cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Metode Benchmarking Energi Bangunan Dengan Menggunakan Building Energy Map (bemap) Berbasis Web Tantri Apriyaningrum; Ery Djunaedy; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benchmarking merupakan metode untuk menentukan kinerja energi bangunan dengan cara menghitung dan mengontrol kinerja satu set bangunan serupa dengan membandingkan antara bangunan tersebut. Metode benchmarking di Indonesia masih sangat sederhana. Untuk menilai kinerja bangunan, variabel yang digunakan hanya IKE (Intensitas Konsumsi Energi dalam kWh/m2) sebagai parameter boros atau tidaknya konsumsi energi bangunan. Oleh karena itu diperlukan variabel lain agar metode benchmarking lebih akurat dengan ditampilkan pada skor benchmarking. Variabel yang ditambahkan pada penlitian ini yaitu luas total bangunan dan CDD (Cooling Degree Days) yang dikalikan dengan luas bangunan ber-AC. Variabel tersebut berpengaruh sebesar 63% terhadap IKE dengan analisis regresi linier berganda. Hasil persamaan regresi tersebut digunakan untuk mencari IKE adjusted, lalu didapat skor benchmarking dengan menghitung persentil IKE adjusted. IKE aktual yang besar belum tentu menunjukkan bangunan dengan penggunaan energi yang tinggi atau boros. Karena skor bergantung dari IKE adjusted yang relatif dengan variabel luas bangunan total, luas ber-AC, dan CDD. Pada penelitian ini, skor benchmarking yang dihasilkan tersebut selanjutnya ditampilkan pada website BeMap (Building Energy Map) agar mempermudah pemilik bangunan melakukan benchmarking.
Evaluasi Jaringan Akses Fiber To The Curb (fttc) Menggunakan Teknologi 10-gigabit-capable Passive Optical Networks (xgpon) Di Sto Tanjung Priok Syawal Alam Machfuddin; Akhmad Hambali; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fiber to the curb (FTTC) adalah arsitektur jaringan fiber optik yang mendistribusikan format isyarat optik dari pusat penyedia hingga kabinet (curb) dekat pelanggan menggunakan serat optik sebagai medium penghantarnya. Dalam perkembangannya, FTTC menggunakan teknologi 10-Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bandwidth dan kecepatan data. Dalam penelitian ini telah dilakukan evaluasi jaringan fiber to the curb (FTTC) menggunakan teknologi 10-Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON) yang diaplikasikan di STO Tanjung Priok. Evaluasi yang dilakukan adalah analisa parameter kelayakan sistem dengan cara perhitungan dan simulasi dari OLT hingga MSAN terdekat yaitu MRH dan MSAN terjauh yaitu MRAZ sesuai dengan data jaringan FTTC STO Tanjung Priok. Berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungan simulasi, maka diperoleh nilai SNR arah downstream 36,52 dB untuk MSAN terdekat dan 35,32 dB untuk MSAN terjauh. Nilai SNR arah upstream 33,34 dB untuk MSAN terdekat dan 30,073 dB untuk MSAN terjauh. Nilai BER arah downstream mendekati 0 untuk MSAN terdekat dan 1,684 x 10-279 untuk MSAN terjauh. Nilai BER arah upstream 1,199 x 10-223 untuk MSAN terdekat dan 1,856 x 10-105 untuk MSAN terjauh. Kata kunci : FTTC, XGPON, parameter kelayakan. Abstract Fiber to the curb (FTTC) is a fiber optic network architecture that distributes optical signaling formats from service providers to near-costumer cabinet (curb) using optical fiber as the medium of delivery. In its development, FTTC uses 10-gigabit-capable passice optical network (XGPON) technology to meet people’s need for bandwitdh and data speed. In this research has been evaluated fiber to the curb (FTTC) network using 10- Gigabit-Capable Passive Optical Network (XGPON) technology applied in STO Tanjung Priok. Evaluation performed is the analysis of system feasibility parameters by calculation and simulation of OLT to the closest MSAN that is MRH and MSAN furthest is MRAZ in accordance with data network FTTC STO Tanjung Priok. Based on the results obtained from the simulation calculation, the SNR value obtained from downstream 36.52 dB for the nearest MSAN and 35.32 dB for the farthest MSAN. SNR value of upstream 33.34 dB for nearby MSAN and 30,073 dB for farthest MSAN. The downward BER value is approaching 0 for the closest MSAN and 1.684 x 10-279 for the farthest MSAN. BER value upstream direction 1.199 x 10-223 for the nearest MSAN and 1.856 x 10-105 for the farthest MSAN. Keywords: FTTC, XGPON, feasibility parameters.
Perancangan Dan Implementasi Rectenna (rectifier Antenna) Pada Frekuensi Wifi 2.4 Ghz
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi sangat pesat. Termasuk semakin banyaknya perangkat teknologi wireless seperti telepon seluler, Radio Frequency Identification (RFID) dll. Teknik yang digunakan untuk memberikan catuang tegaangan pada perangkat-perangkat tersebut umumnya ialah menggunakan baterai, kopling magnetic atau solar cell. Namun dari teknik pencatuan tersebut masih memiliki keeterbatasan. Salah satu teknik pencatuan yang dapat dijadikan alternatif ialah rectenna. Rectenna adalah teknologi yang terdiri dari rectifier dan antena, yang berfungsi untuk mengkonversi gelombang elektromagnetik menjadi sumber arus DC. Dengan menggunakan rectenna, radiasi gelombang elektromagnetik yang berasal dari Acces Point (AP) wi-fi atau dari Basse Transcevier Station (BTS) telepon seluler bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber tegangan untuk perangkat lain tanpa perlu menggunakan baterai. Hasil pengukuran menunjukan nilai VSWR sebesar 1,176 pada frekuensi 2,4 GHz, nilai gain yang didapatkan sebesar 4,16 dBi, nilai impedansi yang dihasilkan mendekati 50 Ω yaitu sebesar 45,151 Ω, nilai return loss yang dihasilkan sebesar -21,84 dB, dan nilai dari power output DC yang dihasilkan sebesar 4,306 mV. Kata kunci: Antena, Rectifier, DC
Perancangan Dan Implementasi Sistem Kendali Penerbangan Quadcopter Berbasis Pid Menggunakan Gps Dan Komunikasi Lora Pada Pencarian Pendaki Gunung Yang Hilang Yulfan Aditya; Budhi Irawan; Randy Erfa Saputra
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quadcopter merupakan robot yang memiliki kemampuan melayang di udara dengan bantuan 4 aktuator motor brushless yang terpasang pada robot. Quadcopter memiliki banyak fungsi dari sebagai hiburan, video recorder, dan menjelajah tempat yang luas, hal ini sangat menguntungkan untuk pekerjaan manusia karena quadcopter mempu melihat dasar bumi yang luas dengan jelas dari udara. Umumnya quadcopter di dukung oleh komunikasi WiFi(Wireless Fidelity), sensor untuk mengetahui kemiringan dan visual pada quadcopter, nilai sensor pada quadcopter membantu robot lebih stabil di udara dan juga membantu robot mulai melayang dan mendarat ke tanah tanpa ada bantingan yang keras.Pada tugas akhir ini, penulis akan merancang dan meng-implementasi sistem Quadcopter dengan algoritma PID (Proportional–Integral–Derivative) sebagai pengontrol stabilitas robot, masukan kontrol PID adalah sensor accelerometer dan gyroscope, kontrol yang di uji juga bertahap yaitu dari kontrol P, PD lalu PID. pengerjaan tugas kahir ini juga termasuk membangun sistem remote control untuk quadcopter dengan menggunakan radio long range 2.4Ghz yaitu modul nRF24l01 yang mampu berkomunikasi sampai dengan jarak lebih dari 500 m.Quadcopter yang dibangun menggunakan kontrol PID yang mengeluarkan keluaran yang tidak stabil karena 4 motor brushless yang di pakai tidak sinkron. Komunikasi yang di pakai oleh quadcopter dan remote control mampu berkomunikasi dengan  baik, namun jarak yang di tempuh hanya mencapai 500 m di karenakan kurangnya arus sebesar 50 mA yang mengalir dari raspberry pi ke modul radio yang membutuhkan 115 mA untuk mengirim data lebih jauh lagi
Rancang Bangun Sistem Pemantau Daya Pada Modul Silikon Polikristal Firdy Bahari Putra; Ismudiati Puri H; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik yang dibangkitkan dengan bahan bakar fosil jumlahnya terbatas. Oleh sebab itu perlu adanya pembangkit listrik yang berkategori terbarukan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Komponen penting PLTS yaitu modul surya yang berfungsi mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Setiap modul surya memiliki karakteristik yang berbeda dan mempengaruhi kinerja PLTS. Pada penelitian ini sistem pemantau daya telah dibuat dan diujicobakan untuk mengkarakterisasi daya keluaran dan disipasi daya pada PLTS yang berada di Gedung P. Karakterisasi modul surya dilakukan dengan cara menentukan grafik “I-V” dan mencari nilai hambatan dalam dari modul surya, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan efisiensi dan disipasi daya. Grafik “I-V” ditentukan dengan cara mencatat nilai arus dan tegangan pada beban variabel yang dihubungkan dengan modul PV. Nilai arus dan tegangan dilengkapi dengan data suhu, radiasi matahari, dan kelembaban yang tercatat pada sistem pemantau real time, sehingga mendapatkan data pengaruh lingkungan terhadap kerja PLTS. Dengan mendapatkan grafik “I-V” pada modul PV, efisiensi, nilai hambatan dan disipasi daya suatu PLTS dapat dipantau sesuai dengan waktu sebenarnya. Kata kunci: modul surya, PLTS, grafik “I-V”, efek fotovoltaik, pemantauan daya, disipasi daya.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Unidirectional Untuk On Body Wireless Ecg Sensor System Ahmad Rasyidi Syawali; Miftadi Sudjai; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan teknologi wireless di dunia kesehatan bukanlah hal yang baru. Teknologi ini dapat diterapkan pada alat kedokteran salah satunya adalah electrocardiogram atau ECG. Perangkat ECG terdiri dari beberapa komponen diantaranya adalah sensor hub, dan monitor. Pada umumnya semua perangkat ini terhubung menggunakan kabel untuk mentransmisikan data dari sensor ke hub lalu dilanjutkan ke monitor atau ke basis data medis, sehingga metode ini tidak praktis untuk dilakukan. Antena merupakan salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk membantu sistem wireless ECG. Antena yang digunakan harus memiliki rentang frekuensi yang lebar agar dapat membaca data lebih teliti. Pada tugas akhir ini dirancang antena microstrip menggunakan substrat RT5880. Perancangan menggunakan aplikasi CST Studio. Dalam pengukurannya menggunakan phantom dada yang terdiri dari kulit, lemak dan otot. Antena ini dapat bekerja dengan baik pada frekuensi 3.9 GHz, dengan bandwidth 658 MHz saat VSWR ≤ 2 , pola radiasi unidirectional, dan gain positif Kata Kunci: Antena microstrip, ECG, dan Ultra WideBand, Abstract The use of Wireless Technology in medical application is common. This technology can be use in ECG or electrocardiogram. ECG device consist of several component such as hub, monitor, and sensor. Usually this component connected by wire to transmits data from sensor to the hub and then forwarded to the monitor or to the medical data base. Thus, this method it’s not effective and it’s not practical to do. In this final project will be designed a microstrip antenna using RT5880 substrate. Process of the simulation will be designed in CST application. In measurements use a chest as a phantom consisting of skin, fat, and muscle. This antena works well on 3.9 MHz frequency, with 658 MHz bandwidth, VSWR ≤ 2, unidirectional polarization, and positif gain. Keywords: , Microstrip Antenna, ECG, and Ultra Wide Band
Pemodelan Sistem Dinamika Antara Suku Bunga Bank Indonesia, Kurs Dolar Terhadap Rupiah, Dan Inflasi Dengan Algoritma Genetika Dan Runge Kutta Muhammad Fadhil Maulana; Deni Saepudin; Aniq Atiqi Rohmawati
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek indikator ekonomi makro menjadi unsur yang penting bagi suatu negara. Hal ini berkaitan dengan kinerja ekonomi makro yang bisa mempengaruhi lingkup yang luas dan menyeluruh terhadap suatu negara. Data indikator ekonomi makro yang dikeluarkan oleh pemerintah atau swasta, bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengeluarkan kebijakan selanjutnya. Pada tugas akhir ini, ada tiga indikator ekonomi makro untuk dibuat model interaksinya. Adapun indikator ekonomi yang digunakan adalah: Suku bunga Bank Indonesia, kurs dolar terhadap rupiah, dan inflasi. Model yang dibangun menggunakan model sistem dinamika, parameter dari model didapatkan dari algoritma genetika dan runge kutta. Model dan parameter yang didapatkan menggambarkan pergerakan tren dari pergerakan indikator suku bunga Bank Indonesia, kurs dolar terhadap rupiah, dan inflasi. Sehingga bisa dilihat tren selama lima tahun kedepan. Adapun pergerakan tren dari suku bunga Bank Indonesia yang digambarkan oleh model memiliki tingkat galat sebesar 11%, kurs dolar terhadap rupiah sebesar 14.1%, dan inflasi sebesar 20.6%. Dengan memanfaatkan model sistem dinamika yang sudah diketahui parameternya, maka dilakukan prediksi tren selama lima tahun kedepan. Diketahui bahwa pergerakan tren untuk suku bunga Bank Indonesia adalah mengalami cenderung mengalami kenaikan, kurs dolar terhadap rupiah cenderung mengalami kenaikan, dan inflasi cenderung menurun. Kata Kunci : Suku Bunga Indonesia, Kurs Dolar Terhadap Rupiah, Inflasi, Sistem Dinamika, Algoritma Genetika, Runge Kutta.
Pelabelan Sinyal Elektrokardiogram (ekg) Pada Klasifikasi Fibrilasi Atrium Menggunakan Hidden Markov Model Zakia Firdha Razak; Adiwijaya Adiwijaya; Dody Qori Utama
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyakit jantung telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Di antaranya yang paling sering terjadi adalah Fibrilasi Atrium, yaitu kondisi yang meliputi aktivitas sangat cepat dan tidak beraturan dalam atria serta menimbulkan gejala-gejala seperti jantung berdebar, sakit kepala, kehilangan kesadaran, sesak nafas dan rasa letih. Untuk mengenali penyakit ini, akan dikembangkan sebuah sistem pengenalan gelombang EKG. Hidden Markov Model yang menggunakan pendekatan probabilitas telah terbukti menghasilkan performansi yang bagus dalam pengenalan sinyal suara. Oleh karena itu, dalam tugas akhir ini akan diujikan metode HMM dalam kasus elektrokardiogram (EKG). Dalam sistem pendeteksian penyakit jantung terdapat 2 proses yaitu pemodelan dan pengenalan. Pada proses pemodelan akan dibuat suatu model pelabelan sinyal EKG dengan menghitung parameterparameter HMM, yaitu distribusi inisial state, distribusi probabilitas transisi antar state, dan distribusi probabilitas symbol observasi pada suatu state. Setelah diperoleh ketiga nilai tersebut yang optimal, maka terbentuklah suatu model HMM untuk jenis penyakit jantung. Sedangkan proses pengenalan penyakit jantung dilakukan pada tiap data EKG dengan menghitung likelihood dari data testing yang akan dikenali terhadap semua model data EKG yang telah dilatih sebelumnya. Dengan pelabelan yang teliti dan penentuan nilai probabilitas observasi yang optimal, HMM dapat digunakan untuk mengenali penyakit jantung. Hasil dari pengujian menunjukkan, nilai probabilitas observasi yang didapat dari nilai random selalu menghasilkan akurasi yang berubah-ubah, berbeda jika disama ratakan dengan jumlah state dan jumlah pengamatan. Selain itu, perbandingan jumlah state serta proporsi data juga berpengaruh terhadap akurasi. Akurasi terbesar adalah 100% dengan 2 dan 4 state ketika proporsi data training sebanyak 75% dan nilai probabilitas observasi diatur random. Kata kunci : hidden markov model, elektrokardiogram, distribusi inisial state, distribusi probabilitas transisi antar state, distribusi probabilitas simbol observasi Abstract Heart disease has become one of the biggest causes of death in the world. Among the most common is Atrial Fibrillation, a condition that includes very fast and irregular activities in atria and causes many symptoms such as palpitations, headaches, loss of consciousness, shortness of breath and tiredness. To recognize this disease, an ECG wave recognition system will be developed. Hidden Markov Model that use a probability approach has been proven to make good performance in speech signal recognition. Therefore, in this final project the HMM method will be tested on electrocardiogram (ECG) signal. In the detection system for heart disease there are 2 processes; modeling and recognition. In the modeling process, ECG signal labeling model will be made by calculating HMM parameters, namely the initial state distribution, the state transition probability distribution, and the observation symbol probability distribution. After obtaining these three optimal values, an HMM then formed for each type of heart disease. The recognition process of heart disease is carried out on each ECG data by calculating likelihood from testing data that will be identified by all models of ECG record after they have been previously trained. With appropiate labeling and determination of optimal observation probability values, HMM can be used to identify heart disease. The results showed that the probability value of the observations obtained from random values always results in varying accuracy. The comparison of the state number and the data proportion also affects accuracy. The highest accuracy is 100% with 2 states when the proportion of training data is 75% and the probability value is arranged randomly. Keywords: hidden markov model, elektrocardiogram, initial state distribution, state transition probability distribution, observation symbol probability distribution
Implementasi Mutual Information Dan Naive Bayes Untuk Klasifikasi Data Microarray Mohamad Syahrul Mubarok; Kurnia C Widiastuti; Adiwijaya Adiwijaya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Menurut data dari World Health Oeganization (WHO), kanker merupakan salah satu penyakit penyumbang utama kematian didunia. Sekitar 8,2 juta orang meninggal karena kanker. Oleh karena berbahayanya penyakit ini berbagai cara dilakukan untuk melakukan pencegahan maupun pendeteksian secara dini. Namun pendeteksian penyakit kanker sangatlah rentan terjadi berbagai kesalahan yang dilakukan manusia, seperti yang dimuat pada Jurnal kesehatan BMJ, kesalahan medis menyebabkan 251.454 kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat. Guna menanggulangi masalah tersebut digunakanlah teknologi gene expression dengan bantuan teknologi microarray. Masalah muncul, kurang memungkinkan pengolahan data microarray karena besarnya dimensi yang dimiliki. Apabila dimensi dikurangi secara tiba-tiba tentu akan merusak informasi yang dimiliki dan akan berakibat data tidak dapat diklasifikasikan. Karenanya dibutuhkan sistem yang mampu mengklasifikasi data microarray tanpa menghilangkan informasi penting. Pada penelitian ini, sistem dibangun dengan menggunakan pendekatan machine learning yaitu dengan Naive Bayes. Untuk mencapai pendekatan ini, dibutuhkan feature selection berupa Mutual Information. Feature tersebut menangani kasus reduksi dimensi, yang mana memisahkan variabel terpenting dari keseluruhan variabel. Untuk mengukur performansi sistem yang dibangun, digunakan F1-score. Sistem yang dibangun mampu mengklasifikasi kanker pada data microarray dengan rata-rata F1-score mencapai 0.89.
Perancangan Prototipe Kakaban Otomatis Untuk Proses Pemijahan Ikan Air Tawar Rifqi Ramadhan; Sony Sumaryo; Estananto Estananto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permintaan ikan air tawar terus meningkat setiap tahunnya sehingga diperlukan peningkatan produksi benih untuk mendukung intensifikasi usaha budidaya dalam rangka memenuhi permintaan pasar. Dalam usaha budidaya ikan ada beberapa tahap proses yang terjadi, salah satunya proses pemijahan. Proses pemijahan ialah pengeluaran sel telur oleh induk betina dan sperma oleh induk jantan yang kemudian diikuti dengan perkawinan. Pada proses pemijahan ikan air tawar dibutuhkan sebuah kakaban. Kakaban ialah sebuah media di dalam kolam pemijahan berupa ijuk, rumput alami dsb, yang dapat menjadi media melekatnya telur ikan ketika proses pemijahan selesai. Dalam penelitian ini, bertujuan membuat kakaban otomatis yang bisa digunakan oleh peternak ikan air tawar dalam membantu meringankan pekerjaan ketika proses pemijahan. Sistem kakaban otomatis ini meliputi pengukuran ketinggian air kolam, penempatan kakaban di dalam kolam, pengangkatan telur ikan yang berada di kakaban. Hasil akhir dari perancangan sistem otomatis ini berupa prototipe yang diimplementasikan pada sebuah akuarium berukuran 50cm x 30cm x 40cm yang nantinya bisa direalisasikan pada kolam pemijahan ikan air tawar sehingga dapat membantu peternak dalam menjaga kualitas telur dan bersaing pada pasar yang lebih luas. Kata Kunci : Kakaban, Otomatis, Ketinggian Air, Sensor Ultrasonik, Pemijahan. Abstract ABSTRACT The demand for freshwater fish continues to increase every year, so that it is necessary to increase the production of seeds to support the intensification of aquaculture in order to meet market demand. In fish farming, there are several stages of the process that occur, one of which is the spawning process. The spawning process is the removal of the egg cell by the female parent and sperm by the male parent which is then followed by marriage. In the process of spawning freshwater fish is needed a kakaban. Kakaban is a medium in a spawning pond in the form of fibers, natural grass, etc., which can be a medium for attachment of fish eggs when the spawning process is complete. In this study, the aim is to create an automatic method that can be used by freshwater fish farmers in helping to ease the work during the spawning process. This automatic kakaban system includes measurements of pool water level, placement of kakaban in the pond, removal of fish eggs in kakaban. The final result of the design of this automatic system is a prototype that is implemented in an aquarium measuring 50cm x 30cm x 40cm which can later be realized in a spawning pond so that it can help farmers maintain egg quality and compete in a wider market. Keywords : Kakaban, Automatic, Water Height, Ultrasonic Sensor, Spawning.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue