cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sinaptek@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK)
ISSN : -     EISSN : 28100867     DOI : -
Prosiding SINAPTEK adalah forum ilmiah bagi dosen untuk memublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam mengimplementasikan pengetahuan, inovasi, dan aplikasi teknologi tetap guna yang berdampak nyata. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para akademia, peneliti, dan pengabdi sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan serta bagi masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK" : 26 Documents clear
Pemasaran Produk Wisata Pada Desa Wisata Di Provinsi Bali Berbasis Electronic – Commerce Dewa Putu Oka Prasiasa¹, Dewa Ayu Diyah Sri Widari Dewa Putu Oka Prasiasa; Dewa Ayu Diyah Sri Widari; Nyoman Menuh
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.191 KB)

Abstract

ABSTRAKProvinsi Bali pada periode tahun 2015 – 2018 terus mendorong pengembangan desa wisata, dan produk wisata yang dihasilkan oleh desa wisata di Bali memilik ciri, variasi serta keunikan yang sangat beragam. Dalam pemasaran produk wisata, desa wisata di Bali banyak yang belum memanfaatkan dukungan Teknologi Informasi. Solusinya adalah membuat suatu media untuk mempertemukan pengelola desa wisata dengan wisatawan serta usaha-usaha yang menghasilkan produk wisata. Internet sebagai salah satu produk dari Teknologi Informasi terus mengalami perkembangan, merupakan sebuah media yang layak dicoba oleh desa wisata untuk mendukung pemasaran produk wisata dari desa wisata. Penggunaan internet untuk e-commerce telah lama berkembang dalam lingkup nasional dan internasional Penelitian ini menyajikan gagasan yang merupakan pemikiran awal penggunaan e-commerce terintegerasi dengan desa wisata di Provinsi Bali sebagai Pemasaran Produk Desa Wisata Berbasis Teknologi Informasi.Kata kunci : e-commerce, terintegrasi, produk wisata, pemasaran, desa wisataABSTRACTThe province of Bali in the period of 2015 – 2018 continues to encourage the development of tourism villages, and the tourism products that produced by tourism village in Bali has a characteristic, variation and uniqueness is very diverse. In the marketing of tourism products, many tourism villages in Bali have not utilized the support of information technology. The solution is to make a medium to bring together tourism village managers with tourists and businesses that produce tourism products. Internet as one of the products of information technology continues to develop, is a medium that is worth trying by the tourism village to support the marketing of tourism products. Internet use for e-commerce has long evolved within the national and international sphere. This research presents an idea that is an early thought of the use of e-commerce with tourism village in Bali Province as a product marketing of tourism village based on information technology.Keywords: e-commerce, integrated, tourism products, marketing, tourism village
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENDIDIKAN SENI BAGI PENYANDANG DISABILITAS Putu Indah Lestari; Dermawan Waruwu; I Wayan Damayana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.009 KB)

Abstract

ABSTRAKYayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) terletak di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Keberadaan YPAC Jimbaran Bali merupakan solusi terhadap penyandang disabilitas yang kurang mendapat perhatian dari keluarganya, masyarakat, dan kurang secara ekonomi untuk memperoleh pendidikan. Penyandang disabilitas yang dibina di yayasan ini berjumlah 41 orang yaitu SD 13 orang, SMP 13 orang, dan SMA 15 orang. Jenis disabilitas yang ada di YPAC Jimbaran antara lain: low vision, tuna grahita, downsindrom, autis, dan tuna daksa. Masalah yang dihadapi, anak disabilitas di YPAC memiliki ketertarikan pada seni musik namun belum ada tenaga pendidik khususnya di bidang seni musik. Untuk itu, Tim PKM menawarkan pelatihan dan pendampingan seni musik di YPAC. Hasil pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terdapat peningkatan sebesar 80% keterampilan dan pengetahuan anak disabilitas dalam memainkan alat musik dan mampu tampil dalam pentas pada hotel berbintang di Bali.Kata kunci: pendidikan, seni musik, disabilitasABSTRACTThe Disabled Child Development Foundation (YPAC) is located on Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Jimbaran Village, South Kuta District, Badung Regency, Bali Province. The existence of YPAC Jimbaran Bali is a solution for persons with disabilities who receive less attention from their families, communities, and less economically to obtain education. There are 41 persons with disabilities who are fostered in this foundation, namely 13 elementary school students, 13 junior high school students, and 15 high school students. The types of disabilities in YPAC Jimbaran include: low vision, mentally disabled, down-syndrome, autism, and physically disabled. Problems faced, children with disabilities at YPAC have an interest in music but there are no educators especially in the field of music. For this reason, the PKM Team offers music art training and assistance at YPAC. The results of the training and mentoring carried out were an 80% increase in the skills and knowledge of children with disabilities in playing musical instruments and were able to perform on stage in star hotels in BaliKeywords: education, music, disability
PEMBERDAYAAN KELOMPOK DHARMA LAKSANA (PENYANDANG CACAT) MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN . Komalawati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.228 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Wisata Kamasan terletak di Kecamatan Klungkung. Masyarakat sekitar adalah pembuat kerajinan perak, ukiran selongsong peluru, emas dan lukisan wayang tradisional. Masyarakat disekitar desa Kamasan rata-rata bermata pencaharian sebagai seniman lukis dan ukir, salah satu kelompok pengerajin yang ada di Desa Kamasan adalah Kelompok Dharma Laksana yang beranggotakan penyandang cacat. Permasalahan yang dihadapi selama ini diantaranya (1) Minimnya akses pemasaran untuk memasarkan produknya, (2) Memerlukan sarana promosi profesional untuk pemasaran produksinya mengingat hingga saat ini mereka tidak memiliki sistem pemasaran dan hanya menunggu pembeli saja, (3) Kelompok usaha Dharma Laksana membutuhkan pendampingan dalam berbagai hal pengembangan kelompok yg lebih professional, (4) Pengembangan sarana modal usaha yg akan di kelola sebagai modal simpan pinjam dalam kelompok, (5) Memerlukan peningkatan ketrampilan usaha dibidangnya masing- masing tidak hanya teknis produksi tetapi juga manajemen produksi, (6)Mereka masih buta hukum perdaganganKata Kunci : Pengeraji, disabilitas, KamasanABSTRACTKamasan tourism village is located in klungkung district. The beauty village of its arts in making silver, carving bullet casings, gold and traditional puppet paintings. In addition to carving, puppet paintings are also developed as ornaments on cloth in the form of flags, banners, ider-ider and parba which are complementary decorations in holy places (temples). The people around the village of kamasan have an average income as artists of painting and carving, one of the groups of craftsmen in the village of kamasan is the dharma laksana group which has members with disabilities. The problems faced so far include (1) lack of access to marketing to market their products, (2) require professional promotional facilities for marketing their products, considering that until now they did not have a marketing system and only waited for buyers, (3) dharma laksana business group needed assistance (4) development of business capital facilities that will be managed as savings and loan capital in groups, (5) requiring an increase in business skills in their respective fields not only in technical production but also in production management, (6) they are still blind to trade law (do not understand the applicable laws or trade laws), so they need assistance if there are large transactions or contracts.Keywords: balinese curving, disability, kamasan, balinese carving
DIVERSIFIKASI PRODUK GAYOR BALI GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING Putu Fajar Kartika Lestari; Ida Bagus Swaputra; Ida Ayu Budhananda Munidewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.695 KB)

Abstract

ABSTRACT "Gayor Bali" is the result of home industry crafts that produce art items in the form of gayor / decoration located at the entrance which has been more for traditional ceremonial and other religious activities for Hindus in Bali. Gayor as a set of wedding ceremonies and other traditional works that are placed in the angkulangkul / entrance gate of the house that serves to beautify the decoration of the location of the event. Gayor Bali changed with the development of the era, in the past Gayor was made of mushrooms and decorated with gumitir flowers or other flowers, but gradually the material for Gayor used cork material, so that the appearance of angkul-angkul became more elegant. The problem is never knowing for certain whether the business is profitable or not. The purpose of the PKM program is to improve partner retention and skills in bookkeeping and business management techniques, marketing techniques and to improve partner knowledge. The method used in achieving these objectives is training and assistance in making a business accounting system based on simple accounting techniques; The program outputs are Cash Book, Inventory Book, Production Cost Calculation (HPP), Breakeven Calculation (BEP), Marketing Techniques, and articles that are ready to be published in scientific journals. Keywords: Gayor Bali; Simple Bookkeeping; COGS
PELATIHAN KERAJINAN ANYAMAN LONTAR TAS TIPAT SARI DI BANJAR MADANGAN KELOD, DESA PETAK, GIANYAR I Gusti Rai Agung Sugiartha; Putu Eny Suhardiyani
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.206 KB)

Abstract

ABSTRAKDaun lontar merupakan bahan tumbuhan di Bali, dipergunakan sebagai bahan anyaman, daun lontar yang sudah dikeringkan bahan naskah sebagai media penyimpanan cerita kuno/silsilah/kidung. Kerajinan anyaman menghasilkan komoditi yang prospektif karena bahan merupakan bahan yang mudah untuk daur ulang dan digemari oleh pemesan. Dalam program pengabdian ini melibatkan pengerajin anyaman yang berskala IRT/UMKM dilihat dari kuantitas produk yang dihasilkan masih kecil. Mitra pengerajin beralamat di Br. Madangan Kelod, Desa Petak, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar dengan jarak sekitar 35,7 Km dari STIKOM Bali. Pengerajin produk seperti tas, tempat tisu, tempat garam dan beberapa produk sesuai pesanan. Permasalahan yang dihadapi adalah media pemasaran yang masih terbatas di pasar dan toko-toko. Berdasarkan kendala dan permasalahan yang dihadapi maka kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah pembuatan dan pelatihan media pemasaran secara online berupa akun sosial media. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan telah dicapai luaran kegiatan yaitu mitra mampu mempergunakan media sosial sebagai media pemasaran, walaupun belum optimal karena posisi mitra adalah pemasok barang kerajinan ke sebuah distributor.Kata kunci: daun lontar, pengerajin, pemasaranABSTRACTPalm leaves are plant material in Bali, used as woven material, palm leaves which have been drained of manuscripts as a storage medium for ancient stories / pedigree / hymns. Woven handicrafts produce prospective commodities because the material is an easy material to be recycled and favored by the customer. In this service program involving woven craftsmen who are on IRT / MSME scale, the quantity of the products produced is still small. Crafting partners are located at Br. Madangan Kelod, Petak Village, Gianyar District, Gianyar Regency with a distance of about 35.7 Km from STIKOM Bali. Product makers such as bags, tissue boxes, salt containers and some products according to order. The problem faced is that the marketing media is still limited to markets and shops. Based on the obstacles and problems faced, the activities that have been carried out are the creation and training of online marketing media in the form of social media accounts. Based on the results of the activity evaluation, activity outcomes have been achieved, namely partners are able to use social media as a marketing medium, although it is not optimal because the position of partners is a supplier of craft items to a distributor.Keywords: palm leaves, craftsmen, marketing
ALAT PERMAINAN EDUKATIF BAGI ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK Elizabeth Prima; Ravi Masitah; Ni Nyoman Ari Indra Dewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.012 KB)

Abstract

ABSTRAKBermain merupakan kegemaran setiap anak. Melalui bermain anak akan dibawa kepada pengalaman yang positif dalam segala aspek, seperti aspek daya pikir (imajinasi), daya cipta (kreativitas), dan kemampuan olah tubuh (jasmani) yang baik. Alat permainan edukatif bagi anak usia dini adalah alat yang dapat digunakan untuk bermain sambil belajar. Alat dan bermain itu sendiri merupakan sarana belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini. Masalah yang dihadapi oleh mitra TK Angel Hearts adalah terbatasnya alat permainan edukatif dan terbatasnya kreativitas guru dalam membuat alat permainan edukatif. Untuk itu, tim PKM menawarkan solusi yaitu pelatihan kepada guru untuk membuat alat permainan edukatif dan pendampingan untuk mengaplikasikannya kepada anak usia dini. Hasil dari pelatihan dan pendampingan yang dilakukan di TK Angel Hearts yaitu antusias guru dan pendamping untuk terus hadir dalam pelatihan serta 80 % dari jumlah guru telah mampu membuat alat permainan edukatif bagi anak usia dini.Kata Kunci : alat permainan edukatif, anak usia dini, taman kanak-kanakABSTRACTPlaying is the predilection of every child. Through playing children will be brought to a positive experience in all aspects, such as aspects of the power of thought (imagination), creativity (creativity), and the ability to exercise the body (physical) well. Educational game tools for early childhood are tools that can be used to play while learning. The tools and playing itself are fun learning tools for early childhood. The problem faced by TK Angel Hearts is the limited educational game tools and the limited creativity of the teacher in making educational game tools. Therefore, the PKM team offers a solution which is training teachers to create educational games tools and assistance to apply them to early childhood. The results of the training and mentoring conducted at TK Angel Hearts are the enthusiasm of teachers and assistants to continue attending the training and 80% of the total teachers had been able to make educational game tools for early childhood.Key words: educational game tool, early childhood, kindergarten
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANAMAN OBAT KELUARGA MENUJU KELUARGA SEHAT DI DESA CATUR, KINTAMANI, BANGLI I P Darmawijaya; Ni Made Diana Erfiani; Dermawan Waruwu
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.266 KB)

Abstract

ABSTRACTThe development of medicinal uses of plants has accelerated very rapidly until the discovery of drugs and new technologies. Utilization of applied technology must continue to be carried out so that it can provide or bring benefits that are very broad to the lowest strata of society through the facilitation of community groups. In community development, the vital role of farmer groups and rural communities is needed not only in food independence but also in health independence through the development of family medicinal plants. The family medicinal herbs group (TOGA) in Catur Village, Kintamani, Bangli is a pioneering group of women farmers in Catur Village, Kintamani, Bangli Regency. Family medicinal plants are very identical to herbs that come from medicinal plants that taste bitter, are not good for consumption, and do not contain aesthetic value. Thus the use of family medicinal plants is still limited because it is not in great demand. The aim of this assistance activity is to increase the knowledge and abilities of the people of the Chess Village, especially the Family Medicinal Plants Group whose members are the Women Farmers Group (KWT). The assistance was begun with the formation of a TOGA group, then the understanding of the efficacy of medicinal plants, the creation of a TOGA garden, and the process of making herbs. From this mentoring activity it can be concluded that public knowledge has increased related to the use of medicinal plants and can improve the economic level especially members of the Family Medicinal Plants (TOGA) group in Catur Village.Keywords: Catur Village, TOGA, KWT.ABSTRAKPerkembangan pemanfaatan tanaman yang berkhasiat obat telah mengalami percepatan yang sangat pesat sampai pada penemuan obat maupun teknologi baru. Pemanfaatan teknologi terapan harus terus dilaksanakan agar dapat memberikan atau mendatangkan manfaat yang sangat luas sampai pada lapisan masyarakat terbawah melalui pendampingan kelompok-kelompok masyarakat. Dalam pembangunan masyarakat, peran vital kelompok tani maupun masyarakat pedesaan sangat diperlukan tidak hanya dalam kemandirian pangan juga pada kemandirian kesehatan melalui pengembangan tanaman obat keluarga. Kelompok tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Catur, Kintamani, Bangli merupakan rintisan dari kelompok wanita tani Desa Catur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Tanaman obat keluarga sudah sangat identik dengan jamu yang berasal dari tanaman obat yang rasanya pahit, tidak enak dikonsumsi, serta tidak mengandung nilai estetika. Dengan demikian pemanfaatan tanaman obat keluarga masih terbatas karena kurang diminati.Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga masyarakat Desa Catur khususnya Kelompok Tanaman Obat Keluarga yang beranggoatakan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan pendampingan ini adalah pemahaman tentang khasiat tanaman obat, pembuatan kebun TOGA, serta proses pembuatan herbal. Dari kegiatan pendampingan ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat meningkat terkait pemanfaatan tanaman obat dan dapat meningkatkan taraf ekonomi khususnya anggota kelompok Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Catur.Kata kunci: Desa Catur, TOGA, KWT.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN SASUKA CATUR OIL PADA REMAJA YAYASAN AMARA BHAWANA SASTRA DESA SUSUT KAJA, KECAMATAN SUSUT, KABUPATEN BANGLI, BALI N.K. Wiradnyani; I.N. Rata Artana; I. P. Darmawijaya
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.04 KB)

Abstract

ABSTRAKPelatihan pembuatan sabun SASUKA bertujuan untuk memperdayakan minyak wajah produksi desa Catur dan bahan lokal sekitar Susut Kaje Bangli menjadi sabun cair untuk upaya peningkatan pendapatan rumah tangga. Permasalahan prioritas yang dihadapi oleh anak asuh Yayasan ABSA adalah kesenjangan sosial dan ekonomi kluarga, keterbatasan mengenyam pendidikan skill dan kebutuhan gizi seimbang serta pola hidup sehat. Metode yang dipergunakan adalah pendampingan, pelatihan, skill, pre tes dan post tes untuk mengetahui perkembanga kemampuan skill. Tahapan yang dilakukan adalah sosialisasi resep sabun, konversi, pengenalan alat-alat pembuatan sabun, Hygiene sanitasi dan keselamatan serta kesehatan kerja, pengadaan dan pengetahuan asupan gizi seimbang. Produk baru berupa sabun “SASUKA” yang diproduksi oleh anak-anak remaja Yayasan ABSA di banjar Susut Kaje, kecamatan Susut, kabupaten Bangli yang terdiri dari SASUKA Jepun, SASUKA Kelor, SASUKA Tumeron. Produksi sabun berjalan lancar diikuti dengan pemberian 5 unit bahan sabun, 5 unit perlengkapan K3 dan saniter, sumbangan 5 unit sembako dan 10 unit resep bahan pizza dan soto Madura. Luaran tambahan adalah skill kompetensi membuata pizza ala Yayasan ABSA.Kata Kunci: Sabun, SASUKA, Desa Susut, Remaja, Yayasan AbsaABSTRACTThe SASUKA soap making training aims to empower oil from the face of Catur village production and local materials around Susut Kaje Bangli to become liquid soap for efforts to increase household income. The priority issues faced by ABSA foster children are social and economic inequality of the family, limitations on education in skills and balanced nutritional needs and a healthy lifestyle. The method used is mentoring, training, skills, pre-test and post-test to determine the development of skill abilities. The steps taken are socialization of recipes for soap, conversion, introduction of soap making tools, sanitation hygiene and occupational safety and health, procurement and knowledge of balanced nutrition. The new product is "SASUKA" soap produced by teenagers from the ABSA Foundation in the Susut Kaje banjar, Susut sub-district, Bangli district, which consists of SASUKA Jepun, SASUKA Kelor, SASUKA Tumeron. Soap production went smoothly followed by the provision of 5 units of soap ingredients, 5 units of safety and sanitary ware, donations of 5 basic foods and 10 units of recipes for pizza and soto Madura. An additional output is the competency skill of making pizza in the style of the ABSA Foundation.Keywords: Soap, SASUKA, Susut Village, Teenagers, Absa Foundation
PROSIDING LENGKAP Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) PROSIDING SINAPTEK
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19148.375 KB)

Abstract

PROSIDING LENGKAP Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK)
PKM PERAJIN ANCAK BANJAR SEGA, DESA BUNUTAN, KECAMATAN ABANG, KABUPATEN KARANGASEM BALI I.P.Steven Eka Putra; I .N. Rata Artana; N.K. Wiradnyani
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.012 KB)

Abstract

ABSTRAKPerajin ancak di daerah banjar Sega, Bunutan, Karangasem adalah perajin bambu yang membuat alas keranjang atau kurungan. Usaha ancak adalah salah satu yang dapat menopang kehidupan petani maupun peternak. Perajin ancak dengan nama kelompok “Sinar Karya” diketuai oleh Ketut Sutama, terdiri dari 10 KK di desa Bunutan pengerjaannya dilakukan secara berkelompok, serta menyebar di berbagai banjar di desa Bunutan antara lain di Banjar Sega, Gulinten, dan Bangle. Masalah yang dihadapi perajin ancak adalah di bidang produksi, manajemen penglolaan usaha, desain, limbah ancak, gizi dan kesehatan masyarakat perajin. Metode yang dipergunakan untuk mencapai tujuan adalah wawancara dalam bentuk pre tes dan pos tes untuk menggali pengetahuan anggota dan rancangan yang dipergunakan untuk dikembangkan adalah RAA (rural rapid appraisal) dan PRA (participant rapid appraisal). Learning by doing digunakan untuk mengukur tingkat skill saat pemberian mesin pemotong bambu, K3, Hygiene sanitasi dalam poses pengolahan, pembukuan sederhana dan penguasaan desain tas dan labeling, pembuatan arang aktif dari limbah ancak. Luaran tersebut sudah terpublikasi media online melalui TVRI daerah tgl 27 April 2019, agar produk baru dari limbah akan memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat luasKata Kunci: Ancak, Karangasem, Perajin, Betek, Arang aktifABSTRACTAncak artisans in the Sega area, Bunutan village district Karangasem province of Bali are bamboo craftsmen who make baskets or cages. Ancak business is one that can sustain the live of farmers and breeders. Ancak craftsmen with the name “Sinar Karya” group headed by Ketut Sutama, consisting of 10 families in Bunutan village, the process is done in groups, and spread in various banjar in the village of Bunutan, among others in banjar Sega, Gulinten and Bangle. The problem faced by craft makers are in the fields of production, management of business management, design, waste treatment, nutrition and public health of artisans.The method use to achieve the goal is an interview in the form of a pre test, and post test to explore the knowledge of members and the design used to be developed is RAA (Rural Rapid Appraisal) dan PRA (participant rapid appraisal). Learning by doing is used to measure skill levels when giving bamboo cutting machines, safety, health, sanitation hygiene in processing, simple bookkeeping and mastery of bag design and labeling, making activated charcoal from ancak waste. The online media has been published through regional TVRI on April 27, 2019, so that new products from waste will provide additional benefits to the wider community.Keywords: Ancak, Karangasem, Crafters, Betek, activated charcoal

Page 2 of 3 | Total Record : 26