cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Implementasi Fuzzy Logic Pada Perancangan Jaket Penghangat Zidni Fahmi Suryandaru; Aji Gautama Putrada; Novian Anggis Suwastika
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hipotermia merupakan salah satu kondiri tubuh yang tidak normal, dimana suhu tubuh berada di bawah kondisi normal, hipotermia dapat diatasai dengan menggunakan pakaian hangat dan tebal seperti selimut dan jaket. Namun penggunaan jaket masih belum maksimal dalam menghangatkan suhu tubuh, sehingga dibutuhkan suatu penghangat yang lebih untuk menghangatkan tubuh untuk menghindari kondisi hipotermia.teknologi berperan aktif dalam menciptakan hal-hal baru untuk mengatasi berbagai macam masalah. Salah satu teknologi yang dapat membantu penderita hipotermia adalah Jaket Penghangat dimana fungsi dari alat tersebut dapar meningkatkan suhu dengan mengesuaikan suhu tubuh ketika terindikasi hipotermia, sistem di rancang menggunakan fuzzy logic. Alat ini akan membaca suhu tubuh manusia yang terpasang pada pergelangan tangan. Untuk perancangannya alat-alat yang digunakan antara lain mikrokontroler arduino uno, sensor MLX90614, jaket, heating pad sebagai penghangat pada jaket. Kata kunci : Jaket Penghangat, fuzzy logic , mikrokontroler arduino uno, sensor suhu MLX90614, heating pad. jaket Abstract Hypothermia is an abnormal condition of the body, where body temperature is under normal conditions, hypothermia can be overcome by using warm and thick clothing such as blankets and jackets. But the use of jackets is still not maximal in warming up body temperature, so it takes a warmer to warm the body to avoid hypothermia. Technology plays an active role in creating new things to overcome various kinds of problems. One technology that can help hypothermia sufferers is warm jacket where the function of the device can increase temperature by adjusting body temperature when indicated hypothermia, the system is designed using fuzzy logic. This tool will read the temperature of the human body that is attached to the wrist. For the design of the tools used include the Arduino Uno microcontroller, MLX90614 sensor, jacket, heating pad as a warmer on the jacket. Keywords: warm jacket, fuzzy logic, Arduino Uno microcontroller, MLX90614 temperature sensor, heating pad. jacket
Perancangan Sistem Kendali Dan Monitoring Jarak Jauh Peralatan Listrik Rumah Tangga Berbasis Android Muhammad Fathurrohim Nur; Muhammad Ary Murti; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang berkembang pesat telah menghasilkan berbagai peralatan cerdas dan canggih yang dapat mengubah kehidupan manusia pada saat ini. Perkembangan tersebut dapat di aplikasikan dalam kehidupan masyarakat untuk membantu aktivitasnya. Salah satunya adalah penerapan pada sebuah rumah, oleh karena itu dibuatlah perancangan sistem kendali dan monitoring jarak jauh peralatan listrik rumah tangga berbasis android. Pada penelitian ini dibuat suatu sistem kendali yang dapat menghidupkan atau mematikan dan memantau peralatan listrik rumah tangga yaitu lampu dan kipas angin dengan menggunakan mikrokontroller NodeMCU ESP8266 yang terintegrasi dengan smartphone android menggunakan fitur IoT. Keluaran yang didapatkan dari penelitian ini yaitu dapat mengontrol dan memonitoring lampu dan kipas angin dari jauh yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja melalui smartphone android. Kata Kunci : Android, IoT, NodeMCU ESP8266, Smartphone
Analisis Perancangan Enterprise Architecture Fungsi Pelaporan Wajib Pajak Bendaharawan Direktorat Jenderal Pajak Menggunakan Togaf Adm Bagas Rezkita; Rachmadita Andreswari; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Direktorat Jenderal Pajak sudah menerapkan sistem informasi untuk mendukung proses bisnisnya, namun belum seluruhnya, khususnya dalam fungsi pelaporan pajak bendaharawan. Terdapat beberapa masalah dalam proses bisnis pelaporan wajib pajak bendaharawan, yaitu lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan perhitungan pajak, pembayaran setoran pajak yang harus mendatangi bank secara langsung, tidak seluruh jenis pajak yang dapat melaporkan bukti potong pajak dan laporan pajak secara online sehingga masih harus mendatangi Kantor Pelayanan Pajak, lalu belum seluruh proses menerapkan sistem online sehingga masih sering terjadi duplikasi dan belum seluruhnya terintegrasi. Penulis menggunakan framework TOGAF 9 ADM sebagai perancangan enterprise architecture untuk penyelesaian masalah yang dijabarkan. Diharapkan hasil perancangan dapat digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk sebagai acuan bila nantinya akan dilakukan pengembangan dalam proses bisnis tersebut. Kata kunci: Enterprise Architecture, TOGAF 9 ADM, pelaporan, Direktorat Jenderal Pajak Abstract