cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Produksi Energi Listrik Dengan Sistem Microbial Fuel Cell Menggunakan Substrat Limbah Tempe Edric Sunfresly Zalukhu; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Namun dilain sisi kita mengetahui bahwa penggunaan minyak bumi sebagai sumber penghasil energi sekarang masih mendominasi, padahal cadangan minyak bumi di indonesia sekarang ini kian menipis. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif penghasil sumber energi yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan yaitu salah satunya MFC (Microbial Fuel Cell) yang berbasis prinsip bioelektrokimia dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk memecah substrat sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Penelitian kali ini difokuskan pada pemanfaatan limbah industri tempe sebagai substrat pada sistem MFC dual-chamber yang dilengkapi dengan membran penukar kation atau jembatan garam. Variasi lama waktu inkubasi substrat juga dilakukan yaitu selama 1 hari, 3 hari, 8 hari, dan 10 hari. Riset lebih lanjut pada pemanfaatan limbah industri tempe sebagai substrat dalam sistem MFC dapat mereduksi biaya operasi sistem MFC, sekaligus menjadikan MFC sebagai teknologi penghasil listrik yang ekonomis, ramah lingkungan dan dapat berkelanjutan. Dari penelitian ini dihasilkan beberapa data berupa tegangan maksimum 1,308 V dan arus maksimum 3,01 mA menggunakan elektrolit KMnO4 serta pula power density sebesar 2696,630137 mW/m2 pada reaktor seri. Kata Kunci : Microbial Fuel Cell,Energi Listrik,Limbah Industri Tempe Abstract The need for electrical energy in Indonesia is expected to continue to increase. But on the other hand we know that the use of petroleum as a source of energy now is still dominating, whereas oil reserves in Indonesia is now increasingly thinning. Therefore, it is necessary to develop alternative energy source more effective, efficient and environmentally friendly one of them is MFC (Microbial Fuel Cell) based on bioelectrochemical principle by utilizing microorganism to break up the substrate so that it can generate electrical energy. The present study focused on the utilization of tempe industrial waste as a substrate on a dual-chamber MFC system equipped with a cation exchange membrane or a salt bridge. Variations in the length of incubation time of the substrate were also carried out for 1 day, 3 days, 8 days, and 10 days. Further research on the utilization of tempe industrial waste as a substrate in the MFC system can reduce the operating costs of the MFC system, while making MFC as an economical, environmentally friendly and sustainable electricity generating technology. From this study some data were generated in the form of a maximum voltage of 1.308 V and a maximum current of 3.01 mA using KMnO4 electrolytes and also power density of 2696.630137 mW / m2 in a series reactor. Keynote : Microbial Fuel Cell, electrical energy, industrial waste tempe
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Arus Listrik Pada Reaktor Stm Dengan Substrat Limbah Ruminansia Yasir Rizki; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sel Tunam Mikroba (STM) merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat memproduksi energi listrik melalui proses metabolisme bakteri pada bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kaitan antara pengaruh temperatur terhadap kinerja dari sistem STM. Reaktor yang digunakan berkonfigurasi dual chamber berdimensi 5 cm x 10 cm x 10 cm, dengan elektroda yang digunakan berupa seng dan tembaga dengan dimensi sebesar 2 cm x 5 cm. Pada penelitian ini subsrat yang digunakan adalah rumen sapi yang dicampur dengan lumpur sawah dengan elektrolit berupa KMnO4. Pada sistem STM dual chamber; elektron yang dihasilkan oleh bakteri dari subsrat pada anoda ditransfer menuju elektroda katoda, sedangkan proton ditransfer melalui jembatan garam (NaCl 1M) sebagai media transfer proton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya maksimum yang dapat dihasilkan sistem STM mencapai 0,82 W (temperatur 30o C) dan energi maksimum sebesar 0,54 J (t= jam ke-28, temperatur 32o C). Perolehan tegangan dan kuat arus bervariasi untuk tiap-tiap percobaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disumpulkan bahwa produksi kuat arus tertinggi dihasilkan pada temperatur 37o C. Kata kunci : Sel Tunam Mikroba, rumen, elektroda, temperatur Abstract Micobial Fuel Cell (MFC) is the one of renewable energies that can produce electrical energy through the process of bacterial metabolism in organic matter. This study aims to investigate the influence of temperature on the performance of the MFC system. The reactor used in dual chamber configuration has dimensions of 5 cm x 10 cm x 10 cm, with 2 cm x 5 cm zinc and copper as electrodes. In this study ruminant waste mixed with the mud use as subsrate with electrolytes of KMnO4. In dual chamber system; electrons produced by bacteria from the substrate on the anode are transferred to electrode on the cathode, while the protons are transferred via a salt bridge (1M NaCl) as a proton transfer medium. The results showed that the maximum power that can be produced by the MFC system reached 0,82 W (temperature 30o C) and maximum energy was 0,54 J (t= 28th hours, temperature 32o C). Voltage gain and current strength vary for each experiment. Based on the results of the study, it can be concluded that the highest current production is produced at 37o C. Keywords: Microbial Fuel Cell, ruminant waste, electrode, temperature
Sistem Dc Chopper Sebagai Sumber Tegangan Sistem Elektrolisis Air Laut (dc Chopper System As Voltage Source For Sea Water Electrolysis) Akbar Julian Pamungkas; Sigit Yuwono; Ekki Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah system kelistrikan, konverter DC-DC (DC Chopper) merupakan salah satu jenis rangkaian elektronika daya yang berfungsi untuk mengkonversi tegangan masukan searah konsta nmenjadi tegangan keluaran searah yang dapat dibagi dalam beberapa nilai tegangan keluaran berdasarkan perubahan duty cycle pada rangkaian kontrol. Sumber tegangan searah DC chopper itu sendiri bias berasal dari baterai atau dari sumber tegangan bolak-balik yang di searahkan yang kemudian dihaluskan dengan filter kapasitor untuk mengurangi ripple. Dalam tugas akhir ini dibuat system konverter DC-DC untuk melihat hubungan antara nilai tegangan masuk dengan perubahan nilai Total Disolved Solids larutan dan membuat catu daya untuk system elektrolisis supaya system dapat berjalan secara otomatis dengan pengaturan duty cycle berdasarkan parameter yang dibaca oleh sensor Total Disolved Solids. Jika parameter nilai yang terbaca oleh sensor sudah terpenuhi maka konverter DCDC akan mati secara otomatis dengan memberikan nilai 100% pada duty cycle pada konverter DC-DC. Pada pembuatan DC chopper kali ini konverter DC-DC diberi masukan tegangan searah yang didapatkan dari generator tegangan 100 Vdc, dan memiliki satu kondisi tegangan keluaran yang selanjutnya tegangan dialirkan pada tangki larutan melalui elektroda sehingga terjadi reaksi reduksi dan oksidasi. Dari pengujian yang dilakukan, didapatkan pengaruh perubahan tegangan dengan waktu yang dibutuhkan untuk merubah nilai konduktivitas larutan.Kata kunci : DC-Chopper, Duty Cycle, Total Dissolved Solids
Pengukuran Kinerja Perusahaan Pt. Greeneration Indonesia Menggunakan Metode Balanced Scorecard Dan Analitycal Hierarchy Process Muhammad Almyzar Pratama Rusli; Budi Sulistyo; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pasar Greeneration yang merupakan unit bisnis dari PT. Greeneration yang fokus pada bisnis solusi lingkungan adalah bisnis penyedia kebutuhan suvenir yang fokus pada produk-produk pendukung gaya hidup ramah lingkungan untuk menuju proses konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Pasar Greeneration hanya melakukan pengukuran kinerja perusahaan dengan hanya memerhatikan aspek finansial saja. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran kinerja untuk meningkatkan kekuatan kinerja perusahaan dengan menggunakan metode balanced scorecard, dipilihnya metode ini karena tujuan suatu perusahaan tidak hanya dilihat dari sisi finansial saja, namun penjabaran lebih lanjut dalam pengukuran pada prespektif pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan perkembangan. Untuk meraih usulan sistem pengukuran kinerja, dimulai dengan menyusun strategi berdasarkan analisis SWOT, setelah mendapatkan rancangan strategi dikelompokkan kedalam variabel pengukuran kinerja menggunakan Key performance Indicator sebagai indikator pengukuran. Untuk melihat keterkaitan dari masing-masing variabel, dilakukan dengan menyusun peta strategis atau Strategy Map. Tahap selanjutnya ialah melakukan pembobotan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Hasil akhir dari tugas akhir ini adalah menentukan strategi berdasarkan visi dan misi perusahaan, untuk menentukan indikator kinerja. Bobot dari setiap indikator berdasarkan perhitungan AHP didapatkan 34% untuk prespektif keuangan, 41% pada prespektif pelanggan, 10% untuk prespektif proses bisnis internal, dan 15% untuk prespektif pembelajaran dan pertumbuhan. Kata kunci: Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Key Peformance Indicator, Analitycal Hierarchy Process (AHP) Abstract Greeneration Market which is a business unit of PT. Greeneration, which focuses on the environmental solutions business, is a business that provides souvenir needs that focuses on supporting products that are environmentally friendly to a sustainable process of consumption and production. The Greeneration market only measures company performance by just paying attention to the financial aspects. Therefore, performance measurement is needed to increase the strength of company performance using the balanced scorecard method, this method is chosen because the goals of a company are not only financial, but further elaboration in customer perspective, internal business processes, and growth and development. To reach the proposed performance measurement system, it starts with compiling a strategy based on the SWOT analysis, after getting the strategy design grouped into performance measurement variables using Key performance Indicator as a measurement indicator. To see the relevance of each variable, it is done by compiling a strategic map or Strategy Map. The next step is to weight using the Analitycal Hierarchy Process (AHP) method. The final result of this final project is to determine the strategy based on the company's vision and mission, to determine performance indicators. The weight of each indicator based on AHP calculation obtained 34% for financial perspective, 41% on customer perspective, 10% for internal business process perspective, and 15% for learning and growth perspective. Keywords: Performance Measurement, Balanced Scorecard, Key Performance Indicator, Analitycal Hierarchy Process (AHP)
Pembangkit Test Case Untuk Pengujian Perangkat Lunak Menggunakan Metode Basis Path
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Basis path merupakan salah satu metode pengujian perangkat lunak unit testing. Dengan metode ini kita dapat menghitung jumlah dari setiap percabangan pada alur logika.[3] Dengan menghitung jumlah jalur percabangan maka dapat pula menentukan test case untuk digunakan dalam sekenario pengujian unit testing. Melakukan pekerjaan tersebut tidak mudah, belum lagi ketika menemukan algoritma yang kompleks seperti terdapatnya fungsi nested, sehingga dirasa perlu dibuatkan alat yang dapat membangkitkan test case secara otomatis dengan mengimplementasikan metode basis path, alat ini dibangun menggunakan teknik parsing agar mengetahui seluruh komponen percabangan pada source code kemudian dibuatkan algortima penghitungan rekursif pada method untuk dapat menghitung dan mendefinisikan setiap kondisi percabangan. Test case yang dihasilkan oleh tool pembangkit kemudian dilakukan pengujian terhadap beberapa studi kasus dengan bermacam kondisi dan dilakukan pengujian false test. Kesimpulan yang didapat adalah membangun alat yang dapat membangkitkan test case secara otomatis dengan mengimplementasikan metode basis path dapat memudahkan pekerjaan untuk melakukan pengujian perangkat lunak unit testing. Kata Kunci : Software Testing, Unit Testing, Basis Path, Test Data, Test Case Abstract Base path is one of the unit testing software testing methods. With this method we can calculate the number of each branch in the logic flow.[3] By calculating the number of branch lines, we can also determine the test case to be used in the unit testing for test scenario. Doing the work is not easy when finding complex algorithms such as the nested functions, so that it is necessary to make a tool that can generate test cases automatically by implementing base path methods, this tool is built using parsing techniques to find all branching components then a recursive calculation algorithm is made for the method to be able to calculate and define each branching condition. Generated test case tested against several case studies with various conditions and tested against false test. The conclusion is build a tool that can generate test cases automatically by implementing the base path method that can facilitate the work to do unit testing in software testing. Keywords: Software Testing, Unit Testing, Base Path, Test Data, Test Case
Identifikasi Pola Rugae Palatina Berdasarkan Metode Image Registration Dan Fractal Dengan Klasifikasi Decision Tree Pada Populasi Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi Angkatan 2015 Universitas Telkom Nadia Putri Nurpadilah; Bambang Hidayat; Yuti Malinda
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dewasa ini, banyak terjadi kecelakaan fatal maupun bencana yang menyebabkan kematian. Tubuh yang hancur atau tubuh yang terbakar menyulitkan proses identifikasi secara kasat mata. Jika pada suatu kejadian jasad korban tidak memungkinkan adanya identifikasi melalui sidik jari maupun pemeriksaan gigi maka dibutuhkan identifikasi biometrik lebih lanjut berupa pengenalan menggunakan ciri yang melekat pada tubuh korban namun tidak mudah hancur layaknya wajah, sidik jari maupun kehilangan gigi asli. munculah analisis identifikasi biometrik pada rugae palatina. Rugae palatina merupakan salah satu bagian dalam rongga mulut yang mempunyai pola yang unik dan berbeda pada setiap individu dan memiliki karateristik tidak mudah hancur dan stabil seumur hidup. Sehingga pengolahan citra digital yang dilakukan dengan mengambil ciri dari citra Rugae Palatina yang proses perbaikan kualitas citranya dilakukan dengan metoda Image Registration dan Fraktal untuk dapat digunakan sebagai ciri dan kemudian diklasifikasikan menggunakan Decision Tree untuk proses identifikasi biometrik. Hasil yang diperoleh dari pengujian Tugas Akhir ini ialah pemrograman aplikasi berbasiskan Matlab. Kolaborasi dari metode image registration, fractal, dan klasifikasi decision tree menghasilkan nilai akurasi tertinggi sebesar 88,96% pada saat parameter fractal yaitu n=3 dibandingkan dengan sistem non-image registration sebesar 73,44% pada saat n=5. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pengujian sistem identifikasi pola rugae palatina dengan menggunakan image registration sebagai bagian prepocessing yang memperbaiki kondisi citra terbukti lebih baik dibandingkan dengan sistem non-image registration Kata kunci : Biometrik, Decision Tree, Fractal, Image Registration, Pengolahan Citra, Rugae Palatina Today, many fatal accidents or disasters that led to the deaths. Fast collision or body that burned would complicate the identification process are visible. Therefore, further biometric identification is needed in the form of introducing using the traits that are attached to the body of the victim but not easily destroyed like faces, fingerprints or loss of natural teeth. If on an incident the victim's body does not allow identification through fingerprints or dental examinations, there will be an analysis of biometric identification on the palatal rugae. Palatal rugae is one part of the oral cavity that has a unique and different pattern in each individual and has characteristics that are not easily destroyed and stable for life. So that digital image processing is carried out by taking the characteristics of the image of palatal rugae whose image quality improvement process is done by Image Registration and Fractal methods to be used as ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.1 April 2019 | Page 734 traits and then classified using Decision Tree for the biometric identification process. .The results obtained from this Final Project testing are application programming based on Matlab. Collaboration of registration image, fractal, and decision tree classification method resulted in the highest accuracy value of 88.96 % when the fractal parameter is n = 3 compared to the non-image registratio n system at 73.44% at the time n = 5. So, it can be concluded that the system testing for identifying the pattern of rugae palatine by using image registration as a prepocessing part that improves image conditions proved to be better than a non-image registration system. Keywords: Biometrics, Decision Tree, Fractal, Image Registration, Image Processing, Rugae Palatina
Desain Dan Realisasi Band Pass Filter Mikrostip Square Open Loop Untuk Aplikasi Radar Pita Frekuensi – C Auzano Rabyndra Zhafiri; Levy Olivia Nur; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio Detection and Ranging (RADAR) merupakan metode maupun perangkat yang dapat memanfaatkan gelombang elektromagnetik dalam mendeteksi jarak, kecepatan, serta karakteristik dari suatu objek pada saat penerimaan data/sinyal gelombang elektromagnetik. Pada prosesnya akan ditemukan berbagai macam interferensi yang dapat mengganggu kualitas gelombang elektromagnetik dan mengakibatkan pergeseran frekuensi kerja baik yang akan dikirim maupun yang akan diterima, oleh karena itu diperlukan sebuah perangkat filter untuk menjaga kualitas dari pada gelombang elektromagnetik pada radar itu sendiri, sehingga dapat menghasilkan keluaran sesuai yang diinginkan. Filter adalah perangkat yang digunakan untuk menyaring daerah frekuensi kerja tertentu dimana hanya frekuensi yang diinginkan (passband) yang dapat diteruskan, Pada penelitian kali ini akan dirancang dan direalisasikan filter yaitu Band-Pass Filter (BPF) yang berkerja pada pita frekuensi C (C-Band), filter tersebut memiliki bandwidth 100 Mhz, dengan frekuensi kerja 5,75Ghz – 5,85Ghz dan frekuensi tengah pada 5.8 Ghz. Metode yang akan digunakan yaitu Square Open-Loop dimana cenderung mudah dalam proses perancangan serta proses fabrikasi. Hasil realisasi BPF Square OpenLoop dengan menggunakan bahan substrat ROGERS RTDuroid 5880LZ, yaitu filter yang berkerja pada C-Band, filter tersebut memiliki frekuensi tengah 5,8 Ghz serta bandwidth sebesar 240 Mhz, dengan frekuensi kerja 5,63 Ghz – 5,86 Ghz. Nilai insertion loss pada filter tersebut -3,81 dB, nilai return loss -17,48 dB serta dimensi dari filter tersebut 3,82 cm x 3,82 cm. Kata Kunci: BPF, Radar, Square Open-Loop, Chebyshev, C-Band Abstract Radio Detection and Ranging (RADAR) is a method or device that can utilize electromagnetic waves in detecting distance, speed and characteristics of an object when receiving data / electromagnetic signals. In the receiving process there will be various of interference that can interfere the electromagnetic wave quality and caused frequency shifting both in transmit and receive, therefore a filter device is needed to maintain the quality of the electromagnetic waves on the radar itself, so it can produce appropriate output. Filter is a device that is used to filter out certain areas of work frequency where only the desired frequency (pass band) can be forwarded. In this research, filters will be designed and realized, namely Band-Pass Filter (BPF) which works on the C frequency band (C-Band ), the filter has a bandwidth of 100 MHz, with a working frequency of 5.75 GHz - 5.85 GHz and a middle frequency at 5.8 Ghz. The method that will be used is Open-Loop Square which tends to be easy in the design and fabrication process. The results of the OpenLoop BPF Square by using Duroid 5880LZ ROGERS substrate material, which is a filter that works on CBand, the filter has a center frequency of 5.8 Ghz and a bandwidth of 240 Mhz, with working frequency 5.63 Ghz - 5.86 Ghz. Insertion loss is -3.81 dB, return loss is -17.48 dB and the dimension is 3.82 cm x 3.82 cm. Keywords : BPF, Radar, Square Open-Loop, Chebyshev, C-Band
Penentuan Persentase Pasir Mineral Berdasarkan Warna Dan Bentuk Melalui Pengolahan Citra Petrography Dengan Metode Discrete Wavelet Transform Dan Support Vector Machine Farras Duto Hestopo; Bambang Hidayat; Andri Slamet Subandrio
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Petrografi adalah cabang dari petrologi yang menjelaskan deskripsi rinci dari batuan berdasarkan kandungan mineral dan tekstur. Proses geologi dapat membuat mineral membentuk suatu massa, dan massa itu akan membentuk pasir mineral oleh perubahan cuaca, iklim, dan proses geologi. Keberadaan pasir mineral dapat memprediksi keberadaan mineral yang lebih besar dengan jenis yang sama. Pada satu buah sampel pasir mineral, terdapat berbagai macam jenis mineral yang dapat dibedakan melalui bentuk dan warnanya. Dengan bantuan mikroskop, para ahli geologi dapat melihat dan mengelompokan mineral pada satu sampel secara manual. Namun, hal tersebut dinilai tidak efektif karena membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui dan mengelompokkan mineral. Teknologi telekomunikasi dapat diaplikasikan dengan menggunakan pengolahan citra digital. Pengolahan citra dilakukan dengan input berupa citra digital dari pasir mineral secara mikroskopis yang diambil dari mikroskop. Setelah itu, dilakukan proses preprocessing, ekstraksi ciri menggunakan metode Discrete Wavelet Transform (DWT), dan diklasifikasi menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Tugas akhir bertujuan untuk mengetahui persentase mineral pada satu buah sampel menggunakan pengolahan citra digital. Penentuan persentase dirancang menggunakan perangkat lunak berbasis Matlab. Metode ekstraksi ciri DWT dan klasifikasi SVM dapat menghasilkan suatu sistem yang dapat menentukan jenis dan presentase kelompok mineral pada satu sampel. Dari hasil pengujian yang dilakukan, mendapatkan akurasi terbaik sebesar 86%. Kata Kunci: Discrete Wavelet Transform, Support Vector Machine, dan mineral Abstract Petrography is a branch of petrology that explains detailed descriptions of rocks based on mineral content and texture. Geological processes can form minerals into a mass, and the mass will form mineral sands by changes in weather, climate, and some geological processes. Existences of mineral sands could be predicting the presence of huge amount mineral with the same type. In one sample of mineral sands, there are various types of minerals that can be distinguished through the shape and color. Geologist can see and classify a sample of minerals manually through microscope. But, this way to do is not effective because it takes too long to classify the minerals. Telecommunication technology can be used with the implementation of digital image processing. Image processing process is started with microscopic digital image of mineral sands that captured from microscope as the input. Then, followed with preprocessing process, feature extraction using Discrete Wavelet Transform (DWT) methode, and classified using Support Vector Machine (SVM) methode. The purpose fo this final project is to know the percentage of minerals in one sample using digital image processing. Determination of mineral percentage designed using Matlab based software. With DWT methode for feature extraction and SVM methode for classification, system can decide the number and types of minerals in one sample. From the results of testing to be performed, the best accuracy is 86%. Keywords: Discrete Wavelet Transform, Support Vector Machine, and minerals
Desain Dan Implementasi Lampu Led Berbasis Internet Of Thing (iot) Dan Berstandar Emc Menggunakan Single Tuned Filter Fajar Trihatmoko; Ekki Kurniawan; Cahyantari Ekaputri
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan lampu light emitting diode atau led sebagai alat penerangan sudah umum digunakan, seperti pada ruangan, jalan hingga kendaran. Pada penggunaan lampu led terdapat sebuah efek negatif, yaitu menghasilkan sebuah distorsi harmonik. distorsi ini terjadi dikarenakan terdapat sifat non-linear yang dihasilkan oleh led serta driver-nya. Terdapat sebuah regulasi internasional yang mengatur batas minimal distorsi harmonik pada suatu perangkat, penulis mengacu pada regulasi IEC 61000-3-2 yang secara khusus mengatur batas distorsi harmonik pada alat penerangan. Pada tugas akhir ini dibuat sebuah driver lampu berjenis linear guna mencatu led sebesar 5 watt yang telah di desain. terdapat juga sebuah filter berjenis filter pasif yang berguna untuk meredam nilai distorsi harmonik pada rangkaian. pada desain filter akan digunakan sebuah filter single-tuned berbasis komponen resistor, kapasitor dan induktor. Dan terdapat sebuah perangkat yang digunakan untuk kendali on/off lampu, pemantauan tegangan, arus serta daya pada lampu dengan memanfaatkan jaringan internet. Data-data tersebut dapat diakses melalui smartphone. Hasil dari perancangan perangkat keras tugas akhir ini, driver lampu led dapat memberikan tegangan ±3.1V dan arus ±265mA sesuai dengan kebutuhan led sebesar 5 watt. Filter single tuned yang dirancang dapat menekan nilai distorsi harmonik ke-3 pada frekuensi 150Hz dari 68,5% menjadi 63,5%. Juga terdapat sebuah sistem berintegrasi dengan jaringan internet menggunakan modular wifi terhubung ke sebuah server guna mengirimkan data monitoring tegangan, arus, daya serta kendali on/off lampu yang dapat diakses melalui aplikasi Blynk pada smartphone. Kata kunci: distorsi harmonik, light emitting diode, filter, IoT
Pengamatan Konsentrasi Massa Pm2.5 Di Cekungan Udara Bandung Raya Furqan Vaicdan; Indra Chandra; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PM2.5 adalah partikulat yang tersuspensi di udara dan berukuran < 2.5 µm. Apabila konsentrasinya melebihi ambang batas maka dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan/atau tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat ukur konsentrasi massa PM2.5 dengan menggunakan low-cost sensor di cekungan udara Bandung Raya dan menganalisis pengaruh meteorologi dan unsur kimia dari partikulatnya terhadap pengukuran PM2.5. Alat yang digunakan adalah sensor SKU:SEN0177 yang dikalibrasi di laboratorium dengan menggunakan particle generator (model KG-02, Rion Co. Ltd.) menggunakan polystyrene latex spheres (PSL) berukuran 0,309, 0,479, dan 1,005 µm, yang akan diteruskan ke diffusion dryer sebagai pengering untuk mengurangi kelembaban (RH~40%), kemudian diteruskan ke sensor, optical particle counter (OPC, model KC-01E, Rion Co. Ltd.) dan exhaust secara serempak. OPC digunakan sebagai kalibrator dan memiliki cara kerja yang sama dengan sensor, yaitu menggunakan prinsip hamburan cahaya. Kampanye dilaksanakan pada 17 Agustus-11 September 2018, di Gedung Tokong Nanas, Universitas Telkom, Bandung. Pengukuran dilengkapi dengan Nanosampler, sensor DHT22 (temperatur dan kelembaban), sensor BMP180 (tekanan), sensor BH1750 (intensitas cahaya), sensor HMC 5883L (arah angin), dan sensor hall effect (kecepatan angin). Dari hasil pengamatan, pembacaan sensor dipengaruhi oleh RH (> 80%) dan komposisi kimia. Pertumbuhan higroskopis selama ketersediaan uap air di udara menyebabkan pembacaan sensor menjadi lebih tinggi (overestimate). Unsur kimia yang paling banyak ditemukan selama masa pengukuran adalah Natrium klorida (NaCl, berukuran lebih dari 1 µm) dan amonium sulfat ((NH4)2SO4, < 1 µm). Komposisi kimia dengan indeks bias yang lebih kecil menyebabkan intensitas hamburan yang ditangkap oleh foto detektor menjadi lebih rendah (underestimate). Selama masa penelitian sensor dapat mengikuti nilai dari Nanosampler dengan rerata simpangan harian sebesar 1,1±12,1 µg m-3 . Kata Kunci: low-cost sensor, Nanosampler, PM2.5, polusi udara PM2.5 are suspended particles (Dp < 2.5 µm) in the air. If the concentration exceeds the threshold, it can endanger human health, animal and/or plant. This study aims to develop PM2.5 detector using a low-cost sensor, to observe the mass concentration of PM2.5 in the Greater Bandung air basin, and to analyze the effects of meteorology and chemical components on its particulates in PM2.5 measurements. We used a sensor (model SKU: SEN0177) which is calibrated in a laboratory using polystyrene latex spheres (PSLs) with the size of 0.309, 0.479, and 1.005 µm (generated by a particle generator (model KG-02, Rion Co. Ltd.)). Those particles are introduced to a diffusion dryer (to maintain a relative humidity (RH) ~ 40%) and then forwarded to a sensor, an optical particle counter (OPC, model KC-01E, Rion Co. Ltd.) and an exhaust simultaneously. OPC is used as a calibrator and has the same method with a sensor, which it uses the principle of light scattering. The campaign was held on 17 August11 September 2018, at the Tokong Nanas Building, Telkom University, Bandung. Measurements are equipped with Nanosampler, DHT22 sensor (temperature and RH), BMP180 sensor (pressure), BH1750 sensor (light intensity), HMC 5883L sensor (wind direction), and hall effect sensor (wind speed). During the field observation, a sensor is influenced by RH (> 80%) and chemical composition. Hygroscopic growth is one of the main factors that it causes overestimate reading due to the availability of water vapor in the air. The dominant chemical compositions observed in the field are sodium chloride (Dp > 1 µm) and ammonium sulfate (Dp <1 µm). These particulates have low refractive indexes that it causes low capturing light scattering by the photodetector. A sensor data can follow Nanosampler data with the daily-average deviation of 1.1 ± 12.1 µg m-3 . Keywords: air pollution, low-cost sensor, Nanosampler, PM2.5,

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue