cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 29, No 1 (2011): JUNI" : 8 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT PUTIH (Curcuna alba) TERHADAP NILAI Hb (Hemoglobin), PCY (Packed Cell Volume), JUMLAH DAN DIFERENSIAL LEKOSIT TIKUS YANG TERPAPAR ASAP SEPEDA MOTOR Agustina Dwi Wijayanti; Alian Fumia Maria; Siti Nur Khasanah
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1942.362 KB) | DOI: 10.22146/jsv.279

Abstract

Asap kendaraan sebagai hasil buangan industri dan kendaraan bermotor memiliki kandungan untama timbal (Pb) yang dapat masuk melalui respirasi dan kulit dan berakibat buruk pada tubuh. Sebagai polutan udara, timbal merusak darah dan organ-organ, menyebabkan anemia, kerusakan sel darah merah dan mengakibatkan nekrosis berbagai jaringan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kunyit putih terhadap darah tikus yang dipapar dengan asap knalpot sepeda motor. Sebanyak 25 ekor tikus Wistar jantan digunakan sebagai hewan model dan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 sampa 4 diberi perlakuan asap kendaraan selama 30 menit tiap pagi dan sore selama 16 hari. Kelompok I, 2 dan 3 diberi ekstrak kunyit putih masing-masin 50, 100 dan 200 mg/kg berat badan, sementara kelompok 4 dan 5 hanya diberi aquades. Setelah perlakuan selama 16 hari, semuakelompok t kus diambil darahnya dari vena chantus medialis di sinus orbitalis untuk pemeriksaan hemoglobin (Hb), Packed Cell Volume(PCV), jumlah total dan diferensial lekosit. Hasil analisi secara Analysis of Variance(ANOVA) satu arah terhadap Hb menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0,05) diantara kelompok perlakuan. Analisis untuk nilai PCV tidak menunjukkan perbedaan secara signifikan namun menunjukkankenaikan persentase nilai PCV pada kelompok yang diberi ekstrak  kunyit dengan kelompok yang tidak diberi ekstrak. Sementara penghitungan jumlah total dan diferensial lekosit tidak menunjukkan perbedaan yangsignifikan di antara kelompok.Kata kunci: timbal, ekstrak kunyit putih, asap kendaraan, darah
DAMPAK SUPLEMENTASI 1,25-DIHIDROKSIVITAMIN D3 TERHADAP EKSKRESI KALSIUM URIN DAN AKUMULASI KALSIUM TULANG TIKUS WISTAR PANHISTEREKTOMI YANG MENGKONSUMSI TERI TAWAR . Hartiningsih; Irkham Widiyono; Devita Anggraeni
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5490.497 KB) | DOI: 10.22146/jsv.284

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak suplementasi 1,25-dihidroksivitami D3, terhadap ekskresi kalsium(Ca) dalam urin dalam akumulas Ca pada tikus Wistar panhisterektomi yang mengkonsumsi teri tawar. Lima belas tikus Wistar betina umur 8 minggu, dibagi 3 kelompok (kontrol, panhisterektomi dan panhisterektom+suplemen 1,25-dihidroksivitan D3) masing-masing 5 tikus. Ketika berumur 19 minggu, masing-masing tikus dimasukkan kandang metabolikin dividu untuk studi balan. Selama studi balan(hari 4 -11 studi balan), setiap pagi dilakukan pengumpulan feses urin dan sisa pakan untuk pemeriksaan Ca. Hasil analisis menunjukkan konsumsi Ca tikus panhisterektomi yang mengkonsumsi 1,25-dihidroksivitami D3 lebih rendah meskipun  tidak berbeda signifikan dibandingkan tikus panhisterektomi yang tidak mengkonsumsi 1,25-dihidroksivitamin D3, ekskresi Ca dalam feses lebih tinggi dan berbeda sangat signifikan (p<0,01), ekskresi Ca dalam urin lebih tinggi dan berbeda signifikan (P<0,05), retensi Ca lebih rendah dan berbeda signifikan (p<0,05)dengan tikus panhisterektorni yang tidak mengkonsumsi 1,25-dihidroksivitaminD3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplemen 1,25-dihidroksivitamin D3, menyebabkan hiperkalsiuria menurunkan retensi Ca dengan demikian menurunkan akumulasi Ca pada tikus Wistar panhisterektomi.Kata kunci: kalsium, 1,25-dihidroksivitamin D3, hiperkalsiuria
PENGARUH PENAMBAHAN SERUM SAPI PADA MEDIA KULTUR TERHADAP KOMPETENSI MEIOSIS OOSITANJING DARI BERBAGAI STADIUM ESTRUS SECARA IN VITRO Yuda Heru Fibrianto; Claude Mona Airin; Amrullah Anindito; Nuraini Rachmawati
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5838.235 KB) | DOI: 10.22146/jsv.286

Abstract

Reproduction technology achievement on caninew as fastd eveloped, with born of cloning and transgenic dog, unforfunately that's technology still used oocyte matured in vivo because canine oocyte matwation in vitroin this animaln ot developedy et and mafurationr ates till low. The present study was to investigated the effects of cow serum supplementation on meiotic resumption of canine oocytes from various estms stage. Ovary obtained from bitchesa tan-, pro-and di-estrus stage after ovariohysterectomizeadt clinic veterinarypracticeO. varyw ereplaced in 0.9o/op hysiologycal saline added 1% pennicilline-streptomycinw ith temperature 37'C and then broughtt o laboratoryO. vary washeds everatl imesu sedP BSa ndo ocytesw ere obtained by slicing ovariant issueintissueculturemedium(TCM)-l99 supplemented with 25mMHepes, 1%pennicillin-streptomycin. Selected cummulus oocyte complexes (COCs) were matured in TCM-199 as control and TCM-199 + 10% cow serum as treatment, on incubator with 38C, 5% CO2, and 5% O2. After 72 h incubation and Hoechst 33342 staining, the result shows that cow serum supplement have higher meiotic resumption significantly (P<0.05) in MI achievement han in control and oocyte from proestrusi rave higher meiotic competent(46.5%) comparing oocyte from anestrus(29,4%)s ignificantly(P<0.05) but not significantly(P>0.05) with diestrus stages(34.8%).Keywords: meiosis, oocyte, ovarium, cows serum
LETHAL CONCENTRATION 50% (LC)-50 DAN PATOGENESITAS ISOLAT Aeromonas salmonicida PADA IKAN Cyprinus carpio Riza Priyatna; Sudarmanto Indarjulianto; . Kurniasih
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.287

Abstract

Aeromonas salmonicida is the bacterial agent of furunculosis in fish causing economical loss in the fresh water aquaculture. The objective of this current study was to reveal the lethal concentration 50% (LC 50) andpatogenecity of four different isolates of this organism originated from different location in Indonesia. All isolates were inoculatedo n TSA prior to identification and characterization. The LC-50 of each isolatew asevaluated in fish.The result concluded that four isolates were atypical, the same as A. salmonicida from ATCC. The higher dose of A. salmonicida caused a higher mortality of fish within a shorter time of contact. The value of LC-50 was 3,55x 10' cel/ml to 2,75 x l0o cell/ml. This species caused septicaemia, hemorrhage, necrosis, and ulcer. The gill, liver, ren, and spleen, exhibited congestion, necrosis, and inflammation.Keywords: Aeromona salmonicida, LC-50
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP PATOGENESITAS OOSISTA Eimeriu tenella PADA AYAM PEDAGING Ery Sri Rohayati; Dewi Rahmawati; Bambang Sutrisno
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5210.328 KB) | DOI: 10.22146/jsv.288

Abstract

Koksidiosis adalah problem industri ayam yang pencegahan penyakit tersebut masih menjadi masalah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperar terhadap patogenesitas oosistaEimeria tenella pada ayam pedaging. Sebanyak 15 ekor day old chick (DOC) pedaging umur 17 hari dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing terdiri dari 5 ekor ayam. Setiap ayam dari kelompok A, B, dan C,masing-masing kelompok diinfeksi secara oral dengan 5000 oosista yang ditretmen dengan temperatu 4"C selama 17 hari, dengan 5000 oosista yang ditretmen pada temperatu 50"C selama 15 hari dan dengan 5000oosista yang ditretmen dengan temperatur ruang(27"C). Ayam dinekropsikan pada hari ke-5 dan ke-7 setelah infeksi untuk dilihat gambaran histopatologinya. Gambaran lesi sekum dianalisis dengan metode deskriptif, sedangkan derajat lesinya dianalisis dengan metode Rank test. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa temperaturberpengaruh terhadap patogenesitas oosista E . tenella dan untuk mematikano osista E . tenella disarankan dengan pemanasan 50 "C selama 15 hari.Kata kunci: koksidiosis, Eimeria tenella, lesion score, gambaran histopatologi
LEVEL HORMON TRIIODOTITYRONINE DAN THYROKSIN SAAT ESTRUS DAN OVULASI PADA SAPI BALI Claude Mona Airin; Prabowo Purwono Putro; Pudji Astuti; Endang Baliarti; . Sunaryanto; Didik Yulianto
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3410.827 KB) | DOI: 10.22146/jsv.289

Abstract

Hormon tiroid mengontrol pertumbuhan, diferensiasi dan metabolisme semua sel somatik jaringan. Level abnormal hormon tiroid akan menyebabkan infertilitas atau berkurangnya fungsi reproduksi. Hormon tiroid ini kemungkinanm empunyai peranan penting dalam pengaturan steroidogenesis dalam folikel ovarium. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi level T3 dan T4 sapi bali pada saat estrus dan ovulasi. Sapi bali yang digunakan tiga atau empat ekor dengan umur yang seragam (dua tahun) dan dalam keadaan sehat. Pengamatan estrusdilakukan setiap hari sedangkan penentuan waktu ovulasi menggunakan USG. Sampel darah diambil dari vena jugularis pada saat estrus dan ovulasi. Hasil penelitian menunjuk level T3 1,46ng/dl±0,173 saat estrus dan 1,98ng/ml±0,41 saat ovulasi, level T4 10,43 ±0,442 saat estus dan 10,48±0,896 saat ovulasi sedangkan ratio T3/T4. Level T3, T4 dan ratioT3/T4 tidak berbeda signifikan antara waktu estrus dan ovulasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa hormon T3 dan T4 kemungkinan berpengaruh terhadap fungsi ovarium.Kata kunci: triiodothyrosin, estrus, sapi Bali, waktu ovulasi
PROFIL PLASMID Escherichia coli RESISTEN TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIKA YANG DIISOLASI DARI PETERNAKAN AYAM KOMERSIAL Michael Haryadi Wibowo; Widagdo Sri Nugroho; Widya Asmara
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5451.848 KB) | DOI: 10.22146/jsv.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil plasmid E.coli yang resisten terhadap ampisilin, streptomisin dan enrofloksasin. Delapan isolat E.coli yang telah diidentifikasi dan diuji sensitivitasnya terhadapketiga antibiotik tersebut, selanjutnya diisolasi plasmidnyas. Isolat E. coli dipupuk pada kaldu laktosa diinkubasi dalam shaker incubator pada suhu 370 C semalam. Sel dipanen dengan sentrifugasi 12.000 rpm, selama 5 menit sebanyak dua kali. Isolasi plasmid dilakukan dengan metode lisis alkali menggunakan larutan lisis I, II, dan III. Presipitasi plasmid dilakukan dengan 3 M Na asetat dan ethanol absolut. Profil plasmid dibaca pada agarosa 1%, setelah dilakukan elektroforesis menggunakan marker plasmid. Hasil penelitian menunjukkan profil plasmidDNA E. coli tersebut teramati sebagai pita-pita DNA yang berpendar oleh pendedahan sinar ultraviolet. Plasmid yang terisolasi mempunyai ukuran yang sangat besar atau mega plasmid yaitu terletak pada 4268 bp, 4873 bp, 5148 bp dan terletak diantara 5148 bp dan 21.226 bp. Masing-masing isolat E. coli memiliki jumlah plasmid yang bervariasi antar 1 sampai 3 plasmid DNA.Kata kunci: Escherichia coli, resistensi, profil plasmid
LETHAL CONCENTRATION 50% (LC-50) EMPAT ISOLAT Edwardsiella tarda PADA IKAN AIR TAWAR DI INDONESIA Siti Narwiyani
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2220.039 KB) | DOI: 10.22146/jsv.291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenesitas isolat Edwadsiella tarda dari berbagai daerah berdasarkan uji lethal concentration 50%(LC-50). Uji LC-50 dilakukan untuk mengetahui level konsentrasi infeksi E. tarda terhadap ikan uji. Isolat E. tarda diperoleh dari ikan nila (Yogyakarta), lele (Semarang dan Jambi), kura-kura impor (Brazilia), ikan mas (Pontianak). Uji lethal concentration 50% (LC-50) dilakukan pada ikan nila, patin, koki, Celebes rainbow, dan ikan mas. Berdasarkan hasil uji LC50 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepadatani solat atipikal E. tarda menyebabkan jumlah kematian ikan uji semakin tinggi sertamenyebabkan waktu kematian semakin singkat. Data kelangsungan hidup ikan dihitung dengan metode Dragsted-Behrens guna menentukan LC-50. Nilai LC-50 dari 5 isolat E. tarda bervariasi dari 105 hingga l08sel/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa isolat atipikal E. tarda merupakan bakteri patogen yang sangat berbahaya bagi hewan akuatik. Uji LC-50 menunjukkan bahwa isolat dari Pontianak merupakan yang paling patogen terhadap ikan mas (Cyprinus carpio) yaitu 1,8 x 105 sel/mL selama pengamatan 6-7 hari.Kata kunci: patogenesitas, LC-50, Edwarsiella tarda

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue