cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jmei@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Jl. Raya Jatinangor Sumedang Jawa Barat, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Material dan Energi Indonesia
ISSN : 2087748X     EISSN : 25796054     DOI : https://doi.org/10.24198/jmei
Core Subject : Science,
Jurnal Material dan Energi Indonesia (JMEI) merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian yang mencakup kajian teoretik, simulasi dan modeling, eksperimen, rekayasa dan eksplorasi dalam bidang Material dan Energi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Redaksi menerima naskah ilmiah hasil penelitian, pikiran dan pandangan, review, komunikasi singkat dalam bidang material dan energi. Petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan dan secara online. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bebestari dan disetujui oleh dewan editor.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 01 (2018)" : 7 Documents clear
PENGARUH REKUPERATOR TERHADAP PERFORMA PEMBANGKIT LISTRIK SIKLUS BINER NAUFAL NANDALIARASYAD; MOCH. ARIL INDRA; CUKUP MULYANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.639 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.11372

Abstract

Pembangkit listrik siklus biner yang menggunakan pemanas fluida geothermal memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Performa dari pembangkit tersebut ditinjau dari panas yang digunakan (heat rate) dan daya yang dihasilkan. Dalam penelitian ini dilakukan kajian hubungan antara heat rate dan daya yang dihasilkan dengan menggunakan rekuperator dan tanpa menggunakan rekuperator. Rekuperator adalah alat penukar panas yang memanfaatkan panas tersisa dari fluida kerja untuk memanaskan fluida kerja itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh rekuperator terhadap hubungan heat rate dan daya yang dihasilkan secara simulasi melalui permodelan. Parameter laju aliran massa fluida pemanas atau brine diatur sebesar 400 ton/jam, dengan temperatur divariasikan dengan rentang antara 90-160oC untuk melihat perubahan daya yang dihasilkan dibandingkan dengan siklus biner tanpa rekuperator. Selain itu, parameter daya yang dihasilkan akan dibuat tetap (fixed) untuk melihat laju aliran massa fluida pemanas yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak HYSYS v7.3. Dari simulasi yang telah dilakukan dengan menggunakan rekuperator terjadi peningkatan daya sebesar 71kW atau sekitar 2,303%. Sementara jumlah aliran massa brine berkurang rata rata sebesar 16,3 ton/jam atau sekitar  4,082%.Kata kunci: geothermal, siklus biner, performa, rekuperator, HYSYS v7.3
APLIKASI KALMAN FILTER PADA PEMBACAAN SENSOR SUHU UNTUK PEMANTAUAN KONDISI RUANGAN LABORATORIUM VERA FIRMANSYAH
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.879 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.16624

Abstract

Noise merupakan parameter yang selalu muncul dalam setiap proses akuisisi data dari sebuah sensor. Sensor yang digunakan adalah jenis DHT11 dan LM35  yang dipasangkan pada arduino mega untuk memantau suhu ruangan laboratorium sesuai ketentuan ISO 17025. Kalman Filter dapat menghilangkan atau mengurangi noise dari sensor. Keberhasilan Kalman Filter dalam menghilangkan noise ditentukan oleh nilai R yang disebut kovarian noise pengukuran dan Q yang disebut kovarian noise proses. Nilai R dan Q dapat meningkatkan performa Kalman Filter dalam menghilangkan noise. Kalman Filter diaplikasikan pada sensor suhu jenis LM35 dengan keluaran berupa tegangan dan sensor suhu jenis DHT11 dengan keluaran derajat celcius. Selisih penunjukkan data sensor sebelum dan sesudah menggunakan Kalman Filter dengan nilai selisih variansi hasil filter lebih kecil dibandingkan dengan variansi tanpa filter, pada suhu konstan selisih variansi sama dengan nol untuk DHT11 dan 0,14 untuk LM35. Sedangkan pada suhu tidak konstan didapat selisih variansi 0,8 untuk DHT11 dan 0,3 untuk LM35.
ANALISIS HUJAN LEBAT DENGAN MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT DI KABUPATEN BANJARNEGARA (STUDI KASUS 18 JUNI 2016) SULTON KHARISMA; LAKSITA WIDOMURTI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.849 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.12108

