerator, PM2.5, waste burning
Perancangan Mesin Hybrid Pengolah Kelapa Menggunakan Metode Reverse Engineering Adhy Indra Permana; Agus Kusnayat; Erna Febriyanti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang proses pengolahan daging buah kelapa hingga menjadi santan. Sebelum melalui proses pemarutan, kelapa dibuang cangkang dan kulit arinya, kelapa memasuki proses parut yaitu kelapa tersebut diolah hingga menjadi bentuk parutan seutuhnya. Setelah kelapa menjadi bentuk parutan, kelapa tersebut dimasukkan ke mesin peras. Pada mesin peras, parutan kelapa tadi akan melalui proses peras. Parutan kelapa ditekan hingga kandungan air yang dimiliki parutan kelapa keluar. Proses tersebut dilakukan berulang-ulang hingga kandungan air yang dimiliki kelapa sudah terkuras seluruhnya. Terdapat kendala seperti jari tangan pedagang sering terluka karena saat proses pemarutan kelapa harus sambil ditekan. Setelah kelapa diparut, kelapa harus diangkat dan dipindahkan ke mesin peras. Hal ini membutuhkan tenaga yang cukup banyak dikarenakan hasil parutan kelapa sebanyak satu ember atau sekitar 10 kg. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah mesin hybrid pengolah kelapa yang mampu memarut dan memeras sekaligus tanpa harus mengangkat dan memindahkan kelapa yang telah diparut. Perancangan ini menggunakan metode reverse engineering dengan pendekatan redesign sehingga menghasilkan model rancangan mesin hybrid pengolah kelapa. Setelah melakukan pengolahan data, diperoleh hasil dari konsep screening sebanyak 16 konsep alternatif mesin hybrid pengolah kelapa. Tahapan konsep scoring dilakukan untuk menentukan desain akhir dari konsep alternatif yang terpilih dan kemudian dijadikan sebuah prototype mesin hybrid pengolah kelapa yang mampu memarut dan memeras santan sekaligus tanpa harus mengangkat atau memindahkan hasil parutan kelapa ke mesin peras. Dari hasil uji coba mesin prototype dapat diketahui bahwa mesin penelitian ini telah melampaui hasil yang dimana mesin parut dan mesin peras eksisting yang ada di pasar menghasilkan rata-rata 0,6 kg santan dari 1 kg kelapa sedangkan penelitian ini menghasilkan 0,76 kg santan dari 1 kg kelapa. Dan persentase perbandingan kapasitas produktivitas dengan mesin penelitian Dimas Ishak adalah 4,62 % lebih baik dari mesin penelitian sebelumnya. Kata Kunci : mesin parut kelapa, mesin peras santan, kelapa, Reverse Engineering, redesign, Autodesk Inventor Abstract This research discusses the processing of coconut meat into coconut milk. Before going to grating process, the coconut was separated from it’s shell and skin, then coconut enters the grating process where the coconut was processed to form a complete grater. After the coconut was grated, the coconut put into a press machine. In a extracting machine, the grated coconut passing the extracting process. Grated coconut was pressed until the coconut milk comes out. The process was repeated until the grated coconut completely drained. In both processes, surely there would be a problems occur. For example in the grating process, the fingers of coconut workers were often got injured because during the grating process the coconut must be pressed. After coconut had been grated, coconut removed and transferred to a press machine. This requires quite a lot of energy because the results of grated coconut as much as one bucket or about 10 kg. To overcome this problem, this research discusses how to make a hybrid coconut processing machine that is able to grate and extracting without lifting the shredded coconut. This research uses a reverse engineering method by using a redesign to design a hybrid coconut processing machine model. After processing the data, the results obtained from the selection of 16 concepts of hybrid coconut processing machine. The stages of the concept of assessment are carried out to determine the final design of the chosen alternative concepts and then made a prototype of a hybrid coconut processing machine that is able to grate and extracting coconut milk at the same time without being able to lift or use the grated coconut to the press. From the results of testing the prototype machine, the data shows that this research machine produces more coconut milk than the existing machines. The average amount of coconut milk that traditional market produce is 0.6 kg from 1 kg of coconut while this research produced 0.76 kg of coconut milk from 1 kg of coconut . And the comparison percentage of productivity capacity is 4.62% better than previous research machines. Keyword : coconut grater machine, coconut milk extracting, Reverse Engineering, Redesign, Autodesk Inventor
