cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19708870     EISSN : 25283243     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Komunikologi adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan penelitian dan non penelitian dalam bidang Ilmu Komunikasi. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Jurnal ini tidak dikenakan biaya dalam penerbitannya (free charge). Komunikologi menggunakan pengajuan online dan platform peer review, yang memungkinkan penulis melacak kemajuan naskah mereka dan memungkinkan waktu pemrosesan yang lebih singkat. Hanya pengiriman yang dilakukan melalui platform ini yang diterima, dengan penulis yang diwajibkan untuk membuat akun pada jurnal Komunikologi. Aim and Scope: The Social Media and Subcultures,Media, Popular Culture, and Society,Strategic Communications Management,Public Relation,New Media and Contemparary Issues,Health Communication,Communication and Policies,Politics, Hegemony, and the Media,Media, Democracy and Integration,Youth and Media Globalization,Inter Culture Communication,Information Communication Technology (ICT) and Power Social Marketing,Political Marketing,Political Campaign,Globalization and Social Impact,Media Literacy and Media Education,Media and Identity,Gender and Sexuality in the Media,Youth and Media Globalization,Audience Analysis,
Articles 235 Documents
BAHASA INDONESIA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI MASYARAKAT DALAM KEHIDUPAN SEHHARI-HARI
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 19, No 02 (2022): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country that is rich in diversity, from ethnicity, nation, culture, and so on. Language is another manifestation of this diversity.Almost every region in Indonesia has its own language. This journal is done to find out the role and use of Indonesian as a communication tool in everyday life. The method used in writing this journal is a descriptive method with a qualitative approach. Data collection is done through literature reviews or systematic reviews. This literature review is carried out by analyzing and also reviewing books, documents, and scientific journals that have been published. Based on the literature review, it can be seen that the Indonesian language undergoes three stages of development. In addition, it can also be seen that the use of Indonesian as a means of communication in everyday life is still not optimal. Communication that occurs in people's daily lives uses their local language more. In addition, the use of slang is also one of the reasons that the use of Indonesian as a means of communication in the daily lives of people is still not optimal. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman mulai dari suku, bangsa, budaya dan lain sebagainya. Bahasa juga menjadi salah satu bukti keberagaman tersebut. Hampir di setiap daerah di Indonesia mempunyai bahasa mereka mereka masing-masing. Penulisan jurnal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran dan penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. masyarakatnya Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka atau kajian literatur. Kajian pustaka ini dilakukan dengan cara menganalisis dan juga mengulas buku, dokumen-dokumen, dan juga jurnal-jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan dapat diketahui bahwa bahasa Indonesia mengalami tiga fase perkembangan. Selain itu, dapat diketahui juga penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari masih belum maksimal. Komunikasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat lebih banyak menggunakan bahasa daerah mereka. Selain itu, penggunaan bahasa gaul juga menjadi salah satu alasan bahwa penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya masih belum maksimal.
MEDIA MASSA DAN PEMBANGUNAN KARAKTER PEMUDA
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2009): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia  massa dipandang  punya kedudukan  strategis  dalam masyarakat  dengan  memetakan tiga  fungsi   instrumental   media   massa,   yaitu  untuk   memenuhi   fungsi   pragmatis   bagi kepentingan pemilik media massa sendiri, bagi kekuatan-kekuatan  ekonomi dan politik dari pihak  di luar media  massa,  atau untuk  kepentingan  warga  masyarakat.  Secara  konseptual, keberadaan media massa dan  masyarakat perlu dilihat secara bertimbal balik. Untuk itu ada 2 pandangan yaitu apakah media massa membentuk (moulder) atau mempengaruhi masyarakat, ataukah  sebaliknya  sebagai  cermin  (mirror)  atau dipengaruhi  oleh realitas  masyarakat.  Dua landasan ini menjadi titik tolak dari bangunan epistemogis  dalam kajian media massa, yang mencakup  ranah  pengetahuan  mengenai  hubungan  antara  masyarakat  nyata  (real)  dengan media, antara media dengan masyarakat cyber, dan antara masyarakat real dengan masyarakat cyber secara bertimbal-balik. Kata Kunci: Media, Pembangunan, Karakter
