cover
Contact Name
Lailatul Fitria
Contact Email
lailatulfitria@iainkediri.ac.id
Phone
+6285608090122
Journal Mail Official
jurnalspiritualita@iainkediri.ac.id
Editorial Address
SPIRITUALITA: Journal Ethics and Spirituality Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri Jln. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Spiritualita : Journal of Ethics and Spirituality
ISSN : 26141043     EISSN : 26547554     DOI : https://doi.org/10.30762/spiritualita
The focus of articles published on the SPIRITUALITA journal is divided into two categories: Ethics and Spirituality
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2019)" : 12 Documents clear
Puisi Sufistik Jalaludin Rumi Tentang Makna Kematian (Analisis Psikoanalisis Jacques Lacan Pada Makna Kematian) A Zahid
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.572 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1869

Abstract

The Sufistic poem Jalaludin Rumi signals the living creature that death is a real entity. However, death is illustrated as a pleasant experience for believers, a last resort to the creator. Death is not frightening, but "death" is a symbolic message of desire in the next life by improving our attitudes and behavior. While in the poetry of Rumi the discourse of "Death" has a double dimension: in psychoanalysis the dimension of self (self) which performs self-identification becomes a passive-narcissistic desire, and in ethical-social discourse becomes a social self (collective subject), but the latter never happens because the real never identifies: free subjects never materialize. In the real world, the subject's desires are not satisfied. The meaning of death is always symbolized in the form of "burial" so that humans are defined if death is something scary.
Spiritualitas Kyai Abdul Karim-Lirboyo (Sebuah Keteledanan Dari Kyai Sederhana Yang Penuh Ketawadlu’an Pendiri Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur) Saiful Mujab; Muhammad Zuhdi; Abu Syamsudin
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.315 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1870

Abstract

This paper will outline the important side of a pesantren, namely "spirituality". Specifically, this study will examine the sirrah (life story) of the founder of the largest Salaf pesantren in Indonesia, namely Lirboyo-Kediri. He is K.H. Abdul Karim. The research hopefully would like give a useful description of the exemplary and spirituality of the kyai Abdul Karim to the dear readers. based on field observations, interviews with various sources and written literature this research was built. Finally, the author will present this research with descriptive narrative.
Upaya Pembentukan Akhlak Melalui Kegiatan Pramuka di Madrasah Aliyah Sunan Gunung Jati Gurah Muhammad Nur Adam
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.307 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1871

Abstract

Nilai-nilai akhlak dalam kegiatan pramuka di MA Sunan Gunung Jati termaktub dalam Kode Etik Gerakan Pramuka yaitu Dasa Darma. Didalamnya memuat akhlak seseorang terhadap Allah (hablum minallah) dan akhlak seseorang dengan sesama manusia dan alam (hablum minannas). Implementasi nilai-nilai akhlak melalui kegiatan pramuka di MA Sunan Gunung Jati adalah dengan menerapkan dasa darma pramuka. Dari implementasi tersebut dapat terbentuk akhlak religious, cinta lingkungan, peduli sesama, keberanian, disiplin, tanggung jawab, ketaatan, dan demokratis. Faktor pendukung upaya pembentukan akhlak melalui kegiatan pramuka di MA Sunan Gunung Jati adalah lingkungan, dukungan dari orang tua, peran Pembina, kemandirian siswa, serta dukungan dari sekolahan. Adapun faktor penghambatnya adalah kurangnya durasi kegiatan, keterbatasan porsi Pembina, ketidakajegan siswa mengikuti latihan, sarana dan prasarana.
Implementasi Zuhud Dalam Kehidupan Santri Pondok Pesantren Putri Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang Siti Naylurrohmah
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1625.964 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1872

Abstract

Penanaman Nilai-Nilai Zuhud dalam Kehidupan Santri Pondok Pesantren Putri Tebuireng terlihat melaui pengajian akbar (ngaji kubro) kitab Minhajul Abidin yang di selenggarakan oleh Pembina Pondok Pesantren Putri Tebuireng, selain itu juga tertananamkan melalui 5 prinsip dasar tebuireng yang di ajarkan oleh Hadratus Syekh KH. M. Hasyim Asyari. Disisi lain, pendidikan atau pengarahan dari orang tua pun menjadi penting ketika santri hidup di lingkungan pesantren, hal ini secara tidak langsung tertanam dalam diri seorang santri sikap zuhud dalam kehidupan sehari-harinya, namun pembelajaran atau arahan untuk hidup sederhana. Dan tentunya nilai zuhud tersebut tumbuh dalam diri masing-masing santri atau kesadaran masing-masing santri. Seperti halnya pemahaman zuhud bukan meninggalkan dunia secara penuh, namun memanfaatkan, mengambil dunia seperlunya untuk kepentingan akhirat, dan lebih yakin dengan apa yang digenggaman Allah lebih Agung daripada apa yang ada digenggaman manusia. Implementasi Zuhud dalam Kehidupan Santri Pondok Pesantren Putri Tebuireng terlihat dari 5 prinsip dasar Pesantren Tebuireng yakni ikhlas, jujur, kerja keras, tanggung jawab, dan toleransi. Kelima prinsip dasar Pesantren tebeuireng sekaligus indikator disetiap nilai prinsip tersebut, dapat membentuk perilaku zuhud santri dan menerapkan zuhud dalam kehidupan sehari-harinya.
Sikap Tawadhu’ Siswa SMP terhadap Guru Pada Pondok Pesantren Tanwirul Afkar Dusun Wadang Tempel Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Mochammad Misbahul Munir
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.272 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1873

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga yang tetap eksis sampai sekarang. Dan semakin berkembangnya zaman, ada beberapa pondok pesantren yang mendirikan satu yayasan dengan sekolah formal, baik tingkat SMP ataupun SMA sederajat. Di pondok pesantren atau di sekolah formal pasti para santri atau siswa diberikan gemblengan tentang bagaimana berakhlak mulia, salah satunya tawaduk. Peneliti melakukan penelitian pada siswa yang bersekolah formal dan bermukim di pondok pesantren Tanwirul Afkar dengan melakukan observasi dan wawancara kepada guru mengenai sikap tawaduk siswa di dalam kelas setiap harinya. Penelitian ini dimaksudkan: Pertama, menjelaskan apa saja bentuk dan pelaksanaan sikap tawaduk siswa SMP Tanwirul Afkar terhadap guru Krian Sidoarjo. Dan kedua, untuk menjelaskan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tawaduk siswa terhadap guru di SMP Tanwirul Afkar Krian Sidoarjo. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori terjemahan kitab bidayatl  hidayah  yang  dikarang  oleh Imam Al-Ghazali. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisisnya meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap tawaduk siswa terhadap guru di SMP Tanwirul Afkar bermacam-macam. Apabila siswa melakukan kesalahan terhadap guru, ada yang menerima nasihat dan teguran tersebut, ada juga yang berani membangkang. Ketika kegiatan belajar di kelas berlangsung, kebanyakan siswa mendengarkan dan memperhatikan, tetapi ada juga yang berani berbicara sendiri bahkan keluyuran keluar masuk kelas. Pun ketika guru memerintahkan untuk mengerjakan tugas, ada siswa yang mengerjakan tugas dengan benar dan tepat waktu mengumpulkannya, mengerjakan tugas tetapi telat mengumpulkannya, bahkan tidak mengerjakan tugas dan mengumpulkannya. Perbedaan tersebut dikarenakan 3 faktor, yaitu faktor lingkungan masyarakat yang ditempati, faktor kepribadian  guru  pada  saat mengajar dikelas, dan faktor pengetahuan siswa tentang pentingnya mencari ilmu.
Upaya Peningkatan Kesadaran Diri Melalui Terapi Dzikir Jama’i (Studi Kasus Pada Program Rehabilitasi WTS Di RSBKW Kediri) Siti Kholifah
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1626.126 KB) | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1874

Abstract

Penelitian ini didasari atas ketertarikan peneliti untuk mengungkap bahwa bukan hanya ketrampilan, pemberian motivasi dan pembinaan prilaku agama yang diberikan kepada wanita tuna susila, namun terapi keagamaan berupa terapi dzikir jama'i juga merupakan terapi yang efektif untuk proses peningkatan kesadaran diri klien. Penelitian ini dimaksudkan untuk 1). Menjelaskan tentang penerapan terapi dzikir jama'i dalam upaya peningkatan kesadaran diri para WTS. 2). Menguraikan hasil dari upaya peningkatan kesadaran diri melalui terapi dzikir jama'i. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosisal Bina karya Wanita (RSBKW) Kediri, dengan jumlah informan sebanyak 15 klien yang direkomendasikan dari pihak UPT RSBKW Kediri. Peneliti menggunakan teori kesadaran diri Ina Sastrowardoyo dan teori terapi dzikir jama'i M. Ihya' Ulumuddin, juga teori rehabilitasi pada wanita tuna susila Suprajitno. Sumber data primer diperoleh dari wanita tuna susila, dan data sekunder dari dokumen-dokumen resmi. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Penerapan terapi dzikir jama’i di UPT RSBKW Kediri dilaksanakan setelah jamaah sholat isya setiap Kamis malam di tambah paginya sholat tahajud, istikhoroh, taubat dan witir. Jenis dzikir yang digunakan yaitu dzikir lisan dilafalkan dengan suara keras. Lafadz- lafadz dzikir yang digunakan yaitu lafadz yang pendek seperti: Allah, Bismillahirahmanirrahim, Ya Latif serta Laailahailallah. Dzikir ini disusun langsung oleh M. Ihya' Ulumuddin. Terdapat keutamaan setiap dzikir yang dapat mudah dihafalkan dan diamalkan oleh klien. 2). Terapi dzikir menjadi sangat afektif bagi wanita tuna susila karena manfaat yang terkandung dalam dzikir sangat besar. Yang biasanya klien sering berbicara kotor menggantikan dengan lafadz Allah. Ada 10 dari 15 klien yang menjadi subyek penelitian mengalami perkembangan setelah mengikuti kegiatan terapi dzikir, sedangkan 5 klien belum mengalami perkembangan dikarenakan latar belakang keagamaan.
Puisi Sufistik Jalaludin Rumi Tentang Makna Kematian (Analisis Psikoanalisis Jacques Lacan Pada Makna Kematian) Zahid, A
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1869

Abstract

The Sufistic poem Jalaludin Rumi signals the living creature that death is a real entity. However, death is illustrated as a pleasant experience for believers, a last resort to the creator. Death is not frightening, but "death" is a symbolic message of desire in the next life by improving our attitudes and behavior. While in the poetry of Rumi the discourse of "Death" has a double dimension: in psychoanalysis the dimension of self (self) which performs self-identification becomes a passive-narcissistic desire, and in ethical-social discourse becomes a social self (collective subject), but the latter never happens because the real never identifies: free subjects never materialize. In the real world, the subject's desires are not satisfied. The meaning of death is always symbolized in the form of "burial" so that humans are defined if death is something scary.
Spiritualitas Kyai Abdul Karim-Lirboyo (Sebuah Keteledanan Dari Kyai Sederhana Yang Penuh Ketawadlu’an Pendiri Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur) Mujab, Saiful; Zuhdi, Muhammad; Syamsudin, Abu
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1870

Abstract

This paper will outline the important side of a pesantren, namely "spirituality". Specifically, this study will examine the sirrah (life story) of the founder of the largest Salaf pesantren in Indonesia, namely Lirboyo-Kediri. He is K.H. Abdul Karim. The research hopefully would like give a useful description of the exemplary and spirituality of the kyai Abdul Karim to the dear readers. based on field observations, interviews with various sources and written literature this research was built. Finally, the author will present this research with descriptive narrative.
Upaya Pembentukan Akhlak Melalui Kegiatan Pramuka di Madrasah Aliyah Sunan Gunung Jati Gurah Adam, Muhammad Nur
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1871

Abstract

Nilai-nilai akhlak dalam kegiatan pramuka di MA Sunan Gunung Jati termaktub dalam Kode Etik Gerakan Pramuka yaitu Dasa Darma. Didalamnya memuat akhlak seseorang terhadap Allah (hablum minallah) dan akhlak seseorang dengan sesama manusia dan alam (hablum minannas). Implementasi nilai-nilai akhlak melalui kegiatan pramuka di MA Sunan Gunung Jati adalah dengan menerapkan dasa darma pramuka. Dari implementasi tersebut dapat terbentuk akhlak religious, cinta lingkungan, peduli sesama, keberanian, disiplin, tanggung jawab, ketaatan, dan demokratis. Faktor pendukung upaya pembentukan akhlak melalui kegiatan pramuka di MA Sunan Gunung Jati adalah lingkungan, dukungan dari orang tua, peran Pembina, kemandirian siswa, serta dukungan dari sekolahan. Adapun faktor penghambatnya adalah kurangnya durasi kegiatan, keterbatasan porsi Pembina, ketidakajegan siswa mengikuti latihan, sarana dan prasarana.
Implementasi Zuhud Dalam Kehidupan Santri Pondok Pesantren Putri Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang Naylurrohmah, Siti
Spiritualita Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spr.v3i2.1872

Abstract

Penanaman Nilai-Nilai Zuhud dalam Kehidupan Santri Pondok Pesantren Putri Tebuireng terlihat melaui pengajian akbar (ngaji kubro) kitab Minhajul Abidin yang di selenggarakan oleh Pembina Pondok Pesantren Putri Tebuireng, selain itu juga tertananamkan melalui 5 prinsip dasar tebuireng yang di ajarkan oleh Hadratus Syekh KH. M. Hasyim Asyari. Disisi lain, pendidikan atau pengarahan dari orang tua pun menjadi penting ketika santri hidup di lingkungan pesantren, hal ini secara tidak langsung tertanam dalam diri seorang santri sikap zuhud dalam kehidupan sehari-harinya, namun pembelajaran atau arahan untuk hidup sederhana. Dan tentunya nilai zuhud tersebut tumbuh dalam diri masing-masing santri atau kesadaran masing-masing santri. Seperti halnya pemahaman zuhud bukan meninggalkan dunia secara penuh, namun memanfaatkan, mengambil dunia seperlunya untuk kepentingan akhirat, dan lebih yakin dengan apa yang digenggaman Allah lebih Agung daripada apa yang ada digenggaman manusia. Implementasi Zuhud dalam Kehidupan Santri Pondok Pesantren Putri Tebuireng terlihat dari 5 prinsip dasar Pesantren Tebuireng yakni ikhlas, jujur, kerja keras, tanggung jawab, dan toleransi. Kelima prinsip dasar Pesantren tebeuireng sekaligus indikator disetiap nilai prinsip tersebut, dapat membentuk perilaku zuhud santri dan menerapkan zuhud dalam kehidupan sehari-harinya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12