cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Deteksi Pulpitis Reversibel Melalui Sinyal Wicara Dengan Metode Wavelet Packet Dan Klasifikasi Self Organizing Maps (som) Maya Amiriyanti; Bambang Hidayat; Yun Mukmin Akbar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suara setiap manusia pastinya berbeda-beda. Dimana masing-masing suara memiliki frekuensi dan karakteristik yang berbeda-beda pula. Saat ini di era teknologi yang sudah canggih suara dapat digunakan sebagai media pendeteksi melalui aplikasi atau program komputer, sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu pendeteksi khususnya di bidang kesehatan. Dengan adanya aplikasi atau program tersebut dapat membantu mendeteksi adanya fenomena barodontalgia khususnya pada kasus perawatan pulpitis reversibel pada penyelam. Pada tugas akhir ini dirancang sebuah program aplikasi untuk membantu para dokter mendeteksi sinyal suara pada penyelam dengan fenomena barodontalgia khususnya kasus perawatan pulpitis reversibel melalui metoda klasifikasi Wavelet Packet dan Self Organizing Maps (SOM). Suara yang akan di proses melewati beberapa tahap sepeti input data, preprocessing, window normalisasi, ekstraksi ciri, klasifikasi, dan tahap penentuan. Sistem ini sangat bergantung pada sinyal suara dengan menggunakan audio processing. Pada tugas akhir ini hasil yang diperoleh adalah sebuah aplikasi berbasis Matlab untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi. Dari penelitian ini diperoleh hasil akurasi sebesar 73,333 %. Kata kunci : pulpitis reversibel, audio processing, Wavelet Packet, Self Organizing Maps (SOM) Abstract The sound of every human being must be different. Where each voice has different frequencies and characteristics. At present in the era of advanced technology, sound can be used as a detection medium through an application or computer program, so that it can be used as a detection aid especially in the health sector. With the application or program it can help detect the presence of barodontalgia phenomena, especially in the case of reversible pulpitis treatment in divers. In this final project an application program is designed to help doctors detect sound signals in divers with barodontalgia phenomena, especially cases of reversible pulpitis treatment through the Wavelet Packet classification method and Self Organizing Maps (SOM). The sound that will be processed goes through several stages such as data input, preprocessing, normalization window, feature extraction, classification, and determination stage. This system is very dependent on sound signals using audio processing. In this final project the results obtained are a Matlab-based application for identifying and classifying. From this study the results of the accuracy were 73.333%. Keywords: Reversible Pulpitis, Audio Processing, Wavelet Packet, Self Organizing Maps (SOM)
Klasifikasi Suara Anak-anak Menggunakan Metode Fast Fourier Transform Rizka Nugra Annisa; Suprayogi Suprayogi; Hertiana Bethaningtyas Dyah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suara pada setiap manusia memiliki tipe yang berbeda-beda. Tipe suara adalah berbagai jenis suara yang diklasifikasikan bedasarkan frekuensi suara yang dihasilkan. Terdapat 6 tipe suara manusia, yaitu untuk tenor,bariton, dan bass, sopran, mezosopran dan alto. Jika dibandingkan dengan suara pria dan wanita dewasa, wilayah suara anak - anak memiliki kondisi berubah - ubah. Pada anak-anak jangkauan suara yang dimiliki masih dapat berubah, kondisi tersebut dikarenakan organ pembentuk suara yang masih terus berkembang. Dengan demikian akan dilakukan penelitian untuk tugas akhir dengan mengidentifikasikan suara anak - anak serta mengklasifikasikan suara tersebut kedalam jenis tipe suara manusia bedasarkan frekuensi dengan menggunakan metode Fast Fourier Transform. yang dapat mengubah sinyal dari domain waktu ke domain frekuensi. dengan menggunakan metode FFT, laju komputasi dari perhitungan transformasi fourier dapat ditingkatkan. Dimana suara anak-anak akan direkam dengan mengucapkan nada dasar suara, kemudian hasil rekaman suara tersebut akan diolah menggunakan software MATLAB R2015b dengan menggunakan metode Fast Fourier Transform untuk melihat frekuensi yang dihasilkan oleh suara anak tersebut kemudian diklasifikasikan dengan tipe suara. Kata kunci: suara manusia; tipe suara; anak-anak; FFT; Matlab. Abstract Every human being has a different type of voice. The type of voice is various types of sound that are classified according to the frequency of sound produced. There are 6 types of human sounds, namely for tenor, baritone, and bass, soprano, mezosopran and alto. When compared with the voice of adult men and women, the children's voice area has changing conditions. In children the range of sound they have can still change, this condition is due to the sound-forming organs that are still developing. Thus, research will be carried out for the final project by identifying the voices of children and classifying the sounds into types of human voice based on frequency using the Fast Fourier Transform method. which can change signals from the time domain to the frequency domain. by using the FFT method, the computational rate of the fourier transformation calculation can be increased. Where the voices of children will be recorded by saying the basic tone of sound, then the sound recording results will be processed using MATLAB R2015b software using the Fast Fourier Transform method to see the frequency produced by the child's voice then classified by the type of sound. Keywords: human voice; sound type; children; FFT; Matlab.
Pemanfaatan Mvc Pattern Untuk Pembuatan Software Aplikasi Administrasi Desa (studi Kasus Desa Sukapura) Suwaldi Mardana; Kemas Muslim Lhaksmana; Eko Darwiyanto
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelayanan Masyarakat merupakan kegiatan yang diperuntukkan untuk melayani masyarakat untuk mempermudah dan membantu masyarakat. Pada era reformasi saat ini masyarakat terbuka dalam memberikan kritikan pada pemerintah dalam pelayan publik dan juga pada saat ini pelayanan publik desa banyak mendapat sorotan dari masyarakat. Penelitian secara langsung di lapangan kelurahan Desa Sukapura, penggunaan sistem administrasi secara manual yang saat ini digunakan membuat waktu pelayanan relatif lama, ketergantungan terhadap kemampuan komputer tenaga administratif tertentu cukup besar, format surat tidak standar, pencatatan administratif yang kurang baik.Penerapan sistem informasi dan konsep E-Government menjadi pertimbangan utama bagi organisasi sektor publik (pemerintah desa) yang melakukan proses penyusunan perencanaan dan pemantuan dan evaluasi hasil pembangunan. Salah satu sistem informasi yang sudah ada yaitu aplikasi desa sundawenang yang akan diterapkan didesa sukapura berbasis web dengan menggunakan metode CBSE (Component-Based Software Engineering). CBSE adalah pendekatan untuk pengembangan perangkat lunak dan penggunaan kembali komponen-komponen perangkat lunak untuk menggantikan teknik pengembangan dari awal seperti yang dipakai selama ini. Reusable code pada web desa sundawenang ke desa sukapura memiliki framework yang berbeda yaitu dari framework laravel ke framework codeigniter. Hasil analisis yang didapatkan berupa nilai rata-rata persenan untuk penggunaan ulang code pada web desa sundawenang ke desa sukapura dengan model sebesar 0%, view 31.9%, controller 0%, database 100%. Sehingga penggunaan ulang code pada web desa sundawenang ke web desa sukapura tidak dapat digunakan ulang code secara penuh. Kata kunci : Compnent-Based Software Engineering, Sistem Informasi, E-Government, Codeigniter, Laravel Abstract Community Service is an activity intended to serve the community to facilitate and help the community. In the current reform era, the public was open to giving criticism to the government in public servants and also at this time village public services received much attention from the public. Research directly in the village district of Sukapura, the use of a manual administration system which is currently used as a relatively long service time, dependence on the ability of certain administrative personnel computers is large, nonstandard letter formats, poor administrative records. Application of information systems and concepts E-Government is a major consideration for public sector organizations (village governments) that carry out the process of preparing planning and monitoring and evaluating development outcomes. One of the existing information systems is the sundawenang village application which will be implemented in the web-based sukapura village using the CBSE (Component-Based Software Engineering) method. CBSE is an approach to software development and reuse of software components to replace development techniques from the start as used so far. Reusable code on the Sundanese village web to Sukapura village has a different framework, namely from the Laravel framework to CodeIgniter framework. The results of the analysis obtained in the form of an average value of percent for reuse of code on the Sundanese village web to Sukapura village with a model of 0%, view 31.9%, controller 0%, database 100%. So that the reuse of code on the Sundanese village web to the Sukapura village web code cannot be fully reused. Keywords: Compnent-Based Software Engineering, Information System, E-Government, Codeigniter, Laravel
Filter Bandpass Mikrostrip X-band Untuk Radar Cuaca Gandaria Gandaria; Dharu Arseno; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Filter merupakan perangkat yang penting untuk sistem microwave, salah satu contohnya pada radar. Pada radar, filter terdapat dalam blok sistem yang berfungsi untuk meredam sinyal-sinyal pada frekuensi yang tidak diinginkan dan meloloskan sinyal pada frekuensi yang diinginkan. Perancangan filter disesuaikan dengan frekuensi kerja dan dimana filter tersebut akan digunakan. Pada tugas akhir ini dirancang dan disimulasikan filter bandpass mikrostrip yang bekerja pada frekuensi X-band dengan contoh aplikasinya pada radar cuaca sehingga dibutuhkan filter dengan dimensi yang cukup kecil namun dengan kinerja yang bagus pula. Filter dirancang dengan menggunakan tiga jenis resonator berbasis square diantaranya square loop resonator, square open loop, dan meander. Substrat yang digunakan yaitu RT Duroid 5880LZ dengan konstanta dielektrik sebesar 2 dan tebal substrat 1,27 mm. Berdasarkan simulasi hasilnya yaitu nilai return loss filter square loop resonator -14,1524 dB, filter square open loop resonator sebesar -13,679 dB, dan filter meander sebesar -21,139 dB. Nilai insertion loss filter square loop resonator sebesar - 2,2875 dB, filter square open loop resonator sebesar -2,44 dB, dan filter meander sebesar -1,386 dB. Bandwidth filter square loop resonatorsebesar 299 MHz, filter square open loop resonator sebesar 301 MHz, dan filter meander sebesar 300 MHz. Semua filter mempunyai frekuensi tengah di 9 GHz. Kata Kunci : bandpass filter, mikrostrip, square loop resonator, square open loop, meander. Abstract Filter is an important component for microwave systems, one of the example is the radar system. In the radar system, the filter located in the block system for attenuates the undesired signals at the certain range of frequency and passes the desired signals at the certain range of frequency. Design of filter depends on working frequencies and the location where the filter will be used. This final project designs microstrip bandpass filter that works at X-Band frequency, with an example application on the weather radar so the filter has to be design in small dimensions but with a great performance. The filter will be designed using three type of resonators based on square shape including square ring, square open loop, and meander. The substrate material used in this final project is RT Duroid 5880LZ with the value of dielectrict constant is 2 and substrate thickness is 1,27 mm. Based on the simulations, the values of return loss from square loop filter is -14,1524 dB, square open loop filter is -13,679 dB, and meander filter is -21,139 dB. The values of insertion loss from square loop filter is -2,2875 dB, square open loop filter is -2,44 dB dB, and meander filter is -1,386 dB. The values of bandwidth from square loop filter is 299 MHz, square open loop filter is 301 MHz, and meander filter is 300 MHz. All of the filters has center frequency at 9 GHz. Keywords : bandpass filter, microstrip, square loop resonator, square open loop, meander.
Implementasi Alignment Point Pattern Pada Sistem Pengenalan Sidik Jari Menggunakan Template Matching Try Moloharto; Said Al Faraby; Kemas Muslim Lhaksmana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sidik jari merupakan salah satu dari sistem identifikasi biometric. Hal ini dikarenakan sidik jari memiliki pola yang unik dan berbeda pada setiap manusia, sehingga identifikasi menggunakan sidik jari sudah tidak dapat diragukan lagi. Namun, pencocokan sidik jari secara manual sangat sulit dilakukan karena kerumitan pola yang ada didalamnya. Karena itu, dibutuhkan sistem yang dapat mengenali sidik jari secara akurat. Dalam sistem pengenalan sidik jari dibutuhkan 3 proses tahapan yaitu image enhancement, ekstraksi ciri, dan pencocokan. Pada penelitian ini, metode Crossing number digunakan sebagai proses ekstraksi minutiae dan template matching sebagai pencocokan. Ditambahkan juga proses alignment point pattern yaitu proses perputaran dan pergeseran guratan sidik jari untuk meningkatkan performa sistem. Hasil penelitian memberikan performa sebesar 18,54% dengan proses pencocokan tanpa alignment point pattern, dan memberikan performa 67,40% dengan menambahkan proses alignment point pattern. Kata kunci : pengenalan sidik jari, alignment point pattern, ekstraksi minutiae, crossing number. template matching Abstract Fingerprints is one of biometric identification system. This is because fingerprints have unique and different pattern in every human, so identification using fingerprints can no longer be doubted. But, manual fingerprint recognition by human hard to apply because of the complex pattern on it. Therefore, an accurate fingerprint matching system is needed. There are 3 steps needed for fingerprint recognition system, namely image enhancement, feature extraction, and matching. In this study, crossing number method is used as a minutiae extraction process and template matching is used for matching. We also add alignment point pattern process added, which are ridge translation and rotation to increase system performance. The system provide a performance of 18,54% with a matching process without alignment point pattern, and give performance of 67,40% by adding alignment point pattern process. Keywords: fingerprint recognition, alignment point pattern, minutiae extraction, crossing number, template matching
