Jurnal Online Baradha
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Articles
383 Documents
Keutamaan Taat kepada Ajaran Tuhan dan Penerapannya dalam Serat Pethikan Wulang Dalem Paku Buwono IX
Hasanah, Romadhiatul;
Putri, Dewi Kartika;
Utami, Respati Retno
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 3 (2024): Vol 20 No.3 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/job.v20n3.p143-156
Serat Pethikan Wulang Dalem Paku Buwono IX karya Arung Binang berisi tentang ajaran untuk hanya menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa serta nilai moral seperti sikap yang baik, tanggung jawab, hingga kepemimpinan yang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kehidupan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik, yaitu pendekatan penelitian sastra yang menitikberatkan pada kajian peran pembaca dalam menerima, memahami, dan menghayati sebuah karya sastra. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu 1) Apa saja keutamaan dari taat kepada ajaran Tuhan dalam Serat Pethikan Wulang Dalem Paku Buwono IX?, 2) Bagaimana relevansinya dengan kehidupan manusia? Dari rumusan masalah tersebut, dapat diketahui tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keutamaan dari taat kepada ajaran Tuhan serta mengetahui relevansinya dengan kehidupan manusia. Keutamaan melawan rasa malas agar terhindar dari godaan setan merupakan impian bagi setiap orang-orang yang sedang berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Kemudian keutamaan melawan rasa malas agar terhindar dari godaan setan merupakan impian bagi setiap orang yang sedang berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ada beragam ajaran yang bisa diterapkan agar lebih taat kepada Sang Pencipta, diataranya melawan rasa malas dalam beribadah agar terhindar dari godaan setan. Kemudian ajaran untuk senantiasa berikhtiar kepada Sang Pencipta agar terwujud keinginannya. Kata Kunci: Serat Pethikan Wulang Dalem, Tuhan, ajaran, kehidupan, moral
Relevansi Kebaktian Panembahan Senapati kepada Sultan Pajang dalam Naskah Babad Mataram dengan Konsep Mikul Dhuwur Mendhem Jero
Febriana, Rizqika;
Maharani, Elok Cahya
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 3 (2024): Vol 20 No.3 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Panembahan Senapati merupakan anak angkat dari Sultan Hadi Wijaya atau Sultan Pajang. Meski Panembahan Senapati bukan anak kandung dari Sultan Pajang. Namun ia tetap memuliakan dan menghormati Sultan Pajang seperti ayah kandungnya sendiri. Konsep mikul dhuwur mendhem jero bukan hanya bermakna menghormati orang tua yang masih hidup namun juga penghormatan bagi orang tua yang telah meninggal dunia. Wujud kebaktian Panembahan Senapati secara tidak langsung ia menerapkan dengan konsep mikul dhuwur mendem jero. Sikap dan tindakan Panembahan Senapati mewujudkan adanya sikap ataupun perilaku anak kepada ayahnya dengan menerapkan konsep mikul dhuwur mendhem jero. Untuk melakukan penelitian ini dengan sumber yang terdapat dalam naskah Babad Mataram KBG 598, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang didasarkan pada data primer dari naskah. Studi literatur dan teori-teori filologi digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dengan menginventarisasi naskah disertasi, melakukan transliterasi naskah, mengkritik naskah, menerjemahkan naskah, dan menyelesaikan tahapan analisis teks Babad Mataram KBG 598. Hasil dari penelitian ini bahwa Panembahasan Senapati mewujudkan kebaktiannya kepada Sultan Pajang dengan konsep Jawa yaitu mikul dhuwur mendhem jero. hal tersebut bertujuan agar mencontoh tindakan Panembahan Senapati kepada orang tuanya bahwa semua manusia harus selalu memuliakan dan menjunjung tinggi-tinggi nama orang tuanya meski ada maupun tidak. Kata kunci: kebaktian, anak, mikul dhuwur, mendhem jero, kebudayaan
Fenomena Kehamilan di Luar Nikah dan Adopsi dalam Babad Demak
Arianto, Regin;
Linanda, Putri
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 4 (2024): Vol 20 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/job.v20n4.p33-49
Pergaulan bebas membuat pria dan wanita seperti tidak mempunyai sekat, sehingga zina atau seks bebas banyak ditemui di zaman sekarang. Keberadan zina atau seks bebas tersebut pada akhirnya memunculkan fenomena kehamilan di luar nikah. Lebih parahnya lagi anak hasil hubungan di luar nikah tersebut sering ditelantarkan untuk menghilangkan jejak buruk orang tuanya. Sementara disisi lain banyak orang tua yang kesulitan mendapatkan anak dan solusinya adalah melakukan adopsi dan anak yang paling potensi menjadi diadopsi adalah anak hasil hubungan di luar nikah. Fenomena ini selaras dengan fenomena yang ada pada Babad Demak. Sehingga peneliti mengambil sumber data utama penelitian dari Babad Demak. Fenomena tersebut kental dengan sisi sosiologis, sehingga peneliti menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk menganalisis fenomena-fenomena yang ada pada Babad Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan studi pustaka. Hasil dari penelitian akan mengungkapkan kebenaran fenomena kehamilan di luar nikah dan adopsi pada Babad Demak serta korelasi antara dua fenomena tersebut. Pada akhirnya penelitian ini akan menawarkan sebuah solusi kepada seseorang yang masuk dalam fenomena kehamilan di luar nikah. Selain itu penelitian ini juga menawarkan solusi bagi para orang tua yang kesulitan mendapatkan anak. Kata kunci: zina, adopsi, Babad Demak
Nilai Sopan Santun dalam Serat Puspita Moncawarni
fikri, firmansyah;
Aziz, Ahmad Rif'anul
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 4 (2024): Vol 20 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/job.v20n4.p138-152
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali konsep nilai sopan santun dalam Serat Puspita Moncawarni. Konsep yang ditemukan dalam naskah Serat Puspita Moncawarni kemudian direfleksikan dengan keadaan pada era ini yang semakin hari, budaya sopan santun semakin berkurang dan menghilang. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif yang melalui pendekatan deskripsi analisis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori filologi yang digunakan untuk mengungkap konsep nilai sopan santun dalam Serat Puspita Moncawarni. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas filologi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah mengungkap beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan atau refleksi dalam menerapkan sopan santun pada kehidupan sehari-hari. Seperti halnya memiliki ilmu pengetahuan atau wawasan yang cukup, rendah hati, dan menghormati orang lain. Kata Kunci: Sopan Santun, Serat Puspita Moncawarni, Naskah Jawa Kuno
Naskah Babad Surapati : Relevansi Sikap Patriotisme Surapati dalam Perang sebagai Panutan Masyarakat Indonesia
AKHTAR, YASMEEN;
Linggarani Putri, Laras Dwi
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 3 (2024): Vol 20 No.3 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/job.v20n3.p114-126
Abstrak Naskah Babad Surapati merupakah salah satu teks naskah jawa kuno yang menceritakan tentang Surapati dulunya adalah salah satu budak Belanda. Kemudian ia melakukan pemberontakan terhadap Belanda dan ia melawan VOC karena ada suatu masalah yang mendasari sehingga dirinya melakukan pemberontakan tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk membahas permasalahan yang ada yakni (1) Bagaimana Sikap Patriotisme Surapati saat perang yang terjadi pada naskah Babad Surapati dan (2) Bagaimana Faedah atau Kegunaan Sikap Patriotisme yang dijadikan sebagai panutan masyarakat Indonesia. penelitian ini menggunakn objek yang berupa naskah nuko babad surapati. Metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini yakni metode kualitatif dengan teori struktulaisme genetic oleh Lucien Goldman dan teori filologi yang menggunakan teks-teks terjemahan dari peninggalan budaya khususnya babad dalam objek kajian penelitiannya dan. Strukturalisme memiliki dasar yang digunakan sebagai teori yang cukup dipercaya jika jenis dari karya sastra tersebut disiptakan atas dasar kenyataan atau keaslian dari suatu sejarah yang ada. Kata Kunci : Sikap Patriotisme, Surapati, Babad Surapati, Masyarakat Indonesia
Strategi Panembahan Senapati dalam Perang Menghadapi Kadipaten Madiun dan Relevansinya dalam Upaya Perluasan Wilayah Kesultanan Mataram Islam
Tyasmara, Nengky;
Dina Sawitri, Pegi
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 3 (2024): Vol 20 No.3 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/job.v20n3.p1-19
Artikel yang berjudul Strategi Penembahan Senapati dalam Perang Menghadapi Kadipaten Madiun dan Relevansinya dalam Upaya Perluasan Wilayah Kesultanan Mataram Islam bertujuan untuk hasil penelitian berdasarkan informasi yang diperoleh dari naskah yang memiliki nomor katalog 608835 dan nomor panggil KBG 598 yaitu Naskah Babad Mataram KBG 598 tahun 1871 Masehi. Dari sumber tersebut dapat dilatar belakangi dengan cerita Panembahan Senapati menjadikan Kerajaan Mataram sebagai kerajaan yang merdeka, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perluasan kekuasaan Kerajaan Mataram. Perluasan kekuasaannya ke arah utara ke wilayah pantai dan ke timur ke lembah-lembah Sungai Sala dan Madiun. Wilayah Madiun berhasil dikuasai Panembahan Senapati pada tahun 1590 M. Wilayah Madiun berhasil di kuasi Panembahan Senapati dengan strategi perang yang matang karna kecerdikan Panembahan Senapati. Dalam artikel ini akan diungkapkan bagaimana strategi Panembahan Senapati dalam perang menghadapi kadipaten Madiun dan Relevansinya dalam upaya Perluasan Wilayah Kesultanan Mataram Islam. Dilihat dari jenisnya , Penelitian ini menggunakan pendekatan teori filologi dan teori strukturalisme. Teori ini digunakan karena objek penelitian yang digunakan adalah karya sastra berupa babad. Pada penelitian ini didukung sumber literatur lainnya yang berfungsi sebagai pendukung dan pertajaman penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kajian mengenai strategi dan kepemimpinan Panembahan Senapati dalam melakukan perluasan wilayah saat menjadi pemimpin Kesultanan Mataram. Kata Kunci: strategi, politik, Perluasan Wilayah, Babad Mataram
Hari-hari Baik dalam Serat Piwulang dan Perspektif Warga Dusun Ngablak, Desa Sukodadi, Kecamatan Sukodadi, Lamongan
Firnanda Wibowo, Alexandra Ayu;
Sari, Dwi Permata
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 3 (2024): Vol 20 No.3 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/job.v20n3.p56-75
Penelitian ini membahas tentang hari-hari baik di dalam serat piwulang yang dikomparasikan dengan perspektif dari primbon dan juga masyarakat dengan stratifikasi umur yang berbeda. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) apa saja hari-hari baik dalam serat piwulang dan 2) bagaimana perspektif masyarakat tentang hari-hari tertentu untuk memulai pekerjaan dan bepergian. Tujuan penelitian ini untuk 1) menjelaskan hari-hari baik dalam jaringan piwulang dan cedera, dan 2) mengetahui perspektif masyarakat mengenai hari- hari tertentu untuk memulai pekerjaan dan bepergian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pemerolehan data dengan cara memberikan kuesioner secara berani kepada beberapa orang dengan stratifikasi umur yang berbeda-beda. Pertanyaan dibuat dengan sederhana agar memudahkan para responden. Dalam serat piwulang dituliskan bahwa hari Senin baik untuk bercocok tanam, meninggal di hari Selasa juga dianggap baik, hari Rabu baik untuk mengolah tanah, hari Kamis harapan kita akan diperhatikan, hari Jumat baik untuk pernikahan, Sabtu baik untuk membajak tanah, dan Minggu untuk memulai pekerjaan dan mendirikan rumah. Berbagai spesifikasi diperoleh dari hasil kuesioner tentang hari tertentu yang dianggap baik. Semua hari dalam serat piwulang dianggap sebagai hari yang baik sesuai dengan perspektif Islam dengan latar belakang cerita bersejarah para Nabi dan tokoh Muslim lainnya. perspektif dalam serat piwulang berbeda dengan perspektif kitab Primbon Betaljemur Adammakna yang memiliki perhitungan khusus dalam menentukan hari untuk melaksanakan sesuatu.Kata Kunci : Hari baik, serat piwulang, kitab primbon, perspektif masyarakat
Pengorbanan Seorang Wanita sebagai Wujud Kesetiaan terhadap Pasangan dalam Serat Witaradya
Dahliana, Dinda Surya;
Rahmawati, Elsa Dwi
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 4 (2024): Vol 20 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/job.v20n4.p105-117
Pengorbanan dan kesetiaan dalam suatu hubungan percintaan dilakukan oleh kedua belah pihakyang dimaksudkan sebagai pria dan wanita. Serat Witaradya adalah naskah Jawa baru dalambentuk tembang yang ditulis oleh Raden Ngabei Ranggawarsita. Salah satu ajaran yangterdapat dalam Serat Witaradya adalah mengenai kesetiaan. Ajaran mengenai kesetiaan yangdimaksud dalam Serat Witaradya adalah ajaran kesetiaan kepada pasangan. Kesetiaan yangdilakukan tersebut oleh wanita-wanita yang ada pada Serat Witaradya yakni Dewi Parwati, NiPamekas, dan Dewi Sita. Dewi Parwati adalah wanita yang rela diperistri dan menurutikemauan orang lain untuk menyelamatkan suami dan anaknya dari tawanan Sri Ajipamasa. NiPamekas adalah wanita yang sangat cantik dan pintar. Dirinya menolak cinta dari RadenCitrasoma karena dirinya setia kepada suaminya meskipun dirinya merupakan istri ketiga.Dewi Sita merupakan istri dari raksasa Erawana. Dewi Sita setia kepada Erawana dan rela matibersama suaminya dengan melompat ke dalam api gunung Marawu dan Marapi. Tindakanpengorbanan yang dilakukan oleh wanita-wanita tersebut merupakan wujud kesetiaan terhadappasangannya.Kata Kunci: pengorbanan, wanita, kesetiaan, Serat Witaradya
Relevansi Hukuman Kesaksian Palsu dalam Serat Angger dan Perspektif Hukum Pidana di Indonesia
Azizah, Zulfatul;
Belinda, Amanda Ardiana
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 4 (2024): Vol 20 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/job.v20n4.p17-32
Artikel ini membahas tentang hukuman-hukuman yang berkaitan dengan kesaksian palsu dalam Serat Angger dan dalam perspektif hukum pidana yang terdapat di Negara Indonesia. Serat Angger merupakan naskah kuna yang membahas tentang peraturan- peraturan yang digunakan untuk mengatur kehidupan masyarakat Jawa pada zaman penjajahan oleh Belanda. Kesaksian palsu merupakan keterangan yang diberikan seorang saksi di bawah sumpah yang isi keterangan tersebut mengandung arti yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, atau bisa dikatakan dengan kesaksian yang diberikan saksi tersebut bohong adanya alias palsu. Hal ini diatur dalam serat angger yang bertujuan untuk mengatur kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Hukuman-hukuman yang terdapat pada serat angger disesuaikan dengan perbuatan yang dilakukan oleh pelaku agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya. Bab tersebut direlevansikan pada hukum pidana yang ada pada masa ini yang mengatur kesaksian palsu dan hukuman-hukumannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori filologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui studi Pustaka dari jurnal-jurnal serta buku. Analisis yang disajikan dalam penelitian ini dalam bentuk deskriptif. Kata kunci: Hukuman, Kesaksian Palsu, Pidana
Sopan Santun Anak Usia Dini dalam Serat Widya Pramana
Arifah, Chusnul;
Annas, Nabila Najwa
Jurnal Online Baradha Vol. 20 No. 4 (2024): Vol 20 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/job.v20n4.p69-85
Sopan santun anak usia dini dalam Serat Widya Pramana yang menjelaskan tentang bagaimana wujud sopan santun dalam Serat Widya Pramana serta refleksinya dengan perilaku kasar anak jaman sekarang ini dilatar belakangi oleh minimnya pendidikan orang tua mengenai bagaimana mengajarkan anak mengenai sopan santun. Ditambah dengan anak usia dini sekarang ini tidak sedikit yang kecanduan menggunakan handphone yang menyebabkan dia berperilaku menyimpang apabila tontonan yang dia lihat tidak sesuai dengan usianya. Hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap anak. Wujud dan refleksi sopan santun ini diteliti dengan menggunakan teori filologi dan strukturalisme genetik. Menggunakan teori filologi karena data yang diambil bersumber dari Serat Widya Pramana kemudian direfleksikan dengan masalah anak di jaman sekarang dengan menggunakan teori strukturalisme genetik. Strukturalisme genetik merupakan teori alternatif untuk menganalisis dan mengungkap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh manusia. Permasalahan tersebut dikaji menggunakan metode kualitatif dimana kajian bersumber dari data yaitu Serat Widya Pramana dan kajian pustaka. Kata Kunci: Sopan Santun, Anak Usia Dini, Serat Widya Pramana.