cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (1999)" : 15 Documents clear
SASTRA DAN PERUBAHAN SOSIAL : STUDI KASUS SAMAN KARYA AYU UTAMI Sugihastuti Sugihastuti
Humaniora Vol 11, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1421.887 KB) | DOI: 10.22146/jh.629

Abstract

Kehadiran karya sastra tidak dapat dilepaskan dengan fenomena sosial budaya yang lain, seperti politik, ekonomi, agama, dan sebagainya . Dalam proses kelahiran karya sastra, baik sastra Indonesia maupun sastra Iainnya, terjadi saling keterkaitan antara penciptaan sastra dengan fenomena kehidupan masyarakatnya. Dalam arts lebih lanjut, tidak pernah terjadi keajegan dalarn penciptaan sastra, tetapi senantiasa berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan dan perkembangan serta dinamika kehidupan masyarakat pendukungnya (Hiski Komda DIY, 1998). Kata 'sastra' dan 'perubahan sosial' mengasosiasikan kita kepada sintaksis fiksi dan nonfiksi (Iihat Zoest, 1990) . Saman sebagai studi kasus pada tulisan ini mengindikasikan sintaksis fiksi . Maatje (1977) menyebutnya indikasi fiksional dan istilah inilah yang juga digunakan oleh Zoest . Indikasi fiksional Saman terlihat pada, antara lain, sampul yang memuat tulisan "Pemenang Sayembara Roman 1998". Kecuali itu, berlaku juga indikasi fiksional judul . Judul Saman tidak lain daripada sebutan, seperti nama yang diberikan kepada manusia: sebuah indeks yang memungkinkan identifikasi . Untuk karya ini, judul Saman, sekalipun tidak terlalu dituntut untuk berperan sebagai indikasi buku, tetap menunjukkan diri sebagai indikasi fiksional.
KESADARAN MITIS SENO "DALANG GELAP" YANG MENGENDALIKAN CERITA Aprinus Salam
Humaniora Vol 11, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2385.507 KB) | DOI: 10.22146/jh.630

Abstract

Beberapa tahun terakhir in' cerpencerpen Seno Gumira Ajidarma (se- .Ianjutnya disebut Seno) sangat mencuri perhatian para peneliti sastra . Sebagai cerpenis, Seno bukan hanya mampu menjaga produktivitas, melainkan is juga mampu menjaga kualitas cerpen-cerpennya. Pada tahun 1992 Seno pernah menjadi cerpenis terbaik versi Kompas . Sejumlah cerpennya telah terkumpul dalam beberapa antologi yaitu Manusia Kamar (1988), Penembak Misterius (1993), Saksi Mata (1994), Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (1996), Negeri Kabut (1996), Sebuah Pertanyaan untuk Cinta (1996), dan Jazz, Parfum, dan Insiden (1996) . Tulisan ini mengidentifikasi "dalang" yang menggerakkan ke arah mana cerpen-cerpen Seno menemukan penyelesaiannya . Meskipun demikian, tulisan ini hanya membahas cerpennya yang terkumpul dalam Manusia Kamar (1988) dan Penembak Misterius (1993).
TASAWUF DAN SASTRA TASAWUF DALAM KEHIDUPAN PESANTREN Fadlil Munawwar Manshur
Humaniora Vol 11, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1754.127 KB) | DOI: 10.22146/jh.631

Abstract

Ajaran Islam yang paling dekat dengan sastra adalah tasawuf. Tasawuf menuntun, mengarahkan, dan membimbing umat manusia dalam semesta kehidupan yang mengutamakan kedekatan dan kemesraan makhluk dengan AI-Khaliq . Hubungan makhluk-Al-Khaliq itu diungkapkan oleh manusia melalui sarana bahasa dan perilaku kemakhlukannya . Melalui sarana bahasa, manusia dapat mengekspresikan ketakutan, kecemburuan, dan kemesraannya kepada AI-Khaliq dengan untaian kalimat yang indah dan mempesona . Melalui sarana perilaku, manusia dapat menunjukkan ketundukan dan kerendahannya di hadapan AI-Khaliq . Sarana-sarana hubungan manusia dengan Tuhan itulah yang dapat diekspresikan dengan entitas sastra . Istilah sastra tasawuf pada hakikatnya adalah sastra Islam karena tasawuf merupakan bagian kecil dari ajaran Islam, atau disebut juga sastra kitab karena dalam tradisi keilmuan Islam banyak ajaran Islam yang ditulis dalam kitab-kitab . Bisa juga sastra tasawuf disebut sastra pesantren karena santri-santri di pesantren banyak yang mengamalkan ajaran tasawuf melalui tarekat- tarekat . Jadi, tasawuf clan sastra tasawuf merupakan dua entitas yang berbeda, yang dalam kehidupan pesantren dua entias itu dipelajari dan diresepsi oleh para santri.
PENYAJIAN DAN INTERPRETASI TEKS SASTRA INDONESIA KLASIK KHUSUSNYA NASKAH-NASKAH JAWI DAN NASKAH BERBAHASA ARAB Sangidu Sangidu
Humaniora Vol 11, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2424.014 KB) | DOI: 10.22146/jh.632

Abstract

Karya-karya sastra Indonesia terdiri ri karya sastra lisan dan karya stra tulis . Karya sastra tulis terdiri dan dua bentuk, yaitu karya sastra tulis yang berbentuk tulisan tangan dan karya sastra tulis yang berbentuk cetakan . Karya sastra yang berbentuk tulisan tangan atau teks tulisan tangan (Ing . Manuscript dengan singkatan ms untuk tunggal dan mss untuk jamak; Bld. Handscrift dengan singkatan hs untuk tunggal dan hss untuk jamak) sexing disebut sebagai karya sastra Indonesia klasik atau lama atau tradisional . Adapun karya tulis yang berbentuk cetakan atau teks tulisan cetakan sering disebut sebagai karya sastra Indonesia modem (Baroroh-Baried dkk ., 1994 :55) . Karya sastra Indonesia modem memiliki beberapa keuntungan . Keuntungan yang dimaksud antara lain adalah memungkinkan penyebaran teks tersebut secara Was sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat pembaca secara Was pula . Selain itu, dilihat dad bentuk fsik dan penampilan karya seperti sampul yang cerah dan menarik, cetakan yang bagus dan segar, dan kertasnya yang berkualitas merupakan sarana yang sangat penting untuk menyajikan isi naskah sehingga dapat mempengaruhi sikap pembaca ke arah proses pembacaan (Robson, 1994:11)
Benedetto Croce (1866-1952) dan Gagasannya tentang Sejarah Ahmad Syafii Maarif
Humaniora Vol 11, No 1 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jh.1285

Abstract

Membicarakan pandangan filosofis seorang sejarawan pemikir dan sekaligus filosuf kontemporer Italia seperti Benedetto Croce bukanlah suatu pekerjaan mudah, apalagi gagasan-gagasan yang dilontarkannya banyak yang bersifatkontroversial. Croce yang dikategorikan orang sebagai pemikir sejarah idealis neo- Hegelian, dengan ide-idenya dalam kemasan ungkapan yang sangat kaya, sering benar mengagetkan sejarawan profesional karenasifatnya yang tak terduga dan berani .

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

1999 1999


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue