cover
Contact Name
Isria Miharti Maherni Putri
Contact Email
tekniksipil@pelitabangsa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tekniksipil@pelitabangsa.ac.ic
Editorial Address
Jl. Inspeksi Kalimalang No.9, Cibatu, Cikarang Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JUTIS
ISSN : 28092961     EISSN : 28091337     DOI : -
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Teknik Sipil meliputi:Water Resources Engineering, Civil Structure Engineering, Transportation Engineering, Urban and Regional Planning, Construction Management, dan Infrastructure
Articles 62 Documents
Permasalahan Sistem Saluran Drainase ( Jalan Tropika XV, Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur) Herol, Herol; Putri, Isria Miharti Maherni; Yuliana, Eky Estyning; Sari, Mela; Natasya, Alma; Sakinah, Sakinah; Oktariyanto, Hendy
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jts.v4i2.5130

Abstract

Kabupaten Bekasi khususnya daerah Cikarang merupakan daerah yang padat penduduk. Kedudukan Kabupaten Bekasi sudah sangat berkembang pesat maka penataan kota dan penataan pemukiman haruslah di rencanakan dalam jangka panjang, tentu hal tersebut tidak lepas dari perencanaan sistem drainase kota, maka peneliti mengevaluasi saluran drainase primer dan sekunder yang terdapat saluran drainase pada Jalan Tropika XV, Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur yang ditinjau dari aspekteknis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan, dan masukan oleh pembuat keputusan dalam menyusun suatu konsep kebijakan dan strategi yang berkaitan dengan pengelolaan drainase di daerah tersebut.
Pengolahan Data DAS Kabupaten Bekasi Menggunakan Model SWAT dan ARCGIS 10.4 Herol, Herol; Putri, Isria Miharti Maherni; Ramdan, Muhammad; Jabbar, Abdul
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jts.v4i2.5148

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh perubahan tata guna lahan dan kondisi iklim terhadap sumber daya air di DAS Bekasi. Perubahan ini dipercaya memiliki dampak signifikan terhadap ketersediaan dan kualitas sumber daya air. Sejumlah studi sebelumnya telah menggarisbawahi pentingnya memahami pengaruh perubahan lingkungan pada sistem hidrologi. Namun, masih ada kesenjangan pengetahuan, khususnya dalam konteks DAS Bekasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan tersebut dan memberikan wawasan baru mengenai pengaruh perubahan tata guna lahan dan iklim terhadap dinamika hidrologi di DAS Bekasi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana perubahan tata guna lahan dan iklim mempengaruhi sumber daya air di DAS Bekasi, dengan menggunakan model SWAT sebagai alat analisis utama.
PENGOLAHAN DATA DAS KABUPATEN CACABAN MENGGUNAKAN MODEL SWAT DAN ARCGIS 10.4 Herol, Herol; Maherni Putri, Isria Miharti; Muhammad Reza Akbar Ramadhan; Chandra, Hendy Oktariyanto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil - Desember 2022
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Cacaban memiliki luas 14599.97 ha, dan berada pada wilayah admininistrasi Kanupaten Tegal. Kota Tegal dan Kabupaten Tegal merupakan salah satu wilayah di provinsi Jawa Tengah dan strategis di dalam perekonomian Provinsi, sehingga daerah ini melakukan banyak perubahan tata guna lahan yang signifikan, mulai dari alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, maupun kawasan pertanian yang dijadikan sebagai kawasan pemukiman dan beberapa pengalihan fungsi lahan yang lain. Perubahan tata guna lahan ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap daerah resapan air. Hal ini dikarenakan daerah resapan air sangat diperlukan terutama pada musim penghujan. Dengan beralihnya fungsi lahan maka mungkin saja sewaktu-waktu akan terjadi luapan air dengan intensitas yang besar, hal demikian disebabkan air hujan yang notabenenya masuk ke dalam tanah akan melimpas langsung ke sungai, sehingga menghasilkan debit sungai yang lebih besar dari biasanya. Diperlukan kajian tentang pemodelan hidrologi di wilayah DAS Cacaban dengan menggunakan model SWAT. Dimana untuk mengetahui laju debit air pada dan sedimentasi pada wilayah DAS ini.
Penerapan Konsep Recreational space pada Perancangan Beach Resort di Pulau Pisang Gadang Kota Padang Hardi, Resty Aprila
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Juni 2024
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jts.v5i1.5155

