cover
Contact Name
Indang Dewata
Contact Email
indangdewata@fmipa.unp.ac.id
Phone
+6285263490899
Journal Mail Official
indandewata@fmipa.unp.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PPKLH) Universitas Negeri Padang dan Program S2 dan S3 Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
ISSN : 27757471     EISSN : 2775748X     DOI : https://doi.org/10.24036/jkpl
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL) merupakan Jurnal Online Ilmiah yang di peruntukkan untuk pembahasan Pertumbuhan penduduk yang tinggi mencapai 8 milyar menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi dunia. Pertumbuhan penduduk yang tak terkendali akan mendorong peningkatan berbagai kebutuhan, dan dengan peningkatan kebutuhan penduduk akan menjadi tekanan tinggi terhadap lingkungan. Dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan akan menimbulkan berbagai limbah yang akan mencemari baik tanah, air, dan udara. Jurnal ini akan memuat berbagai artikel yang terkait dengan kependudukan, pembangunan, dan kualitas lingkungan.
Articles 85 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK PUS BERDASARKAN ASPEK SOSIODEMOGRAFI, STUDI KASUS PASANGAN USIA SUBUR KECAMATAN PAYAKUMBUH TIMUR M. Farid; Vitra Yeni; Bustanurdin Bustanurdin; Hermansyah Hermansyah
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.185 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang meiliki berbagai permasalahan kependudukan. Mulai dari jumlah yang besar, laju pertumbuhan yang tinggi, persebaran yang tidak merata serta struktur umur yang kurang menguntungkan. Agar kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran dan berdampak optimal, diperlukan analisis terhadap Pasangan Usia Subur dalam lingkup yang lebih kecil. Jurnal ini membahas karakteristik sosiodemografi pasangan usia subur di Kecamatan payakumbuh timur dan kaitannya dengan penggunaan kontrasepsi. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kebijakan yang tepat dan efektif berkaitan dengan factor sosiodemografi PUS kecamatan Payakumbuh Timur.
ANALISIS TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN PERTANIAN SAWAH KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH Mardhatil Mardhatil; Indah Purwati; Paus Iskarni
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.152 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya, pertumbuhan ini diiringi dengan permintaan lahan yang semakin bertambah untuk permukiman. Akibatnya banyak lahan pertanian yang akhirnya dialih fungsikan menjadi permukiman penduduk sehingga banyak lahan sawah yang mengalami penurunan luas setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat tekanan penduduk terhadap lahan pertanian sawah yang ada di Kabupaten Pemalang dengan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan model I Otto Soemarwoto. Penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari beberapa instansi pemerintah seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang untuk data jumlah penduduk, jumlah luas penggunaan lahan sawah dan jumlah petani yang berasal dari Sistem Kartu Tani Kabupaten Pemalang. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat satu kecamatan yang tidak mengalami tekanan penduduk (TP <1) yaitu Kecamatan Pemalang dengan nilai TP 0,84 dan sisanya mengalami tekanan penduduk (>1) dengan tingkat rendah pada kecamatan Taman (1,02) dan Kecamatan Petarukan (1,27). Untuk tingkat tekanan sedang berada pada Kecamatan Bodeh (1,35), Kecamatan Ampelgading (1,38), Kecamatan Comal (1,44), Kecamatan Bantarbolang (1,50), Kecamatan Ulujami(1,59), Kecamatan Belik(1,60), dan Kecamatan Radudongkal(1,63). Tingkat tekanan penduduk ketegori tinggi terdapat pada 4 kecamatan yaitu Kecamatan Pulosari(1,76), Kecamatan Watukumpul (1,78), Kecamatan Warungpring (2,20), dan Kecamatan Moga (2,20).
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI MASA PANDEMI COVID-19 DALAM PERSPEKTIF KEARIFAN LOKAL Suci Atma Hardika; Ahmad Fasni; Indang Dewata
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.898 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan vital dan harus tersedia untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia. Masyarakat Indonesia dengan pengetahuan lokal memanfaatkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi covid-19 melanda Indonesia hingga menyebabkan perubahan pola hidup dan sikap masyarakat seperti selalu mencuci tangan. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan pengelolaan sumber daya air di masa pandemic covid-19 dalam perspektif kearifan lokal pada masyarakat sakai di Kecamatan Mandau. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah sumber-sumber referensi tentang pengelolaan sumber daya air dan kearifan lokal. Data tersebut dikumpulkan, dianalisis dan ditarik kesimpulan. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa kebutuhan air semakin meningkat disaat pandemic covid-19 hingga menjadi permasalahan baru seperti terjadinya krisis air. Namun masyarakat sakai di Kecamatan Mandau dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya air disaat pandemi covid-19 telah berpedoman pada kearifan lokal.
ANALISIS INDEKS PENCEMARAN AIR SUNGAI OMBILIN DILIHAT DARI KANDUNGAN KIMIA ANORGANIK Rahman Rahman; Robet Triarjunet; Indang Dewata
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.086 KB)

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber air yang diperuntukan untuk aktivitas manusia, aktivitas tersebut mengakibatkan aliran air sungai menjadi tercemar dan berdampak pada terjadinya penurunan kualitas air salah satunya industri, Setiap proses di industri pasti menghasilkan limbah, baik itu limbah padat, cair maupun gas, Sungai Ombilin termasuk kedalam golongan sungai tipe B, Penyebab pencemaran sungai pada perairan ini biasanya berasal dari zat zat yang terkontaminasi oleh limbah buangan industry. Di sekitar Sungai Ombilin terdapat PLTU dan area pertambangan batu bara, 2 hal tersebut yang mempengaruhi indeks pencemaran air sungai, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat indeks pencemaran sungai ombilin dilihat dari kandungan Kimia Anorganik,dengan parameter Sianida (Cn-), Klorin (Cl), Nitrit (No2-)TSS dan pH.penelitian ini menggunakan metode indeks pencemaran menurut KepMen LH 115/2003, untuk menentukan indek pencemaran air sungai, dari hasil pengukuran sampel 1 dan 2 didapatkan hasil kandungan Sianida (Cn-), Klorin (Cl), Nitrit (No2-) dan TSS melebihi baku mutu sedangkan pH tidak melebihi baku mutu air sungai kelas B. dari hasil pengukuran indeks pencemaran sampel 1 termasuk kedalam kategori tercemar tercemar ringan (slightly polluted) sedangkan sampel 2 termasuk kedalam kategori air sungai yang tercemar berat (heavily polluted). KATA KUNCI : Kimia Anorganik, Indeks Pencemaran ABSTRACK The river is a source of water that is intended for human activities, this activity results in the flow of river water being polluted and has an impact on decreasing the quality of water, one of which is the industry, Every process in an industry must produce waste, be it solid, liquid or gas waste, the Ombilin River included in the type B river group, the cause of river pollution in these waters usually comes from substances contaminated by industrial waste. Around the Ombilin River there is a PLTU and a coal mining area, 2 things that affect the river water pollution index, this study aims to determine the level of the ombilin river pollution index seen from the content of inorganic chemicals, with parameters of cyanide (Cn-), chlorine (Cl), Nitrite (No2-) TSS and pH. This study used the pollution index method according to KepMen LH 115/2003, to determine the river water pollution index, from the measurement results of samples 1 and 2 obtained the results of cyanide (Cn-), chlorine (Cl ), Nitrite (No.2-) and TSS exceeds the quality standard while the pH does not exceed the Class B river water quality standard. From the measurement results, sample 1 is included in the slightly polluted category while sample 2 is included in the heavily polluted river water category. KEYWORDS: Chemistry Inorganic, Pollution Index
COMMUNITY EFFORTS IN FLOOD AND LANDSLIDE Fetri Elfada; Nazmi Nazmi; Iswandi Umar; Eri Barlian
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.114 KB)

Abstract

Research aims to analyze community efforts in overcoming natural disasters as well as floods and landslides. The research was conducted in Lima Puluh Kota District on the basis of the consideration that in that area there are frequent natural disasters of floods and landslides. The data was collected through open interviews, observation, and document review, then the data were analyzed descriptively qualitatively. The results showed. The mitigation efforts undertaken by the Gunung Malintang village government are as follows: 1) Design of the mitigation program in the Nagari RPJM 2016-2021, 2) Implementation of the gabion making program, 3) Conducting outreach, 4) Implementing the planting program on the river bank, 5) Conducting cooperation with the BPBD of Limapuluh Kota Regency. Apart from the Nagari government, mitigation efforts were also carried out by the BPBD of Limapuluh Kota Regency, namely as follows: 1) Destroying large rocks that obstruct the flow of water in the upstream area, 2) Placing an extension of the BPBD (SAR Team) arm. Efforts to overcome natural disasters require the participation and awareness of all parties (local government officials, social organizations, community leaders, community members, families) both in managing forests, maintaining smooth flow of rivers, drainage, maintaining conservation areas, and more urban spatial planning. good.
DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP INFRASTRUKTUR DI KOTA PADANG Aldhy Rahman Fajar; Metra Dewita
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.282 KB)

Abstract

Kota Padang merupakan Ibukota Sumatera barat dimana pertumbuhan penduduknya semakin bertambah tiap tahunnya. Sebagai Ibukota Provinsi, Kota Padang dituntut untuk dapat menenuhi dan menjamin kebutuhan penduduknya. Infrastruktur berperan penting dalam mendukung proses tersebut dimana perkembangannya diatur oleh kebijakan-kebijakan (Ismiyati, 2007). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi perkembangan infrastruktur di Padang, menganalisis pertumbuhan penduduk, ekonomi wilayah, jaringan jalan dan kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi perkembangan infrastruktur di Kota Padang dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi perkembangan infrastruktur di Padang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan korelasi. Obyek dalam penelitian adalah mengidentifikasi pertumbuhan penduduk dan perkembangan infrastruktur. Data primer yang diperlukan berupa foto kondisi infrastuktur bangunan dan transportasi di Kota Padang, sedangkan untuk data sekunder didapatkan dari data-data yang dikeluarkan oleh instansi terkait. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kamera untuk dokumentasi gambar dan video yang berfungsi untuk menunjang data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor kepadatan penduduk merupakan hal yang paling berpengaruh terhadap dampak perkembangan infrastruktur di Padang. Dampak yang ditimbulkan oleh pertumbuhan penduduk yaitu meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di daerah-daerah pinggiran Kota Padang dimana mempengaruhi perkembangan infrastuktur di daerah tersebut. Untuk kebijakan-kebijakan infrastruktur, masih ada beberapa yang perlu diperbarui, karena masih belum sesuai jika diimplementasikan di lapangan. Untuk itu pada penelitian ini diberikan rekomendasi untuk kebijakan - kebijakan infrastruktur. Kata kunci : Penduduk, Infrastruktur, Kebijakan
DAMPAK NEGATIF PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP LINGKUNGAN DAN UPAYA MENGATASINYA Akhirul Akhirul; Yelfida Witra; Iswandi Umar; Erianjoni Erianjoni
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.839 KB)

Abstract

Metode penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan menerapkan studi kepustakaan. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, maka akan membawa akibat kepada tekanan yang kuat terhadap sumber daya alam. Seperti meningkatnya kebutuhan pangan, air bersih, pemukiman dan sebagainya.Sehingga menimbulkan ketidakseimbangan antara persediaan sumber daya alam dengan kebutuhan manusia. Dengan peningkatan jumlah penduduk memberikan dampak terhadap lingkungan. Mutu air semakin menurun karena limbah dari aktivitas penduduk dan industry turut mempecepat menurunnya kualitas air .Kegiatan penambangan juga dapat menyebabkan tercemarnya air`, Emisi dari kenda-raan, rumah tangga, dan industry.serta buruknya fentilasi dan kualitas kom-por yang banyak dipakai oleh rumah tangga turut memperparah kondisi lingkungan perkotaan. Bahkan bebe-rapa penelitian yang dilakukan mem-buktikan bahwa kondisi lingkungan hidup di daerah perkotaan semakin la-ma semakin buruk. Alih fungsi lahan dari lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup penduduk tidak dapat dihindarkan Upaya mengatasi dampak negatif pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan pembangunan berkelanjutan. Kata Kunci: dampak, pertumbuhan penduduk, lingkungan, pembangunan berkelanjutan.
ENVIRONMENTAL AND ECOSYSTEM DAMAGE Al Faizah Imanina Yunas; Sri Marlina; Iswandi Umar; Erianjoni Erianjoni
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.725 KB)

Abstract

The environmental damage is the deterioration of the environment with the loss of water resources, air, and soil; ecosystem damage and extinction of wild fauna. The cause of environmental degradation, in general, can be categorized into two factors: the result of natural events and human-induced. Nature is very important for the survival of human life. The role provided by nature cannot be separated from the natural services themselves, which are known as ecosystem services. Damage that occurs in various ecosystems, causes the components that make up an ecosystem such as diversity of varieties, diversity of species is also disturbed. As a result of ecosystem degradation that has occurred, there is a lack of services they can provide to humans. The types of services needed and the amount of dependence of each community group on ecosystem services are different. Earth would not be able to be used as a place for life to take place if it were not for living things such as plants that have created and maintained a suitable atmosphere, decomposing organisms that have worked for our lives so that they can prevent our civilization from being buried from the waste that we produce. Keywords: Environmental Damage, Ecosystem, Ecosystem Degradation.
ADAPTASI DAN MITIGASI PEMANASAN GLOBAL Rachmad Wide; Muhammad Hakim; Eri Barlian
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.913 KB)

Abstract

The causes of global warming are directly related to the greenhouse effect. If the amount of greenhouse gases increases in the atmosphere, the effect of global warming will be even more significant. Since the industrial revolution, greenhouse gases such as carbon dioxide, methane, and other harmful gases have increased in the atmosphere so that their concentration has increased due to human activity. Global warming is thought to have caused system changes to ecosystems on earth, among others; extreme climate change, melting ice so that sea levels rise, and changes in the amount and pattern of precipitation. The existence of system changes in this ecosystem has had an impact on life on earth such as affecting agricultural products, the loss of glaciers and the extinction of various types of animals. In the form of traditional culture, local wisdom gives birth to ethics and norms of community life in utilizing natural resources and the environment. As long as the community still respects traditional cultures that have ethical and moral values towards their natural environment, conservation of natural resources and the environment is an absolute must.
DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG Hermansyah Hermansyah; Fania Febriani
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.232 KB)

Abstract

Coral reef is a complex, unique, and unique ecosystem that occurs by the diversity of biota inhabitants. The relationship between biotic and abiotic components is very close, so that the exploitation of one type of biota can result in changes in the population of other biota. The main causes of damage to coral reefs are mainly caused by natural factors and human factors. This study aims to: (1) assess the damage to coral reef ecosystems (2) to analyze environmental factors that affect the damage to coral reef ecosystems (3) to formulate policies to deal with damage to coral reef ecosystems. The method used is a Literature Review or literature review. The results of this study indicate the impact of environmental damage on marine ecosystems. The damage was caused by disposal of factory waste or household waste at sea, caused by nature including changes in sea air temperature, typhoons, global climate change, earthquakes, volcanic eruptions, predators and diseases.