cover
Contact Name
Nova Relida
Contact Email
nova.relida@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jif@univrab.ac.id
Editorial Address
Jl. Riau Ujung No. 73 Pekanbaru Riau Telp.(0761) 38762 - 08117714800
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JIF
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 26205777     EISSN : 26206773     DOI : https://doi.org/10.36341/jif
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Fisioterapi (JIF) merupakan jurnal yang terbit setiap dua kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus . JIF membahas tentang berbagai aspek dalam ilmu fisioterapi mulai dari pediatri, neuromuscular dan perilaku, musculoskeletal, cardiovascular dan pulmonal, dan lain-lain.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2018): Agustus" : 6 Documents clear
HUBUNGAN LAMANYA MENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN KEJADIAN DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY (DPN) DAN RESIKO JATUH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Dwi Rosella Komalasari
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.978 KB)

Abstract

Latar belakang:Indonesia saat ini menduduki peringkat ke lima dunia sebagai negara yang penduduknya mendirita diabete mellitus (DM). DM adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemi akibat kerusakan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penderita DM jangka panjang sekitar 60-70% mengalami gejala neuropati diabetik pada anggota ekstremitas bawah atau sering dikenal dengan Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN), yang akan ditandai dengan berkurangnya respon sensorik, motorik atau keduanya. Gangguan ini akan mengakibatkan resiko jatuh bagi pasien DM tipe 2 menjadi semakin tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan lamanya menderita DM dengan kejadian DPN dan Resiko Jatuh Pada Penderita DM Tipe 2. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara ketiga faktor tersebut saling mempengaruhi satu sama lain, yang disajikan dalam bentuk data statistik. Metode: Penelitian ini berjenis observasional analitik dan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah chi square test untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel dan melihat nilai out ratio masing-masing variabel yang akan saling mempengaruhi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara lama menderita DM dengan kejadian DPN dengan nilai p=0,0001 dan nilai OR=0,25. Hasil uji hubungan antara lama menderita DM dengan Resiko Jatuh menunjukkan p=0,0011 dan nilai OR=0,32. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara lamanya menderita diabetes mellitus dengan kejadian DPN dan resiko jauh pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Semakin lama menderita DM maka akan semakin beresiko terjadinya DPN dan resiko jatuh juga semakin tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN PURSED LIPS BREATHING DAN SIX MINUTEWALKING TEST DENGAN INFRA RED DAN SIX MINUTE WALKING TEST DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PADA KONDISI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) nova relida
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.061 KB)

Abstract

Latar Belakang. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu dari kelompok penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya usia harapan hidup dan semakin tingginya faktor resiko seperti merokok, pencemaran udara, kebakaran hutan, banyaknya radikal bebas dan sebagainya. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronis yang ditandai adanya keterbatasan aliran udara saluran nafas karena penyakit bronchitis kronis atau emfisema paru. Tujuan. Penelitian ini untuk meningkatkan kualitas hidup melalui kemampuan fungsional, maka intervensi fisioterapi yang dapat diberikan pada penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dalam mengatasi penurunan kemampuan hidup dapat dilakukan dengan berbagai tindakan diantaranya dengan pemberian Infra Red, Pursed Lips Breathing dan Six Minute Walking. Metode Penelitian. Penelitian yang dilakukan merupakan experiment dengan desain penelitian pre and post test. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample t-test untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel dan melihat nilai out ratio masing-masing variabel yang akan saling mempengaruhi. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh pemberian Pursed Lips Breathing dan Six Minute Walking dengan nilai p=0.016. Pemberian intervensi Infra Red dan Six Minute Walking menunjukkan nilai p=0,178 yang artinya tidak ada pengaruh yang signifikan pada peningkatan kapasitas fungsional. Hasil uji independent t-test menunjukkan pada kelompok 1 dan 2 nilai p= 0,371 yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada pemberian intervensi kelompok 1 dan 2.
PENGARUH LATIHAN WEIGHT BEARING ACTIVITY UNTUK MEMPERBAIKI POLA JALAN PADA ANAK DENGAN KONDISI IDIOPATHIC TOE WALKING Ayu Permata
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.225 KB)

Abstract

Fase berjinjit pada anak merupakan proses belajar berjalan yang akan menghilang dengan sendirinya. Apabila anak berjalan berjinjit secara persisten bahkan ketika diminta untuk berjalan biasa anak tetap berjalan berjinjit maka kondisi ini disebut dengan idiophatic toe walking. Idiopathic Toe Walking (ITW) yaitu pola jalan anak dengan cara berjalan berjinjit secara terus menerus setelah berusia lebih dari 3 tahun tanpa adanya bukti kondisi medis yang mendasarinya. Pola jalan berjinjit pada anak usia diatas 3 tahun secara persisten menunjukkan keterlambatan dalam perkembangan bahasa, keterampilan motorik kasar atau halus, perkembangan visuomotor, fungsi integrasi sensorik, atau permasalahan perilaku. Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas treatment fisioterapi latihan weight bearing activity pada kondisi anak dengan ITW untuk memperbaiki pola jalan. Metode penelitian menggunakan penelitian experiment dengan desain penelitian pre and post test membandingkan nilai Foot Posture Index (FPI) sebelum dan sesudah intervensi. Sampel dalam penelitian berjumlah 10 orang anak dengan kondisi ITW yang diberikan latihan Weight Bearing Activity selama 4 minggu dengan intensitas 3 kali seminggu. Hasil analisa uji beda Foot Posture Index (FPI) kaki kanan dan kaki kiri pada kelompok sampel dengan masing-masing nilai p = 0,009 yang artinya ada perbedaan yang signifikan pada kaki kanan dan kiri setelah diberikan latihan weight bearing activity.
Gambaran Persepsi Dan Perilaku Penderita TB Paru Dalam Menjalani Pengobatannya Di Puskesmas Rejosari Pekanbaru Tahun 2017 Arriy Saputra Cania
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.899 KB)

Abstract

Penyakit TB dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur, dan adekuat. Tipe pengobatan dari penyakit ini adalah tipe pengobatan jangka panjang yang membutuhkan waktu selama 6-8 bulan dan pasien diwajibkan untuk meminum obat dalam jumlah yang tidak sedikit, dengan waktu yang intensif. Pengobatan ini harus dilakukan sesuai dengan aturannya. Persepsi yang salah dalam pengobatan mempengaruhi tingkat keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi pasien penderita TB paru dan perilaku pasien dalam menjalani pengobatannya di Puskesmas Rejosari Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif sederhana. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data secara univariat. Hasil penelitian menujukkan sebagian responden memiliki persepsi yang baik dalam menjalani pengobatannya sebanyak 28 orang (50,0%) dan sebagian besar memiliki perilaku positif dalam menjalani pengobatannya sebanyak 30 orang (53,6%). Bagi Puskesmas diharapkan selalu berperan serta dalam program pengobatan TB Paru melalui pendidikan kesehatan kepada masyarakat terkhusus pada pasien TB mengenai tujuan pengobatan TB.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS GENUE BILATERAL DENGAN INTERVENSI NEUROMUSKULER TAPING DAN STRENGTHENING EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS FUNGSIONAL ismaningsih ismaningsih
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.371 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keluhan umum yang dirasakan pada Penderita osteoarthritis lanjut usia pada umumnya mengalami gangguan fungsional, penderita sulit bangkit dari duduk, jongkok berdiri atau jalan, jalan naik turun tangga atau aktivitas yang membebani lutut. Hal ini disebabkan karena pada penderita osteoarthritis merasakan adanya nyeri..Osteoarthritis pada lutut dapat menimbulkan gangguan kapasitas fisik berupa nyeri sendi, kaku sendi, kelemahan dan disabilitas maka dengan ini, dalam hal penurunan kemampuan fungsional diberikan intervensi neuromuscular taping dan strengthening exercise yang kemudian diukur dengan menggunakan indeks barthel bertujuan untuk menilai tingkat ketergantungan atau kemandirian pada pasien. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang mana terdiri dari penderita osteoarthritis.usia target sampel dalam penelitian ini yaitu 45 – 80 tahun. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Variabel dependent yaitu kondisi osteoarthritis sedangkan variable independent yaitu pelaksnaan intervensi neuromuscular taping dan strengthening exercise.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimental pre post test-group design untuk mengetahui efek suatu intervensi yang dilakukan terhadap obyek penelitian. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 12 orang yang mengalami gangguan fungsional pada osteoarthritis dan diberikan intervensi neuromuscular taping dan strengthening exercise setiap hari selama 1 minggu.hasil analisa uji beda indeks barthel pada kelompok sampel sesudah intervensi didapat nilai p = 0.002 yang artinya ada perbedaan yang signifikan setelah diberikan intervensi neuromuscular taping dan latihan strengthening exercise dengan menggunakan theraband
PENAMBAHAN NEUROMUSCULAR TAPPING LEBIH BAIK DARI PADA ULTRASOUD SAJA UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA KASUS PLANTAR FASCITIS Siti Muawanah; Muhammad Azhari Herli
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.36 KB)

Abstract

Fascitis plantaris adalah suatu kondisi terjadinya peradangan yang terjadi akibat overstretch pada fascia plantaris. Hal ini dikarenakan terjadinya penguluran atau adanya beban yang berlebihan pada arkus longitudinal atau dan hilangnya arkus longitudinal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah Penambahan Neuromuscular Tapping lebih baik dari pada Ultrasoud saja untuk menurunkan nyeri Pada Kasus Plantar FascitisMetode penelitian ini adalah Eksperimental murni dengan randomized pre-test and post- test group design. Dalam penelitian ini 7 responden diberi intervensi denganmodalitas ultrasoud dan neuromuscular taping dan 7 responden diberi intervensi ultrasound saja selama 6 kali terapi.nilai intensitas nyeri diukur dan dievaluasi dengan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS).Hasil analisis statistik parametrik dengan Paired sample t-test. Hasil uji hipotesis menunjukkan kedua sampel Uji signifikan dua sampel yang saling berpasangan yaitu nyeri pada fasciitis plantaris sebelum dan sesudah perlakuan kelompok I dengan uji paired sample t-test. Data dengan hasil p=0,001 (p<0,05), berarti ada perbedaan sebelum dan sesudah Perlakuan pada Kelompok I. sedangkan kelompok perlakuan II Uji signifikansi dua sampel yang saling berpasangan yaitu nyeri pada fasciitisplantaris sebelum dan sesudah Perlakuan pada Kelompok II dengan uji paired sample t-test.Data dengan hasil p=0,000 (p<0,05), berarti ada perbedaan sebelum dan sesudah Perlakuan pada Kelompok II. Dan pada uji selisih terdapat nilai P =.0,495 (p < 0,05). Dengan Hal tersebutditujukan untuk mengetahui uji hipotesis III yang akan menggunakan data selisih dari masing-masing kelompok dengan menggunakan uji independent sample t-test.Simpulan pada penelitian ini bahwa Penambahan Neuromuscular Tapping dan ultrasound lebih baik dari pada Ultrasoud saja untuk menurunkan nyeri Pada Kasus Fascitis plantaris

Page 1 of 1 | Total Record : 6