cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Pembuatan Rule L-system Menggunakan Algoritma Canny Edge Detection Agita Chrisna; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada tahun 1968, Aristid Lindenmayer memperkenalkan Lindenmayer system yang sering disebut L-system. L-system adalah bahasa formal yang disusun dengan sistem penulisan ulang untuk menggambarkan fraktal, memodelkan, dan menyimulasikan perkembangan tanaman dalam bidang dua dimensi. Dengan mendefinisikan simbol, parameter, aksiom, aturan pertumbuhan (rule). Tugas akhir ini memaparkan pembuatan rule L-system menggunakan algoritma edge detection. Tanaman yang diteliti aturan produksinya adalah tanaman kacang kedelai. Tanaman tersebut akan diambil gambar percabangan batangnya minimal saat tanaman tersebut memasuki fase berbunga. Gambar yang telah diambil akan diproses dengan algoritma edge detection agar hanya bagian batangnya saja yang akan diteliti aturan produksinya. Lalu, ditelusuri percabangan batangnya untuk mendapatkan aturan produksi dari tanaman tersebut. Hasil dari tugas akhir ini akan memberikan data analisis aturan (rule) L-system dari percabangan batang kacang kedelai tersebut dan memodelkannya. Kata kunci: L-system, canny edge detection, python, kamera, kacang kedelai ABSTRACT In 1968, Aristid Lindenmayer introduced Lindenmayer system are often called L-system. L-system are formal languages that are arranged with a rewrite to describe the system of fractal, model, and simulate the development of plant in two dimensional field. By defining parameters, symbols, axioms, rules of growth. This final project presents the making of the rule L-system using the algorithm of edge detection. The plant which examined the rules of production was soy bean plant. The plant will be taken pictures of its trunk branching is minimal when the plant enter a phase of flowering. Pictures that have been taken will be processed with edge detection algorithm for that only the stalks are meticulous in production rules. Then, traced branching stems to get the production rules from those plant. The result of the final project will provide data analysis of the rule L-system of branching stems the soy beans and modeling it. Keywords: L-system, canny edge detection, python, camera, soybeans
Implementasi Dan Analisis Computer Clustering System Dengan Menggunakan Virtualisasi Docker Tanjung Perdana Kusuma; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komputasi terdistribusi menjadi suatu kebutuhan dalam implementasi aplikasi web saat ini. Efisiensi penggunaan sumber daya perangkat keras dan tingginya pengguna aplikasi web menjadi pendorong implementasi sistem ini di arsitektur-arsitektur aplikasi web sekarang, namun kompleksnya penggunaan, dan perancangan sistem ini menjadi penghalang implementasinya. Teknologi virtualisasi container menjadi solusi untuk menjalankan sistem terdistribusi yang mudah dijalankan, dikonfigurasi dan mempunyai skalabilitas tinggi. Ditambah banyaknya alat-alat menjalankan container pada sistem terdistribusi, menjawab masalah kompleksitas implementasi sistem terdistribusi pada aplikasi web. Pada tulisan ini diimplementasikan sistem terdistribusi yang dapat dengan cepat menjadwalkan aplikasi baru dalam suatu cluster, semua oprasi dilakukan dengan zero downtime, serta fault tolerance.Kata Kunci : distributed computing, container virtualization, clustering, docker, docker swarm.
Analisis Performansi Ftp Server, Mail Server, Dan Web Server Pada Container Docker, Lxc, Dan Lxd Adinda Riztia Putri; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi containerization sebagi salah satu alternatif dalam virtualisasi terus berkembang. Fleksibilitas dan efektivitas yang ditawarkan oleh containerization bahkan kini telah terintegrasi dengan Cloud Computing, salah satunya adalah implementasi project Magnum dalam Open Stack sebagai salah satu solusi bagi large and scalable cloud. Container hadir dalam banyak nama, diantaranya yang paling banyak diadaptasi oleh enterprise dan paling banyak disebut adalah Doker, LXC, dan LXD. Penelitian ini akan membahas tentang performansi Docker, LXC, dan LXD ketika menjalankan layanan server yang paling popular di cloud, yaitu FTP Server, Mail Server, dan Web Server. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui overall performance dari server yang dijalankan di dalam masing-masing container dibandingkan dengan server native. Selain itu, pengujian ini juga melihat performansi masing-masing layanan server yang diujikan berupa HTTP request yang dapat dilayani oleh Web Server dalam waktu tertentu, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesailkan FTP Request pada FTP request dan performansi berupa banyaknya pesan yang dapat dikirim sebuah mail server melalui SMTP Protocol. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan performansi antara sistem native dengan sistem container Docker, LXC, dan LXD. Performansi sistem LXD menunjukkan hasil paling unggul dengan persentase 90,5% dibandingkan dengan native berdasarkan metric overall performance. Untuk pengujian FTP Server, LXD menunjukkan performansi yang unggul dari segi response time, sedangkan dari segi latency dan transfer rate menunjukkan LXC memiliki performansi yang terbaik di antara ketiganya. Pada pengujian Mail server, ketiga container memiliki selisih performansi yang cukup kecil bahkan jika dibandingkan dengan native, hanya terpaut di bawah 2%. Sedangkan pada pengujian web server, LXD menunjukkan performa yang baik jika digunakan untuk menjalankan webserver dengan concurrent level rendah. Untuk tingkat concurrent level yang lebih tinggi, LXC menunjukkan nilai yang paling stabil dan cepat diantara ketiganya. Kata kunci : Docker, LXC, LXD, cloud computing Abstract Containerization technology as an alternative in virtualization is developing. Flexibility and effectivity offered by containerization technology now is integrated with cloud computing, the implementation of Magnum project in OpenStack as one of the solution for large and scalable cloud. Container has many names, among them are Docker, LXC, and LXD, the most adapted container for enterprise. This research will reveal the performance of aforementioned container when running popular services on cloud, FTP Server, Mail Server, and Web Server. The testing is done with a purpose to know the overall performance of a server running on the top of each container compared to native server. Furthermore, the goal of this research is also to know the performance of each tested server’s service, such as HTTP request that can be served by a web server in a time, time needed to complete FTP request on FTP server and performance of how many messages that a Mail Server able to process by SMTP Protocol. Result of this research shows that there is a difference between native and Docker, LXC, and LXD performance system. Performance system of LXD show the most promising one with 90,5% compared to native based on overall performance metrix. While in FTP Server testing, LXD show the best result in term of response time, while in latency and transfer rate dominated by LXC. In email server testing, all of the container has a very little performance difference compared to native, below 2%. While in web server testing, LXD show a better result if running on a low concurrent level that is 2000 user at a time. For a higher concurrent level, LXC show a better and stable result compared to other containers. Keywords: Docker, LXC, LXD, cloud computing
Rancang Bangun Dan Implementasi Prototipe Pendeteksi Dan Pemadam Api Menggunakan Image Processing Pada Quadcopter Sepfrans Josua Hutasoit; Erwin Susanto; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan robot penjelajah udara tanpa menggunakan pilot di dalamnya. Salah satu jenis UAV adalah quadcopter. Saat ini, quadcopter telah berkembang dengan sangat pesat. Keunggulan quadcopter dapat terbilang sangat membantu. Pemakaian quadcopter dapat dilakukan di berbagai macam tempat bahkan di tempat-tempat yang sulit sekalipun. Karena keunggulan tersebut, quadcopter banyak digunakan dalam berbagai macam aplikasi. Salah satu jenis aplikasi yang sedang dikembangkan adalah quadcopter pemadam api. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis akan merancang bangun dan mengimplementasi sebuah prototipe yaitu deteksi dan pemadam api menggunakan image processing pada quadcopter. Pada image processing, penulis akan memakai kamera sebagai visual gambar pada quadcopter. Hasil gambar tersebut juga akan dikirim langsung ke ground station. Dari setiap hasil gambar, quadcopter akan menganalisis apakah gambar yang diambil memiliki titik apinya atau tidak. Jika pada visual gambar terdapat titik api, quadcopter akan memadamkannya. Pada image processing, penulis akan memakai metode Color Filtering HSV (Hue, Saturation, Value) sebagai perbandingan warna pada area jangkauan quadcopter. Hasil tugas akhir ini adalah setiap area yang dapat dijangkau oleh quadcopter dapat mendeteksi api jika terdapat titik api maupun kebakaran. Riset ini akan digunakan di tempat yang rentan akan terjadi titik api sehingga api tidak menyebar lebih luas. Kata kunci : Unmanned Aerial Vehicle, quadcopter, remote control, image processing, Ground Station, Color Filtering, HSV (Hue, Saturation, Value).
Purwarupa Pengolahan Limbah Industri Coklat Secara Otomatis Berbasis Mikrokontroller Reza Nurul Fajri; Fiky Yosef Suratman; Rizky Ardianto Priramadhi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seringkali pengolahan Limbah hasil industri besar tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku pada pemerintah setempat. Limbah hasil pengolahan industri yang tidak sesuai ini di buang pada lingkungan penduduk tanpa memperhatikan dampak terhadap masyarakat sekitar. Dalam pengolah Limbah hasil industri, Limbah jenis cair yang akan berhubungan langsung dengan lingkungan masyarakat. Pengolahan Limbah yang tidak maksimal bisa berakibat Limbah cair memiliki kandungan lumpur. Kandungan lumpur ini akan mengakibatkan kejernihan air serta nilai pH dengan nilai di atas rata-rata yang diizinkan. Masalah ini dapat dikurangi dengan mengotomasi pengontrolan kandungan lumpur, kejernihan air, dan nilai pH pada pengolahan Limbah. Sistem pengolahan Limbah ini terdiri dari dua pengolahan. Pertama kandungan lumpur yang terkandung dalam Limbah akan dikontrol kekeruhannya dengan sensor LDR dan diolah dengan metode floccuration. Teknik tersebut akan memisahkan lumpur dengan air. Pada pengolahan kedua nilai pH yang terkandung dalam Limbah akan dikontrol dengan pencampuran cairan asam atau basa dan pengukuran kadar keasaman air menggunakan sensor pH meter analog. Sistem memproses hasil tersebut agar dapat mengatur waktu terbukanya pintu otomatis dan hasil olahan Limbah akan dibuang. Hasil akhir dari perancangan sistem ini adalah kualitas Limbah yang dihasilkan akan lebih aman bagi lingkungan. Yaitu berkurangnya kandungan lumpur, bertambahnya kejernihan air dengan nilai maksimal 20 NTU serta nilai pH yang dihasilkan netral (pH 6 – 8). Kata kunci : Limbah cair industri, sistem pengontrolan otomatis, floccuration.
Implementasi Dan Analisis User Experience Aplikasi Belajar Tajwid Menggunakan Metode Ucd Pada Anak Usia Sekolah Lola Nadita; Veronikha Effendy; Dawam Jatmiko
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu tajwid perlu diterapkan pada anak-anak agar ayat Al-Quran yang mereka baca tidak salah arti. Pembelajaran ilmu tajwid ini sebaiknya sudah mulai diajarkan pada masa anakanak. Dengan segala keterbatasan sehingga ilmu tajwid menjadi sukar untuk dipelajari. Sehingga perlunya alternatif media pembelajaran baru agar anak-anak tertarik dalam belajar tajwid, contohnya adalah media interaktif. Salah satu media interaktif adalah melalui aplikasi yang terdapat pada smartphone android. Penelitian ini bertujuan menghasilkan user experience yang sesuai kebutuhan anak sekolah dalam belajar tajwid dengan menggunakan metode User Centered Design (UCD) dan Hierarchical Task Analysis (HTA) dan menganalisis tingkat usability pada prototipe aplikasi belajar tajwid menggunakan metode QUIM . Salah satu metode yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi belajar tersebut adalah menggunakan metode User Centered Design (UCD). Metode yang digunakan untuk menganalisis dan mendefinisikan tugas-tugas yang akan dilakukan pada aplikasi, digunakan metode (Hierarchical Task Analysis) HTA. Pengukuran usability pada aplikasi ini menggunakan pengukuran usability QUIM. Penelitian ini menghasilkan prototipe dari model user experience aplikasi belajar ilmu tajwid yang sesuai dengan kebutuhan anak dalam belajar ilmu tajwid. Kata kunci : Ilmu Tajwid,User Centered Design, Hierarchical Task Analysis, User Experience, Media Interaktif, Smartphone Android
Identifikasi Pola Sidik Bibir Pada Pria Dan Wanita Menggunakan Metode Gray Level Co-occurrence Matrix (glcm) Dan Learning Vector Quantization (lvq) Sebagai Aplikasi Bidang Forensik Syelanisa Nabilla; Bambang Hidayat; Yuti Malinda
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forensik merupakan bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses identifikasi individu maupun kepentingan penegakan hukum. Banyak cara dalam mengidentifikasi individu, namun seringkali karena kondisi fisik individu yang sudah tidak utuh, maka dilakukan pengidentifikasian. Ilmu kedokteran gigi forensik secara sederhana dapat menentukan identitas seseorang berdasarkan pemeriksaan odontologi, rugae palatina, dan sidik bibir. Sidik bibir memiliki karakteristik khas sama halnya dengan perbandingan sidik jari. Tugas Akhir ini dibuat bertujuan untuk memudahkan identifikasi dan klasifikasi sidik bibir pada pria dan wanita. Metode yang digunakan untuk ekstrasi ciri adalah Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan metode yang digunakan untuk klasifikasi adalah Learning Vector Quantization (LVQ). Hasil performansi sistem menggunakan metode tersebut telah dianalisis. Kata kunci: Sidik bibir, Gray Level Co-occurrence Matrix, Learning Vector Quantization
Perancangan Penyeimbangan Lini Perakitan Excava 200 Menggunakan Metode Linear Programming Untuk Meningkatkan Efisiensi Lini Di Pt Pindad (persero) Azzam Nadhifta Ahmady; Pratya Poeri Suryadhini; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pindad (Persero) memproduksi sebuah produk ekskavator bernama Excava 200. Permasalahan yang terjadi pada lini produksi Excava 200 adalah rendahnya tingkat efisiensi lini saat ini karena perbedaan waktu stasiun yang cukup signifikan pada stasiun kerja yang ada saat ini. Hal ini menyebabkan permintaan produk Excava 200 pada tahun 2017 menjadi tidak dapat terpenuhi Tujuan dari penelitian ini adalah menyeimbangkan waktu stasiun yang ada pada lini perakitan tersebut agar didapat lini perakitan yang lebih efisien dan dapat memenuhi permintaan akan produk Excava 200. Penelitian ini menggunakan LINGO versi 17 sebagai software pengolah data. Dengan dilakukannya penyeimbangan lini pada lini produksi Excava 200 menggunakan metode linear programming, efisiensi lini meningkat dari sebelumnya sebesar 20,67% menjadi sebesar 77,85%. Keseimbangan waktu senggang mengalami penurunan dari semula sebesar 79,33% menjadi 22,15%. Nilai indeks kelancaran juga menurun dari sebelumnya sebesar 4813,78 menjadi sebesar 599,92. Berdasarkan perubahan nilai performa lini tersebut, dapat disimpulkan bahwa lini usulan lebih baik dibandingkan lini aktual. Kata kunci: Penyeimbangan lini, Linear Programming, Efisiensi lini, Balance delay, Smoothness index Abstract PT Pindad (Persero) produces excavator by the name of Excava 200. The problem with the existing Excava 200 production line is that the line efficiency is staggeringly low as a result of significant difference in station time. This leads to unfulfillment of Excava 200 demand in 2017. The purpose of this research is to balance the station time of said line such that a more efficient line is produced and the demand can be met. This research uses LINGO version 17 as data processing software. By balancing the line using linear programming method, the line efficiency rises up from 20.67% to 77.85%. Balanced delay lowers from 79.33% to 22.15%. Smoothness index also lowers from 4813.78 to 599.92. Based on changes of line performances, it can be concluded that the proposed line is better than the existing line. Keywords: Line balancing, Linear Programming, Line efficiency, Balanced delay, Smoothness index
Perancangan Program Retensi Untuk Meningkatkan Loyalitas Mahasiswa Strata 1 Universitas Telkom Menggunakan Metode Blitz Qfd (quality Function Deployment) Fitriyatul Jannah; Yati Rohayati; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Telkom (Tel-U) merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang berlokasi di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Pada tahun 2015 Tel-U telah meluluskan 3.197 mahasiswa S1 dari berbagai jurusan (BAA Tel-U, 2015). Namun, dari jumlah lulusan S1 yang ada, hanya 14 mahasiswa melanjutkan ke jenjang pendidikan S2 di Tel-U. Hal ini menuntut Tel-U agar lebih fokus pada upaya meningkatkan loyalitas dengan program retensi untuk memperpanjang hubungan mahasiswa yang ada dengan meminimasi jumlah mahasiswa yang berpindah. Perancangan program retensi pada penelitian ini menggunakan metode Blitz QFD, karena metode ini menggabungkan beberapa voice of customer tools dengan Maximum Value Table yang dapat menterjemahkan critical customer needs ke dalam bentuk persyaratan teknis, desain dan project. Blitz QFD menawarkan konsep perancangan yang lebih efisien sehingga perancangan program yang dilakukan bisa lebih akurat karena hanya berfokus pada top crirical customer needs. Berdasarkan hasil wawancara kepada mahasiswa diperoleh 18 atribut kebutuhan yang mempengaruhi loyalitas mahasiswa Tel-U. Hasil pengolahan data menggunakan metode AHP diperoleh 8 atribut kebutuhan yang merupakan top critical customer needs dengan ranking tertinggi. Selanjutnya kedelapan atribut kebutuhan tersebut diterjemahkan ke dalam solusi teknis dan project menggunakan Maximum Value Table, sehingga menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan loyalitas mahasiswa melalui program retensi Tel-U. Program tersebut adalah program kuliah tamu, program transparansi nilai, program scholarship, program modular untuk S2 dan Program Ad-On. Kata kunci : Proses perancangan program retensi, Tel-U, Blitz QFD, AHP, VoC
Studi Kelayakan Sistem Planar Induksi Medan Magnet Menggunakan Single Tranceiver Pada Bahan Ferromagnetik Dan Non-ferromagnetik Bella Eliana; Dudi Darmawan; Mahfudz Al Huda
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dibuat sistem planar induksi medan magnet menggunakan single tranceiver. Adanya masukan berupa arus bolak-balik (AC) pada koil pemancar menimbulkan medan magnet yang berubah-ubah sehingga menimbulkan tegangan induksi pada koil penerima, besarnya medan magnet induksi ini juga dipengaruhi oleh permeabilitas medium antara koil pemancar dan koil penerima. Simulasi COMSOL pada sistem digunakan sebagai studi awal penentuan rancangan geometri sensor koil, nilai induktansi koil, dan pola sebaran densitas fluks magnetik. Mengacu pada hasil simulasi ini, kemudian dibuat prototipe sistem. Prototipe sistem diuji coba untuk mengenali perbedaan bahan ferromagnetik dan non-ferromagnetik. Kemudian, setelah mendapatkan jenis bahan yang lebih sensitif terhadap sistem, maka jenis bahan tersebut diuji dengan variasi ketebalan dan anomali yang bervariasi. Nilai induktansi rata-rata hasil pengukuran adalah sebesar 0,06959 mH, sedangkan pada simulasi COMSOL sebesar 0,05162 mH. Pada pengujian sistem, masukan yang diberikan dari function generator sebesar 10,2 Volt dan dengan rentang frekuensi kerja 2 MHz – 8 MHz, kemudian hasilnya dibaca pada osiloskop. Sistem planar induksi medan magnet ini mampu membedakan jenis bahan ferromagnetik dan non-ferromagnetik berupa benda solid (parafin, besi di dalam parafin, besi) dan benda berbentuk serbuk (kuarsa dan Fe3O4 atau magnetite). Namun, sistem ini belum mampu membedakan ketebelan dan anomali dari bahan baja secara signifikan. Kata kunci : koil, sensor, induksi, medan magnet, planar Abstract Magnetic field induction planar system has been developed by using single tranceiver. The existence of an input of alternating current (AC) in the transmitter coil cause magnetic field changing, it causing emf at the receiver coil. The magnitude of the magnetic field induction is also influenced by the permeability of the medium between the transmitter and receiver coil. COMSOL system of this system is used to preliminary study of coil sensor geometry design, value of coil inductance, and pattern of magnetic flux density distribution. Referring to the results of this simulation, then made prototypes of the system. System prototypes were tested to recognize differences in ferromagnetic and non-ferromagnetic materials. Then, after obtaining a type of material that is more sensitive to the system, then the type of material is tested with thickness and anomaly variations. The average inductance value of the measurement result is 0.06959 mH, while the COMSOL simulation is 0.05162 mH. In system test, the input is given by function generator is 10,2 Volt and with working frequency on range 2 MHz - 8 MHz, then the result is displayed on oscilloscope. The planar induced magnetic field system is capable of distinguishing types of ferromagnetic and non-ferromagnetic materials such as solids (paraffin, iron in paraffin, iron) and powdered objects (quartz and Fe3O4 or magnetite). However, this system has not been able to distinguish the thickness and anomaly of steel materials significantly. Keywords: coil, sensor, induction, magnetic field, planar

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue