cover
Contact Name
Lailatul Fitria
Contact Email
lailatulfitria@iainkediri.ac.id
Phone
+6285608090122
Journal Mail Official
jurnalspiritualita@iainkediri.ac.id
Editorial Address
SPIRITUALITA: Journal Ethics and Spirituality Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri Jln. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Spiritualita : Journal of Ethics and Spirituality
ISSN : 26141043     EISSN : 26547554     DOI : https://doi.org/10.30762/spiritualita
The focus of articles published on the SPIRITUALITA journal is divided into two categories: Ethics and Spirituality
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2022)" : 12 Documents clear
Pelaksanaan Program Sufi Parenting Sebagai Upaya Penanganan Masalah Remaja Di Kota Kediri M. Ramli Syahir
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.795 KB) | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.286

Abstract

Remaja adalah masa di mana manusia berkembang antara usia anak anak dan dewasa di masa ini remaja mengalami pertumbuhan emosional yang tinggi, jadi remaja akan mudah terjerumus dalam permasalahan permasalahan sosial yang ada di masyarakat, maka dari itu orang tua berperan penting dalam menangani masalah kenakalan remaja. Secara umum penyebab kenakalan remaja bisa di picu karena pergaulan bebas; menganggap dirinya sudah besar jadi melarang orang tua ikut campur dalam urusannya; selalu berfikir bahwa dirinya itu sudah besar sehingga berbuat sesukanya; adanya konflik; akibat terlalu dalam berpacaran; kurangnya motivasi hidup dari orang di sekitarnya; dan kurangnya perhatian dari orang tua (Yusuf, 2009: 23). Dengan kondisi ini menjadikan tim ini melakukan pelatihan Sufi Parenting dalam menangani kenakalan remaja serta secara umum guna memberikan pembekalan bagi orang tua tentang pendidikan anak usia remaja. Melalui pelatihan Sufi Parenting akan membantu para orang tua untuk menyiapkan diri dengan lebih cepat sekaligus sebagai langkah penyelesaiana masalah remaja yang sudah ada dan terjadi di Kota Kediri. Kegiatan pelatihan mencakup materi tentang pendidikan anak khususnya tentang pengetahuan masalah anak, remaja dan seksualitas dalam keluarga dan masyarakat ditujukan pada remaja dan orang tua di Kelurahan Pojok, Kelurahan Kaliombo, Kelurahan Mojoroto, dan Kelurahan Tosaren Kota Kediri telah terlaksana dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan anak khususnya pengetahuan masalah anak, remaja dan seksualitas dalam keluarga dan masyarakat ditujukan pada remaja dan orang tua di Kelurahan Pojok, Kelurahan Kaliombo, Kelurahan Mojoroto, dan Kelurahan Tosaren Kota Kediri telah terlaksana dengan baik.
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an Yuli Darwati
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.952 KB) | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.295

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping stres mendapat perhatian yang besar dalam psikologi. Kajian ini menfokuskan diri pada upaya mengkaji stres dan coping stres dalam perspektif al Qur’an, sebagai rujukan utama umat Islam. Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui pandangan Al Qur’an tentang stres, emosi negatif yang menyertai stres, sumber stres, dan mengetahui bagaimana coping stres menurut al Qur’an, sebagai upaya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif. Sumber data adalah al Qur’an beserta tafsirnya serta hasil telaah para ahli terkait dengan stres dan coping stres. Hasil penelitian menjukkan bahwa : 1) Al Qur’an memandang stres sebagai cobaan dan ujian dari Allah SWT ;2) Gejala stres seperti munculnya emosi negatif takut, sedih dan marah dilukiskan Allah dalam surat Al –Ambiya yat 140, Abasa ayat 33-37, surat Yusuf ayat 84-86, At –Taubah ayat 92, Al-A’raf ayat 150 dan Thoha ayat 92-94. 3) Ada banyak sumber stres yaitu : pertama musibah. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam surat At-taghabun ayat 11, Asy Syura ayat 30 dan Ar-Rum ayat 41. Kedua, Penyakit hati dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 10, Al-A’raf ayat 179. Ketiga Berprasangka buruk kepada Allah, dijelaskan dalam surat Al Fajr ayat 15-17 dan surat Al Fath ayat 12. Kempat berprasangka buruk kepada orang lain dijelaskan oleh Allah dalam surat Al Hujurat ayat 12.: 4)Allah SWT dalam al Qur’an juga memberikan tuntunan bagaimana mengatasi stres (coping stres), yaitu dengan ikhlas, sabar, zikir, tobat, shalat, dan berpikir positif dan optimis. Pertama, ikhlas dijelaskan dalam Al Qur’an dalam surat At Taubah ayat 91. Kedua, Sabar dijelaskan dalam Al qur’an asurat Al Baqarah ayat 153 dan Al Baqarah ayat 155-157. Ketiga, zikir dijelaskan dalam Al Qur’an dalam surat Al Baqarah ayat 152, Surat Thoha ayat 130, dan Surat Ar Ra’d ayat 28. Kempat, Tobat, dijelaskan dalam surat Az-Zumar ayat 53, An Nisa’ ayat 48. Kelima, berpikir positif dan optimis dijelaskan dalam Al qur’an Surat Al-Insyirah ayat 5-6 dan Al Tawbah ayat 51. Keenam shalat, dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al baqarah ayat 153 dan Surat Ghafir ayat 60.
Refleksi Pembelajaran Tasawuf Selama Pandemi Covid-19 Di IAIN Kediri Ach. Shodiqil Hafil
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.157 KB) | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.388

Abstract

One of the aspects affected by the Covid-19 pandemic is education. In this case, we arerequired to adapt quickly so that this epidemic does not paralyze the education aspect.When schools and universities do not allow face-to-face classes, online learning is an alternative that we must accept with all the consequences. In learning Sufism at IAIN Kediri, it is also necessary to find out how to provide effective online lectures so that they are able to achieve the expected results. Moreover, learning Sufism is part of character education that demands integration and interconnection between understanding, habituation and example. This study, which is a descriptive-analytical reflection, has resulted in the finding that during the Covid-19 pandemic, Sufism lecturers and students must play their roles well and meaningfully. Educating the community in a Sufi way is expected to provide a solution. At least this way can reconcile a heart that is troubled because of fear and anxiety that is endless. Remembering Allah in every action and thought makes people realize that there is nothing that is not wise. There is wisdom behind this worrying pandemic. There is wisdom behind the troublesome online lectures. There is wisdom in every effort made. There is wisdom behind the hope that is raised.
Relaksasi Tingkat Stres Pasien Bekam Melalui Pendekatan Senam Tawakal Fauziah
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.916 KB) | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.389

Abstract

Many literatures, sources, and research prove that cupping therapy is really safe and beneficial for human health, even cupping therapy has been mentioned in the Qur'an and Hadith as the best treatment. However, there are still many cupping patients who feel afraid because they are afraid of seeing blood, there are also those who are afraid of needles (because cupping therapy is identical to needle puncture), what happens to patients who are afraid of stress. The therapist uses relaxation methods through tawakal exercises to reduce or even eliminate the patient's fear of these things. Tawakal gymnastics are movements such as core movements in prayer that aim to foster peace of mind and soul, and avoid negligence that can turn a servant to His Lord towards self-reliance to Allah SWT.One's commitment to religious services is an effective method for reducing depression, stress, and anxiety. The implementation of relaxation treatment for cupping patients at Aswaja Therapy, Kediri city with a tawakal exercise approach was first carried out by providing an understanding to cupping patients about the tawakal exercise to be applied. The therapists gave directions before doing cupping related to the meaning of tawakal, namely surrendering, representing, and surrendering to God after carrying out activities, doing, acting, and behaving. Tawakal exercise is effective for cupping patients who initially Stress, anxiety, fear and tension about cupping have then been reduced
Kebersinggungan Tarekat Dengan Dunia Luar Dalam Pandangan Martin Van Bruinessen Misbakhul Khaer
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.591 KB) | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.390

Abstract

Whether we realize it or not, pursuing and practicing Sufism until it reaches the point that there is nothing but lillah, is not easy and only certain people can get there. For ordinary people, maybe just crawling in the early stages is already heavy, because the initial step for practitioners of Sufism is to stay away from worldly luxuries which incidentally everyone cannot completely escape from worldly affairs, especially in the modern era like today. Sufism and tarekat discourses have attracted the attention of many Muslim and western scholars. One of them is a Dutch orientalist named Martin Van Bruinessen. Martin describes in great detail how the portraits of the tarekat from the initial source, which then proceeded and reproduced in Indonesia. He also explained how the tarekat's close relationship with the local ruling elite and what radical efforts were carried out by tarekat adherents in order to defend their homeland from Dutch colonialism. The motivation of the ruler to approach the tarekat is to legitimize his power in front of the people. They consider the tarekat as a spiritual force, so that it becomes a wasilah for the continuity of its power and prosperity for its people. The contact between the tarekat and the political world occurs not only at the lower level, but also at the elite level. As for the Dutch colonial era, some tarekat in the past still thought that the Dutch were a people to be hostile to, in addition to the many implementations of the policies of the Dutch East Indies government, especially in the economic field which were not in favor of the people. In fact, it often causes resistance, so that in history there have been various kinds of wars between the people, involving religious leaders and tarekat with the Dutch KNIL soldiers.
Peningkatan Kesabaran Melalui Terapi Sufistik Studi Kasus Di Upt Pelayanan Sosisal Bina Remaja Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Hanif Meysita
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.46 KB) | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.391

Abstract

Patience is an attitude that is not uncommon for humans to easily do and practice patience in their daily lives because it requires consistent practical patience. Therefore, patience is a form of worship in the form of mental strength and attitude to deal with various kinds of verbal and physical disturbances in order to achieve the original goal and find a solution. Patience is a difficult thing because it requires patience, and it is much more difficult to practice patience in everyday life because it requires consistent practical patience. In the hadith of the Prophet Muhammad, patience consists of three kinds, namely; Patience in carrying out obedience, patiently avoiding disobedience, and patient with trials. On the other hand, certain circles, such as the Sufis, consider the three levels in the hadith to be in order from highest to lowest. So, the hardest patience is being patient with obedience and then patiently avoiding disobedience. As for being patient with trials, it is the lowest patience, although this is relative and subjective based on the point of view of each individual. Therefore, a patient attitude that is easy to do and apply to oneself in everyday life often becomes a difficult behavior for teenagers if there is a lack of regulation of emotions and feelings. Lack of knowledge of spirituality makes teenagers at their age do not know how to regulate emotions and apply patience to themselves.
Pelaksanaan Program Sufi Parenting Sebagai Upaya Penanganan Masalah Remaja Di Kota Kediri Syahir, M. Ramli
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.286

Abstract

Remaja adalah masa di mana manusia berkembang antara usia anak anak dan dewasa di masa ini remaja mengalami pertumbuhan emosional yang tinggi, jadi remaja akan mudah terjerumus dalam permasalahan permasalahan sosial yang ada di masyarakat, maka dari itu orang tua berperan penting dalam menangani masalah kenakalan remaja. Secara umum penyebab kenakalan remaja bisa di picu karena pergaulan bebas; menganggap dirinya sudah besar jadi melarang orang tua ikut campur dalam urusannya; selalu berfikir bahwa dirinya itu sudah besar sehingga berbuat sesukanya; adanya konflik; akibat terlalu dalam berpacaran; kurangnya motivasi hidup dari orang di sekitarnya; dan kurangnya perhatian dari orang tua (Yusuf, 2009: 23). Dengan kondisi ini menjadikan tim ini melakukan pelatihan Sufi Parenting dalam menangani kenakalan remaja serta secara umum guna memberikan pembekalan bagi orang tua tentang pendidikan anak usia remaja. Melalui pelatihan Sufi Parenting akan membantu para orang tua untuk menyiapkan diri dengan lebih cepat sekaligus sebagai langkah penyelesaiana masalah remaja yang sudah ada dan terjadi di Kota Kediri. Kegiatan pelatihan mencakup materi tentang pendidikan anak khususnya tentang pengetahuan masalah anak, remaja dan seksualitas dalam keluarga dan masyarakat ditujukan pada remaja dan orang tua di Kelurahan Pojok, Kelurahan Kaliombo, Kelurahan Mojoroto, dan Kelurahan Tosaren Kota Kediri telah terlaksana dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan anak khususnya pengetahuan masalah anak, remaja dan seksualitas dalam keluarga dan masyarakat ditujukan pada remaja dan orang tua di Kelurahan Pojok, Kelurahan Kaliombo, Kelurahan Mojoroto, dan Kelurahan Tosaren Kota Kediri telah terlaksana dengan baik.
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an Darwati, Yuli
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.295

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping stres mendapat perhatian yang besar dalam psikologi. Kajian ini menfokuskan diri pada upaya mengkaji stres dan coping stres dalam perspektif al Qur’an, sebagai rujukan utama umat Islam. Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui pandangan Al Qur’an tentang stres, emosi negatif yang menyertai stres, sumber stres, dan mengetahui bagaimana  coping stres menurut al Qur’an, sebagai upaya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif. Sumber data adalah al Qur’an beserta tafsirnya serta hasil telaah para ahli terkait dengan stres dan coping stres. Hasil  penelitian menjukkan bahwa : 1) Al Qur’an memandang stres sebagai cobaan dan ujian dari  Allah SWT ;2) Gejala stres seperti munculnya emosi negatif takut, sedih dan marah dilukiskan Allah dalam surat Al –Ambiya yat 140,  Abasa ayat 33-37, surat Yusuf ayat 84-86, At –Taubah ayat 92, Al-A’raf ayat 150 dan Thoha ayat 92-94. 3) Ada banyak sumber stres yaitu : pertama musibah. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam surat At-taghabun ayat 11, Asy Syura ayat 30 dan Ar-Rum ayat 41. Kedua, Penyakit hati dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 10, Al-A’raf ayat 179. Ketiga Berprasangka buruk kepada Allah, dijelaskan dalam surat Al Fajr ayat 15-17 dan surat Al Fath ayat 12. Kempat berprasangka buruk kepada orang lain dijelaskan oleh Allah dalam surat Al Hujurat ayat 12.: 4)Allah SWT dalam al Qur’an juga memberikan tuntunan bagaimana mengatasi stres (coping stres), yaitu dengan ikhlas, sabar, zikir, tobat, shalat, dan berpikir positif dan optimis. Pertama, ikhlas dijelaskan dalam Al Qur’an dalam surat At Taubah ayat 91. Kedua, Sabar dijelaskan dalam  Al qur’an asurat Al Baqarah ayat 153 dan Al Baqarah ayat 155-157. Ketiga, zikir dijelaskan dalam Al Qur’an dalam surat Al Baqarah ayat 152, Surat Thoha ayat 130, dan Surat Ar Ra’d ayat 28.  Kempat, Tobat, dijelaskan dalam surat Az-Zumar ayat 53, An Nisa’ ayat 48. Kelima, berpikir positif dan optimis dijelaskan dalam Al qur’an Surat Al-Insyirah ayat 5-6 dan Al Tawbah ayat 51. Keenam shalat, dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al baqarah ayat 153 dan Surat Ghafir ayat 60.
Refleksi Pembelajaran Tasawuf Selama Pandemi Covid-19 Di IAIN Kediri Hafil, Ach. Shodiqil
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.388

Abstract

One of the aspects affected by the Covid-19 pandemic is education. In this case, we arerequired to adapt quickly so that this epidemic does not paralyze the education aspect.When schools and universities do not allow face-to-face classes, online learning is an alternative that we must accept with all the consequences. In learning Sufism at IAIN Kediri, it is also necessary to find out how to provide effective online lectures so that they are able to achieve the expected results. Moreover, learning Sufism is part of character education that demands integration and interconnection between understanding, habituation and example. This study, which is a descriptive-analytical reflection, has resulted in the finding that during the Covid-19 pandemic, Sufism lecturers and students must play their roles well and meaningfully. Educating the community in a Sufi way is expected to provide a solution. At least this way can reconcile a heart that is troubled because of fear and anxiety that is endless. Remembering Allah in every action and thought makes people realize that there is nothing that is not wise. There is wisdom behind this worrying pandemic. There is wisdom behind the troublesome online lectures. There is wisdom in every effort made. There is wisdom behind the hope that is raised.
Relaksasi Tingkat Stres Pasien Bekam Melalui Pendekatan Senam Tawakal Fauziah; Wafa, Khoirul; Panuntun, Muhammad Suryo
Spiritualita Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v6i1.389

Abstract

Many literatures, sources, and research prove that cupping therapy is really safe and beneficial for human health, even cupping therapy has been mentioned in the Qur'an and Hadith as the best treatment. However, there are still many cupping patients who feel afraid because they are afraid of seeing blood, there are also those who are afraid of needles (because cupping therapy is identical to needle puncture), what happens to patients who are afraid of stress. The therapist uses relaxation methods through tawakal exercises to reduce or even eliminate the patient's fear of these things. Tawakal gymnastics are movements such as core movements in prayer that aim to foster peace of mind and soul, and avoid negligence that can turn a servant to His Lord towards self-reliance to Allah SWT.One's commitment to religious services is an effective method for reducing depression, stress, and anxiety. The implementation of relaxation treatment for cupping patients at Aswaja Therapy, Kediri city with a tawakal exercise approach was first carried out by providing an understanding to cupping patients about the tawakal exercise to be applied. The therapists gave directions before doing cupping related to the meaning of tawakal, namely surrendering, representing, and surrendering to God after carrying out activities, doing, acting, and behaving. Tawakal exercise is effective for cupping patients who initially Stress, anxiety, fear and tension about cupping have then been reduced

Page 1 of 2 | Total Record : 12