TEKNIK WAWANCARA BAGI REPORTER DAN MODERATOR DI TELEVISI
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 01 (2019): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reporter dan Moderator TV harus menguasai teknik wawancara.Reporter mengumpulkan bahan berita melalui wawancara berbagai sumber berita di lapangan. Bahan berita yang dikumpulkannya akan diolah menjadi berita. Bila tak menguasai teknik wawancara maka berita yang disusunnya akan dan dangkal dan tidak menarik. Moderator melakukan dialog dengan nara sumber mengenai isu aktual yanag disiarkan langsung maupun siaran tunda di TV. Ia harus menguasai betul teknik wawancara. Ia harus terlihat cerdas ketika membawakan acara dialog. Bila tak mampu mengusai teknik dialog, maka penonton akan meninggalkannya. Keywords: television, moderator, reporter
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENYAJIAN MEDIA INTERNAL BULLETIN “FOKUS” DENGAN SIKAP KARYAWAN TERHADAP PENYAJIAN BULLETIN “FOKUS” DI KANTOR PUSAT PT. SARINAH (PERSERO)
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2011): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat penyajian media internal bulletin “Fokus” dengan sikap karyawan terhadap penyajian bulletin “Fokus” di kantor pusat PT Sarinah (Persero). Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa tingkat penyajian media internal bulletin “Fokus” menunjukan korelasi yang kuat (r = 0,716) dengan sikap karyawan di PT Sarinah (Persero). Bila tingkat penyajian internal bulletin “Fokus” tinggi maka sikap karyawan akan menerima/setuju dengan penyajian yang diberikan. Dengan demikian dapat disimpulkan tingkat penyajian media internal bulletin “Fokus” berhubungan erat dengan sikap karyawan di PT Sarinah (Persero). Kepada pimpinan perusahaan perlu tetap menjaga agar media internal yang diterbitkan Humas dapat memberikan informasi yang dibutuhkan karyawan demi kemajuan perusahaan. Kata kunci: tingkat penyajian, sikap karyawan, penyajian bulletin “Fokus”
PEREMPUAN DALAM IKLAN: OTONOMI ATAS TUBUH ATAU KOMODITI?
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2004): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKeberadaan perempuan dalam iklan menjadi sebuah perdebatan yang tidak pernah henti ketika perempuan ditampilkan menjadi simbol-simbol untuk menciptakan citra tertentu. Perempuan dan tubuhnya tampil untuk menonjolkan kenikmatan minuman, kelincahan dan keanggunan mobil, kemewahan sebuah berlian, dan sebagainya. Bagi para praktisi periklanan, keberadaan perempuan dalam iklan adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Sementara bagi sebagian orang lainnya berpendapat bahwa menyertakan perempuan dalam iklan lebih merupakan eksploitasi atas tubuh perempuan. Melalui   ekonomi politik tubuh, tanda dan hasrat, ekonomi kapitalis menja-dikan tubuh perempuan hanya potongan tanda-tanda (signs) yang satu per satu menjadi komoditas melalui media iklan.  Meski demikian, banyak perempuan yang terlibat dalam iklan justru berpendapat bahwa tampilnya mereka dengan menonjolkan keindahan bagian-bagian tubuhnya merupakan sebuah pilihan yang otonom atas diri dan tubuhnya sendiri. Benarkah? Tulusan ini mencoba menelaahnya dengan menggunakan perspektif feminis keterkaitan perempuan dan iklan. Kata Kunci: Feminisme, Iklan, Komoditi
KEBIJAKAN UPAH BURUH MINIMUM SEKTORAL DI KABUPATEN TANGERANG PERSFEKTIF KOMUNIKASI POLITIK
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2014): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUntuk menjamin hak dan kewajiban antara pekerja dan majikan di Kabupaten Tangerang perlu di buat pengaturan upah buruh.  Untuk itu Pengaturan tentang upah minimum sektoral sebenarnya telah diatur dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor:561/Kep.2-Huk/2012 Tentang Upah Minimum Sektoral Kabupaten Tangerang 2012, akan tetapi ternyata dalam SK Gubernur ini sangat kurang tepat pengaturan sektoral sebagai landasan memberi upah minimum dan juga terkait dengan perlindungan dan jaminan majikan dan industri sebagai pemberi kerja mampu melaksanakan SK Gubernur tersebut. Penelitian Komunikasi Politik Penetapan Upah Buruh Kabupaten Tangerang 2013, dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi. Berdasar hasil penelitian ini terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pekerja (buruh) mencari kerja di Kabupaten Tangerang, di antaranya adalah: faktor sosial, ekonomi, dan politik. Permasalahan atau faktor pendorong banyaknya pekerja yang memutuskan untuk bekerja di Kabupaten Tangerang pertama, lapangan tenaga kerja di tempat asal yang kurang. Kedua, tentang upah pekerja di daerah asal yang sangat kecil juga menjadi alasan tersediri bagi pekerja dalam pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Pekerja yang bekerja di kabupaten Tangerang memiliki harapan tinggi dalam mengubah kehidupannya karena Kabupaten Tangerang memiliki 5.166 Industri/perusahaan. Kata kunci: kebijakan,  komunikasi politik, upah  buruh  AbstractTo ensure the rights and obligations between workers and employers in Tangerang district need to create a setting wages. for the setting of sectoral minimum wages actually been arranged in Banten Governor's decision No.: 561/kep.2-Huk/2012 of sectoral minimum wages Tangerang regency in 2012, when it was the Governor's decree is very less precise as the basis for the setting of sectoral minimum wages and provide also associated with the protection and guarantee of the employer and the industry as an employer is able to carry out the Governor's decree. model of political communication research worker wage Tangerang regency, 2013, were calculated using triangulation. based on the results of this study, there are several factors driving the number of workers who decide to work in Tangerang regency first, field labor in the place of origin is lacking. second, about the wages of workers in a very small area of origin is also the reason tersediri for workers in subsistence growing. workers in Tangerang district has high expectations in changing his life because Tangerang district has 5,166 industry / company. In this study also obtain models of political communication in determining wages in Tangerang regency. Keywords: political communication, compensation sectoral, wage tangerang regency
POLITIK INFOTAINMENT: SIASAT MELAYAKKAN GOSIP
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2006): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebuah tayangan infotainment televisi swasta mengaku salah ketika memuat gosip keretakan rumah tangga pasangan artis. Secara halus, infotainment tersebut berusaha mengubah frames berita tayangan pada edisi selanjutnya berlawanan dengan “kebenaran” frames sebelumnya. Strategi itu dapat dilihat dari perubahanan frames berita yang ditayangkan. Kata Kunci: Infotainment, media studies, television  literacy
KARAKTERISTIK ISI SIARAN PERS PEMERINTAH KOTA DEPOK
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 1 (2016): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPress Release Characteristics Depok city government, Study of completeness, Eligibility Press Release Good . The purpose of this study are: ( 1 ) to assess and analyze the completeness of the contents of the press release made by the Public Relations Depok city government in accordance with the terms of writing a good press release. This research was conducted in Depok city government . The population of this research is the press release made by the Depok city government public relations in the period from January to April 2015 amounted to 51 news and sampling was conducted randomly by 50 % of the total population, namely 26 news. This research was conducted using quantitative content analysis research . Data collected was presented in the form of frequency tables and will be analyzed to see whether they qualify tendency of a good press release . Keywords: Characteristics, Press Release , Depok AbstrakKarakteristik Press Release Pemda Kota Depok, Studi Mengenai Kelengkapan, Pemenuhan  Syarat Press Release yang Baik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui dan menganalisis kelengkapan isi press release yang dibuat oleh Humas Pemda Kota Depok sesuai dengan syarat penulisan press release yang baik. Penelitian ini dilaksanakan di Pemda Kota Depok. Adapun populasi penelitian ini adalah press release yang dibuat oleh humas pemda kota Depok dalam kurun waktu bulan Januari – April 2015 yang berjumlah 51 berita dan pengambilan sampel dilakukan secara random sebesar 50% dari jumlah populasi yaitu 26 berita. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian analisis isi kuantitatif. Data  yang  berhasil  dikumpulkan  selanjutnya  disajikan  dalam  bentuk  tabel frekuensi dan akan di analisis untuk melihat kecenderungan dari pemenuhan syarat press release yang baik. Kata kunci: Karakteristik, Siaran Pers, Depok
PENGARUH PENGGUNAAN SIGN LANGUAGE INTERPRETER (PENERJEMAH BAHASA ISYARAT) TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PROGRAM BERITA BULETIN INEWS SIANG GTV PADA SISWA SMPLB & SMALB KOTA DEPOK
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 19, No 01 (2022): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan sign language interpreter (penerjemah bahasa isyarat) terhadap pemenuhan kebutuhan informasi program berita Buletin iNews Siang GTV pada siswa SMPLB & SMALB Kota Depok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan penerjemah penerjemah bahasa isyarat (sign language interpreter) terhadap pemenuhan kebutuhan informasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah uses and gratification.  Unit analisis Penelitian ini adalah siswa SMPLB & SMALB Kota Depok Jumlah responden 40 orang Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini penggunaan Penerjemah Bahasa Isyarat berpengaruh sebesar 73,5%. Program berita iNews Siang Global Television (GTV) SMPLB dan SMLB Kota Depok memenuhi kebutuhan informasi akan kualitas informasi.
FILM DOKUMENTER UNTUK PEMBANGUNAN INDONESIA
KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2008): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakFilm atau gambar bergerak dianggap sebagai media komunikasi yang paling utama, bahkan disebut-sebut sebagai bidang seni yang terdepan sejak penemuannya di akhir abad ke-19 lalu. Terlebih   lagi   jenis   film   dokumenter.   Dengan   paparan   fakta,   film   jenis   ini   mampu memberikan  kesan  yang  kuat  dan mendalam    bagi  penontonnya.  Bukan  hanya  berfungsi untuk menginformasi dan menghibur, tapi lebih jauh film dokumenter juga turut memainkan peranan  dalam  bidang  politik,  ekonomi,  sosial  dan  budaya.  Kajian  ini  dilakukan  untuk melihat  sejarah  dan perkembangan  industri  film dokumenter  di Indonesia.  Rentang  masa yang  dipilih  adalah  sejak  awal  masuknya    film  dokumenter  ke Indonesia  sehingga  tahun dilakukannya kajian ini (1900-2008). Rentang masa ini dibagi dalam 4 tahap, yaitu: tahap awal kemasukan  hingga  masa  kemerdekaan  Indonesia  (1900-1945),  tahap  pemerintahan  Orde Lama  (1945-1965),  tahap  pemerintahan  Orde  Baru  (1966-1997),  dan  tahap  selepas  era reformasi  (1998-2008).  Walau bagaimanapun  kertas kerja ini hanya meliputi analisis fungsi film  dokumenter  sebagai  agen  pembangunan.   Data  dikumpulkan  dengan  metode  pen- sejarahan  dan  wawancara  mendalam,  lalu  dianalisis  dengan  metode  analisis  kandungan kualitatif. Salah satu hasil kajian utama ini adalah film dokumenter telah digunakan dengan meluas  sebagai  alat  pembangunan    masyarakat  dan  ekonomi  sejak  zaman  penjajah  dan diteruskan  sehingga  diperingkat  awal  zaman  selepas  kemerdekaan.  Walaupun  film  doku- menter  mempunyai  potensi  untuk  digunakan  sebagai  alat  pembangunan,  media  ini  tidak diberi perhatian dari segi pembangunan  sistem dan kasusnya. Perkembangannya  juga masih harus berhadapan dengan   berbagai tantangan, seperti masalah regulasi dan kontrol, mana- jemen produksi, pasaran, peningkatan kualitas, serta perbaikan sistem pengelolaan perfilman nasional.  Sekiranya  sistem media film ini tidak ditentukan  dari segi keutamaan  fungsi dan kepentingannya,   film  dokumenter  sebagai  media,  dapat  dengan  mudah  digunakan  oleh pihak-pihak  berkepentingan  untuk  memenuhi  hasrat  yang mungkin  tidak  menguntungkan masyarakat.   Pada   bagian   akhir,   kajian   ini   juga   membandingan   perkembangan   film dokumenter   antara  Indonesia   dengan  Malaysia   sebagai  dua  negara  membangun   yang mempunyai kesamaan latar belakang dan sejarah pembangunan.  Kata Kunci:  Film Dokumenter, Pembangunan, Regulasi dan Sistem Media Film 

Page 2 of 24 | Total Record : 235


Filter by Year

2004 2024