Identifikasi Tingkat Kenyamanan Akustik Di Taman Balai Kota Bandung David Hangkam Sirait; Suprayogi Suprayogi; M. Saladin Prawirasasra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendekatan secara metode Soundscape melibatkan aspek subjektif seseorang untuk dapat merasakan lingkungan akustik secara nyata. Aspek subjektif berupa penilaian kuesioner terhadap sebuah rekaman, berdasarkan lingkungan akustik aslinya untuk diperdengarkan kembali. Penilaian dengan menentukan skala yang sudah ditentukan berbentuk Semantic Differential dan Adjective Scale. Objek penelitian dilakukan pada tiga zona di Taman Balai Kota Bandung yaitu zona rekreasi, zona air mancur, dan zona taman labirin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik zona pada pagi dan siang hari memiliki perbedaan signifikan antara zona air mancur - zona labirin. Pada sore hari perbedaan signifikan antara zona rekreasi - zona air mancur. Hal ini sebanding dengan penilaian responden yang menunjukkan zona air mancur merupakan zona yang baik untuk dikunjungi pada waktu pagi dan siang hari. Kata kunci: Soundscape, Semantic Differential, Adjective Scale, Zona, Taman Balai Kota Bandung, Waktu. Abstract The approach of the Soundscape method involves the subjective aspect of a person to be able to feel the acoustic environment in a real way. The subjective aspect is the assessment of the questionnaire on a recording, based on the original acoustic environment to be played back. Assessment by determining the scale that has been determined in the form of Semantic Differential and Adjective Scale. The object of the study was carried out in three zones in the Bandung City Hall namely recreation zones, fountain zones, and labyrinth garden zones. The results of this study indicate that the characteristics of the zones in the morning and afternoon have significant differences between the fountain zones - the labyrinth zone. In the afternoon significant differences between recreational zones - fountain zones. This is comparable to the respondents' assessment which shows that the fountain zone is a good zone to visit in the morning and afternoon. Keywords: Soundscape, Semantic Differential, Adjective Scale, Zone, Taman Balai Kota Bandung, Time
Sistem Pengukuran Energi Listrik Pada Smart Energy Meter Untuk Aplikasi Smart House Yang Menggunakan Rooftop Photovoltaic Arif Maulana; Efri Suhartono; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Photovoltaic untuk rumah-rumah atau di rumah pintar sudah banyak digunakan. Dalam penggunaannya, perlu di kombinasikan dengan sumber PLN, sebagai sumber energi listrik utama. Hanya saja, untuk menerapkannya diperlukan alat dan sistem sebagai pengendali dan monitoring. Maka pada penelitian ini, telah dibuat sebuah alat untuk membaca tegangan dan arus direct current dari baterai dan mengontrol penggunaan sumber daya listrik dari baterai yang dapat beralih ke sumber PLN. Prinsip kerja alat ini yaitu memantau energi listrik, kendali penyimpanan dan pemakaian energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit alternatif dengan media penyimpanan berupa baterai, dengan penggunaan dan pengisian baterai dilakukan bergantian, lalu pengaturan penggunaan energi listrik photovoltaic dengan energi listrik PLN. Komponen utama dalam penelitian ini antara lain mikrokontroler arduino mega 2560, sensor arus ACS712, voltage sensor, Liquid Crystal Display 16x2 dan modul relay 1 channel. Hasil dari penelitian ini adalah sistem memiliki kemampuan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan proses penggunaan baterai (discharging) atau pengisian (charging), switch sumber listrik dan pembacaan tegangan dan arus beban. Hasil monitoring yaitu akurasi sensing tegangan 98.39% untuk aki 1 dan 99.29% untuk aki 2. Lalu akurasi sensing arus dibandingkan spesifikasi 52.53204% untuk lampu 5 watt pijar alternating current dan 66.20763% untuk 5 watt Light Emitting Diode alternating current. Kata Kunci: smart meter, sensor tegangan, modul relay 1 channel, ACS712, arduino mega 2560, photovoltaic. Abstract Photovoltaic for homes or in smart homes is already widely used. In its use, it needs to be combined with PLN's sources, as the main electricity source. It's just that, to implement it, tools and systems are needed as controllers and monitoring. So in this study, a tool has been made to read the direct current voltage and current of the battery and control the use of electrical resources from the battery that can be switched to the PLN source.. The working principle of this tool is to monitor electrical energy, control the storage and use of electrical energy produced by alternative plants with storage media in the form of batteries, with the use and charging of batteries carried out alternately, then regulating photovoltaic electrical energy use with PLN electricity. The main components in this study include the Arduino Mega 2560 microcontroller, ACS712 current sensor, voltage sensor, Liquid Crystal Display 16x2 and 1 channel relay module. The results of this study are that the system has the ability to activate and deactivate the discharging or charging process, power source switches and voltage and current readings. The results of monitoring are accuracy of sensing voltage 98.39% for battery 1 and 99.29% for battery 2. Then the accuracy of current sensing is compared to specifications of 52.53204% for 5 watt incandescent alternating current lamps and 66.20763% for 5 watts of Light Emitting Diode alternating current. Keywords: smart meter, voltage sensor, relay module, ACS712, arduino mega 2560, photovoltaic
Implementasi Dan Analisis Simulasi Deteksi Emosi Melalui Pengenalan Suara Menggunakan Mel-frequency Cepstrum Coefficient Dan Hidden Markov Model Berbasis Iot Angga Anjaini Sundawa; Aji Gautama Putrada; Novian Anggis Suwastika
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Emosi adalah salah aspek yang sangat penting dalam komunikasi manusia. Untuk mengekspresikan emosi salah satu cara yang dilakukan manusia dan dapat diidentifikasi adalah melalui suara. Pengembangan deteksi suara atau speech recognition merupakan sebuah teknologi yang sudah berkembang pesat untuk membantu interaksi manusia-mesin menjadi lebih baik. Salah satu metode yang paling sering digunakan untuk deteksi suara adalah Mel-Frequency Cepstrum Coefficient (MFCC) dimana gelombang suara diubah menjadi beberapa tipe representasi yang dapat di proses, selanjutnya bagian-bagian tersebut menjadi penentu klasifikasi dari Hidden Markov Model (HMM) agar mengeluarkan suatu koefisien. Hasil kelas emosi yang dikeluarkan masih berupa data yang sukar dibaca oleh pengguna awam sehingga memerlukan media yang mudah dimengerti agar dapat terjalin interaksi manusia-mesin. Berdasarkan kebutuhan manusia terhadap mesin tersebut, perihal dalam mengatasinya yaitu dapat berupa alat indikator yang dapat menerima inputan dari hasil algoritma deteksi emosi untuk selanjutnya disajikan dalam bentuk indikator cahaya lampu yang memiliki acuan terhadap jenis emosi yang dikeluarkan. Selanjutnya alat juga akan mengirimkan hasil deteksi emosi tersebut melalui e-mail sehingga hasil dapat dipantau dimanapun dan kapanpun. Kata Kunci : emosi, speech recognition, hidden markov model, mel-frequency cepstrum coefficient. Abstract Emotion is a very important aspect of human communication. To express emotions one way that humans do and can be identified is through sound. The development of voice detection or speech recognition is a technology that has developed rapidly to help human-machine interactions get better. One of the most commonly used methods for sound detection is Mel-Frequency Cepstrum (MFCC) where sound waves are converted into several types of representations that can be processed, then the parts become determinants of the classification of the Hidden Markov Model (HMM) to issue a coefficient. The emotion class results that are released are still in the form of data that is difficult to read by ordinary users so that it requires a medium that is easy to understand in order to establish human-machine interaction. Based on the human need for the machine, the problem in dealing with it can be in the form of an indicator that can receive input from the results of the emotion detection algorithm and then presented in the form of a light indicator that has a reference to the type of emotion emitted. Furthermore, the tool will also send emotion detection results via e-mail so that the results can be monitored wherever and whenever. Keywords : emotion, speech recognition, hidden markov model, mel-frequency cepstrum coe
Perancangan Sistem Catu Daya Tambahan Pada Pesawat Tanpa Awak Menggunakan Sel Surya Mamat Rahmat; Ekki Kurniawan; Sony Sumaryo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pendidikan. Pesawat tanpa awak ini memiliki kekurangan dalam hal performa karena daya yang terbatas yang berarti pesawat tanpa awak ini harus mendarat untuk melakukan pengisian ulang baterai. Semakin besar kapasitas baterai maka semakin efektif juga pekerjaan yang dilakukan namun memperbesar kapasitas baterai juga berpengaruh pada semakin kecilnya berat total muatan yang dapat dibawa oleh pesawat tanpa awak ini. Pada tugas akhir ini penulis akan merancang sistem catu daya tambahan untuk pesawat tanpa awak menggunakan sel surya berjenis monocrystalline. Daya keluaran sel surya digunakan untuk menambah daya pada sistem pesawat tanpa awak melalui modul charger dan baterai lipo yang menjadi catuan utama pesawat tanpa awak. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa pesawat tanpa awak menggunakan catu daya tambahan menggunakan sel surya dalam kondisi cerah menambah daya rata-rata 7.4 watt dan menambah durasi kerja sebesar 75.2%. Dalam kondisi berawan menambah daya rata-rata 4.4 watt dan menambah durasi kerja sebesar 25.2%. Dalam kondisi mendung sel surya tidak menghasilkan daya dan tidak menambah durasi kerja. Kata kunci: pesawat tanpa awak, sel surya, baterai
Enterprise Architecture Diskominfo Jabar Pada Fungsi Informasi dan Komunikasi Publik Menggunakan Togaf ADM Apridho Darani; Irfan Darmawan; Ridha Hanaf
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) merupakan instansi pemerintahan yang bertugas membantu kinerja gubernur Jawa Barat dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah dalam hal komunikasi dan informatika. Diskominfo Jabar juga berkaitan tugasnya dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam mendukung program kerja dari Kementrian Kominfo disetiap daerah indonesia khususnya dalam wilayah Jawa Barat. Permasalahan yang ada pada fungsi Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Publik yaitu, telah mengimplementasikan teknologi IT dalam melakukan aktifitasnya, tetapi belum optimal dalam penggunaan teknologi yang ada serta belum terintegrasi antar divisi yang ada pada diskominfo Jabar. Selain itu diperlukan perencanaan teknologi dalam pelaksanaan dan pengendalian yang selaras dengan strategi bisnis. Dengan adanya EA dapat meningkatkan efisiensi teknologi informasi dan menyelaraskannya dengan proses bisnis organisasi serta mengembangkannya. Sebelum melakukan implementasi EA, sebaiknya organisasi menggunakan framework. Dengan adanya framework diharapkan dapat mengelola sistem atau teknologi yang komplek dan menyelaraskannya dengan proses bisnis teknologi informasi serta menginvestasikannya (Kourdi, 2007). Framework enterprise architecture yang paling terkenal adalah The Open Group Architecture Framework (TOGAF) (Open Group, 2003). TOGAF merupakan framework yang melakukan pendekatan untuk merancang EA. Kata Kunci: Enterprise Architecture, DISKOMINFO, Framework, TOGAF, TOGAF ADM Abstract Department of communication and Informatics (DISKOMINFO) is a government agency tasked with assisting the performance of the governor of West Java in carrying out local government affairs in terms of communication and informatics. Diskominfo Jabar also related duties with the Ministry of Communications and Informatics (Kominfo) in support of work programs from the Ministry of Communications and Informatics in every region of Indonesia, especially in the area of West Java. Problems that exist in the function of Communication and Public Information Management that is, have implemented IT technology in performing its activities, but not optimal in the use of existing technology and not yet integrated among divisions in discominfo Jabar. In addition, technology planning is required in the implementation and control in line with business strategy. With the EA can improve the efficiency of information technology and harmonize with organizational business processes and develop it. Before implementing an EA, we recommend using the framework. With the framework is expected to manage complex systems or technologies and align them with information technology business processes and invest it (Kourdi, 2007). The most famous enterprise architecture framework is The Open Group Architecture Framework (TOGAF) (Open Group, 2003). TOGAF is a framework that approaches to design EA. Keywords : Enterprise Architecture, DISKOMINFO, Framework, TOGAF, TOGAF ADM

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue