cover
Contact Name
Johny S. Tasirin
Contact Email
jtasirin@unsrat.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
silvarum@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus UNSRAT, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Silvarum
ISSN : -     EISSN : 29626390     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Silvarum adalah jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah tentang hasil penelitian dan tinjauan tentang ilmu kehutanan, pelestarian sumber daya hutan dan rehabilitasi hutan termasuk topik-topik lain yang terkait hutan dan kehutanan. Jurnal ini diterbitkan secara online dengan bentuk cetakan setahun sekali. Sirvarum terbit pertama kali pada tahun 2022 bulan April. Silvarum diturunkan dari istilah latin untuk hutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum" : 9 Documents clear
Struktur dan Komposisi Jenis Mangrove Desa Kulu, Kecamatan Wori, Sulawesi Utara Subiyanto, Subiyanto; Tasirin, Johny S.; Langi, Martina A.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.43549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis mangrove di Desa Kulu, Sulawesi Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022 di Desa Kulu, Kecamatan Wori, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan 12 plot pengamatan yang ditentukan secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di hutan mangrove Desa Kulu terdapat 9 jenis (6 suku) mangrove, yaitu Acrostichum aureum, Aegiceras corniculatum, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops sp., Lumnitzera littorea, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Scyphiphora hydrophylacea, dan Sonneratia alba. Rhizophora mucronata memiliki INP tertinggi di fase semai (87,6%), sapihan (77,9%) dan pohon (150,8%) sedangkan fase tiang didominasi Rhizophora apiculata dengan INP 129,5%.
Perbandingan Beberapa Sifat Fisik Tanah di Hutan Lindung Gunung Mahawu dan Hutan Lindung Gunung Masarang Makarawung, Jerry; Rombang, Johan A.; Tasirin, Johny S.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.43550

Abstract

Sebagai bagian dari ekosistem, tanah merupakan kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa sifat fisik tanah; bulk density, tekstur, infiltrasi, permeabilitas, dan porositas di hutan lindung Gunung Mahawu dan Gunung Masarang. Penentuan titik sampel dilakukan secara random melalui cluster sampling. Ada 3 titik sampel di masing-masing lereng bawah, tengah dan atas, di setiap titik diambil 3 sampel. Total ada 18 sampel di 2 lokasi penelitian. Pengukuran infiltrasi dan permeabilitas tanah dilakukan di lapangan, pengukuran porositas, bulk density dan tekstur tanah di laboratorium. Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah lereng bawah dan tengah Gunung Mahawu dan Gunung Masarang memiliki tekstur tanah lempung. Lereng atas Gunung Mahawu memiliki tekstur lempung berliat sedangkan Gunung Masarang bertekstur lempung. Laju infiltrasi berbeda nyata (α=5%) dimana Gunung Mahawu tergolong agak cepat di lereng bawah, sangat cepat di lereng tengah dan atas. Infiltrasi di semua lereng Gunung Masarang tergolong agak cepat. Permeabilitas lereng bawah Gunung Mahawu dan Gunung Masarang sangat lambat, lereng tengah dan atas tergolong lambat. Bulk density di semua lereng di kedua lokasi <1,0 g/cm3. Tanah sangat porous di dua lokasi penelitian.
Karakteristik Habitat Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) di Taman Wisata Alam Batuputih, Bitung, Sulawesi Utara Jacobus, Mauritz Krisma Deo; Tasirin, Johny S.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.48500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat kuskus beruang (Ailurops ursinus) berdasarkan pohon tidur di taman wisata alam batuputih. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022. Pengamatan terdiri dari penetapan pohon tidur dan komposisi vegetasi dilingkungan pohon tidur. Untuk penetapan pohon tidur dilakukan dengan mengikuti A.ursinus secara terus-menerus pada pukul 08:30-18:30. Ditemukan sebanyak 4 pohon tidur A.ursinus di Taman wisata alam batuputih. Jenis tumbuhan yang dijadikan pohon tidur adalah Dracontomelon dao, Spathodea campanulata, Dracontomelon mangiverum dan Garuga floribunda. Ditemukan 1-4 individu disetiap pohon tidur. Pohon tidur berada pada elevasi 32-75 M dengan kemiringan lahan 19%-34%; intensitas cahaya 438.75±70.26 lx; persentase cahaya 26.01%±3.64%; suhu pagi, siang dan sore berturut-turut 24.24±1.55°C, 25.16±1.00°C dan 23.75±1.35°C; serta kelembaban udara pagi, siang dan sore 93.63%±1.85%, 88.33%±1.42% dan 89.58%±2.19%. Vegetasi di sekitar pohon tidur didominasi oleh Alstonia scholaris (INP 42.98%) untuk pohon, Vitex quinata (INP 35.18%) untuk tiang dan Barringtonia acutangula (INP 25.40%) untuk pancang.
Keanekaragaman Jenis Burung di Danau Linow, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara Umbas, Antonius; Tasirin, Johny S.; Langi, Martina A.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.48527

Abstract

Burung merupakan satwa yang memiliki kemampuan daya jelajah yang luas sehingga burung dapat ditemukan di berbagai tipe habitat baik di hutan, lahan pertanian, daerah perkotaan, dan perairan. Keanekaragaman jenis burung pada kawasan ini penting untuk melestarikan berbagai jenis burung yang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung yang ada di Danau Linow Kota Tomohon. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2022 menggunakan metode titik yang diletakan sebanyak enam titik yang tersebar secara sistematis di tepian Danau Linow waktu pengamatan di setiap titik selama 15 menit. Pengamatan dilakukan pada pagi hari pukul 06.00-09.00 dan pada sore hari pukul 15.00-18.00. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 45 jenis burung dari 20 famili di kawasan Danau Linow Kota Tomohon. Dengan nilai indeks keanekaragaman H’= 2,92 dengan kategori sedang dan terdapat 42 jenis (93,3%) terkategori LC (least Concern), 2 jenis (4,4%) terkategori NE(Not Evaluated), 1 jenis (2,2%) burung dengan kategori NT (Not Threatened), dimana status ini berada dalam keadaan terancam punah.
Pengaruh Ekstrak Daun Trembesi (Samanea saman) Daun Sengon (Paraserianthes falcataria), dan Daun Jati (Tectona grandis) Terhadap Perkecambahan Benih Kacang Hijau (Vigna radiata) Kambu, Febriyani; Ratag, Semuel P.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50880

Abstract

Alelopati adalah suatu pengaruh yang diberikan baik secara langsung atau tidak langsung, yang dapat bersifat menguntungkan atau bahkan dapat merugikan dari suatu tumbuhan lain yang ditandai dengan adanya pelepasan senyawa-senyawa kimia yang dikeluarkan ke lingkungan tempat tumbuh. Daun trembesi, sengon dan jati adalah jenis tumbuhan yang berpotensi alelopati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun trembesi (Samanea saman), daun sengon (Paraserianthes falcataria), dan daun jati (Tectona grandis) terhadap perkecambahan benih kacang hijau (Vigna radiata). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode percobaan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan setiap perlakuan diulang 4 kali, perlakuan yang dimaksud terdiri dari (A) Air suling/(kontrol), (B) Konsentrasi ekstrak daun trembesi 10%, (C) Konsentrasi ekstrak daun sengon 10%, dan (D) Konsentrasi ekstrak daun jati 10%. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova Single Factor, untuk mengetahui adanya alelopati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian perlakuan ekstrak daun trembesi, sengon dan jati dengan konsentrasi 10% terhadap perkecambahan benih kacang hijau tidak memperlihatkan pengaruh yang nyata.
Keanekaragaman Jenis Bambu di Kawasan Hutan Desa Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara Janis, Broery J.; Lasut, Marthen Theogives; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50885

Abstract

Keanekaragaman di Indonesia sangat tinggi, salah satunya yaitu Bambu di Desa Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara terdapat berbagai jenis bambu Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman jenis bambu di kawasan hutan Desa Kuwil, Minahasa Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksploratif yaitu menjelajahi hutan yang ada di Desa Kuwil, kemudian mengambil sampel bambu, mencatat karakter morfologinya, serta dianalisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 6 jenis bambu yang tergolong dalam 4 marga yaitu Dendrocalamus (Dendrocalamus asper (Schult.) Backer), Bambusa (Bambusa blumeana Schult.f. dan Bambusa vulgaris var. vulgaris Schard.), Schizostachyum (Schizostachyum brachycladum Kurz dan Schizostachyum lima (Blanco) Merr), dan Gigantochloa (Gigantochloa atter (Hassk) Kurz). Satu diantaranya merupakan catatan baru di Sulawesi Utara, yaitu Bambusa blumeana Schult.f..
Penilaian Kualitas Sumberdaya Alam di Kawasan Gunung Sahendaruman Kecamatan Tamako, Kepulauan Sangihe: Capung Jarum Sebagai Bioindikator Manurung, Parulian; Pollo, Hard N.; Koneri, Roni C.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50886

Abstract

Capung merupakan salah satu komponen keanekaragaman hayati yang dapat berperan sebagai bioindikator pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis capung yang dapat berperan sebagai bioindikator dan menganalisis kualitas sumber daya alam menggunakan Family Biotic Index (FBI) di kawasan Gunung Sahendaruman, Kecamatan Tamako, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling. Penelitian ini dilakukan di bantaran sungai di kawasan Gunung Sahendaruman yang terdiri dari tiga tipe habitat yaitu di hutan sekunder, perkebunan dan pemukiman. Untuk setiap habitat, dibuat tiga transek garis dengan panjang 100 meter. Komposisi capung yang diperoleh terdiri dari 4 famili, 15 spesies dan 547 individu. Famili dengan spesies yang paling banyak ditemukan adalah Platycnemididae. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi Rhinocypha frontalis dan Teinobasis sp. Indeks kemerataan dan indeks keanekaragaman jenis capung jarum di habitat hutan sekunder lebih tinggi dibandingkan di perkebunan dan pemukiman. Nilai Family Biotic Index (FBI) pada hutan sekunder dan perkebunan adalah 4,55 dan 4,31 tergolong baik dengan tingkat pencemaran terpolusi beberapa bahan organik. Sedangkan tipe ekosistem pemukiman dengan nilai 6,58 tergolong buruk. Spesies yang dapat digunakan sebagai bioindikator adalah Proposticta simplicinervis, Prodasineura autumnalis, Celebargiolestes orri, Teinobasis rufithorax.
Komposisi dan Struktur Vegetasi Mangrove di Desa Tatakalai Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah Sengkul, Sukmalita; Langi, Martina A.; Tasitrin, Caroline N.A.C.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi dan struktur vegetasi pohon mangrove di Desa Tatakalai Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Metode survey lapangan dengan jalur berpetak dibuat sebanyak 34 buah yang tersebar di enam transek pengamatan. Komposisi dan struktur pohon pada vegetasi mangrove dianalisis menggunakan pendekatan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis pohon mangrove mayor (sejati) dan dua jenis pohon mangrove asosiasi. Kelompok mayor vegetasi mangrove Desa Tatakalai terdiri atas enam jenis yaitu Rhizophora apiculata Bl, (Rhizophoraceae), Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk. (Rhizophoraceae), Rhizophora stylosa Griff. (Rhizophoraceae), Ceriops tagal (Perr.) C.B.Rob. (Rhizophoraceae), Lumnitzera littorea (Jack) Voigt (Combretaceae), dan Sonneratia alba J.E. (Sonneratiaceae). Komponen asosiasi vegetasi mangrove Desa Tatakalai terdiri atas Hibiscus tiliaceus L. (Malvaceae) dan Morinda citrifolia L. (Rubiceae). Selanjutnya struktur vegetasi pohon hutan mangrove di Desa Tatakalai didominasi oleh tingkat pancang. Jenis yang mendominasi pada seluruh tingkat pertumbuhan adalah Rhizophora apiculata Bl. Distribusi penyebaran diameter paling besar yaitu 38,4 cm, sedangkan distribusi tinggi didominasi oleh jenis Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk dengan angka tertinggi adalah 16 m.
Penilaian Sumberdaya Alam di Sekitar Danau Pulisan, Linow dan Tampusu, Kota Tomohon, Sulawesi Utara: Capung (Odonata) sebagai Biondikator Kaligis, Kevin Hiskia; Pollo, Hard N.; Tulung, Max
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50890

Abstract

Capung (Ordo Odonata) merupakan salah satu kelompok serangga yang memiliki keanekragaman yang sangat tinggi. Capung mudah dikenali dari tubuhnya yang khas, memiliki sayap dua pasang, licin tanpa bulu maupun sisik umumnya berwarna terang dengan corak beragam. Faktor-faktor tersebut akan menjadi pembatas penyebaran beberapa spesies capung, terutama spesies capung endemik yang memiliki faktor fisik yang spesifik. Kondisi fisik habitat yang optimal akan mempengaruhi keberadaan spesies capung. Tujuan penelitian ini menghitung jumlah species capung, jumlah tumbuhan, mengukur temperatur air, temperatur udara, kekeruhan air, pH air, total partikel terlarut TDS, menganlisis jenis-jenis capung (Odonata) yang bertindak sebagai bioindikator dan menentukan status kualitas air berdasarkan Family Biotic Index FBI. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa species capung yang diperoleh berjumlah 13 species, diantaranya di Danau Linow 8 species dan di Danau Pulisan 5 species. Tumbuhan penyusun ditemukan di Danau Pulisan, Linow dan tampusu yaitu 21 jenis. Hasil perhitungan jumlah total famili dari FBI yaitu 7,94 buruk sekali terpolusi berat bahan organik. Danau Linow bedasarkan FBI terdapat 2 famili Ceonagrionidae dan Libellulidae. Hasil perhitungan jumlah total family dari FBI yaitu 7,84 tingkat pencemaran buruk sekali terpolusi berat bahan organik.

Page 1 of 1 | Total Record : 9