cover
Contact Name
Gut Windarsih
Contact Email
gut.windarsih@uinbanten.ac.id
Phone
+6281548520345
Journal Mail Official
tropical.bioscience@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Program of Biology Faculty of Science UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Jl. Syech Nawawi Al-Bantani Kp. Andamui Kel. Sukawana Kec. Curug Kota Serang 42171, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
TROPICAL BIOSCIENCE: Journal of Biological Science
"TROPICAL BIOSCIENCE: Journal of Biological Science" Publishes articles covering the fields of botany, zoology, microbiology, ecology, genetics and molecular biology. The journal also publishes articles on the theme of biodiversity in animal, plant and microbes, both at the level of gene, species and ecosystem and their use for humans (ethnobotany). In addition, the articles which published in this journal can also be on the theme of applied / developmental Biology, such as horticulture, agricultural Biology, forestry, biotechnology, genetic engineering, bioinformatics, biochemistry of natural materials.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022" : 5 Documents clear
Aktivitas Harian Pasangan Owa Jawa (Hylobates moloch) Pasca-pelepasliaran di Kawasan Cagar Alam Patengan, Jawa Barat RENI NURDIANTI; RAHMAT TAUFIQ MUSTAHIQ AKBAR
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i1.5827

Abstract

Owa jawa (Hylobates moloch Audebert, 1798) merupakan satwa primata endemik Pulau Jawa dan termasuk satwa yang dilindungi. Sebagai salah satu satwa yang dilindungi, pelestarian owa jawa terus dilakukan melalui upaya konservasi guna menjamin kelestariannya, terutama di habitat alaminya. Salah satu upaya pelestarian owa jawa adalah dengan melakukan penelitian guna memperoleh informasi mengenai aktivitas satwa tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengamati aktivitas harian pasangan owa jawa pasca pelepasliaran di kawasan Cagar Alam Patengan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu perpaduan antara metode scan sampling dengan interval 5 menit dan ad-libitum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kawasan Cagar Alam Patengan. Penelitian dilakukan pada Januari-Februari 2021. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh data yang bervariasi setiap harinya. Pada penelitian ini, pengamatan dilakukan pada sepasang owa jawa pasca-pelepasliaran, yaitu owa jawa jantan (Boy) dan owa jawa betina (Munir). Aktivitas harian owa jawa jantan yang diamati selama berada di kawasan Cagar Alam Patengan meliputi aktivitas makan (39%), lokomosi (24%), istirahat (27%), aktivitas sosial (5%), defekasi (2%), dan urinasi (3%), sedangkan aktivitas owa jawa betina terdiri dari aktivitas makan (40%), lokomosi (26%), istirahat (24%), aktivitas sosial (6%), defekasi (2%), dan urinasi (2%). Aktivitas harian pasangan owa jawa pasca-pelepasliaran didominasi oleh aktivitas makan (39-40%) dari total seluruh aktivitas. Adapun jenis pepohonan yang digunakan sebagai sumber pakan oleh owa jawa diantaranya dari kelompok Moraceae, Euphorbiaceae, Acanthaceae, Aralliaceae, Fagaceae, Theaceae, Arecaceae, Magnoliaceae, Lauraceae, Junglandaceae, dan Casuarinaceae.
Karakteristik Fisik Substrat Bacterial Cellulose pada Sumber Nitrogen yang Berbeda SITI ASSYIFA LIANY; ADELIA PUTRI; WILDA SYAFIRA; ANIS USWATUN KHASANAH
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i1.5998

Abstract

Bacterial cellulose (BC) merupakan polisakarida polimer yang dihasilkan oleh bakteri penghasil selulosa. BC dikenal oleh masyarakat dengan sebutan ‘Nata’. Acetobacter xylinum merupakan salah satu bakteri penghasil selulosa dalam jumlah besar. Kebutuhan bakteri dalam membentuk selulosa membutuhkan unsur-unsur makro, seperti C, H, O, N, S, P, dan Se, yang berasal dari berbagai substrat, seperti air kelapa, air beras, dan tomat. Kebutuhan nitrogen dalam pembuatan BC secara komersial umumnya dipenuhi dengan penambahan ZA. Penggunaan ZA umum digunakan masyarakat karena harganya murah dan mudah diperoleh. Akan tetapi, apabila kadarnya melebihi 0,5% dari bahan total, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itu diperlukan alternatif sumber nitrogen lain seperti ekstrak kecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fisik dengan perbedaan perlakuan sumber nitrogen dari ZA dan ekstrak kecambah pada berbagai variasi dan kombinasi substrat, diantaranya air kelapa, air beras, tomat, air kelapa-tomat, air kelapa-beras, dan air beras-tomat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pada masing-masing substrat dan hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Formula pembuatan BC yaitu 50 mL substrat, 5 gram gula, 2 gram ZA, 2 gram ekstrak kecambah, 2 gram asam asetat glasial, dan 2 mL starter (A. xylinum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak kecambah sebagai alternatif ZA cenderung efektif dalam pembentukan BC, ditunjukkan dengan ketebalan tertinggi 2,5 cm dan rendemen tertinggi 80%. Akan tetapi, kadar serat ZA lebih unggul, yaitu sebesar 3%, sedangkan kadar air pada kedua perlakuan berkisar 97-99%.
Inventarisasi Filum Echinodermata di Perairan Pulau Lima dan Pulau Kambing, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten WILDA SYAFIRA; RIZKA AWALIA FAZRI; ASRI ULFIYA RAHMATILLAH; SITI ASSYIFA LIANY
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i1.6161

Abstract

Indonesia termasuk negara maritim yang memiliki perairan laut yang cukup luas. Dengan luasnya perairan laut tersebut menyebabkan kekayaan flora dan fauna di dalamnya cukup tinggi dan beraneka ragam. Keanekaragaman hewan laut diantaranya berasal dari filum Echinodermata. Secara umum, Echinodermata memiliki ciri morfologi yaitu bentuk tubuhnya simetri radial, tanpa kepala, tidak bersegmen, dan permukaan kulitnya berduri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan inventarisasi beberapa jenis anggota Echinodermata yang ditemukan di perairan Pulau Lima dan Pulau Kambing yang terletak di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu random sampling, dimana sampel diambil secara acak dengan melakukan penjelajahan di perairan Pulau Lima dan Pulau Kambing. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga spesies anggota Echinodermata, yaitu Holothuria sp., Archaster sp., dan Macrophiotix sp.
Identifikasi Ciri Morfologi pada Lengkuas (Alpinia galanga) dan Bangle (Zingiber purpureum) di Desa Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten AL BAASIQOT SHOFFIA NUR JANNAH; KURNIA RAMADANTI; KUROTUL UYUN
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i1.6240

Abstract

Zingiberaceae merupakan tumbuhan Liliopsida yang tergolong dalam ordo Zingiberales. Lengkuas (Alpinia galanga) merupakan salah satu anggota famili Zingiberaceae yang dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, bahan minuman, sayuran, dan obat tradisional, sedangkan bangle (Zingiber purpureum) merupakan spesies dari famili Zingiberaceae yang banyak digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan antara tanaman lengkuas (A. galanga) dan bangle (Z. purpureum) yang terdapat di Desa Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa perbedaan ciri morfologi antara tanaman lengkuas dan bangle, meliputi warna rimpang, bentuk daun, ujung daun, panjang daun, dan ketebalan helaian daun, dimana rimpang lengkuas berwarna merah muda, bentuk daun memanjang, ujung daun meruncing, panjang daun 23−40 cm, dan lebar daun 9,5−13,0 cm. Adapun bangle memiliki rimpang yang berwarna kuning pucat, bentuk daun seperti pita, ujung daun runcing, panjang daun 19−35 cm, dan lebar daun 2−4 cm.
Catatan Morfologi dan Habitat Cryptanthus zonatus di Perum Griya Islam, Kabupaten Tangerang, Banten PUTRI APRIANI
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i1.6241

Abstract

Cryptanthus zonatus banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Hingga saat ini, studi mengenai identifikasi ciri morfologi dan habitat C. zonatus di Kabupaten Tangerang, Banten belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi dan habitat dari C. zonatus di Perum Griya Islam, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Data yang diambil berupa karakter morfologi C. zonatus, meliputi tinggi tanaman, bentuk daun, tepi daun, ujung daun, panjang daun, lebar daun, dan jumlah mahkota bunga. Adapun informasi mengenai habitat dan persebaran C. zonatus diperoleh melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. zonatus mempunyai tepi daun agak bergelombang, permukaan daun berwarna cokelat dan abu-abu serta menyerupai sisik, daging daun mempunyai tekstur yang keras.

Page 1 of 1 | Total Record : 5