Pengembangan Permainan Edukasi Pengenalan Jenis Hewan Untuk Siswa Sekolah Dasar Dengan Algoritma Permuted Congruential Generator Untuk Pengacakan Soal Muhammad Fikri Bhinekas; Burhanuddin Dirgantoro; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada masa sekarang yang sudah memasuki era digital dimana banyak hal terutama dalam pendidikan sudah sangat aplikatif dengan memanfaatkan smartphone sebagai media pembelajaran yang inovatif, ringkas, interaktif dan tentunya menarik karena kemudahan dalam mengakses materi. Permainan ini merupakan sebuah permainan untuk mengenal jenis – jenis hewan yang dikembangkan menggunakan teknologi virtual reality dan dimainkan melalui smartphone android. Untuk mengacak soal yang akan ditampilkan pada permainan yang dikembangkan ini menggunakan algoritma permuted congruential generator. Setelah melakukan pengujian beta, hasil dari data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar dapat memahami materi yang disediakan oleh game. Kata kunci: Virtual Reality, Permainan Edukasi, Smartphone Android, PCG Abstract Nowadays, which has entered the digital era where many things, especially in the field of education, have been very applicable by utilizing smartphones as a learning media that is innovative, concise, interactive and of course interesting because of the ease of accessing material. This game is a game to get to know the types of animals that were developed using virtual reality technology and played through an android smartphone. To randomize questions that will be displayed in a game developed using a congruential generator algorithm that is allowed. After conducting a beta test, the results of the data that have been obtained indicate that elementary school students can understand the material provided by the game. Keywords: Virtual Reality, Educational Games, Android Smartphone, PCG
Pengenalan Aksara Jawa Dengan Menggunakan Algoritma Convolutional Neural Network Stefanus Christian Adi Pradhana; Untari Novia Wisesty; Febryanthi Sthevanie
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aksara jawa merupakan salah satu warisan budaya suku Jawa yang penggunaannya perlu dilestarikan. Aksara jawa memiliki bentuk tulisan yang unik dan memiliki makna yang berbeda menyebabkan perlunya pembelajaran atau merupakan warga asli yang sering membaca tulisan tersebut. Dengan teknologi yang telah berkembang sampai saat ini, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemudahan dalam mempelajari budaya jawa tersebut. Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem yang mampu mengenali gambar aksara jawa yang ditulis tangan pada lembaran kertas. Algoritma Convolutional Neural Network (CNN) digunakan sebagai basis pembuatan sistem, dimana CNN dapat mengenali tulisan tanpa menggunakan algoritma ekstrasi fitur tambahan. Dalam penelitian ini CNN mampu mengenali gambar tulisan dengan performansi model 95,35% pada saat proses pelatihan menggunakan data training. Hasil klasifikasi pada data test menghasilkan akurasi sebesar 73%, menunjukkan bahwa CNN dapat mengenali sebagian besar gambar tulisan tangan aksara jawa. Kata kunci: Convolutional Neural Network, pengenalan tulisan, aksara jawa _______________________________________________________________ Abstract Javanese script is one of many heritages of Javanese tribe, which in need to be preserved. With how unique its style and how each word has different meaning, to understand Javanese script means the need of learning the script or simply is a native that has frequently read the script. Current technology makes it possible to increase awareness and make easier access to learn the culture. This research has built a system which managed to recognize handwritten Javanese script images that were drawn in papers. Convolutional Neural Network algorithm is the basis of the system, which managed to recognize the script without any extra feature extraction method. The performance of model of the CNN is around 95,35%. The classification result of test data yields around 73% which shows how CNN is capable of recognizing most of handwritten Javanese script. Keywords: Convolutional Neural Network, character recognition, Javanese scrip
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Sistem Satu Data Pada Fungsi Wajib Berkaitan Pelayanan Dasar Pembangunan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Menggunakan Togaf Adm Devita Ayu Wulandari; Irfan Darmawan; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Satu Data adalah sebuah inisiatif pemerintah Indonesia untuk mendorong pengambilan kebijakan berdasarkan data. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan pemenuhan atas data pemerintah yang akurat, terbuka, dan interoprable. Dengan demikian, pemanfaatan data pemerintah tidak hanya terbatas pada penggunaan secara internal antar instansi, tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan data publik bagi masyarakat. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyadari belum optimalnya integrasi data pembangunan sehingga perlu meningkatkan kualitas pengelolaan data maupun informasi. Enterprise Architecture atau EA diperlukan dalam upaya mendukung daya saing dan transformasi bisnis. Kata kunci : Satu Data, Enterprise Architecture, Framework TOGAF ADM, Teknologi Informasi, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Abstract – One Data is an agreement of the Indonesian government to encourage policy making based on data. To realize this, it is necessary to fulfill government data that is accurate, open and intertwined. Thus, the use of government data is not only limited to the use between internal institutions, but also as a form of meeting public data needs for the community. The Government of West Java Province realizes that it is not yet optimal in integrating development data so it needs to improve the quality of data management and information. Enterprise architecture or EA is needed in supporting supporting competitiveness and transforming business. Keywords: One Data, Enterprise Architecture, TOGAF ADM Framwork, Information Technology, West Java Provincial Government.