Abstract

Pisang Gadang Island is one of the tourist attractions included in the Air Manis Beach Tourist Area in Padang City. According to the Padang City Tourism Office, Air Manis Beach is one of the tourist areas that will be the focus of government improvement in the Gunung Padang Integrated Tourism Destination Improvement Work Programme. With a budget of Rp 15 billion from the state budget (APBN), the Padang city government started the revitalisation of Air Manis Beach in early August last year. This beach has considerable tourism potential, as evidenced by the large number of visitors during holidays and vacations, which is increasing every year. However, the increase in the number of tourists has not been matched by an increase in the number of holiday homes. Based on the need for recreational accommodation in the area to support the natural potential of Pisang Gadang Island, the application of the Recreational space concept to the design of beach resorts with an emphasis on creating accommodation that is enjoyable and makes people feel comfortable. The method used in the design of the beach resort, more emphasis on what problems exist in the design object area, namely in the area of Pisang Island. In addition, there are some literature that can be used and become a standard in the design of beach resort. So that it can produce a beach resort design that is not only able to meet the accommodation needs in South Padang District, but also able to provide recreational facilities with a recreational space approach.
Metode Reverse Circulation Drilling Pada “Approach Bridge” Jembatan Suramadu Roejanto, Juse; Herol
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Juni 2024
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jts.v5i1.5156

Abstract

The selection of the appropriate drilling method is crucial, especially for offshore projects (conducted on rivers or seas), which generally involve deep drilling lengths and large diameters. One drilling method, aside from the commonly used “Kelly bar system” for land drilling, is the circulation system. For the “Approach Bridge” and “Main Bridge” sections of the Suramadu Bridge, the drilling method employed was the “Circulation” method. The focus of this discussion is on the “Approach Bridge” section, as the drilling depth reaches around 80-90 meters, and the soil conditions are quite varied according to available data. However, in general, clay shale layers were found, a type of soil highly sensitive to disturbances during the drilling process and to weather effects. Therefore, during the drilling process, a slurry stabilizer is required to prevent the collapse of the bore pile walls. The slurry stabilizer used involves mud and bentonite. After the bore pile construction is completed, the piles will be tested to determine their bearing capacity. The bore pile tests are conducted using the Osterberg Cell method, and a Sonic Logging test is also carried out to assess the integrity of the bore piles.
DATA DAS KABUPATEN LEBAK MENGGUNAKAN PERMODELAN SOIL DAN WATER ASSESSMENT TOOL (SWAT) DAN ARCGIS 10.4 Herol, Herol; Maherni Putri, Isria Miharti; Ramadhan, Adam Uji; Mohamad Aditya Prasetya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil - Desember 2022
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water Assessment Tool (SWAT) muncul sebagai alat penting untuk memahami dan memodelkan interaksi kompleks antara tanah, air, dan vegetasi dalam suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Dengan menggunakan model ini, kita dapat mengidentifikasi area yang rentan terhadap erosi tanah, mengukur dampak praktek pertanian tertentu terhadap nutrien dalam air, serta menyusun strategi pengelolaan air yang lebih efektif. Permodelan SWAT diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai dinamika hidrologi dan kualitas air di Daerah Aliran Sungai yang diteliti, membantu pengambilan keputusan dalam merancang kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
IDENTIFIKASI PERMASALAH INFRASTRUKTUR DRAINASE DI KAWASAN FLYOVER BYPASS KOTA KARAWANG Herol, Herol; Maherni Putri, Isria Miharti
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil - Desember 2022
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini begitu banyak permasalahan lingkungan yang terjadi. Mulai dari banjir, polusi udara, longsor, hingga kurangnya air bersih. Berbagai permasalahan itu terjadi akibat kelalaian kita dalam menjaga lingkungan. Kini banjir sudah umum terjadi di kawasan perkotaan. Persoalan ini diakibatkan karena berbagai hal, salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian dalam mengelola sistem drainase. Sistem drainase sendiri terdiri dari empat macam, yaitu sistem drainase primer, sistem drainase sekunder, sistem drainase tersier dan sistem drainase kuarter. Sistem drainase ini memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Namun sangat disayangkan perkembangan pembangunan yang sangat pesat di kawasan sekitar fly over bypass Karawang tidak didukung dengan perencanaan sistem drainase yang matang. Bangunan-bangunan tinggi yang kepalang sudah dibangun sedangkan sistem drainase masih sangat minim dan hanya mengandalkan saluran got yang alakadarnya. Sedangkan bangunan pelengkap saluran drainase sama sekali tidak ditemukan, sepertin catch basin, inlet, headwall, shipon, manhole, gorong-gorong, bangunan terjun, dan bangunan got miring. Pada sistem drainase dan bangunan pelengkap saluran drainase haruslah menjadi stuktur yang sudah ada ketika perkembangan sebuah kota terjadi. Karena hal ini akan menimbulkan permasalahan-permasalahan yang lebih besar akibat adanya peningkatan debit pada saluran drainase. Penyebab lainnya adalah karena peningkatan jumlah penduduk, amblesan tanah, penyempitan dan pendangkalan saluran, serta sampah di saluran drainase. Oleh karena itu, sudah seharusnya masyarakat dan Pemkot menyadari pentingnya fungsi saluran drainase, khususnya drainase di perkotaan, serta permasalahan yang terjadi di perkotaan.
GENANGAN AIR DI JL. RAYA CIBARUSAH DEPAN RUKO CIKARANG CENTRAL CITY, CIFEST, KEC. CIKARANG SELATAN, KAB. BEKASI Herol, Herol; Maherni Putri, Isria Miharti; Ramdan, Jessa; Baitul Zanah, Mutiara
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil - Juni 2022
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan banjir dan genangan air di Kabupaten Bekasi merupakan permasalahan yang cukup pelik dan berlangsung lama, kebanyakan dari titik-titik genangan terjadi karena tidak lancarnya aliran air dari badan jalan ke drainase samping. Setelah dilakukan penelitian terutama di lokasi studi yaitu jalan raya cibarusah Depan Ruko Cikarang Central City, Cifest, Kec. Cikarang Selatan, pada jalan tersebut pada saat tidak turun hujan juga badan jalan sudah tergenang sampai beberapa centimeter. Hal itu disebabkan karena drainase jalan letaknya terlalu jauh di atas badan jalan sehingga air tidak sampai pada saluran drainase, dan penyebab dari genangan air itu disebabkan oleh bocornya air pdam pada daerah tersebut. Adapun tujuan dari studi kasus ini adalah mengidentifikasi permasalahan drainase (saluran samping) sepanjang jalan raya cibarusah Depan Ruko Cikarang Central City, Cifest, Kec. Cikarang Selatan,. Maksud dari studi ini adalah memberikan gambaran permasalahan drainase yang pada akhirnya diperoleh suatu solusi perbaikan, dari hasil studi dapat dimanfaatkan oleh pemerintah khususnya Pemeritah Kabupaten Bekasi, dalam rangka perbaikan drainase jalan.
EVALUASI SALURAN DRAINASE PERUMAHAN WAHANA MENGGUNAKAN SOFTWARE SWMM 5.2 Herol, Herol; Maherni Putri, Isria Miharti; Fakih Nur Sahid, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil - Juni 2022
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin bertambahnya penduduk, maka perlu adanya pengembangan dan perbaikan sarana dan prasarana yang ada. Tujuan dari Simulai ini adalah untuk Mensimulasikan volume limpasan di perumahan perumahan wahana dan mendapatkan desain jaringan drainase yang sesuai dengan limpasan yang terjadi. simulasi dilakukan menggunakan software SWMM 5.2 dengan curah hujan rencana dihitung menggunakan metode Log-Person III sebesar 147,2 mm. Debit puncak limpasan hasil simulasi sebesar 0,01 – 0,08 m3/s. Berdasarkan simulasi terdapat 5 saluran yang meluap pada saat limpasan maksimum dan 2 saluran berpotensi meluap sehingga perlu dilakukan pula perbaikan. Faktor yang mempengaruhi adalah jumlah limpasan, kapasitas saluran yang lebih rendah dibandingkan volume limpasan, dan rendahnya nilai infiltrasi subcatchment sehingga hanya sedikit air yang dapat terinfiltrasi dan sisa air hujan menjadi limpasan.
Penerapan Konsep Shaping Neighborhoods pada Perancangan Distrik Ngupasan dan Ngampilan di Kota Yogyakarta Hardi, Resty Aprila; Miarsono, Harry
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Desember 2024
Publisher : Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jts.v5i2.5547

Abstract

Yogyakarta, as one of the main tourist destinations in Indonesia, has very strategic and historically rich areas, one of which is the Malioboro Street area which is known as the center of trade and culture. Surrounding this area are two important districts, Ngupasan and Ngampilan, which have strong historical-trade characteristics but are also facing pressure from rapid tourism development. Rapid changes in the social and economic structure of these two districts pose challenges in space management, the quality of life of local communities, and the preservation of cultural identity. This research aims to analyze the application of the shaping neighborhoods concept in the design of Ngupasan and Ngampilan areas in Yogyakarta City. The concept of shaping neighborhoods is expected to provide solutions in creating sustainable areas, integrating various spatial functions, such as residential, public spaces, and commercial areas, as well as promoting social diversity and local community involvement. With this approach, this research also explores how a design based on the principle of shaping neighborhoods can create a balance between the needs of tourism and the sustainability of local communities. The method used in this research is qualitative analysis through literature studies, field observations, and interviews with stakeholders, including city governments, urban planners, as well as local communities and tourism sector actors. The results show that the application of the concept of shaping neighborhoods in these two districts can optimize the function of space, increase social interaction, and strengthen the integration between the social life of local communities with growing tourism activities. This research is expected to provide recommendations for urban planning that is more inclusive, sustainable, and responsive to the dynamics of change in the historical-trade area.