cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jmei@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Jl. Raya Jatinangor Sumedang Jawa Barat, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Material dan Energi Indonesia
ISSN : 2087748X     EISSN : 25796054     DOI : https://doi.org/10.24198/jmei
Core Subject : Science,
Jurnal Material dan Energi Indonesia (JMEI) merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian yang mencakup kajian teoretik, simulasi dan modeling, eksperimen, rekayasa dan eksplorasi dalam bidang Material dan Energi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Redaksi menerima naskah ilmiah hasil penelitian, pikiran dan pandangan, review, komunikasi singkat dalam bidang material dan energi. Petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan dan secara online. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bebestari dan disetujui oleh dewan editor.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 01 (2020)" : 7 Documents clear
ZnO Terdoping Alumunium (ZnO:Al) dan ZnO Terdoping Oksida Grafena Tereduksi (ZnO:rGO) sebagai Fotokatalis untuk Sistem Penjernihan Air, Review CHOIRY GINA AFRILIA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 01 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmei.v10i01.29844

Abstract

Seng Oksida (ZnO) merupakan semikonduktor yang relatif mudah untuk dimodifikasi, ZnO dapat diaplikasikan sebagai fotokatalis pada sistem penjernihan air karena bersifat tidak beracun, memiliki aktivitas fotokatalitik tinggi, serta stabilitas termal dan mekanik yang tinggi. Namun ZnO dapat mengalami rekombinasi pembawa muatan yang signifikan, mengalami agregasi partikel, dan fotokorosi selama reaksi fotokatalitik. Oleh karena itu, doping dibutuhkan sebagai solusi untuk meningkatkan sifat fotokatalitik ZnO. Beberapa penelitian telah dilaporkan dengan menerapkan dopan berbeda terhadap ZnO sebagai fotokatalis. Setiap dopan berbeda akan memiliki sifat, kemampuan, dan performa yang berbeda pula. Untuk itu diperlukan pendekatan lebih lanjut mengenai efektivitas beberapa doping ZnO, serta bagaimana performanya dalam aplikasinya fotokatalisis pengolahan limbah cair. Ulasan ini menyajikan gambaran yang didapat dari beberapa sumber mengenai perbedaan sifat, struktur, kelemahan, dan kelebihan ZnO dengan doping Alumunium (ZnO:Al) dan dengan doping Oksida Grafena Tereduksi (ZnO:rGO) untuk aplikasi fotokatalisis. Selain itu, ulasan ini juga mencakup data kuantitatif dan kualitatif yang didapat dari hasil karakterisasi menggunakan Spektroskopi UV-Vis, Spektroskopi PL, X-ray Difraction, dan Spektroscopy electron microscope.
DSSC Heterojunction photoelectrode based ZnO-nanorod/TiO2; Dependency of photoelectrode morphology investigated by calculating I-V curves ANNISA APRILIA; HERI FERNANDO; LUSI SAFRIANI; AYI BAHTIAR; RAHMAT HIDAYAT
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 01 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.772 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i01.29845

Abstract

The simple diode model equation can be used to derive solar cell parameters based on current density-voltage curve. This calculation has an objective to study the working of ZnO nanorod/TiO2 as photoelectrode in dye-sensitized solar cell (DSC). As a function to collect and transport the electron inside the cell, ZnO-Nr/TiO2 bilayer heterojunction works as photoanode. The equivalent circuit in real solar cell is usually based on two diode model by considering presence a large of recombination process inside the cell (non-ideal diode). We simplified the equivalent circuit with only one diode and one resistor (Rsh) in parallel with a series resistor (Rs) related to photovoltage occurs. The current loss due to back reaction and recombination process which is appeared at interfacing area between photoanode/dye and electrolyte corresponds as parallel resistance (Rp). An ideality factor (m) due to non-linear b-recombination process which is occurred inside the cell is also derived using this model. The comparison between commonly photoanode (single type of TiO2 mesoporous), multilayer ZnO nanorod/TiO2, and planar heterojunction ZnO/TiO2 is also observed in order to emphasize the interface quality of photonode to the such solar cell parameters
Analisis Kualitas Briket Tandan Kosong Dan Cangkang Kelapa Sawit dengan Penambahan Limbah Plastik Low Density Polythelene (LDPE) sebagai Bahan Bakar Alternatif SRI SURYANINGSIH; DIKA REZA PAHLEVA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 01 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.683 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i01.31867

Abstract

Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai, oleh karena itu perlu adanya pegolahan kembali seperti dijadikan bahan bakar yang mempunyai nilai jual tinggi khususnya nilai kalor. Low Density Poly Ethylene (LDPE) merupakan jenis plastik yang memiliki nilai kalor sangat tinggi, namun akan cepat habis jika dibakar karena kadar volatile matter-nya yang mencapai 98,53%. Untuk itu, perlu dikombinasikan biomassa dengan kadar volatile matter rendah seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan cangkang kelapa sawit (CKS). Penelitian ini bertujuan untuk membuat briket dari campuran TKKS dan plastik LDPE, serta campuran CKS dan plastik LDPE, dan melakukan uji karakteristik proksimat, nilai kalor dan termal briket campuran TKKS dan plastik LDPE serta CKS dan plastik LDPE untuk mengetahui hasil briket yang paling optimal. Metodologi penelitian meliputi pengeringan bahan, karbonisasi bahan, penghalusan dan penyaringan bahan 20 mesh  dan 40 mesh , pencampuran bahan dengan plastik LDPE 5% dan 10%, pencetakan dan pengepresan briket, serta pengeringan briket. Selanjutnya dilakukan pengujian proksimat dan nilai kalor, serta laju dan lama pembakaran pada briket. Hasil dari nilai kalor semakin tinggi setiap adanya penambahan konsentrasi plastik LDPE. Variasi pencampuran briket CKS dengan penambahan plastik LDPE sebesar 10% dengan ukuran partikel 40 mesh menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 6.876 kal/gram. Namun pada penambahan plastik LDPE membuat laju pembakaran yang dihasilkan semakin cepat dan briket semakin cepat habis terbakar meskipun titik maksimum pembakaran semakin tinggi.
TINJAUAN METEOROLOGIS PADA FENOMENA HUJAN LEBAT PENYEBAB BANJIR (STUDI KASUS: CILACAP, 16-17 NOVEMBER 2020 DAN KENDAL, 19 NOVEMBER 2020) SUWIGNYO PRASETYO; ACHMAD ZAKIR
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 01 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4556.44 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i01.31575

Abstract

Banjir akibat hujan lebat dengan durasi yang lama terjadi di Cilacap (16-17 November 2020) menyebabkan beberapa kecamatan terendam. Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Boja, Kendal (19 November 2020). Namun, banjir yang dihasilkan adalah banjir bandang akibat luapan Sungai Blorong sehingga menyebabkan dua orang tewas akibat terseret arus banjir. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai dinamika atmosfer di wilayah tersebut untuk mengetahui penyebabnya dalam fokus kajian meteorologi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena tersebut beserta dinamika atmosfer yang menyertainya. Hasil analisis dinamika atmosfer dengan menggunakan parameter vortisitas, divergensi, dan vertical transport pada lapisan signifikan menunjukkan proses konvektif yang kuat dan didukung keadaan fenomena global La Nina sehingga potensi terjadi hujan lebat sangat intens. Analisis skala lokal dengan indeks stabilitas udara di kedua wilayah studi menunjukkan kondisi atmosfer yang sangat labil. Analisis citra satelit menunjukkan pada kedua wilayah Cilacap dam Kendal terdapat fase awan tebal yang menghasilkan  hujan lebat ditandai dengan suhu pucak awan masing -76℃ dan -80℃.
Kajian Stabilitas Atmosfer di Bandara Sultan Iskandar Muda (Studi Kasus Tanggal 15, 17, 20, 21, dan 22 Oktober 2019) NASYITAH AZ-ZAHRA LUBIS; AHMAD ARIF HASIBUAN; DIANA CAHAYA SIREGAR
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 01 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.571 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i01.29011

Abstract

Potensi kejadian hujan dan badai guntur menjadi perhatian penting untuk dapat diwaspadai karena berdampak terhadap aktivitas masyarakat khususnya di bidang penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kejadian hujan dan badai guntur. Data yang digunakan adalah data radiosonde untuk memperoleh indeks labilitas atmosfer dan data curah hujan sebagai pembanding kejadian. Selain itu, data citra radar cuaca digunakan sebagai analisis pertumbuhan awan konvektif sebelum terjadinya hujan dan badai guntur. Hasil pengolahan data radiosonde untuk beberapa kejadian menunjukkan kesesuaian terhadap kondisi cuaca yang terjadi sebelum kejadian hujan dan badai guntur. Nilai K-Indeks (KI), Total-Total Indeks (TT) dan SWEAT sebelum kejadian hujan atau badai guntur memiliki nilai indeks labilitas pada kategori sedang hingga kuat. Data citra radar cuaca juga menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif pada waktu 4 jam sebelum kejadian. Validasi dari data pengamatan udara permukaan menunjukkan keadaan cuaca sebenarnya yang terjadi yaitu kejadian hujan diikuti badai guntur.
ANALISIS KONDISI CUACA SAAT KEJADIAN BANJIR DI KABUPATEN KENDAL MENGGUNAKAN SYNOP, METAR, DAN DATA MODEL GS HIMAWARI-8 (STUDI KASUS: 26-27 JANUARI 2019) MUHAMMAD IKO SAFRILDA MAULANA; ERISKA FEBRIATI; ADITYA MULYA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 01 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.978 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i01.31573

Abstract

Pada tanggal 26-27 Januari 2019, telah terjadi fenomena hujan lebat di Kabupaten Kendal. Hujan terjadi sejak pukul 11.55 UTC atau pukul 18.55 WIB dengan puncak hujan lebatnya terjadi mulai pukul 18.05 UTC atau pukul 01.05 WIB. Fenomena hujan lebat tersebut menyebabkan 25 desa di Kabupaten Kendal terendam banjir terutama di wilayah utara Kendal. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau kondisi parameter cuaca saat kejadian tersebut. Analisis dari kejadian ini menggunakan data pengamatan synop, METAR, data pemodelan cuaca NWP GS, dan data citra satelit cuaca Himawari-8 yang diolah dengan software SATAID kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis parameter cuaca dan kestabilan atmosfer menunjukkan bahwa hujan terjadi lebih dari 12 jam dengan indeks kestabilan atmosfer menunjukkan adanya konvektif sedang hingga kuat.  Fenomena hujan lebat yang terjadi pada tanggal 26-27 Januari 2019 secara tidak langsung disebabkan oleh adanya sistem konvektif skala sinoptik ditandai dengan adanya Siklon Tropis Riley di selatan Pulau Jawa.Kata kunci: banjir, Himawari-8, pemodelan NWP GS, SATAID, siklon tropis Riley
Kajian Convective Available Potential Energy (CAPE) Saat Kejadian Hujan Sangat Lebat (Studi Kasus : Banjir Jakarta, 22-23 Februari 2020) ESTRI DINIYANTI; RIZALDO RADITYA PRATAMA; NUR HABIB MUZAKI; ADITYA MULYA; DHIYAUL QOLBI SYOFYAN
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 01 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1811.22 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i01.31410

Abstract

Hujan lebat yang mengguyur sejak malam hingga dini hari pada tanggal 22-23 Februari 2020 di DKI Jakarta menyebabkan ratusan rumah dan beberapa ruas jalan tergenang banjir. Adanya belokan angin memperbesar potensi pembentukkan awan konvektif. Terpantau dari citra satelit Himawari-8, bahwa terdapat awan Cumulonimbus (Cb) yang tumbuh disekitar wilayah Serang, Banten yang kemudian menyatu dengan awan Cb di wilayah DKI Jakarta. Dalam fisika awan, terdapat energi yang tersedia dalam parsel udara dan berpengaruh terhadap proses pembentukkan awan yang disebut sebagai Convective Available Potential Energy (CAPE). Data dalam penelitian ini, diambil dari data reanalisis Copernicus ECMWF untuk CAPE kemudian diolah dengan aplikasi GrADS dan didukung dengan data citra satelit Himawari-8 untuk mengetahui fase dan jenis awan. Penulis bertujuan untuk mengkaji besar nilai CAPE saat hujan lebat agar dapat mengetahui potensi bencana banjir di wilayah DKI Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa di wilayah Serang pada pukul 14.00 UTC memiliki nilai CAPE 2000 J/kg hingga > 2200 J/kg dan wilayah DKI Jakarta memiliki nilai CAPE sebesar 1000-1400 J/kg, kemudian pukul 15.00 UTC mulai terbentuk awan Cb diatas kedua wilayah tersebut. Kesimpulan yang diperoleh yaitu semakin besar CAPE maka semakin besar potensi pembentukkan awan dan semakin banyak presipitasi yang dihasilkan.Kata kunci: CAPE, Cumulonimbus, Hujan Lebat, Satelit Himawari-8, Data Copernicus ECMWF

Page 1 of 1 | Total Record : 7