The Directorate General of Taxes has implemented an information system to support its business processes, but not all of them, especially in the treasury tax reporting function. There are several problems in the business process of treasurer taxpayer reporting, namely the length of time needed to perform tax calculations, payment of tax deposits that must go directly to the bank, not all types of taxes that can report evidence of tax deductions and tax reports online so they still have to go The Tax Service Office, then not all processes have implemented the online system so that duplication still occurs and is not fully integrated. The author uses the TOGAF 9 ADM framework as an enterprise architecture design to solve the problems described. It is expected that the design results can be used by the Directorate General of Taxation as a reference if later development will be carried out in the business process.Keywords: Enterprise Architecture, TOGAF 9 ADM, reporting, The Directorate General of Taxes
Penerapan Metode K-means Clustering Dalam Pengelompokan Data Penumpang Dan Kapal Angkutan Laut Di Indonesia Bangkit Surya Praja; Purba Daru Kusuma; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transportasi laut merupakan sistem transportasi yang memberikan kontribusi sangat besar bagi pembangunan nasional, baik sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi dan berbagai sektor pembangunan lainnya. Kebutuhan akan jasa angkutan laut semakin lama semakin meningkat, baik jumlahnya maupun macamnya. Usahausaha dalam pembangunan sarana transportasi laut yang dilakukan sampai saat ini adalah merupakan cerminan dalam mengatasi peningkatan kebutuhan, maka dari itu dibutuhkan pengelompokan data untuk meninjau laju pertumbuhan jumlah angkutan laut di setiap provinsi di Indonesia. Clustering sudah banyak diterapkan dalam berbagai bidang, salah satunya metode yang sering digukanan yaitu K-Means Clustering. Metode K-Means Clustering cukup efektif untuk diterapkan dalam proses pengklasifikasian karakteristik terhadap objek penelitian. Algoritma K-Means juga tidak terpengaruh terhadap urutan objek yang digunakan dan juga pusat cluster ditentukan secara acak dari salah satu objek pada permulaan perhitungan. Sistem yang akan dibangun dalam penelitian ini adalah sebuah sistem dengan fungsi utama untuk melakukan pengelompokan penumpang dan kapal angkutan laut di Indonesia dan menampilkan hasil dari pengelompokan data tersebut yang diharapkan dapat mempermudah instansi terkait dalam meninjau pertumbuhan transportasi laut. Kata kunci : Clustering, K-Means, Angkutan Laut. Abstract Sea transportation is a transportation system that contributes greatly to national development, both as a supporter and stimulator of economic growth and various other development sectors. The need for sea transportation services is increasing, both in number and in kind. Efforts in the development of sea transportation facilities carried out to date are a reflection of overcoming increasing demand, therefore it is necessary to group data to review the rate of growth in the number of sea transportation in each province in Indonesia. Clustering has been widely applied in various fields, one of which is the method often used, namely KMeans Cluster Analysis. The K-Means Cluster Analysis method is quite effective to be applied in the process of classifying characteristics of research objects. The K-Means algorithm is also not affected by the order of objects used and also the cluster center is determined randomly from one object at the beginning of the calculation. The system to be built in this study is a system with the main function of grouping passengers and ships on sea transport in Indonesia and displaying the results of the data groupings which are expected to facilitate related agencies in reviewing the growth of sea transportation. Keywords: Clustering, K-Means, Sea Transport
Perancangan Model Bisnis Arcana Batik Dengan Meggunakan Pendekatan Business Model Canvas Muhammad Fahmi Siregar; Budi Praptono; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Arcana batik merupakan salah satu dari umk yang ada di Jawa Barat. Produk yang ditawarkan adalah konsep fesyen modern yang dipadukan dengan pakaian traditional. Arcana Batik ingin mengubah mindset para konsumennya jika batik hanya digunakan untuk acara acara tertentu. Arcana batik belum melakukan perencanaan bisnis yang dimiliki dengan baik. Kekurangan yang dimiliki Arcana Batik saat ini adalah belum dilakukannya pemetaan model bisnis secara terstruktur. Hal ini menyebabkan Arcana Batik tidak mampu memprediksi pengaruh yang ditimbulkan akibat faktor internal dan eksternal perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang tepat agar visi&misi Arcana Batik tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usulan rancangan model bisnis yang sesuai dengan menggunakan Business Model Canvas. Dengan pendekatan kanvas, model bisnis ditampilkan dalam satu lembar kanvas, berisi peta sembilan elemen (kotak). Analisis SWOT adalah suatu metode penyusunan strategi UKM atau organisasi yang bersifat satu unit bisnis tunggal. Hasil penelitian berupa 9 blok bangunan atau disebut juga model bisnis kanvas pada bisnis Arcana batik. Model bisnis yang dirancang dan diteliti hanya sebuah ide dan rancangan yang diharapkan dapat diimplementasikan sebagai bentuk bisnis baru. Sehingga dibutuhkan persiapan serta pengawasan lebih lanjut saat penerapan ide tersebut dilakukan. Kata Kunci: Arcana batik, Business Model Canvas, SWOT Abstract Arcana Batik is one of the umk in West Java. The product offered is a modern fashion concept combined with traditional clothing. Arcana Batik wants to change the mindset of its customers if batik is only used for certain events. Batik Arcana has not done a well-planned business plan. The disadvantages of Arcana Batik at this time were that there was no structured mapping of business models. This causes the Arcana Batik not able to predict the effects caused by internal and external factors of the company. Therefore, proper analysis is needed so that the vision and mission of the Arcana Batik is achieved. The purpose of this study is to find out the proposed design of the appropriate business model using Business Model Canvas. With the canvas approach, the business model is displayed on one canvas sheet, containing a map of nine elements (boxes). SWOT analysis is a method of structuring SME strategies or organizations that are a single business unit. The results of the research are 9 building blocks or also called canvas business models in the batik Arcana business. The business model designed and researched is only an idea and design that is expected to be implemented as a new form of business. So that further preparation and supervision is needed when implementing the idea. Keywords : Arcana batik, Business Model Canvas, SWOT
Pengembangan Motif Karang Jenis Leptoseris Explanata Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Mohammad Viko Mashar; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan salah satu kekayaan seni budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Dengan begitu kita sebagai warga indonesia bisa mendukung adanya batik dengan cara melestarikan nya. Dengan membuat pola-pola baru kita sudah ikut andil dalam melestarikan batik itu sendiri. Pola-pola tersebut bisa terinspirasi dari macam-macam bentuk logo, benda, mahkluk hidup seperti hewan maupun tumbuhan. Namun, pada penelitian ini di ambil pada biota laut khususnya terumbu karang. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar yang tentu saja memiliki perairan yang sangat luas, sehingga sudah bisa di pastikan banyak jenis-jenis terumbu karang yang terdapat di lautan indonesia. Melihat banyak jenis dan keunikan dari macam-macam terumbu karang yang berada di perairan indonesia maka hal tersebut dapat di jadikan sebagai pola untuk pengembangan pola baru pada batik yang baru. Salah satu jenis terumbu karang yang akan menjadi motif batik baru yaitu Leptoseris Explanata. Pada penelitian ini, akan di buat suatu aplikasi pengembangan motif batik berbasis web. Dalam pembuatan aplikasi tersebut agar dapat mempermudah dalam mengembangkan beberapa motif baru. Yang menggunakan beberapa metode untuk pembuatan aplikasi pengembangan motif batik berbasis web. Kata kunci : Aplikasi, Batik, Leptoseris Explanata, Web Abstract Batik is one of the riches of world cultural arts originating from Indonesia. That way we as Indonesian citizens can support the existence of batik by preserving it. By making new patterns we have taken part in preserving batik itself. These patterns can be inspired by various forms of logos, objects, living things such as animals and plants. However, this research was taken on marine biota, especially coral reefs. Indonesia as the largest archipelagic country, which of course has very wide waters, so it can be ascertained that there are many types of coral reefs in the Indonesian ocean. Seeing the many types and uniqueness of the types of coral reefs in Indonesian waters, this can be used as a pattern for developing new patterns in new batik. One type of coral reef that will become a new batik motive is Leptoseris Explanata. In this study, an application for web-based batik motive development will be made. In making the application so that it can be easier to develop several new motives. Which uses several methods for making web-based application for batik motive development Keywords: Application, Batik, Leptoseris Explanata, Web.
Koreksi Kegagalan Pelacakan Untuk Pelacakan Objek Berbasis Kernel Tembang Florian Falah; Suryo Adhi Wibowo; Raditiana Patmasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelacakan objek merupakan salah satu bidang pada computer vision yang telah banyak diteliti dan semakin menunjukkan peningkatan yang semakin pesat dari tahun ke tahun, Dalam pengaplikasiannya pelacakan objek digunakan dalam melacak gerakan suatu benda maupun manusia hingga augmented reality. Meskipun sudah cukup canggih namun tetap saja akan mengalami kegagalan pelacakan, karena banyak faktor yang bisa menyebabkan gangguan pada objek dan dapat menyebabkan kegagalan dalam pelacakan. Sistem ini akan bekerja dengan mendeteksi objek dalam suatu video dari setiap framenya, dengan menginisialisasi objek pada frame pertama lalu pelacakan di mulai dari frame kedua hingga frame terakhir dengan mengambil representasi color histogram dari objek yang telah diinisialisasi pada frame pertama, metode yang digunakan saat pelacakan adalah mean-shift tracking. Dalam pengaplikasiannya akan menggunakan algoritma kernel based objek untuk membangkitkan mean-shift tracking. Parameter pengujian untuk analisis kegagalan pelacakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan bhattacharyya, kita akan mengetahui seberapa besar sistem dapat melacak objek dengan benar dan mengetahui penyebab dari kegagalan pelacakan itu sendiri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengkoreksian kegagalan pelacakan dengan metode peningkatan performansi sistem. Parameter performansi pada tugas akhir ini menggunakan metode precision plot dan juga success plot dalam pengevaluasiannya dengan menggunakan groundtruth pada (OTB-50) sebagai dataset. Untuk threshold bhattacharyya menggunakan nilai 0,8 dan image Enhancement sebesar 1,4. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan pada 5 buah sequences dari 50 sequences terpilih yaitu DragonBaby, Box, Basketball, CarDark, dan BlurFace. Didapatkan peningkatan performansi karena pengkoreksian terbesar sebesar 1,885 atau 1,88% pada sequence DragonBaby. Kata kunci : Pelacakan objek, mean-shift tracking, color histogram, tracking failure, bhattacharyya coefficient. Abstract Object tracking is one of the fields in computer vision that has been widely investigated and increasingly shows an increasingly rapid increase from year to year. In its application object tracking is used in tracking the movements of objects and humans to augmented reality. Even though it is quite sophisticated, it will still experience tracking failure, because there are many factors that can cause interference to the object and can cause tracking failure. This system will work by detecting objects in a video from each frame, by initializing the object in the first frame then tracking from the second frame to the last frame by taking a color histogram representation of the object initialized in the first frame, the method used when tracking is mean-shift tracking. In its application, it will use the kernel-based algorithm to generate mean-shift tracking. The test parameter for tracking failure analysis used in this study is with the Bhattachary, we will find out how much the system can track the object correctly and find out the cause of the tracking failure itself. The results obtained from this study are correction of tracking failure with a system performance improvement method. The performance parameters in this final project use the precision plot method and also the success plot in evaluating it using groundtruth from (OTB-50) as a dataset. For the bhattachary threshold, use the value 0.8 and image enhancement of 1.4. Based on the results of experiments conducted on 5 sequences of 50 selected sequences, namely DragonBaby, Box, Basketball, CarDark, and BlurFace. Performance improvement was achieved because the biggest correction was 1,885 or 1.88% in the DragonBaby sequence. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.1 April 2019 | Page 867 Keywords: object tracking, mean-shift tracking, color histogram, tracking failure, bhattacharyya coefficient.
Pembuatan Sel Surya Berbahan Titanium Dioksida Dengan Pendeposisian Partikel Perak Menggunakan Metode Elektroplating Wahyu Kurniawan; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sel surya merupakan pembangkit listrik ramah lingkungan yang memanfaatkan cahaya matahari. Pada perkembangannya, sel surya telah sampai pada generasi ketiga. Penyerapan foton pada sel surya generasi ketiga biasanya menggunakan bahan TiO2 (Titanium Dioksida) atau ZnO (Seng Oksida). Bahan TiO2 digunakan dalam penelitian ini karena memiliki kemampuan penyerapan cahaya yang baik dalam kondisi sedikit cahaya dan pada kondisi teduh. Beberapa penelitian menyatakan untuk fotokatalis dan pembuatan sel surya terbaik menggunakan kristalin anatase. Namun, TiO2 anatase memiliki energi gap yang besar (3,2 ev) sehingga dibutuhkan pendeposisian logam tertentu dengan tujuan agar efisiensi dapat meningkat. Pada penelitian digunakan pendeposisian partikel Ag karena nilai konduktifitas Ag lebih besar dari Cu dan Au sehingga diharapkan efisiensinya menjadi lebih baik. Pendeposisian TiO2 pada FTO menggunakan metode doctor blade dan pendeposisian partikel Ag pada FTO/TiO2 menggunakan metode elektroplating. Pendeposisian partikel Ag diharapkan dapat mengurangi laju rekombinasi pada sel surya TiO2. Massa partikel Ag yang terdeposisi pada FTO/TiO2 sebanyak 0,001566 gram saat diberikan tegangan sebesar 1,5 volt selama 7 detik. Nilai efisiensi yang didapatkan sel surya TiO2 adalah 0,00176%, sedangkan nilai efisiensi TiO2/Ag yang didapatkan adalah sebesar 0,09938% yang menunjukkan kenaikan 56,46 kali lebih baik saat dideposisi partikel Ag. Kata Kunci: Sel surya TiO2, AgNO3, LiOH, doctor blade dan elektroplating. Abstract Solar cells are environmentally friendly power plants that utilize by sunlight. In its development, solar cells have arrived at the third generation. Photon absorption in third generation of solar cells usually used TiO2 (Titanium Dioxide) or ZnO (Zinc Oxide) materials. TiO2 material is used in this study because it has good light absorption capability in light conditions and under shaded conditions. Several studies have stated that photocatalysts and the manufacture of the best solar cells use crystalline anatase. However, anatase TiO2 has a large energy gap (3,2 ev) so that the deposition of certain metals is needed in order to increase efficiency. In this study Cu was replaced with Ag particles because the conductivity value of Ag material is greater than Cu and Au, so it is expected that efficiency can be increased. The deposition of TiO2 in the FTO using the doctor blade method and the deposition of Ag particles using the electroplating method. The depositing of Ag particle is expected to reduce the recombination in TiO2 solar cells. The particle mass of Ag which is deposited on FTO/TiO2 is 0,001566 grams when given a voltage of 1,5 volts for 7 seconds. The efficiency value obtained by TiO2 solar cells is 0,00176%, while the efficiency value of TiO2/Ag obtained is 0,09938% which shows an increase of 56,46 times better when deposited by Ag. Keywords: TiO2 solar cells, AgNO3, LiOH, doctor blade method and electroplatin.
Analisis Performansi Qos Mqtt Pada Sistem Monitoring Sungai Fitra Ilham; Aji Gautama Putrada; Sidik Prabowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Analisis performansi QoS MQTT pada sistem monitoring sungai adalah salah satu solusi untuk menangani masalah banjir yang ada di area sungai dayeuhkolot Kab. Bandung. Oleh karena itu, dalam sistem ini, sistem ini menggunakan transmisi data yaitunya protokol MQTT dengan prinsip wireless sensor network dimana sensor akan mendeteksi ketinggian permukaan air kemudian sensor akan mengirimkan data ke mikrokontroller dari mikrokontroller dikirim ke broker MQTT kemudian, baru di publish ke client MQTT yang meng-subcribe topic MQTT. Pada sistem ini juga melakukan analisis QoS MQTT untuk pengiriman data dari Sensor ultrasonik ke Raspberry Pi yang dapat di terapkan untuk perangkat pendektesi banjir ini agar diperoleh performansi yang optimal. Melalui pengujian ini selama 30 menit untuk setiap QoS pada satu kondisi, hasilnya waktu delay rata-rata pengiriman data masing-masing QoS MQTT adalah QoS0 0.943921s, QoS1 0.98576s, QoS2 1.11717s. Sedangkan Packe Loss rata-rata pengiriman data masing-masing QoS adalah QoS0 0.194530%, QoS1 0.24329%, QoS2 0.23604%. QoS2 sangat baik digunakan pada parameter retransmision, duplicate, dan RTT. Dikarenakan tingkat keakurasiannya di RTT lebih baik, kemudian pada duplicate dan retransmision memiliki pengiriman paket/s paling kecil dari QoS1 dan QoS2 Kata kunci: MQTT, QoS, Packet Loss, Delay, Throughput, Retransmision Abstract MQTT QoS performance analysis on river monitoring system is one solution to deal with flooding problems in the Dayeuhkolot river area, Kab. Bandung. Therefore, in this study a case study was carried out in this final project concerning river monitoring. In designing this system, this system uses data transmission, namely the MQTT protocol with the principle of a wireless sensor network where the sensor will detect the water level then the sensor will send data to the microcontroller from the microcontroller sent to the MQTT broker then publish it to the subcribe MQTT client the topic of MQTT. This system also performs MQTT QoS analysis for sending data from ultrasonic sensors to Raspberry Pi which can be applied to this flood detection device in order to obtain optimal performance. Through this test for 30 minutes for each QoS in one condition, the result is that the average delay time of data transmission for each MQTT QoS is QoS0 0.943921s, QoS1 0.98576s, QoS2 1.11717s. While the Packe Loss of the average data transmission for each QoS is QoS0 0.194530%, QoS1 0.24329%, QoS2 0.23604%. QoS2 is very good for retransmision, duplicate, and RTT parameters. Because the accuracy at RTT is better, then duplicate and retransmision have the smallest packet / s deliveries of QoS1 and QoS2 Keyword: MQTT, QoS, Packet Loss, Delay, Throughput, Retransmision
Analisis Kelayakan Investasi Pembukaan Outlet Mantikaen Di Kota Bekasi Ditinjau Dari Aspek Pasar, Teknis, Dan Finansial
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mantikaen adalah sebuah online shop yang telah berdiri sejak tahun 2016. Mantikaen merupakan bisnis yang bergerak dibidang fashion. Produk yang dijual oleh Mantikaen berupa tas, syal, dan kain tenun. Semua produk yang dijual Mantikaen berbahan dasar kain tenun asli yang dibuat dan dikirim langsung oleh penenun dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam mengembangkan bisnis yang bertujuan untuk memperluas pasar serta meningkatkan keuntungan, pemilik ingin mendirikan sebuah outlet atau toko fisik. Dari berbagai faktor yang telah dipertimbangkan, Kota Bekasi dipilih sebagai lokasi pembukaan outlet Mantikaen, tepatnya di Grand Galaxy. Selanjutnya diperoleh data sebagai dasar untuk melakukan penelitian dengan melakukan survey pasar dengan persentase aspek pasar potensial sebesar 95%, pasar tersedia 92% dan pasar sasaran 0,3% dari pasar tersedia. Adapun aspek finansial yang memperhitungkan pendapatan dan pengeluaran dalam aliran kas, rugi/laba, neraca, kebutuhan dana investasi, dan perhitungan kelayakan investasi seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP) dengan masa periode yang ditetapkan adalah 5 tahun. Hasil dari perhitungan tersebut didapatkan bahwa tingkat investasi dalam NPV sebesar Rp 226.319.514,-, IRR sebesar 37,15%, dan jumlah tahun yang dihabiskan sampai kembali ke modal awal atau PBP adalah 3 tahun 3 bulan. Dikarenakan hasil dari NPV > 0, IRR > MARR, dan PBP < Periode investasi, maka investasi pembukaan outlet Mantikaen dinyatakan layak. Kata kunci: Analisis Kelayakan, NPV, IRR, PBP, outlet Mantikaen Abstract Mantikaen is an online shop that has been established since 2016. Mantikaen is a business engaged in fashion line. The products line sold by Mantikaen are bags, scarves and woven fabrics. All products sold by Mantikaen are made from original woven fabrics made and sent directly by weavers from West Nusa Tenggara (NTB). In developing a business that aims to expand the market and increase profits, the owner wants to set up a physical outlet. Out of the various factors that have been considered, Bekasi was chosen as the location for the opening of the Mantikaen outlet, precisely at the Grand Galaxy. Furthermore, the data that has been obtained as a basis for conducting research by conducting market surveys are a 95% potential market aspects, 92% available markets and 0.3% target markets from available markets. The financial aspects that take into account as an income and expenditure in cash flow, loss / profit, balance sheet, investment fund requirements, and calculation of investment feasibility such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PBP) with 5 years period. The results of these calculations show that the investment level in NPV is Rp 226,319,514 , the IRR is 37.15%, and the number of years spent until returning to the initial capital or PBP is 3 years 2 months. Due to the results of NPV > 0, IRR > MARR, and PBP < Investment period, the investment opening for Mantikaen outlets is declared feasible. Keywords: Feasibility Analysis, NPV, IRR, PBP, Mantikaen outlets

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue