cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,006 Documents
Peningkatan Stabilitas Sistem Tenaga Single Machine Menggunakan Power Sistem Stabilizer PID Tamba, Irpan Antonius T; Rahmat, Basuki; Susanto, Erwin
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengoperasian sistem tenaga listrik, kestabilan sistem tenaga adalah hal terpenting dalam distribusi listrik. Perhatian ini muncul pada sistem generator yang saling terhubung dengan interkoneksi yang lemah. Generator dapat mengalami ketidakseimbangan dikarenakan kenaikan atau penurunan beban, hal ini dapat mengakibatkan penyimpangan nilai sudut rotor generator dan tegangan nilai nominal yang menimbulkan osilasi pada sistem, bahkan dapat menyebabkan hilangnya operasi sinkron dari mesin yang terinterkoneksi. Dalam perkembangan sekarang ini Power Sistem Stabilizer (PSS) merupakan salah satu alat yang dapat menambah batas kestabilan dengan mengatur eksitasi generator untuk memberi redaman terhadap osilasi rotor mesin sinkron. Untuk menghasilkan peredaman yang lebih bagus peneliti menggunakan penambahan sistem PID sehingga overshoot dan settling time sistem lebih sabil.Kata kunci — single machine,Power sistem stabilizer,kontrol PID,kestabilan
Implementasi Power System stabilizer Untuk Sistem Tenaga Mesin Tunggal Taufiq, Riyadh; Rahmat, Basuki; Susanto, Erwin
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk perancangan dan Implementasi Sistemtenaga pembangkit listrik, kestabilan sistem tenaga sangatlahpenting dalam distribusi listrik. Banyak faktor yangmempengaruhi dalam kestabilan terutama terjadinya LFO.Osilasi frekuensi rendah (LFO) bisa terjadi pada sistemgenerator atau pembangkit yang saling terhubung, denganinterkoneksi yang lemah. Kejadian osilasi demikian akanmengganggu kestabilan frekuensi sistem tenaga listrik, sehinggakualitas tenaga listrik sampai di pelanggan menjadi rendah.Untuk itu diperlukan suatu sistem atau piranti untukmenstabilkan sistem ini, sistem ini bisa disebut dengan <StabilizerSistem Tenaga= Power System Stabilizer atau PSS dipergunakanuntuk meningkatkan kapasitas peredam sistem tenaga.Dengan menganalisis model generator mesin tunggal yangterhubung sistem single machine dengan sister Power SystemStabilizer dengan sistem ini akan diberikan gangguan pada stepinput bernilai 0,8 p.u.Analisis ini akan dikerjakan dengan caramembandingkan model sistem tenaga mesin tunggal/SMIB tanpaPSS dengan sistem tenaga mesin tunggal/SMIB menggunakansistem PSS. Kemudian kedua pemodelan sistem ini di bandingkandari respon sinyal sudut rotor. Berkat pengujian yang dilakukan,terbukti bahwa sistem ini dapat bekerja dengan benar untukpeningkatan suatusistem tenaga mesin tunggal/SMIB.Kata kunci— PSS,SMIB dan Kestabilan
Pemodelan Sistem Tenaga Single Machine Menggunakan Matlab Simangunsong, Abednego; Rahmat, Basuki; Susanto, Erwin
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pemodelan sistem ini membahas komponen penyusun dan nilai dari sistem pembangkit. Pembuatan sistem ini dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik dari nilai-nilai komponen penyusun sistem pembangkit sebelum di realisasikan. Hal ini dilakukan agar pada saat pembuatan sistem pembangkit sebenarnya dibuat, sistem dapat beroperasi dengan baik dengan indikasi output sesuai dengan yang diharapkan. Dalam perkembangan sekarang ini pemodelan simulasi sangat di butuhkan, oleh karena itu dalam pemodelan ini akan dibahas sistem eksitasi, generator, dan mesin sinkron dari sitem pembangkit. Hal ini dilakukan agar generator dapat beroperasi dengan keadaan baik sehingga tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan sistem gagal beroperasi.Kata kunci— Sistem eksitasi, Generator, Mesin sinkron.
Analisis Pengaruh Resistor, Kapasitor, Dan Feedback Negatif Terhadap Respon Frekuensi Rangkaian Dasar Operational – Amplifier (OpAmp) Dengan Menggunakan Banana Port Project Board P, Muhammad Tabah Rizky; Hidayat, Iswahyudi; Priharti, Wahmisari
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Respon Frekuensi adalah sebuah materi mengenai elektronika yang pada saat ini hanya dijelaskan pengertian secara umumnya, tanpa adanya penjelasan lebih lanjut mengenai materi ini. Respon Frekuensi membahas mengenai grafik yang berlandaskan domain frekuensi yang menunjukkan rentang frekuensi kerja sebuah komponen penguat. Penelitian ini ditujukan untuk memahami respon frekuensi dan juga menganalisis pengaruh resistor, kapasitor, beserta feedback negatif terhadap respon frekuensi komponen penguat OP-AMP. Ada 2 Konfigurasi OP – AMP yang akan digunakan yaitu Inverting dan juga Non – Inverting dimana masing – masing memiliki 4 komposisi komponen resistor dan kapasitor yang berbeda – beda. Dari konfigurasi dan komposisi inilah dapat dianalisis pengaruh dari komponen – komponen tersebut terhadap respon frekuensi dari OP – AMP. Dari penelitian ini didapat bahwa OP – AMP memiliki respon frekuensi yang berbeda dimana ada respon frekuensi yang umum dimana memiliki Fh dan Fl untuk menunjukkan bandwith daerah kerjanya, ada respon frekuensi yang menunjukkan kenaikan gain seiring kenaikan frekuensi, serta ada respon frekuensi dimana gain akan menurun seiring kenaikan frekuensi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa respon frekuensi OP – AMP dipengaruhi oleh resistor, kapasitor, dan juga feedback negatif.Kata kunci - Operational Amplfiier, OP-AMP, Resistor,Kapasitor,Respon Frekuensi,Feedback negatif
Implementasi Rangkaian Dasar Transistor Mosfet Konfigurasi Common Source Terhadap Respon Frekuensi Berdasarkan Pengaruh Resistansi, Kapasitansi, Dan Penggunaan Feedback Negative Menggunakan Media Project Board Yudhistira, Daffa Bintang; Hidayat, Iswahyudi; Priharti, Wahmisari
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasi pengaruh dari pengaruh resistansi, kapasitansi, dan penerapan feedback negative pada rangkaian penguat dasar terhadap hasil penguatan dan daerah kerja frekuensi dengan menggunakan project board. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan mengamati dan mencatat nilai yang tertera pada osiloskop. Eksperimen akan menggunakan rangkaian penguat dasar MOSFET common source amplifier dengan tiga variasi, yaitu dengan/tanpa kapasitor bypass source dan menggunakan bantuan Rf (Resistansi Feedback) sebagai elemen umpan balik. Dengan menggunakan media project board, Amplitude yang digunakan 300 mVpp dengan tegangan masukan 22VDC. Didapat hasil; rangkaian dengan menggunakan kapasitor bypass pada source akan memiliki penguatan sebesar 25,3 kali dengan daerah kerja frekuensi 2MHz, kemudian rangkaian tanpa kapasitor bypass akan memiliki daerah kerja frekuensi 2,6-3MHz. Sedangkan uzntuk rangkaian dengan kapasitor bypass + Rf akan didapat daerah kerja frekuensi 2,4-2,7MHz. Feedback negative akan berlaku apabila rangkaian penguat dasar common source tidak menggunakan kapasitor bypass di souce ataupun menerapkan Rf pada rangkaian. Tanpa kapasitor bypass, penguatan akan berkurang dan tentuntya daerah kerja frekuensi akan berpengaruh, secara teoritis dan praktik, hal ini sudah dapat disebut dengan feedback negative. Sedangkan jikalau menggunakan nilai dari Rf, sangat mempengaruhi penguatan dan daerah kerja frekuensi. Semakin kecil nilai dari Rf maka penguatan akan semakin kecil.Kata Kunci: Respon Frekuensi, Feedback Negative, MOSFET. Common Source, Resistansi, Kapasitansi
Analisis Grafik Rangkaian (Bipolar Juntion Transistors) BJT Common Emitter Terkait Perubahan Nilai Resistansi dan Feedback Negatif Menggunakan Kit Praktikum Shafry, Arkan Anis; Hidayat, Iswahyudi; Priharti, Wahmisari
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan uji keakuratan dan kelinearan bentuk grafik dalam kit pembelajaran yang digunakan, menggunakan salah satu penguat dasar BJT Common emitter untuk menguji serta menganalisis kelinearan bentuk grafik dan pengaruh resistansi serta feedback negative dalam pengamatan grafik output yang ditampilkan. Penelitian ini juga mencakup alat penunjang dalam melakukan Analisa grafik kelinearan diantaranya osiloskop yang digunakan sebagai penampil grafik serta menganalisis bentuk penguatan yang terbentuk, power supply yang digunakan untuk memberi tegangan pada kit pembelajaran serta function generator sebagai pembangkit sinyal atau pemberi sinyal pada kit pembelajaran. Output yang nanti dianalisis berupa penguatan yang terbentuk dari rangkaian dasar common emitter serta pengaruh perubahan nilai resistansi serta feedback negative pada rangkaian dasar yang peneliti ujikan. Hasil dari penelitan ini menunjukkan bahwa grafik input output pada rangkaian common emitter berbeda fasa dan kelinearan yang dihasilkan mencapai lebih dari 90%, djbuktikan dengan kesesuaian teori, software dan praktik secara langsung. Perubahan tegangan pada power supply dan function generator juga mempengaruhi kelinearan bentuk grafik yang dihasilkan.Kata kunci - common emitter, kelinearan, resistansi, feedback negatif
Rancang Bangun Alat Identifikasi Nominal Mata Uang Untuk Tunanetra Berbasis Raspberry Pi Herawanto, Miftah Falah; Hidayat, Iswahyudi; Priharti, Wahmisari
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uang merupakan salah satu alat pembayaran atau alat tukar yang sah dalam kehidupan sehari-hari. Pada zaman yang serba modern ini transaksi jual-beli dilakukan oleh setiap orang guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beberapa dari mereka ada yang memiliki kesulitan dalam mengenali nominal uang yang mereka gunakan, diantaranya penyandang tunanetra yang dapat dicurangi dalam melakukan transaksi. Objek identifikasi sistem yaitu nominal mata uang kertas Republik Indonesia emisi 2016 dengan nominal Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000 menggunakan metode color filtering HSV dan dicitrakan dengan Raspberry Pi Camera serta penggunaan speaker sebagai pelafalan nominal mata uang kertas sebagai keluaran sistem. Akurasi yang didapatkan pada rancangan alat menggunakan 3 kelas klasifikasi adalah 94%. Metode color filtering HSV pada perancangan alat ini cukup baik sebagai identifikasi nominal mata uang kertas melalui dimensi warna yang diambil pada setiap mata uang kertas.Kata kunci— Mata Uang Kertas, Tunanetra, Raspberry Pi, Color Filtering HSV.
Perancangan Perangkat Lunak Monitoring Kualitas Air Sungai Citarum Berbasis IoT Putra, Rio Mandala Nuryan; Wibawa, Prasetya Dwi; Kallista, Meta
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Citarum di Jawa Barat, Indonesia, mengalami masalah serius terkait kualitas airnya yang tidak memenuhi standar baku mutu air, terutama selama musim kemarau. Tingginya tingkat pencemaran disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, seperti pertanian, peternakan, industri, dan kegiatan domestik yang mengakibatkan kualitas fisik sungai, seperti kekeruhan, bau, dan jumlah sampah, juga mengalami penurunan. Pemantauan kualitas air sungai Citarum telah dilakukan menggunakan berbagai sensor. Namun, sejauh ini, pendekatan pemantauan tersebut belum menyediakan data yang komprehensif mengenai kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan kualitas air sungai Citarum yang dilengkapi dengan software yang canggih dan dapat diandalkan dari jarak jauh. Dengan Penggunaan teknologi yang tepat dalam software ini akan membantu pihak berwenang dan masyarakat untuk lebih memahami kondisi sungai dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat guna menjaga sumber daya air yang berkelanjutan dan lingkungan yang sehat. Metode perancangan perangkat lunak terdiri dari ESP8266, Antares, dan Mobile apss. Hasil yang diperoleh dari pengujian perangkat lunak monitoring menunjukkan bahwa transfer data parameter melalui koneksi jaringan Wi-Fi telah tercapai secara efektif dan beroperasi dengan lancar.Kata kunci: Internet of Things, Aplikasi Seluler, Pemantauan Kualitas Air Sungai.
Perancangan Alat Pemantauan Kualitas Air Sungai Citarum Akbar, Andi Muhammad Rezky; Wibawa, Prasetya Dwi; Kallista, Meta
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang penting dan memainkan peran vital dalam kehidupan manusia dan ekosistem. Selain itu, air sungai juga menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga, meningkatkan risiko masukan bahan pencemar yang mempengaruhi kualitas air. Kondisi tersebut diindikasikan oleh kekeruhan fisik sungai dan adanya pabrik limbah industri, pembuangan tinja perumahan, serta banyaknya sampah di aliran sungai. Pemantauan kualitas air telah dilakukan dengan menggunakan beberapa sensor, namun belum mencakup semua parameter standar Indonesia, seperti kekeruhan, bau, pH, zat padat terlarut, dan suhu Namun, kualitas air sungai sering kali terpengaruh oleh aktivitas manusia dan polusi lingkungan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alat pemantauan kualitas air sungai yang dapat memberikan informasi real-time untuk pengawasan dan pengelolaan yang efektif. Pada paper ini, kami merancang dan membangun alat Pemantauan kualitas air sungai Citarum. Alat ini menggunakan sensor pH, suhu, turbidity, dan TDS (Total Dissolved Solids) untuk mengukur parameter-parameter kualitas air. Hasil yang diperoleh dari alat ini dapat memberikan informasi real-time mengenai kualitas air sungai Citarum dan membantu dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya air. Kata kunci: pH, TDS, suhu, turbidity Citarum, pemantauan kualitas air sungai Abstract - Water is an important natural resource and plays a vital role in human life and ecosystems. In addition, river water is also a place for household waste disposal, risking increasing the input of pollutants that affect air quality. This condition is indicated by the physical turbidity of the river and the presence of industrial waste factories, excrement disposal sites, and the amount of waste in the river flow. Air quality monitoring has been carried out using several sensors, but does not cover all standard Indonesian parameters, such as turbidity, odor, pH, dissolved solids, and temperature. However, river air quality is often affected by human activities and environmental pollution. Therefore, it is necessary to develop river water quality monitoring tools that can provide real-time information for effective monitoring and management. In this paper, we design and build a Citarum river water quality monitoring tool. This tool uses pH, temperature, turbidity, and TDS (Total Dissolved Solids) sensors to measure air quality parameters. The results obtained from this tool can provide real-time information about the quality of Citarum river water and assist in making decisions regarding the management of water resources. Keywords: pH, TDS, temperature, Citarum turbidity, river water quality monitoring
Klasifikasi Kualitas Sungai Air Menggunakan Metode Pembelajaran Mesin k-Nearest Neighbour Muhtar, Ahmad Fauzan; Wibawa, Prasetya Dwi; Kallista, Meta
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air Sungai Citarum di Jawa Barat masih belum memenuhi baku mutu air sepanjang tahun, terutama pada musim kemarau. Sungai ini masih tercemar berat akibat tingginya pencemar yang berasal dari berbagai aktivitas manusia seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri, dan kegiatan domestik. Selain itu, sungai ini juga menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga, meningkatkan risiko masukan bahan pencemar yang mempengaruhi kualitas air. Kondisi tersebut diindikasikan oleh kekeruhan fisik sungai dan adanya pabrik limbah industri, pembuangan tinja perumahan, serta banyaknya sampah di aliran sungai. . Fokus utama dalam penelitian ini membahas tentang pemetaan kualitas air yang kualitas air di beberapa titik aliran sungai citarum menggunakan metode kNearest Neighbour (KNN). Parameter yang digunakan sebagai masukan dalam pembelajaran KNN seperti kekeruhan, pH, zat padat terlarut, dan suhu, diperoleh dengan instalasi sensor di beberapa titik di sepanjang aliran sungai citarum dan komunikasi jarak jauh menggunakan IoT. Dataset untuk pelatihan model pembelajaran KNN diperoleh dengan mengumpulkan beberapa sampel air dan telah melakukan pengukuran dengan alat ukur standar untuk selanjutnya dilakukan proses kalibrasi dengan sensor yang digunakan. Hasil dari model pembelajaran KNN menunjukkan akurasi sebesar 85%, dengan jumlah tetangga terdekat di k = 9 menggunakan 300 dataset. Hasil pengujian di beberapa titik sungai citarum dalam beberapa kali percobaan menunjukkan variasi indeks kualitas aliran air sungai Citarum. Kata kunci— k-Nearest Neighbour, Dataset, Sensor, Akurasi, Air Sungai Citarum

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue