cover
Contact Name
Paulus Parnyoto
Contact Email
realpaul@ugm.ac.id
Phone
+628994796772
Journal Mail Official
abis-maksi.feb@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Sosio Humaniora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 » Tel / fax : 0274-513109 / 0274-548516
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal
ISSN : 23021500     EISSN : 23021500     DOI : 10.22146/abis
Core Subject : Economy,
ABIS : Accounting and Bussiness Information Systems Journal, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Akuntansi dan Sistem Informasi yang diterbitkan secara berkala satu tahun 4 kali yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4 (2019): November" : 18 Documents clear
Analisis Tingkat Pengungkapan Transaksi Pihak Berelasi dan Pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Industri Manufaktur) Revmianson Naibaho
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v7i4.58861

Abstract

AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi pada industri manufaktur dan membandingkan antar-sektornya serta menguji dan menganalisis pengaruhnya terhadap nilai perusahaan pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Metode Penelitian – Peneliti melakukan penelitian pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan teknik analisis konten dan melakukan uji analisis regresi linear berganda. Teknik analisis konten digunakan untuk mengetahui tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dan uji analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh di antara tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dengan nilai perusahaan.Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi yang bersifat wajib pada industri manufaktur sebesar 77,87%, yang bersifat sukarela sebesar 58,28%, dan bersifat keseluruhan (oscore) sebesar 68,46%. Berdasarkan kepatuhan tingkat pengungkapan menurut Samaha dan Stapleton (2008), tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi yang bersifat wajib dan keseluruhan termasuk ke dalam kategori tingkat kepatuhan sedang dan tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi yang bersifat sukarela termasuk ke dalam kategori tingkat kepatuhan rendah. Peneliti juga menemukan hubungan positif di antara keempat model yang digunakan untuk menguji tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dengan nilai perusahaan.Originalitas – Penelitian ini menganalisis tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dengan menggunakan analisis konten dan menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan karena belum terdapat penelitian yang menggunakan analisis konten tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dan menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. 
ANALISIS TINGKAT DAN KUALITAS PENGUNGKAPAN ASET TAK BERWUJUD PADA PERUSAHAAN BERBASIS ILMU PENGETAHUAN ATAU TEKNOLOGI DI INDONESIA Aida Muyasaroh
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v7i4.58864

Abstract

 Inti sari Tujuan – Penelitian ini menganalisis tingkat dan kualitas pengungkapan aset takberwujud oleh perusahaan berbasis ilmu pengetahuan atau teknologi di Indonesia dengan menggunakan kerangka kerja Sveiby (1997) yang dikembangkan oleh Guthrie dan Petty (2000).Metode penelitian – Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis konten. Penelitian ini terbatas pada informasi aset takberwujud yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan tahun 2017. Sampel penelitian ini berjumlah 84 perusahaan terbuka di Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan atau teknologi.Temuan – Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal eksternal adalah kategori aset takberwujud yang paling banyak diungkapkan dengan tingkat pengungkapan 28%, sedangkan modal internal adalah yang paling sedikit diungkapkan. Di antara pengungkapan sukarela, modal manusiawi adalah kategori aset takberwujud yang memiliki kualitas pengungkapan paling tinggi, yaitu 55%. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk adalah perusahaan dengan tingkat dan kualitas pengungkapan aset takberwujud tertinggi. Tingkat pengungkapan perusahaan sampel berada pada kategori cukup yaitu 71%, sedangkan kualitas pengungkapan perusahaan sampel berada pada kategori rendah yaitu 49%.Orisinalitas – Penelitian ini merupakan studi pertama di Indonesia yang secara bersamaan menganalisis tingkat dan kualitas pengungkapan aset takberwujud baik sukarela maupun wajib. Belum banyak peneliti yang menganalisis kualitas pengungkapan aset takberwujud dengan menggunakan kerangka kerja Sveiby (1997) di Indonesia.
ANALISIS KOMPETENSI AUDITOR INTERNAL TERHADAP KEMAMPUAN PENDETEKSIAN FRAUD Berlina Hidayati
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v7i4.58866

Abstract

Abstrak Seluruh organisasi baik organisasi bisnis dan nonbisnis menghadapi ancaman fraud yang sulit untuk dihindari. Fraud menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperkirakan jumlahnya dengan pasti sehingga organisasi melalui auditor internal harus mampu melakukan mitigasi pada kasus fraud. Penelitian ini mendeskripsikan kompetensi auditor internal dan perlunya kompetensi tersebut terhadap kemampuan pendeteksian fraud. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivisme dan teori kompetensi untuk mendeskripsikan kompetensi auditor internal dan pengembangannya dalam melaksanakan pekerjaan mereka, terutama yang berkaitan dengan kemampuan pendeteksian fraud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Satuan Internal Universitas Negeri Yogyakarta (SPI UNY) melalui teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini memanfaatkan rerangka kompetensi auditor internal The Institute Internal Auditor (IIA). Kompetensi auditor internal dianalisis secara deskriptif dengan reduksi data, penyajian secara naratif, dan penarikan simpulan terhadap kemampuan pendeteksian fraud yang melekat pada fungsi auditor internal SPI UNY.Penelitian ini menyimpulkan bahwa SPI UNY tidak memiliki dan memprioritaskan prosedur pendeteksian fraud sehingga kompetensi belum secara optimal dimanfaatkan untuk pendeteksian fraud. Auditor internal hanya mengandalkan firasat dan perasaan untuk pendeteksian fraud. Padahal, auditor internal telah memiliki kompetensi inti yang baik dalam pelaksanaan pekerjaan rutin.
ANALISIS TINGKAT KESESUAIAN LAPORAN TAHUNAN DAN LAPORAN KEBERLANJUTAN DENGAN KERANGKA PELAPORAN TERINTEGRASI INTERNASIONAL Fidya Sutiono
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v7i4.58870

Abstract

AbstrakTujuan – Penelitian ini menganalisis tingkat kesesuaian laporan tahunan dan laporan keberlanjutan pada perusahaan terbuka di Indonesia dengan kerangka pelaporan terintegrasi internasional yang diterbitkan oleh Integrated International Reporting Council (IIRC).Metode penelitian – Analisis konten digunakan pada sampel berjumlah 46 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tingkat kesesuaian laporan tahunan dal laporan terintegrasi dengan kerangka pelaporan terintegrasi dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan instrumen penelitian delapan konten elemen pada kerangka pelaporan terintegrasi internasional.Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan terbuka di Indonesia memiliki tingkat kesesuaian laporan tahunan dan laporan keberlanjutan sesuai dengan yang dipersyaratkan IIRC. Namun, masih diperlukan sedikit penyelarasan pada penerapan beberapa elemen konten pelaporan terintegrasi. Pengungkapan yang dilakukan perusahaan tergolong cukup sesuai dengan kerangka pelaporan terintegrasi internasional yang diterbitkan IIRC.Originalitas – Salah satu fokus utama dalam penelitian ini adalah tingkat kesesuaian laporan tahunan dan laporan keberlanjutan dengan kerangka pelaporan terintegrasi internasional. Penelitian yang mengukur tingkat kesesuaian kerangka pelaporan terintegrasi dengan menggunakan kedua laporan tersebut masih sangat terbatas terutama di Indonesia.
ANALISIS PENETAPAN UNIT COST LAYANAN KESEHATAN (STUDI PADA RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROJO MAGELANG) Ika Yuli Astuti
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v7i4.58871

Abstract

Abstrak Tujuan – penelitian ini ialah untuk mengeksplorasi struktur  biaya  dalam  perhitungan  unit cost layanan pada Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang dengan  metode  activity based costing.Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus deskriptif dilakukan untuk menjabarkan kondisi dan  sistem  penetapan  biaya rumah sakit dan studi kasus eksplorasi untuk mengungkap  struktur  cost  dan  perhitungan unit cost layanan dengan metode ABC. Perhitungan unit cost dilakukan atas layanan core needle biopsy (CNB) untuk kasus tiroid dan layanan invasi pembesaran tiroid dengan tindakan radio frequency ablation (RFA)Temuan – Kendali biaya dan kendali mutu pada RS Jiwa Prof. Dr. Soerojo tidak berjalan optimal dan sistem akuntansi biaya tidak berjalan. Struktur biaya pada unit cost layanan CNB terdiri atas biaya langsung 35.15% dan biaya tidak langsung 64.85% dan untuk layanan RFA biaya langsung 83,76%, biaya tidak langsung 16,24%. Struktur biaya berdasarkan sifat biaya maka layanan CNB terdiri dari 11,45% biaya tetap, 35.58% biaya variabel dan 52,97% biaya campuran dan untuk layanan RFA biaya tetap sebesar 2,87%, biaya  variabel  83,87%  dan biaya campuran sebesar 13,27%.Originalitas – Penelitian ini memandang unit cost dalam paket diagnosis dan tindakan pada penanganan suatu penyakit tertentu, sehingga unit cost layanan  merupakan  seluruh  biaya  yang dikeluarkan dari pasien melakukan pendaftaran sampai dengan pasien pulang.Cara pandang tersebut untuk lebih mendekati metode pada tarif INA-CBG’s
KAJIAN ATAS IMPLEMENTASI AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAH PUSAT INDONESIA TAHUN 2015-2017 Komang Ayu Kumaradewi
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v7i4.58873

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi partisipan atas implementasi akuntansi berbasis akrual di tingkat pemerintah pusat Indonesia pada tiga tahun pertama, serta persepsi partisipan atas masa depan penerapannya. Menggunakan metode kualitatif dengan rancangan fenomenologi interpretif, penelitian ini memilih empat orang partisipan wawancara mendalam dan sembilan orang peserta focus group discussion (FGD). Seluruhnya ialah pihak-pihak yang secara langsung terlibat dalam implementasi akuntansi akrual di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Interpretive Phenomenology Analysis (IPA), penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi partisipan atas implementasi akuntansi akrual untuk tahun 2015-2017 bernuansa positif. Faktor utama yang dianggap mendukung kualitas penerapan yaitu kesiapan regulasi, pembinaan SDM, dan dukungan teknologi. Persepsi partisipan atas masa depan penerapan juga bernuansa positif, dengan penekanan pada penyesuaian dengan perkembangan teknologi, penguatan kemampuan analisis data, serta pemanfaatan informasi akrual untuk pengambilan keputusan. Selain itu, terdapat aspek Teori Penatalayanan yang ditemukan dalam proses implementasi yaitu motivasi intrinsik, identifikasi diri dengan organisasi, serta budaya kolektivisme dan rentang kekuasaan yang rendah.
ANALISIS KEEFEKTIFAN UPAYA PEMERINTAH DAERAH DALAM MEMBANGUN SISTEM PENGENDALIAN KORUPSI (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Bekasi) Putri Catalya
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v7i4.58877

Abstract

AbstrakTujuan—Tujuan dari penelitian ini meliputi tujuan analitis dan tujuan aplikatif. Tujuan analitisnya adalah menganalisis keefektifan upaya pemerintah untuk membangun dan mengimplementasikan sistem pengendalian korupsi. Sedangkan tujuan aplikatif adalah menganalisis faktor penyebab ketidakefektifan yang dapat dikembangkan menjadi solusi demi terwujudnya sebuah sistem pengendalian korupsi yang efektif.Desain/Metodologi/Pendekatan—Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan studi kasus untuk memecahkan masalah melalui aplikasi teori kerangka analitikal program dan kebijakan antikorupsi (Arvis et.al.(2003), Bolongaita et.al.(2004), Albrecht et.al.(2012)) dan kerangka model Fraud Control Plan (BPKP, 2006). Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil shorter case study interview kepada informan kunci dan survey interviews in case study kepada para pegawai d lingkungan entitas objek dan masyarakat. Data sekunder didapatkan dari hasil walkthrough ke sistem pelayanan, observasi kegiatan pelayanan, penelusuran internet, dokumen dan wadah publikasi lainnyaTemuan—Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bekasi untuk membangun sistem pengendalian korupsi berada pada level 3 dengan kategori “Cukup”. Berdasarkan skor penilaian masing-masing atribut program anti korupsi pada dimensi Pencegahan yang terdapat pada Pemerintah Kota Bekasi, dapat disimpulkan bahwa strategi pencegahan korupsi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bekasi masih lebih berfokus pada penataan regulasi tentang kode etik dan standar disiplin pegawai (Conduct and Disciplinary Standard) dimana skor yang didapatkan dari hasil penilaian adalah mencapai level 4, level tertinggi dari atribut strategi pencegahan korupsi yang lain. Berdasarkan skor penilaian masing-masing atribut program anti korupsi pada dimensi Pendeteksian yang terdapat pada Pemerintah Kota Bekasi, dapat disimpulkan bahwa strategi pendeteksian korupsi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bekasi berada pada level 3 dengan kategori “Cukup”. Berdasarkan skor penilaian masing-masing atribut program anti korupsi pada dimensi Penindakan yang terdapat pada Pemerintah Kota Bekasi, dapat disimpulkan bahwa strategi penindakan korupsi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bekasi masih lebih berfokus pada upaya pemenuhan kelayakan atribut Standar Investigasi (Investigation Standard) dimana skor yang didapatkan dari hasil penilaian adalah mencapai level 3, level tertinggi dari atribut strategi penindakan korupsi yang lain.Batasan/Implikasi—Penelitian ini memiliki implikasi pada akademisi, praktisi pemerintahan, dan entitas pemerintah daerah (khususnya Pemerintah Kota Bekasi) dalam menentukan strategi pengendalian korupsi yang efektif dalam mencegah, mendeteksi dan menindak korupsi secara terpadu dan simultan. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah tidak mempertimbangkan informasi di luar data yang bisa didapatkan peneliti dan pembahasan hanya terbatas pada resiko spesifik pada sektor pelayanan publik.Originalitas/Nilai—Strategi pengendalian korupsi yang efektif dan simultan harus dilaksanakan dengan memperhatikan kepaduan ketiga dimensi (pencegahan, pendeteksian dan penindakan) serta melibatkan partisipasi dari semua pihak baik internal pemerintah (manajemen, pegawai dan stakeholders) maupun eksternal (pelanggan dan masyarakat). Selain itu, penelitian ini merupakan penelitian pertama yang melakukan studi kasus pada keefektifan upaya pengendalian korupsi yang dijalankan pemerintah daerah.
ANALISIS KOMPARATIF SERTIFIKASI AUDITOR: CERTIFIED FRAUD EXAMINER (CFE) DAN CERTIFIED FORENSIC AUDITOR (CFrA) Reza Ariyanto
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v7i4.58878

Abstract

ABSTRAKTujuan — Tujuan dari penelitian ini membandingkan skema kurikulum kompetensi sertifikasi CFrA dan CFE serta mengidentifikasi alasan lembaga sertifikasi profesi di Indonesia menyelenggarakan sertifikasi CFrA.Desain/Metodologi/Pendekatan — Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukanan analisis komparasi terhadap sertifikasi CFE dan CFrA. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang berkaitan dengan standar kompetensi kurikulum dan persyaratan sertifikasi dari tahap pendaftaran sampai tahap pasca memperoleh sertifikasi.Temuan — Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga sertifikasi di Indonesia mengacu kepada lembaga ACFE dengan melakukan modifikasi dan adaptasi materi sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Hasil komparasi antara sertifikasi CFrA dan CFE menunjukkan bahwa: (1) Pada analisis ekonomis, sertifikasi CFrA lebih murah daripada sertifikasi CFE dengan perbandingan 2:1; (2) Pada analisis sosial budaya, ujian menggunakan bahasa sehari-hari lebih mudah daripada bahasa internasional; (3) Pada analisis teknik, individu atau kelompok dalam memilih sertifikasi mempertimbangkan cost of effort yang diperoleh; (4) Pada analisis kebijakan politik, LSP-AF memberikan kemudahan dalam memperoleh kelulusan sertifikasi daripada ACFE; (5) Sertifikasi CFE memiliki manfaat yang memadai untuk melakukan pekerjaan di berbagai negara karena kompetensi yang dimiliki lebih komprehensif daripada sertifikasi CFrA. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sertifikasi CFE lebih unggul dalam hal kompetensi yang ditawarkan sedangkan sertifikasi CFrA lebih unggul dalam hal kemudahan dalam memperoleh sertifikasi yang dipersyaratkan.Batasan/Implikasi — Penelitian ini memiliki implikasi pada akademisi, praktisi auditor, dan lembaga profesi dalam menentukan pilihan sertifikasi sebagai pendukung kompetensi. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah tidak mempertimbangkan kualitas dalam memberikan penilaian terhadap kategori yang diperbandingkan.Originalitas/Nilai — Kurikulum dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing, satu di antaranya melalui evolusi sesuai kondisi saat ini. Mengadopsi dari suatu lembaga yang telah lama berdiri tidak menjamin hasil adopsinya lebih berkualitas. Selain itu, penelitian ini merupakan penelitian pertama yang melakukan komparasi terhadap kurikulum CFE dan CFrA.

Page 2 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2026): February Vol 13, No 4 (2025): November Vol 13, No 3 (2025): August Vol 13, No 2 (2025): May Vol 13, No 1 (2025): February Vol 12, No 4 (2024): November Vol 12, No 3 (2024): August Vol 12, No 2 (2024): May Vol 12, No 1 (2024): February Vol 11, No 4 (2023): November Vol 11, No 3 (2023): August Vol 11, No 2 (2023): May Vol 11, No 1 (2023): February Vol 10, No 4 (2022): November Vol 10, No 3 (2022): August Vol 10, No 2 (2022): May Vol 10, No 1 (2022): February Vol 9, No 4 (2021): November Vol 9, No 3 (2021): August Vol 9, No 2 (2021): May Vol 9, No 1 (2021): February Vol 8, No 4 (2020): November Vol 8, No 3 (2020): August Vol 8, No 2 (2020): May Vol 8, No 1 (2020): February Vol 7, No 4 (2019): November Vol 7, No 3 (2019): August Vol 7, No 2 (2019): May Vol 7, No 1 (2019): February Vol 6, No 4 (2018): November Vol 6, No 3 (2018): August Vol 6, No 2 (2018): May Vol 6, No 1 (2018): February Vol 5, No 4 (2017): November Vol 5, No 3 (2017): August Vol 5, No 2 (2017): May Vol 5, No 1 (2017): February Vol 4, No 4 (2016): November Vol 4, No 3 (2016): August Vol 4, No 2 (2016): May Vol 4, No 1 (2016): February Vol 3, No 4 (2015): November Vol 3, No 3 (2015): August Vol 3, No 2 (2015): May Vol 3, No 1 (2015): February Vol 2, No 4 (2014): November Vol 2, No 3 (2014): August Vol 2, No 2 (2014): May Vol 2, No 1 (2014): February Vol 1, No 4 (2013): November Vol 1, No 3 (2013): August Vol 1, No 2 (2013): May Vol 1, No 1 (2013): February More Issue