Sistem Pemantauan Dan Kontrol Parameter Baterai Aki Pada Robot Edutainment Berbasis Arduino & Android M. Sulthan Qintara Adiwijaya Kusuma; Sony Sumaryo; Faisal Budiman
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan manusia saat ini sangat bergantung pada kelistrikan mulai dari pekerjaan sehari-hari hingga pekerjaan rumah. Untuk mengoperasikan suatu alat elektronik tanpa kabel, diperlukannya baterai untuk menyimpan energi agar bisa dipakai di mana saja. Tetapi baterai tidak dapat langsung begitu saja dialirkan ke perangkat elektronik. Karena apabila baterai langsung dialirkan ke beban dapat berpotensi terjadinya pengisian atau pengosongan berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan pada baterai. Maka dibutuhkan sebuah sistem untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi, yaitu dengan merancang Battery Monitoring and Control System. Karena sistem ini akan mencegah aliran listrik untuk masuk ke baterai atau keluar menuju beban bila melebihi batas pemakaian wajar. Tidak hanya itu, variabel yang akan diukur oleh BMS dapat dimonitor melalui perangkat Android sehingga pengguna dapat memantau keadaan baterai tersebut. Pada tugas akhir kali ini, akan dilakukan sebuah perancangan Sistem manajemen baterai yang bertujuan untuk menjaga keamanan dari robot yang akan dipasangi sistem ini. Sistem ini akan langsung aktif pada saat robot beroperasi maupun saat sedang dilakukan pengisian baterai. Apabila arus, tegangan, maupun suhu melebihi batas, maka akan dilakukan pemutusan aliran listrik. Lalu, kapasitas dari baterai tersebut dapat dipantau dari perangkat Android. Kata kunci : Battery Monitoring and Control System, mikro kontroler, sensor arus, suhu dan tegangan. Abstract Human needs right now really depend on electricity started from daily jobs up to home chores. To operate any electronic devices without any cable attached, battery is needed to store the energy for the device, so it can be used anywhere. But battery cannot just connected to electronic devices. Because there will be a potential that there’s an overcharge or over discharge that may cause damages to the battery health. A system is needed to prevent those things from happening, that is by designing a Battery Monitoring and Control System. Because this system will prevent electric current to flow inside the battery or outside to a load if exceed the fair usage limit. Not only that, the variable that’ll be monitored by the device can be sent to an Android device. Therefore, there will be a battery system to maintain the security of the robot that will be installed with this system. This system will automatically activated when the robot operating or charging. If the current, voltage, or the temperature exceed the fair usage limit, there will be a termination of the electric current. The capacity of the battery can be monitored from an Android device Keywords: Battery Monitoring and Control System, microcontroller, current sensor, temperature, and voltage.
Pengaruh Variasi Durasi Dan Interval Penyemprotan Pada Sistem Pertanian Aeroponik Untuk Budidaya Cabai Rawit (capsicum Frutescens L.) Ary Halimawan; Ahmad Qurthobi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu bumbu masakan yang cukup populer di Indonesia. Hal ini menyebabkan permintaan akan cabai rawit di pasaran cukup tinggi jika dibandingkan komoditas sayuran lainnya. Namun, sayangnya kebutuhan masyarakat akan cabai rawit tidak selalu dapat terpenuhi dengan baik. Hal ini dikarenakan jumlah persediaan cabai rawit di pasaran selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu. Perubahan jumlah persediaan cabai rawit di pasaran juga dipengaruhi oleh pasokan dari petani yang bertindak sebagai pemasok utama cabai rawit di pasaran. Oleh karena itu, diperlukan metode penanaman yang dapat membuat tanaman cabai rawit dapat tumbuh lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional yang menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari variasi durasi dan interval penyemprotan terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit yang akan ditanam dengan menggunakan metode aeroponik. Penelitian dilakukan dengan membuat dua buah sistem aeroponik yang identik, salah satu sistem memiliki sprayer yang akan aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit, sedangkan sistem yang lain akan memiliki sprayer yang akan aktif selama 30 detik dan kemudian mati selama 15 menit. Hasilnya, tanaman pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 30 detik dan kemudian mati selama 15 menit memiliki rata -rata pertumbuhan batang 3,06 kali lebih cepat dan rata-rata pertumbuhan akar yang 1,47 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan tanaman pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit. Hal ini dikarenakan tanaman yang ditanam pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 30 detik dan mati selama 15 menit memiliki bagian akar yang sudah mulai kering sehingga dapat menyerap lebih banyak oksigen jika dibandingkan dengan tanaman yang ditanam pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit. Kata kunci: Cabai rawit, Kelembapan, Lebih cepat, Aeroponik Abstract Thai Chilli (Capsicum frutescens L.) is one of the most popular spices in Indonesia. This causes the demand for thai chilli on the market to be higher when compared to other vegetable commodities. However, people’s need for thai chilli cannot always be met properly. This is because the amount of thai chilli in the market always fluctuates from time to time. The fluctuating amount of thai chilli supplies on the market is also influenced by supplies from farmers who act as the main suppliers of thai chilli on the market. Therefore, other planting methods that can make thai chilli plants grow faster are needed. The purpose of this research was to understand the effect of variation in spraying duration and interval on aeroponic system for thai chilli plants growth. The research was doing by making two identical aeroponic systems, one of system will have sprayer turn on for 5 seconds and turn off for 3 minutes, while the other system will have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minutes. The result, plants on the aeroponic system that have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minute have an average stem growth of 3.06 times faster and an average root growth of 1.47 times faster when compared to the plants that planted on the aeroponic system that have sprayer turn on for 5 seconds and turn off for 3 minutes. This is because the plants that are planted in the aeroponic system that have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minutes have dry root’s part so they can absorb more oxygen when compared to plants that planted in the aeroponic system that have sprayer turn on for 5 seconds and then turn off for 3 minutes. Keywords: Thai Chili, Humidity, Faster, Aeroponic
Implementasi Minimum Redundancy Maximum Relevance Sebagai Teknik Reduksi Dimensi Pada Klasifikasi Kanker Usus Besar Menggunakan Random Forest I.G.N.P.Vasu Geramona; Adiwijaya Adiwijaya; Widi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kanker merupakan penyakit yang mematikan. Mengutip informasi dari kementrian kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2017 sembilan juta orang meninggal akibat kanker. Oleh sebab itu diperlukan sebuah metode untuk mendeteksi kanker salah satunya dengan gen expression. Microarray adalah salah satu teknik dari gen expression. Microarray sendiri memiliki feature yang banyak, feature yang banyak ini tidaklah selalu berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi. Sehingga dibutuhkan teknik reduksi dimensi untuk menyeleksi feature yang bersesuaian dengan masalah yang sedang dihadapi. Pada tugas akhir ini digunakan teknik reduksi dimensi menggunakan Minimum Redundancy Maximum Relevance yang selanjutnya akan disingkat dengan MRMR. Adapun Classifier yang digunakan adalah Random Forest, dimana teknik ini membuat beberapa tree untuk mengklasifikasi data lalu dilakukan voting untuk hasil terbanyak. Persamaan MRMR yang digunakan adalah FCD dan FCQ karena data yang digunakan bernilai kontinu. Setelah semua proses telah dilakukan, diperoleh hasil akurasi dari klasifikasi data microarray dengan menggunakan FCQ sebesar 83,87% dan dengan FCD 61,29%. Kata kunci : microarray, gen expression, random forest, MRMR Abstract Cancer is a deadly disease. Quoting information from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2017 nine million people died from cancer. Therefore we need a method to detect cancer, one of which is by gene expression. Microarray is a technique of gene expression. Microarray itself has many features, many of these features are not always related to the problem being faced. So we need a dimension reduction technique to select features that correspond to the problem being faced. In this final project a dimension reduction technique will be used using the Minimum Redundancy Maximum Relevance which will then be abbreviated as MRMR. The Classifier that will be used is Random Forest, where this technique creates several trees to classify data and then will vote for the most results. The MRMR equation used is FCD and FCQ because the data used is continuous. After the process done, the result from classify microarray data using FCQ is 83.87% and with FCD 61.29% Keywords: microarray, gen expression, random forest, MRMR

Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue