cover
Contact Name
Ema Aenun Najib
Contact Email
mynameisnajib20@gmail.com
Phone
+6281578126825
Journal Mail Official
hikami@stkq.alhikamdepok.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Amat no. 21, RT 06 RW 01 Kukusan - Beji - Depok - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
ISSN : 29864771     EISSN : 28097262     DOI : 10.59622
HIKAMI adalah jurnal program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Jurnal ini ditujukan bagi para pembaca, peneliti, dan pengkaji yang ingin mendalami, memahami, dan mengamalkan seputar kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Beberapa artikel yang dimuat di dalamnya merupakan hasil penelitian dan artikel para ulama Al-Quran dan Tafsir. Secara khusus, jurnal ini membahas: Pertama Tafsir Al-Quran Nusantara Kedua Ad-Dakhil fi Tafsir Ketiga Ilmu Al-Quran Keempat Living Quran Kelima Kajian Al-Quran Klasik, Pertengahan, dan Kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 2 (2021): december" : 5 Documents clear
PENYAKIT HATI DAN OBATNYA DALAM AL-QUR’ÂN MENURUT IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH Adib Minanul Cholik; Muhammad Lutfan Sofa
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2021): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v2i2.47

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan dalam problematika kehidupan, diantaranya adalah timbulnya berbagai macam penyakit, salah satunya mengenai penyakit hati. Dalam skripsi ini penulis mengkaji permasalahan penyakit hati dan obatnya di dalam al-Qur’ân menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja ayat-ayat yang bekaitan dengan penyakit hati dalam al-Qur’ân dan bagaimana pandangan penyakit hati menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. serta bagaimana konsep pengobatan mengenai penyakit hati menurut beliau. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimna pandangan Ibnu Qayyim terhadap penyakit hati serta konsep pengobatannya menurut beliau seperti apa. Penelitian ini adalah menggunakan penelitian kepusatakaan (library research) dengan menggunakan berbagai sumber data primer berupa kitabkitab karya Ibnu Qayyim dan sekunder berupa buku-buku serta jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan judul. Kemudian penulis menggunakan metode deskritif-analisis, dengan mengumpulkan data-data tersebut kemudian mendokumentasinya, selanjutnya menganalisis data-data tersebut untuk dijadikan sebuah hasil dan kesimpulan dalam penelitian.
VALIDITAS METODOLOGI INTERPRETASI AL-QUR’AN Shofiuddin Shofiuddin; Mursid Adi Saputra
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2021): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v2i2.51

Abstract

Jurnal ini berjudul “Validitas Metodologi Interpretasi Al-Qur’an (Analisis Sosio-Historis-Politik)”. Pembahasan skripsi ini berfokus pada tinjauan sosio-historis-politik dan dipertajam dengan uji validitas dari lima metode tafsir yaitu ijmȃlȋ, taḥlȋlȋ, muqȃran, maudhȗ’ȋ dan hermeneutika Fazlȗr Rahmȃn.Jenis dan pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bersifat library research. Adapun, sumber primer dari penelitian yaitu Kitab al-Bidȃyah fȋ Tafsȋr al-Maudhȗ’ȋ karya Al-Farmȃwȋ, Tafsȋr Al-Jalȃlain karya Jalȃluddȋn Al-Syuyȗthȋ dan Al-Maḥallȋ Tafsȋr Al-Qur’ȃn Al-Adhȋm karya Ibnu Katsȋr, Tafsir Al-Jȃmi’ li Ahkȃm Al-Qur’ȃn karya Al-Qurthȗbȋ, dan Jurnal Islam and Modernity karya Fazlȗr Rahmȃn. Selain itu, untuk memudahkan proses penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sosio-historis-politik dan dipertajam dengan pendekatan filsafat ilmu yaitu teori koherensi, korespondensi dan pragmatisme. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah lahirnya metodologi tafsir dilatar belakangi oleh tuntutan sosial-politik yang berkembang dan berubah dari masa ke-masa dan relevan sesuai konteks sosial dan politik masing-masing. Penelitian ini bisa dibaca melalui tinjauan ilmu sosiologi, sejarah, politik, dan filsafat ilmu.
KONTEKSTUALISASI MAKNA JAHILIYAH PERSPEKTIF SAYYID QUTUB DALAM KITAB FI ZILAL AL-QUR’AN M Yusron Shidqi; Moh Zainuri Fauzi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2021): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v2i2.52

Abstract

Bermula dari pernyataan Sayyid Qutub yang mengatakan bahwa jahiliyah bukanlah kebalikan dari apa yang dinamakan ilmu pengetetahuan (‘ilm), akan tetapi Jahiliyah  yang dimaksud dalam Al-Qur’an adalah keadaan spritual yang menolak uluhiyyah Allah dan suatu aturan atau sistem yang bertolak belakang dengan hukum Allah. Boleh dikatakan bahwa Jahiliyah itu adalah kebalikan dari Islam dan bertentangan dengan Islam. Dan juga kejahiliyahan itu tidak hanya terbatas dalam waktu tertentu saja, akan tetapi Jahiliyah adalah suatu tatanan, suatu aturan, suatu sistem yang dapat dijumpai kemarin, hari ini, bahkan hari esok. Tentu pendapat ini mengejutkan mengingat hampir suluruh umat muslim mengakui bahwa jahiliyah adalah suatu masa sebelum datangnya Islam. Dengan demikan, maka penelitian ini betujuan untuk mengkaji metode-metode yang digunakan Sayyid Qutub dalam menafsirkan sebuah ayat-ayat jahiliyah sehingga menghasilkan pemaknaan yang demikian itu. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan model study kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui metode dokumentasi. Adapun yang menjadi sumber primer dalam penelitian ini adalah kitab Tafsir fi Zilal al-Qur’an dan juga literatur-literatur kepustakaan yang relevan dengan topik pembahasan. Dengan metode analisis data deskriptif-analisis diharapkan akan dapat mengetahui metode-metode yang digunakan Sayyid Qutub dalam menafsirkan sebuah ayat.Melalui metode yang telah dipaparkan di atas menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa Sayyid Qutub dalam menafsirkan sebuah ayat al-Qur’an secara kontekstual. Adapun metode yang digunakan Sayyid Qutub dalam menafsirkan sebuah ayat secara kontekstual adalah metode doubel-movent dengan pendekatan sosio-historis, sehingga menghasilkan sebuah makna kontekstual terhadap jahiliyah. Diantara makna-maknanya adalah; perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan aturan-aturan Allah, sebuah ideologi tanpa disertai argumentasi yang ilmiah, dan kesombongan serta fanatisme kesukuan.           
KONSEP ISTIQAMAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Shofiuddin Shofiuddin; Muh Hamim Thohari
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2021): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v2i2.54

Abstract

Penelitian ini berjudul konsep istiqamah dalam perspektif al-Qur’an (kajian tafsir tematik terhadap ayat-ayat istiqamah). Penelitian ini berusaha menguraikan beberapa penafsiran istiqamah menurut para mufassir atau dalam kata lain untuk mengetahui dan mengkaji konsep istiqamah secara mendalam sesuai dengan tuntunan agama dan syariat Allah SWT. Penelitian ini merupakan kajian studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analisis dengan langkah-langkahnya meliputi penyusunan data dan penafsiran data atau menguraikannya secara sistematis terhadap sebuah konsep atau antar konsep, dengan menggunakan motode kajian tafsir tematik. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa konsep istiqamah dalam al-Qur’an, Pertama istiqamah janji. Kedua istiqomah do’a, Ketiga istiqamah dalam perintah. Keempat istiqamah dalam tauhid. Kelima istiqamah dalam berdakwah. Keenam istiqamah dalam jalan agama.
KONSTRUKSI METODOLOGIS PENAFSIRAN AYAT-AYAT JILBAB Subur Wijaya; Syaifullah Syaifullah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2021): DECEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v2i2.55

Abstract

Berawal dari suatu acara disebuah acara di TV, M. Quraish Shihab menjawab pertanyaan salah satu audiens tentang jilbab, Shihab menjelaskan dengan berbagai macam pendapat para ulama'. Jawaban ini membuat semua yang mendengarkan jawabannya menjadi resah, karena dianggap bertentang dengan paham yang ada di Indonesia. Dari kejadian ini penulis ingin membedah bagaimana metode penafsiran yang digunakan oleh Shihab, sehingga berpendapat seperti jawaban yang telah di utarakan. Metode yang digunakan di dalam penulisan skripsi ini, menggunakan metode pendekatan kualitatif. Di dalam skripsi ini juga menggunakan kajian pustaka yakni meneliti dengan menggunakan data yang sudah ada dan data-data yang yang mempunyai relevansi dengan judul skripsi ini. Dari penelitian ini melahirkan kesimpulan, bahwa dari kedua mufassir tersebut di dalam penggunaan metode tidak jauh berbeda, hanya saja Shihab lebih banyak menggunakan pendekatan bahasa, dan penggunaan metode sumber penafsirannya, dengan menukil berbagai pendapat, namun tanpa ada pentarjihan darinya. Berbeda dengan al-Qurtubi yang lebih sedikit menggunakan pendekatan bahasa, dan di dalam penggunaan metode sumber penafsirannya, ia menyatakan pentajihan pribadinya. Dari metode yang digunakan masing masing mufassir tersebuat juga mempunyai kesimpualan yang sama, atas kebolehan perempuan menampakkan wajah dan kedua telapak tangannya, hanya saja Shihab mengatakan bahwa tidak pantas mencela perempuan yang menampakkan dari apa yang telah disepakati oleh keduanya, karena masih ada ulama' yang memperbolehkan menampakkan selain wajah dan kedua telapak tangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5