cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 4 (2021)" : 20 Documents clear
Alih Kode Campur Kode dalam Dialog Film Sultan Agung Afrizal Hairul Mahardika; Udjang Pairin
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.487 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1521-1537

Abstract

Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan bentuk serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode di dalam dialog Film Sultan Agung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik untuk mengumpulkan data di dalam film ini ada dua cara yaitu teknik menyimak dan teknik mencatat. Teknik menyimak yaitu melihat film dengan media laptop atau HP. Sedangkan teknik mencatat yaitu menulis data (alih kode dan campur kode) hasil dari menyimak atau melihat Film Sultan Agung lalu data tersebut diklasifikasikan menjadi data alih kode dan data campur kode. Setelah pengumpulan data, peneliti mengolah data. Ada dua data untuk mengolah data yang terperinci dan jelas, yaitu transkip data dan klasifikasi data. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu alih kode dan campur kode. Alih kode yang terjadi yaitu alih kode dari bahasa ngoko ke dalam bahasa krama, alih kode dari bahasa krama ke dalam bahasa ngoko, alih kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa, dan alih kode dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia. Faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode tersebut yaitu (1) mitra tutur, (2) pokok pembicaraan, (3) maksud dan tujuan bicara. Peristiwa campur kode juga ditemukan pada film ini. Bentuk campur kode yang terjadi berupa frasa, klausa, dan sisipan kata. Faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode yaitu (1) terbatasnya penggunaan kode, (2) kebiasaan, dan (3) maksud dan tujuan bicara. Kata kunci: alih kode, campur kode, film.
Komunikasi Ritual Tradisi Tingkeban di Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun (Kajian Etnografi Komunikasi) Yoga Pratama Estiyardi; Octo Dendy Andriyanto
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.343 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1560-1583

Abstract

Tradisi tingkeban di Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun masih dilestarikan dalam siklus kehidupan manusia. Adanya tindakan ritual oleh masyarakat berupa pemandian yang disertai dengan doa-doa khusus, tradisi tingkeban ini akan dikaji dari segi komunikasi ritualnya. Artikel ini merumuskan situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan perilaku komunikatif selama tradisi tingkeban di desa Kradinan, kecamatan Dolopo, kabupaten Madiun. Dengan rumusan tersebut, dapat ditemukan perilaku komunikatif tradisi tingkeban melalui berbagai praktik dalam situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan tindak komunikatif yang dilakukan warga Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi Hymes, sesuai dengan tujuan etnografi komunikasi untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan pola perilaku komunikasi kelompok sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi komunikatif dari tradisi tingkeban adalah ritual yang dilakukan secara tradisional di rumah yang dihuni serta dihadiri oleh keluarga dan tamu undangan. Peristiwa komunikatif tradisi tingkeban didasarkan pada tipe komunikatif, topik, tujuan dan fungsi, setting, partisipan, bentuk pesan, isi pesan, urutan tindakan, kaidah interaksi, dan norma. Sedangkan tindak komunikatif tradisi tingkeban yaitu seseorang yang terampil dan paham semua pelaksanaan acara. Kata Kunci: Komunikasi Ritual, Tradisi, Tingkeban, Etnografi Komunikasi
Tradisi Jagoan di Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Yoeshak Bramastio Iswara; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.754 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1538-1559

Abstract

Banyak tradisi di Jawa yang masih terlaksana sampai dikala ini, salah satunya merupakan Tradisi Jagoan yang terletak di wilayah Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Tradisi Jagoan ini ada cerminan jago serta dibawa oleh seseorang keyakinan dari pengantin laki- laki buat melamar calon pengantin perempuan. Apabila lamaran tersebut ditolak pemegang cerminan jagoan haruslah menyelesaikannya dengan metode apapun, sebab yang memegang cerminan jago tidaklah orang biasa, wajib betul- betul jago dalam seluruh perihal. Tujuan riset ini(1) mengenali apa yang diartikan Tradisi Jagoan,(2) mengenali prosesi Tradisi Jagoan,(3) mengenali arti filosofis yang tercantum dalam Tradisi Jagoan, serta( 4) mengenali guna Tradisi Jagoan. Periset memakai kajian foklor, rancangan peleitian menggukan deskriftif kualitatif dengan instrument catatan persoalan dan perlengkapan bantu. Postingan ini memakai metode pengumpulan informasi memakai observasi, wawancara serta dokumentasi. Buat menganalisis peneliti melaksanakan 7 tahapan, ialah: transkip informasi, penerjemahan, mengenali, mengklasifikasi, mendeskripsikan, pemaknaan serta trigulasi. Hasil peneltian pada prosesi Tradisi Jagoan merupakan pemilihan pemegang jago, mempersiapkan ubarampe, tidur sampai larut malam, arak- arakan, uluk salam, uncal gantal, jagongan, berjoget, rebutan jago serta panggih manten. Ada arti prosesi pada ubarampe yang jadi contoh sikap dan guna ada guna dalam Tradisi Jagoan. Kata Kunci: Tradisi, Jagoan, Foklor.
Kebutuhan Neurotik Tokoh Dalam Novel Tembang Rara Ing Tepis Ratri Penulis Sunaryata Soemardjo (Pikoaanalisis Karen Horney) Eka Ajeng Rofika; Darni darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.757 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1680-1698

Abstract

KEBUTUHAN NEUROTIK TOKOH DALAM NOVEL TEMBANG RARAS ING TEPIS RATRI PENULI SUNARYATA SOEMARDJO (Psikoanalisis Karen Horney) ABSTRAK Penelitian ini menjelaskan tentang wujud kebutuhan neurotik tokoh-tokoh dalam novel untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada dikehidupan para tokoh. Dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut para tokoh menggunakan cara-cara tertentu. Cara-cara tertentu yang dilakukan tokoh merupakan wujud dari kebutuhan neurotik semua tokoh. Dengan menggunakan kajian psikoanalisis sosial Karen Horney, cara untuk menyelesaikan perasaan yang tidak sesuai dengan para kebutuhan tokoh ini bisa dilakukan dengan tiga cara yang paling menonjol yang digunakan sebagai rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu (1)wujud kebutuhan neurotik tokoh dengan cara melawan orang lain, (2) wujud kebutuhan neurotik tokoh dengan cara menjauhi orang lain, dan (3) wujud kebutuhan neurotik tokh dengan cara mendekati orang lain. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian psikologi sastra. Penilitan ini termasuk kedalam penelitain deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka. Sumber data dibagi menjadi dua yaitu, data primer dan data sekunder. Sumber data primer merupakan sumber data utama (Siswantoro, 2004:140).Sumber data primer yang digunakan penelitian ini yaitu novel Tembang Raras Ing Tepis Ratri. Novel ini dibagi menjadi 30inti cerita dan terdiri dari 196 halaman. Sumber data sekunder yaitu sumber data kedua (Siswantoro, 2004:140). Sumber data sekunder dalam penelitian ini yaitu data-data yang berasal dari buku acuan, yang dimaksud buku acuan yaitu teori yang berhubungan dengan masalah penelitian. Analisis data dalam penelitian ini mwnggunakan teknik deskriptif analitik dengan menjelaskan fakta-fakta yang ada lalu masuk dalam tahap analisis. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) kecenderungan neurotik dengan cara melawan orang lain yang dilakukan tokoh untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, (2) kecenderungan neurotik dengan cara menjauhi orang lain yang dilakukan oleh tokoh untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, dan (3) kecenderungan neurotik dengan cara mendekati orang lain yang dilakukan tokoh untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Kalimat penting: Neurotik, Psikoanalisis Sosial, dan Kebutuhan neurotic (kecenderungan neurotik)
Makna Simbolik Tari Reyog Kendhang di Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Kajian Folklor Vera Amelia Hesawati; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.52 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1584-1607

Abstract

Dalam perkembangan kebudayaan nasional, kesenian merupakan simbol dalam penggambaran norma-norma dan nilai-nilai budaya yang merupakan identitas budaya bangsa Indonesia. Nilai dan norma dalam budaya menjadi pembeda antar kelompok masyarakat, setiap kelompok masyarakat memiliki ciri masing-masing yang dijaga keasliannya dengan tujuan agar anak cucu kelak masih bisa merasakan budaya yang sama. Salah satunya budaya yang berada di Kabupaten Tulungagung yaitu Tari Reyog Kendhang. Tari Reyog Kendhang tarian rakyat keprajuritan yang ditampilkan secara kelompok yang berasal dan berkembang di Kabupaten Tulungagung. Dalam setiap gerak tari dan kostum dalam tari reyog kendhang menggunakan simbol-simbol tersembunyi yang menarik untuk diteliti. Penelitian budaya ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian folklor bukan lisan. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa penelitian percakapan-percakapan, dokumen hasil observasi, tindakan, dokumentasi dan wawancara yang kemudian ditranskrip lalu dianalisa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asal mula, bentuk tari, makna terkandung, alat dan perlengkapan, makna simbolik alat dan perlengkapan, serta fungsi MSTRKGKT. Kata Kunci: Foklor, Makna Simbolik, Tari Reyog Kendhang
Kearifan Lokal Tradisi Kuningan Sapi di Desa Pakis Baru Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan Septia Dwi Adi Pratama; Octo Dendy Andriyanto
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.312 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1608-1631

Abstract

Tradisi kuningan merupakan upacara slametan sapi yang dilakukan pada wuku kuningan oleh masyarakat Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Tradisi kuningan mengandung nilai-nilai sebagai wujud kearifan lokal masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kuningan sapi di Desa Pakis Baru, diantaranya mengenai kearifan lokal awal mula, prosesi, makna simbolis, dan upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi kuningan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, sumber data dalam penelitian ini ada dua, yaitu primer dan sekunder. Data primer adalah informasi yang diperoleh melalui wawancara dengan narasumber yaitu sesepuh, dan tokoh pemerintahan Desa Pakis Baru. Data sekunder adalah literatur yang diambil dari buku atau penelitian sejenis. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa tradisi kuningan masih memiliki pengaruh penting bagi masyarakat khususnya peternak sapi di Desa Pakis Baru. Kearifan lokal seperti mitos dan kepercayaan masyarakat tentang asal usul, prosesi, dan ubarampe kuningan, serta kejadian lain yang berkaitan dengan ternak atau peternak masih sangat dipercaya, hal-hal tersebut yang mendasari kuningan masih dilaksanakan. Tradisi kuningan juga mengandung nilai-nilai sosial, moral, dan budaya yang baik bagi masyarakat, sehingga masyarakat dan pemerintah Desa Pakis Baru selalu berupaya agar tradisi kuningan tetap lestari. Kata kunci: tradisi, kearifan lokal, sapi kuningan
Cerita Rakyat Babad Gandu di Kabupaten Nganjuk Kajian Folklor Bella Bellinda; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.918 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1632-1654

Abstract

Cerita rakyat merupakan suatu kebudayaan kolektif yang tersebar luas dan diwariskan secara turun-temurun. Pada dasarnya cerita rakyat lahir dari masyarakat tradisional yang masih memegang teguh tradisi lisannya. Di dalam suatu kelompok masyarakat, cerita rakyat dijadikan sebagai wujud manifestasi kreativitas manusia di dalam kolektivitas masyarakat. Penyebaran dari cerita rakyat biasanya juga Cuma terbatas di suatu daerah tertentu, dan cerita tersebut dijadikan menjadi muatan lokal yang menjadi kebanggaan daerah tersebut. Salah satu cerita rakyat yang ada di Kabupaten Nganjuk adalah Cerita Rakyat Babad Gandu. Cerita Rakyat Babad Gandu merupakan sebuah cerita yang penyebarannya dilakukan secara lisan dari mulut ke mulut. Cerita ini beredar luas di Kecamatan Ngetos, Kecamatan Berbek, dan Kecamatan Bagor. Di dalam Cerita Rakyat Babad Gandu terdapat banyak sekali nilai-nilai dan petuah-petuah yang baik jika diterapkan di kehidupan pada zaman sekarang. Penelitian ini merupakan penelitian budaya yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian folklor lisan. Penelitian ini menggunakan sumber data yang berupa dokumen hasil wawancara dan observasi yang kemudian diolah melalui proses transkripsi, dan selanjutnya dianalisa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana isi, nilai budaya, kegunaan, serta pendapat masyarakat mengenai CRBG. Kata Kunci: Folklor, Cerita Rakyat, Babad Gandu.
Mitos Kolam Suci di Candi Penataran Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar (Kajian Folklor) Achmad Jarril Fitrah; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.778 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1699-1720

Abstract

Mitos merupakan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat yang mengkisahkan cerita nyata dan imajiner. Salah satunya yaitu mitos kolam suci di Candi Penataran, Kabupaten Blitar. Mitos kolam suci merupakan mitos yang ada di patirtan Candi Penataran dengan wujud sebuah cerita adanya daya supranatural yang diyakini dapat memberikan keberkahan. Penelitian ini akan membahas mitos kolam suci dengan kajian folklor lisan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui asal mula, mitos apa saja, fungsi, dan persepsi masyarakat terhadap mitos kolam suci. Hasil penelitian ini dapat diketahui mitos kolam suci berawal dari adanya cerita daya supranatural di kolam suci. Mitos kolam suci mempunyai beragam bentuk yaitu mitos awet muda, mitos air sebagai obat, mitos kolam tidak surut, mitos lancar rezeki, dan mitos truna lele. Mitos kolam suci memiliki fungsi dengan konsep Bascom ditambah fungsi ekonomi dan fungsi rekreasi. Persepsi masyarakat menunjukkan bahwa mitos kolam suci berguna bagi masyarakat umum dan penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari kebudayaan. Kata Kunci: Mitos, Mitos Kolam Suci, Folklor
Ambiguitas Bahasa Jawa dalam Wacana Humor di Desa Bendo Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Riris Purbosari; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.051 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1721-1740

Abstract

Abstract Ambiguity is often found in humorous discourse. Ambiguity arises when the listener or reader has difficulty understanding the speech. Spoken language tends to often lead to ambiguity. Ambiguity is used to deceive the speech partner's mindset and misinterpret the meaning. This research uses several theoretical foundations, namely lexical semantics, grammatical semantics, ambiguity, pragmasemantics, things that determine linguistic meaning, and linguistic humor. This research is descriptive and includes qualitative research. The data collection procedure used is the listening method and the speaking method. Analysis of the data used is a pragmatic equivalent method. Based on the results of the research, there are three forms of ambiguity in Javanese language in humorous discourse in Bendo Village, Gondang District, Tulungagung Regency, namely phonetic ambiguity, lexical ambiguity, and grammatical ambiguity. There are five things that cause this ambiguity, namely homophones, homonyms, polysemy, grammatical word formation, and deviations from the maxim of cooperation in the way of implementation. The use of ambiguity is the result of human creativity. The breadth of language makes humans have the flexibility to process words to bring out humor. Keywords: Ambiguity, Discourse, Javanese Humor, Pragmasemantics. Abstrak Ambiguitas sering ditemukan dalam wacana humor. Ambiguitas muncul ketika pendengar atau pembaca sulit memahami tuturan. Bahasa lisan cenderung sering memunculkan ambiguitas. Ambiguitas digunakan untuk mengecoh pola pikir mitra tutur dan memelesetkan makna. Di dalam penelitian ini digunakan beberapa landasan teori, yaitu semantik leksikal, semantik gramatikal, ambiguitas, pragmasemantik, hal yang menentukan makna linguistik, dan humor linguistik. Penelitian ini bersifat deskriptif dan termasuk penelitian kualitatif. Tata cara pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap. Analisis data yang digunakan adalah metode padan pragmatis. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga bentuk ambiguitas bahasa Jawa dalam wacana humor di Desa Bendo Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, yaitu ambiguitas fonetik, ambiguitas leksikal, dan ambiguitas gramatikal. Terdapat lima hal yang menyebabkan ambiguitas tersebut, yaitu homofon, homonimi, polisemi, pembentukan kata secara gramatikal, dan penyimpangan maksim kerja sama cara pelaksanaan. Penggunaan ambiguitas merupakan hasil dari kreativitas manusia. Keluasan bahasa menjadikan manusia mempunyai kelonggaran mengolah kata untuk memunculkan humor. Kata Kunci: Ambiguitas, Wacana, Humor Jawa, Pragmasemantik.
Wanita Pejuang dalam Novel Dredah Nggendhong Berkah Karya Tulus Setiyadi Dinda Ayu Hernawati; Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.097 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1741-1760

Abstract

Abstrak Novel Dredah Nggendhong Berkah karya dari Tulus Setiyadi adalah salah satu novel yang di dalamnya menceritakan tentang perjuangan tokoh wanita. Sesuai dengan judul dari penelitian ini yakni Wanita Pejuang dalam novel Dredah Nggendhong Berkah karya Tulus Setiyadi memiliki tujuan penelitian diantaranya adalah : (1) Mendeskripsikan perjuangan tokoh wanita dalam novel Dredah Nggendhong Berkah dengan berbagai upaya menghadapai pelecehan seksual, (2) Memberikan gambaran mengenai upaya tokoh wanita melalui penegasan untuk menolak adanya pernikahan secara paksa, dan (3) Menjelaskan wujud kemandirian tokoh wanita yang ada dalam novel Dredah Nggendhong Berkah. Penggunaan teori pada penelitian ini yakni teori feminisme, lebih tepatnya adalah kajian dari feminisme liberal. Sedangkan pemilihan metode penelitiannya yakni metode kualitatif. Sumber data penelitian tentunya berasal dari novel Dredah Nggendhong Berkah, dan datanya berupa kumpulan kata, kalimat, ataupun frasa-frasa yang ada dalam novel. Data-data yang ada kemudian dijabarkan menggunakan teknik kualitatif naratif. Hasil penelitian yang ada mencakup beberapa bahasan diantaranya adalah (1) Melawan adanya pelecehan seksual secara tegas, (2) Menentang adanya pencabulan, (3) Menghindari kekerasan seksual, (4) Menolak ancaman dan siksaan lahir batin, (5) Mempertahankan citra wanita, (6) Kukuh dalam pendirian, (7) Kuat dalam menghadapai cobaan rumah tangga. Kata Kunci : Wanita, Perjuangan, Kemandirian

Page 2 of 2 | Total Record : 20