Abstract

Abstrak. Banjir yang melanda sebagian wilayah di Jawa Tengah pada tanggal 18 Juni 2016 menyebabkan setidaknya 24 orang tewas, ribuan rumah rusak, dan sekitar 1.000 jiwa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Bencana tersebut diakibatkan oleh hujan lebat, salah satu wilayah yang terdampak yaitu Kabupaten Banjarnegara. Fenomena tersebut dirasa perlu oleh peneliti untuk dilakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode interpretasi data citra satelit dengan cara mengolah data infrared channel Himawari-8 dan dibandingkan dengan data curah hujan dari pos hujan di Kabupaten Banjarnegara tanggal 16 hingga 18 Juni 2016. Dari hasil analisis akan ditentukan gangguan cuaca yang menyebabkan kejadian hujan lebat pada tanggal 18 Juni 2016. Hujan berintensitas lebat yang terjadi di wilayah Jawa Tengah disebabkan oleh akumulasi beberapa proses fisis. Berdasarkan interpretasi data citra satelit, terlihat adanya  kumpulan awan Cb (Cumulonimbus) aktif dengan suhu puncak awan mencapai -80.0° C . Adanya daerah belokan angin dan daerah pertemuan angin yang secara khusus diikuti dengan perlambatan angin. Keberadaan gangguan berupa daerah bertekanan rendah yang mempengaruhi sirkulasi udara di sekitar perairan barat daya Pulau Jawa juga mendukung terjadinya pembentukan awan-awan hujan.Kata kunci : Himawari-8, banjir, hujan lebat
STABILITAS POLYDIMETHYLSILOXANE (PDMS) TERHADAP PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET FITRILAWATI FITRILAWATI; ATIKAH ARDI; RESSA MUSRIPAH NOVIANTI; NORMAN SYAKIR; RISDIANA RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.106 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.16525

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS)atau lebih dikenal dengan nama Silicone Oil bersifat tidak menyerap (nonabsorbable) dan memiliki kekuatan yang cukup sebagai agent tamponade sehingga digunakan sebagai cairan pengganti vitreous humour pada penderita penyakit ablasi retina. Dalam aplikasinya sebagai cairan pengganti vitreous humour, PDMS tidak lepas dari paparan sinar ultraviolet (UV). Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh paparan sinar UV pada stabilitas PDMS. Polimer PDMS disintesis dari octamethylcyclotetrasiloxane (D4) dan hexamethyldisiloxane (MM) sebagai monomer dan KOH sebagai katalis dengan menggunakan teknik ring opening polymerization. Hasil polimer PDMS yang disintesis diekspos dengan sinar UV dengan berbagai intensitas dan waktu paparan serta diukur stabilitasnya melalui perubahan transmitansi PDMS terhadap paparan sinar UV. Berdasarkan pengaruh intensitas dan waktu paparan sinar UV pada sampel gel PDMS dihasilkan penurunan nilai transmitansi sampel relatif konstan setelah terpapar sinar UV
ANALISA UKURAN BUTIR BRIKET CAMPURAN SEKAM PADI DENGAN CANGKANG KOPI TERHADAP LAJU PEMBAKARAN DAN EMISI KARBON MONOKSIDA (CO) SRI SURYANINGSIH; KOMALA A AFANDI; OTONG NURHILAL
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.238 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.18066

Abstract

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang dibuat dari limbah biomassa seperti sekam padi dan kulit kopi. Dalam proses pembakaran briket, ukuran butir suatu briket akan mempengaruhi laju pembakaran dan emisi yang dihasilkan, salah satunya adalah emisi karbon monoksida yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju pembakaran dan emisi karbon monoksida optimum dari briket campuran sekam padi dengan kulit kopi berdasarkan ukuran butir dan komposisi pencampuran bahan briket. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengeringan, karbonisasi bahan, penghalusan dan penyaringan arang,  pencetakan, pengepresan, serta pengeringan briket, dan dilakukan pengujian briket terhadap laju pembakaran dan emisi karbon monoksida. Didapatkan hasil laju pembakaran tercepat terdapat pada sampel dengan ukuran butir 40 mesh dengan variasi pencampuran bahan 50:50 sebesar 0,0134 gram/sekon. Semakin kasar ukuran briket maka waktu pembakaran briket akan semakin cepat sehingga laju pembakaran yang dihasilkan akan semakin cepat dan briket akan cepat habis terbakar. Sedangkan hasil emisi karbon monoksida terendah terdapat pada sampel dengan ukuran butir 60 mesh dengan variasi pencampuran bahan 50:50  sebesar 601 ppm dengan nilai kalor 4179 kal/gram. Briket yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar karena masih memenuhi standar baku mutu konsentrasi emisi gas maksimum untuk karbon monoksida.
KALSIUM OKSIDA MIKROPARTIKEL DARI CANGKANG TELUR SEBAGAI KATALIS PADA SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS HARYONO HARYONO; CHRISTI LIAMITA NATANAEL; RUKIAH RUKIAH; YATI B YULIANTI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.35 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.17865

Abstract

Biodiesel telah berhasil disintesis dari minyak goreng bekas dengan katalis kalsium oksida mikropartikel yang dikalsinasi dari cangkang telur. Cangkang telur sebagai sumber kalsium karbonat disiapkan melalui tahap pencucian, pengeringan, pengecilan ukuran, dan pengayakan untuk diperoleh ukuran lolos 100 mesh. Serbuk cangkang telur kemudian dikalsinasi pada suhu 900oC selama 8 jam. Setelah didinginkan, hasil kalsinasi selanjutnya diperkecil ukurannya kembali dengan menggunakan planetary ball mill. CaO hasil pengecilan lanjut, kemudian dikarakterisasi dengan particle size analyzer, XRD, dan adsorpsi BET untuk menentukan ukuran partikel, derajat kristalinitas, luas permukaan spesifik, dan distribusi ukuran porinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik CaO dari hasil kalsinasi dengan perlakuan pengecilan ukuran lanjut lebih baik dibandingkan dengan tanpa perlakuan pengecilan lanjut. Ukuran partikel rata-rata, luas permukaan spesifik, diameter rata-rata pori, dan volume spesifik rata-rata pori dari CaO dengan pengecilan lanjut berturut-turut adalah 4,128 m, 16,244 m2/g, 42,282 Å, dan 410,0 x 10-3 cc/g. Biodiesel dengan katalis CaO tanpa pengecilan lanjut sebanyak 10% diperoleh sebanyak 71,91%. Sedangkan penggunaan CaO mikropartikel yang hanya 3% mampu menghasilkan biodiesel dari minyak goreng dengan yield 77,76%.
IDENTIFIKASI GERAKAN TANAH MELALUI KAJIAN GAYA BERAT DI SEKITAR AREA LUMPUR SIDOARJO EDDY SUPRIYANA; BUDI SANTOSO; TATANG PADMAWIDJAJA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.793 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.17866

Abstract

Kajian potensi gerakan tanah di Sekitar Kawasan Terdampak Lumpur Sidoarjo (LUSI) berdasarkan data gayaberat menunjukkan arahnya dibagian barat kolam lumpur. Identifikasinya dilatarbelakangi oleh beberapa fenomena yang terjadi di lokasi penelitian, seperti semburan gas baru (bubble), retakan tanah, dan amblesan. Kajian telah diperoleh 3 indikasi dari data gayaberat terukur dengan selang waktu pengukuran yang berbeda, yang menunjukkan perubahan medan gravitasi atau perubahan variasi rapat massa. Perubahan rapat massa tersebut mengindikasikan lokasi tersebut telah mengalami deformasi berupa pergerakan tanah yang ditunjukkan oleh perubahan estimasi fluida dan lumpur. Berdasarkan data gayaberat second vertical derrivative (SVD), diduga adanya struktur sesar naik sebagai indukasi adanya luapan lumpur. Struktur sesar tersebut diduga merupakan jalur luapan lumpur dan gas

Page 1 of 1 | Total Record : 7