cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "No 1 (1989)" : 12 Documents clear
Upaya Mencari Ciri Kata Majemuk dalam Bahasa Indonesia Ariyanto Ariyanto
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.456 KB) | DOI: 10.22146/jh.2220

Abstract

Hingga saat ini telah dikenal adanya gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan atau menimbulkan arti baru dengan nama kata majemuk. Di samping itu, perlu kiranya diturunkan batasan kata majemuk sebagaimana dirumuskan dalam Kamus Linguistik. Kata majemuk ialah gabungan morfem dasar yang seluruhnya berstatus sebagai kata yang mempunya pola fonologis, gramatikal, dan semantis yang khusus menurut kaidah bahasa yang bersangkutan; pola khusus tersebut membedakannya dari gabungan morfem dasar yang bukan kata majemuk. Pembahasan dalam tulisan ini adalah dalam rangka upaya mencari ciri kata majemuk dalam bahasa Indonesia, penulis batasi dari segi morfologi dan semantik.
Macapat dan Santiswara Darusuprapta Darusuprapta
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1830.67 KB) | DOI: 10.22146/jh.2221

Abstract

Dalam khazanah kebudayaan Indonesia, khusus Jawa, hidup berkembangan kesenian macapat yang disebut juga  macapatan, dan kesenian santiswara yang disebut pula santiswaran. Macapatan lebih mengutamakan pembacaan teks dengan dendangan tembang kemudian diikuti sarasehan atau diskusi yang membahas segala segi isi teks bacaannya, sedangkan santiswaran lebih mengutamakan alunan swara dengan dendangan tembang disertai iringan bunyi tabuh-tabuhan.
Kisah Runtuhnya Malaka (1511) Menurut Sumber-sumber Portugis Dharmono Hardjowidjono
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.212 KB) | DOI: 10.22146/jh.2222

Abstract

Sebagai suatu bangsa yang pernah mengalami kejayaannya, dengan catatan bahwa Portugal yang pada waktu itu hanya berpenduduk satu setengah jiwa telah berhasil menguasai hampir separoh dunia di luar Eropa, sudah barang tentu bangga dewasa ini dapat menyaksikan peninggalan-peninggalan nenek moyangnya yang berupa dokumen-dokumen yang mengisahkan riwayat mereka di waktu yang silam. Juga bangsa-bangsa di seluruh dunia, khususnya di Asia merasa beruntung karena dengan demikian mereka dapat merekonstruksi sejarah bangsa mereka masing-masing.
Corak Revivalistis - Nativistis Perang Batak 1878 - 1907 Harlem Siahaan
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jh.2239

Abstract

Percaturan, persaingan dan pergolakan politik menunjukkan gejala semakin tajam dan genting di Sumatra bagian utara semenjak dekade ke delapan abad ke XIX. Di satu pihak Pemerintah Hindia Belanda (PHB) semakin bernafsu untuk menyempurnakan penguasaannya atas Sumatra, sedang di pihak lain para penguasa dan pimpinan tradisional semakin berupaya memperkuat kepemimpinaan serta mengintegrasikan wilayah kekuasaan serta pengaruhnya. Dalam perkembangannya, rencana Si Singamangaraja untuk mengusir Belanda sangatlah menarik untuk diamati. Seberapa jauh perlawanan Si Singamangaraja dan Batak ini dapat dikategorisasikan sebagai suatu religious movement yang bercorak nativists atau revivalists? Apa dan bagaimana hubungan kausal serta korelasinya dengan faktor, kondisi, konteks atau setting sosio-kultural yang sering berubah atau mengalami goncangan. Pendekatan ini diharapkan melengkapi pemahaman mengenai luas lingkup, kepemimpinan, keradikalan, corak, faktor kelemahan, kekuatan dan ketahanan Perang Batak.
Dimensi Agama dan Reaksi Dunia Melayu Terhadap Penetrasi Barat di Abad XVIII dan XIX Khasnya di Riau, Melaka, Palembang, dan Aceh Ibrahim Alfian
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.264 KB) | DOI: 10.22146/jh.2259

Abstract

Tulisan ini mengangkat "kisah" dua kitab Dala'il al-Khairat dan Nasihat al-Muslimin yakni dua aspek ajaran Islam shalwat kepada Nabi Besar Muhammad saw. dan panggilan jihad sabilillah di dunia Melayu abad 18 dan 19 yang dapat memberikan kita beberapa hal penting.
Fonologi Bahasa Paluqe dan Perlakuan terhadap Unsur Serapan Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.511 KB) | DOI: 10.22146/jh.2260

Abstract

Bahasa Paluqe digunakan oleh masyarakat penutur sebuah kelompok etnis yang mendiami pulau Paluqe, yang terletak di lepas pantai Flores Tengah bagian utara, berdekatan dengan wilayah pesisir Lio Utara (di Kabupaten Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur). Bahasa itu lebih dikenal dengan "Sara Luqa" di kalangan penuturnya. Masyarakat Paluqe dewasa ini telah berhasil menyisihkan julukan sebgai "suku terasing" yang disandang mereka karena keterbelakangan mereka dalam hal kemajuan di berbagai segi kehidupan jika dibandingkan dengan kelompok etnis lain di daerah sekitarnya (di Flores).
Rumah Adat Karo dan Perubahan Sosial Masri Singarimbun
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.845 KB) | DOI: 10.22146/jh.2261

Abstract

Sistem tempat tinggal atau sistem pemukiman dalam pengertian yang luas -- sifat kampung, bentuk rumah, besarnya dan pembagian ruangan, banyaknya keluarga yang menghuninya, banyaknya rumah rata-rata yang membentuk satu desa -- rapat berkaitan dengan struktur sosial suatu masyarakat. Struktur sosial mengacu kepada jaringan-jaringan sosial yang menghubungkan anggota-anggota masyarakat tertentu pada suatu waktu tertentu. Baik desa mau pun rumah adat Karo tradisional, hanya dapat difahami apabila dihubungkan dengan sistem kekerabatan dan pola tempat tinggal setelah kawin, yang di fihak lain berkaitan erat pula dengan sistem politik tradisional. Hal yang pokok di dalam sistem kekerabatan Karo adalah merga dan sangkep si telu atau dalihan na tolu pada masyarakat Toba.
Pedoman Kerja bagi Studi Sejarah Lokal Tim Sejarah Lokal Sub - Tim LIPI Jakarta dan Sub-Tim UGM Yogyakarta: Sebuah Pengalaman Metodologis Soegijanto Padmo
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.353 KB) | DOI: 10.22146/jh.2262

Abstract

Pedoman ini dimaksudkan sebagai panduan bagi studi sejarah lokal di kabupaten sampel dalam penelitian peluang kerja di luar usaha tani (puklutan) di Propinsi Jawa Barat yang merupakan kerjasama dari Institute of Social Studies, Den Haag, Institut Pertanian Bogor dan Institut Tehnologi Bandung. Tim peneliti kontemporer yang stafnya terdiri dari unsur-unsur IPB, ISS dan ITB memfokuskan studi sektoral dan studi tematik.
Persepsi dan Perawatan Penyakit Morbili (Campak) pada Penduduk Desa Karangmangu di Purwojati Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Naniek Kasniyah
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1912.488 KB) | DOI: 10.22146/jh.2365

Abstract

Persepsi yang mendasari premis-premis pada masyarakat yang masih berorientasi pada sistem medik tradisional berbeda dari premis-premis pelaksana program. Premis-premis itu tentunya di dalam suatu pertemuan akan terjadi suatu benturan, keserasian, sejalan atau bertolak belakang, sehingga keduanya masing-masing memberi tanggapan-tanggapan berbeda, sama atau berlawanan. Masih ada persepsi yang berbeda dari masyarakat terhadap penyakit anak-anak, di antaranya adalah penyakit morbili (gabagen), meski berbagai usaha telah dilakukan. Usaha tersebut misalnya sebagai kombinasi yang murah dan relatif sederhana dari teknologi medik yang ada dengan harapan dapat mencegah separoh atau lebnih kematian bayi dan anak seperti imunisasi terhadap penyakit cacar, morbili, dan sebagainya
Konkretisasi Sastra Rachmad Djoko Pradopo
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.928 KB) | DOI: 10.22146/jh.2366

Abstract

Karya sastra adalah artefak, adalah benda mati, baru mempunyai makna dan menjadi objek estetik bila diberi arti oleh manusia pembaca sebagaimana artefak peninggalan manusia purba mempunyai arti bila diberi makna oleh arkeolog. Istilah pemberian makna ini dalam sastra disebut konkretisasi. Istilah ini pertama kali dipergunakan oleh Roman Ingarden artefak, estetik, konkretisasi, kritik sastra, sastra

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

1989 1989


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue