cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
Tuntunan Menghargai sebuah Proses Hidup dalam Serat Pethikan Wulang Dalem Pakubuwana IX Rahayu, Elis Indra; Fadzillah, Amelinda Nurul
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 2 (2025): Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n2.p17-34

Abstract

Hidup ini merupakan kejadian yang sangat panjang, maka dari itu manusia pasti akan melewati banyak kejadian-kejadian tak terduga dalam proses hidup tersebut. Untuk menghadapi seluruh proses hidup, manusia hendaknya memiliki sebuah tuntunan yang dapat dijadikan pedoman dalam hidup ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui menghargai proses hidup serta mengetahui bagaimana wujud dari menghargai sebuah proses hidup yang ada dalam Serat Pethikan Wulang Dalem Pakubuwana IX. Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data yang diambil dalam penelitian ini adalah naskah Serat Pethikan Wulang Dalem Pakubuwana IX karya Arung Binang. Seseorang yang mendapatkan sebuah nasihat atau pesan untuk menjalani hidupnya, lakukanlah dengan baik. Agar kelak jalan hidup pun dipermudah untuk melakukan kebaikan terus menerus. Menghargai sebuah proses hidup adalah dimana seseorang dapat mensyukuri apa yang telah ia lewati selama proses hidupnya berlangsung. Sedangkan wujud dari menghargai proses hidup yaitu dengan berperilaku yang baik, mengikuti tuntunan dari Tuhan dan nasihat dari orang tua, mengikuti orang yang lebih pintar, dan orang yang memiliki pengalaman tinggi. Kata Kunci: tuntunan, menghargai, proses hidup, tingkah laku, Serat Pethikan Wulang Dalem
Kajian Etika Prabu Danapati dalam Lakon “Bedhah Lokapala” oleh Ki Manteb Sudarsono Nadia Vindy Amelia
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 3 (2025): Vol 21 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n3.p54-64

Abstract

Abstrak Artikel ini mengkaji nilai-nilai etika kepemimpinan yang tercermin dalam tokoh Prabu Danapati atau Danaraja dalam lakon carangan “Bedhah Lokapala” yang dipentaskan oleh dalang Ki Manteb Sudarsono. Lakon ini tidak berasal dari epos Mahabharata maupun Ramayana, namun merupakan hasil gubahan para pujangga Jawa yang tetap mengandung nilai-nilai luhur budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana tokoh Prabu Danapati mempraktikkan prinsip-prinsip etika kepemimpinan Jawa, seperti cinta damai, tanggung jawab, keadilan, dan pengendalian diri, terutama dalam menghadapi tindakan sewenang-wenang dari Prabu Dasamuka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis isi terhadap pementasan wayang, artikel ini menemukan bahwa Prabu Danapati merupakan simbol pemimpin ideal yang menjunjung tinggi dharma dan etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud etika yang dimiliki oleh Danapati sebagai Ratu Negeri Lokapala adalah cinta perdamaian, watak kesatria, serta tidak mau kalah dengan watak durjana. Ketiga nilai tersebut menjadi representasi pemimpin yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan spiritualitas Jawa. Kajian ini menegaskan bahwa etika dalam pewayangan bukan hanya bersifat naratif, tetapi juga dapat menjadi refleksi aktual dalam praktik kepemimpinan masa kini. Kata Kunci : etika kepemimpinan, Prabu Danapati, Bedhah Lokapala, budaya Jawa, wayang purwa Abstract This article examines the ethical values of leadership reflected in the character of Prabu Danapati or Danaraja in the carangan play "Bedhah Lokapala" performed by puppeteer Ki Manteb Sudarsono. This play does not come from the Mahabharata or Ramayana epics, but is the result of Javanese poets who still contain noble cultural values. This study aims to reveal how the character Prabu Danapati practices the principles of Javanese leadership ethics, such as pacifism, responsibility, justice, and self-control, especially in dealing with the arbitrary actions of Prabu Dasamuka. Using a qualitative approach and content analysis of wayang performances, this article finds that Prabu Danapati is a symbol of an ideal leader who upholds dharma and ethics. The results show that the form of ethics possessed by Danapati as the Queen of Lokapala Country is the love of peace, chivalrous character, and not willing to lose to the evil character. These three values represent leaders who uphold human values and Javanese spirituality. This study emphasizes that the ethics in puppetry are not only narrative, but can also be an actual reflection in today's leadership practices. Keywords : leadership ethics, Prabu Danapati, Bedhah Lokapala, Javanese culture, Javanese puppetry
Perubahan Tradisi Tedhak Siten: Adaptasi Masyarakat Jawa di Era modern Suhur, Amalia Fatihatus; Setiawati, Sindy; Juniarti, Anugrah Putri
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 3 (2025): Vol 21 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n3.p65-76

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perubahan tradisi tedhak siten sebagai salah satu upacara adat yang mengalami adaptasi di era modern, khususnya pada wilayah Jombang. Tradisi tedhak siten merupakan ritual turun tanah yang menandai fase perkembangan bayi pada usia tujuh bulan setelah kelahiran. Seiring dengan kemajuan zaman dan pengaruh modernisasi, tradisi ini mengalami beberapa perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud perubahan tradisi tedhak siten dari masa ke masa, mengetahui modernitas mempengaruhi tradisi tedhak siten, serta mengetahui eksistensi tradisi tedhak siten di masa sekarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat kini melakukan penyederhanaan dalam prosesi, menggunakan peralatan modern, dan memanfaatkan teknologi digital dalam pelaksanaannya. Kata kunci: tedhak siten, perubahan tradisi, budaya Jawa, adaptasi, modernisasi. This study discusses the changes in the tedhak siten tradition as one of the traditional ceremonies that have undergone adaptation in the modern era, especially in the Jombang area. The tedhak siten tradition is a ritual of going down to the ground that marks the development phase of a baby at the age of seven months after birth. Along with the progress of the times and the influence of modernization, this tradition has undergone several changes. This study aims to determine the form of changes in the tedhak siten tradition from time to time, to find out how modernity influences the tedhak siten tradition, and to find out the existence of the tedhak siten tradition today. The method used is descriptive qualitative with an ethnographic approach, through observation, interviews, and documentation in Jombang. The results of the study show that people are now simplifying the process, using modern equipment, and utilizing digital technology in its implementation. Keywords: tedhak siten, changes in tradition, Javanese culture, adaptation, modernization.
Emosi Tokoh Dalam Novel Kendhaga Benthet karya Tulus Setiyadi (Teori Psikologi K.T Strongman) Adianesha, Mafira Aulia; Arianto, Sabina Febiandini
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 3 (2025): Vol 21 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n3.p34-53

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu wujud emosi yang dialami oleh tokoh dan bagaimana upaya para tokoh untuk mengatasi emosi dalam novel Kendhaga Benthet karya Tulus Setiyadi. Bab tersebut akan dibahas menggunakan analisis psikologi sastra khususnya teori K.T Strongman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini dari novel karya Tulus Setiyadi yang berjudul Kendhaga Benthet. Data berupa narasi, dialog, tindakan, dan pernyataan dalam novel yang sesuai dengan pembahasan yang akan dibahas. Jurnal dan buku yang sesuai dengan penelitian juga digunakan sebagai data pendukung dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini yaitu wujud emosi yang dialami para tokoh yang dibagi menjadi tujuh, yaitu marah, cemas dan takut, bahagia, sedih, jijik atau muak, kehilangan, dan cinta. Dan upaya mengatasi emosi seperti regulasi emosi, ekspresi emosi, dan penerimaan emosi.
Abnormalitas Seksual Tokoh Parjono dalam Novel Puspita Rinengga Karya Tulus Setiyadi (Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud) Wahyudi, Dyta Fernanda; Natasyafira, Divanda
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 3 (2025): Vol 21 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n3.p21-33

Abstract

Tujuan dari penelitian tentang abnormalitas seksual tokoh utama pria dalam novel Puspita Rinengga karya Tulus Setiyadi adalah untuk mengungkap struktur kepribadian dan perilaku abnormalitas seksual. Tujuan tersebut dicapai melalui pendekatan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Puspita Rinengga karya Tulus Setiyadi, sedangkan sumber data sekundernya diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang membahas teori psikoanalisis Sigmund Freud. Data yang dikaji berupa narasi dan dialog dalam novel yang berkaitan dengan fokus penelitian, struktur kepribadian dan perilaku abnormalitas seksual Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mencatat, menganalisis, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Parjono memiliki struktur kepribadian ego yang dominan karena tindakannya berdasar pada pertimbangan rasional. Tindakan mengalami abnormalitas seksual berupa promiskuitas, transvetisme, dan melakukan obrolan vulgar. Kata kunci: Abnormalitas Seksual, Psikoanalisis, Struktur Kepribadian
Simbolisme Warna Darah pada Peperangan Subali Melawan Maesasura dalam Serat Lokapala sebagai Acuan Pewarnaan Wayang Kulit Annahdlia, 'Izza; Wardani, Anggie Eka
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 4 (2025): Vol 21 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n4.p78-85

Abstract

Serat Lokapala merupakan naskah Jawa kuno yang digubah oleh Raden Ngabehi Sindusastra yang di dalamnya mengisahkan mengenai sejarah para raja di pulau Jawa. Selain itu juga diceritakan kisah Subali dan Sugriwa yang berperang melawan raja Kiskendha, yakni Maesasura yang pada akhirnya timbul kesalahpahaman antara keduanya atas kesepakatan simbol warna darah sebagai pertanda hasil peperangan. Selain itu, simbol warna tersebut juga dapat menjadi acuan pewarnaan pada wayang kulit sesuai dengan karakter masing-masing tokohnya. Penelitian ini akan membahas mengenai 1) Bagaimana makna simbolisme warna darah terhadap tanda bukti menang kalahnya peperangan antara Subali melawan Maesasura dalam Serat Lokapala, dan 2) Bagaimana korelasi simbolisme warna darah sebagai acuan pewarnaan wayang kulit. Tujuan penelitian ini yakni menguraikan pemahaman makna serta korelasi simbolisme warna darah terhadap tanda bukti menang kalahnya peperangan antara Subali melawan Maesasura dalam Serat Lokapala sebagai acuan pewarnaan wayang kulit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori Filologi dan Semiotika oleh Ferdinand de Saussure. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran terkait makna dan korelasi simbolisme warna darah terhadap tanda bukti menang kalahnya peperangan antara Subali melawan Maesasura dalam Serat Lokapala sebagai acuan pewarnaan wayang kulit. Kata Kunci: Serat Lokapala, Simbolisme Warna, Semiotika
Sikap Kedermawanan Prabu Kresna Dwipayana dalam Serat Darmasayasa sebagai Sarana Melanggengkan Dinasti Politik Devi, Rifka Patricia; Utami, Respati Retno
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 4 (2025): Vol 21 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantuan sosial yang diberikan sangat ramai dilakukan saat masa kampanye. Hal tersebut dilakukan karena keinginan calon pimpinan untuk meningkatkan elektabilitasnya. Keadaan sebagai berikut tidak akan merugikan siapapun, tetapi jika bantuan sosial yang diberikan merupakan uang negara tetapi diatasnamakan pribadi itu yang salah. Hal itu sama dengan keadaan yang terdapat dalam penelitian ini yaitu mengenai Sikap Kedermawanan Prabu Kresna Dwipayana dalam Serat Darmasayasa sebagai Sarana Melanggengkan Dinasti Politik. Penelitian ini diteliti menggunakan teori filologi dan teori sosiologi sastra yang mempelajari mengenai bahasa, aksara dan struktur analisis data yang ada. Seperti pada wujud naskah Serat Darmasayasa yang beraksara Jawa kemudian ditransliterasi menjadi huruf latin. Mengubah naskah yang berbahasa Jawa menjadi bahasa Indonesia dan menganalisis konteks yang ada dalam isi Serat Darmasayasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis struktur serat dan mengumpulkan jurnal yang berkaitan. Penelitian ini akan menjelaskan bagaimana Wujud Sikap Kedermawanan Prabu Kresna Dwipayana dalam Serat Darmasayasa dan mengenai Upaya yang dilakukan oleh Prabu Kresna Dwipayana sebagai Sarana Melanggengkan Dinasti Politik dalam Serat Darmasayasa. Hal yang dilakukan Prabu Kresna Dwipayana merupakan perilaku yang tidak menyimpang, walaupun di dalamnya terdapat tujuan yang bermaksud lain dari sikap kedermawanannya itu. Serta dengan adanya penelitian ini akan membuat seseorang menjadi pribadi yang dermawan, terlebih tanpa mengharapakan imbalan apapun. Kata Kunci: Kedermawanan, Dinasti Politik, Serat Darmasayasa, Sikap Terpuji, Kedudukan
Komparasi Tindak Tanduk Bambang Parasara Terhadap Pepatah Jawa Dalam Serat Darmasayasa Mir Atus Sa'diyah; Respati Retno Utami
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 4 (2025): Vol 21 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n4.p1-16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi tindak tanduk Bambang Parasara dengan pepatah Jawa "Kena Iwake Aja Nganti Buthek Banyune" yang terdapat dalam Serat Darmasayasa. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami dan menganalisis hubungan antara tindakan Bambang Parasara dan makna pepatah tersebut dalam konteks budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor pendorong dari dalam Bambang Parasara untuk membuat kegaduhan dan bagaimana mengendalikan emosi dari dalam diri Bambang Parasara supaya tidak membuat kegaduhan. Melalui analisis tekstual dan interpretasi, penelitian ini menelusuri kesesuaian atau ketidaksesuaian antara perilaku karakter dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pepatah Jawa. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana ajaran tradisional diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana nilai-nilai tersebut tetap relevan dalam konteks zaman modern. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya memahami dan menerapkan nilai-nilai budaya dalam pembentukan perilaku dan karakter individu.Kata kunci : Tindak Tanduk, Bambang Parasara, Karakter
Refleksi Ajaran Prabu Dwipa Keswara Terhadap Terwujudnya Lingkungan Keluarga Yang Samawa Dalam Serat Darmasayasa Bayu Tri Wahyudi; Respati Retno Utami
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 4 (2025): Vol 21 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v21n4.p17-35

Abstract

Artikel ini membahas refleksi ajaran Prabu Dwipa Keswara terhadap terwujudnya lingkungan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sebagaimana terungkap dalam Serat Darmasayasa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk memahami unsur-unsur refleksi ajaran prabu dwipa keswara di dalam serat Darmasayasa untuk mewujudkan lingkungan keluarga yang harmonis dan refleksi ajaran prabu dwipa keswara dapat berpengaruh pada masyarakat untuk perwujudan keluarga yang harmonis. Melalui analisis tekstual dan interpretasi, artikel ini menyoroti nilai-nilai spiritual dan etika yang diwariskan oleh ajaran Prabu Dwipa Keswara dalam menciptakan harmoni dan kedamaian dalam rumah tangga. Temuan dari penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana ajaran tersebut memengaruhi pola interaksi keluarga dan mempromosikan nilai- nilai kekeluargaan yang saling menguatkan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pemahaman dan praktik ajaran tersebut dalam membangun fondasi yang kuat bagi keberlangsungan keluarga yang sakinah, mawwadah, dan warahmah.Kata kunci: Ajaran, Prabu Dwipa Keswara, Samawa.
Trauma Tokoh Utama Wanita Dalam Novel Lamising Katresnan Karya Budiono Santoso Setradjaja (Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud) Engelita, Elisa Candra
Jurnal Online Baradha Vol. 21 No. 4 (2025): Vol 21 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The trauma experienced by the female protagonist has a significant impact on her emotional and psychological development. As a result of the trauma, the female protagonist's id is very dominant so that the ego tries hard to balance basic desires, moral demands, and reality by carrying out several protection mechanisms. Therefore, the purpose of this study is to determine the form of trauma experienced by the female protagonist and the defense mechanisms carried out to overcome the trauma. This study uses a qualitative method that is more focused on the narrative analysis approach using Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The data sources for this study are divided into two, namely primary data sources and secondary data sources. The primary data source is a Javanese novel entitled Lamising Katresnan which was published in 2023. While the secondary data sources are in the form of journals, books, previous research that is in accordance with the research topic. The results of this study indicate that the form of trauma experienced by the female protagonist is situational trauma caused by rape, rape in marriage, and loss of a loved one. Then the ego defense mechanisms carried out are sublimation, rationalization, rejection/denial, and repression. Keywords: Trauma, Sigmund Freud’s psychoanalytic, Sexuality, Defense mechanisms