cover
Contact Name
Ema Aenun Najib
Contact Email
mynameisnajib20@gmail.com
Phone
+6281578126825
Journal Mail Official
hikami@stkq.alhikamdepok.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Amat no. 21, RT 06 RW 01 Kukusan - Beji - Depok - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
ISSN : 29864771     EISSN : 28097262     DOI : 10.59622
HIKAMI adalah jurnal program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Jurnal ini ditujukan bagi para pembaca, peneliti, dan pengkaji yang ingin mendalami, memahami, dan mengamalkan seputar kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Beberapa artikel yang dimuat di dalamnya merupakan hasil penelitian dan artikel para ulama Al-Quran dan Tafsir. Secara khusus, jurnal ini membahas: Pertama Tafsir Al-Quran Nusantara Kedua Ad-Dakhil fi Tafsir Ketiga Ilmu Al-Quran Keempat Living Quran Kelima Kajian Al-Quran Klasik, Pertengahan, dan Kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE" : 6 Documents clear
Kajian Al-Wujûh Wa An-Nazhâir (Analisis Term Dhalâl dalam Al-Qur’an) Arifin, Samsul; Wijaya, Subur
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.112

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian term dhalâl dalam perspektif kajian al- Wuju>h wa an-Naza>ir. Term dhala>l dalam Al-Qur’an memiliki keragaman makna (multi-meaning) yang seringkali mengantarkan mufassir pada salah tafsir. Oleh karenanya, penelitian ini akan menungkapkan bagaimana term ini diinterpretasikan pada masing-masing tempatnya di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bersifat kualitatif. Data-data yang digunakan bersumber dari kajian pustaka (library research), selanjutnya dianalisa dengan teori al-Wuju>h wa an-Nazha>ir. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dhala>l di dalam Al-Qur’an memuat sepuluh makna kandungan atau wuju>h berbeda, antara lain: dhala>l dengan maknanya sendiri (sesat), al-giwa>yah (kufur atau syirik), al-halak (lenyap, hancur dan binasa), al-khata’ (keliru), al-istizla>l (terjerumus dalam dosa), at-tayh (sesat arah), an-nisya>n (lupa), al-jahl (ketidaktahuan), al-buthla>n (sia-sia) dan asy-syaqa>’ (sengsara). Dhala>l di dalam Al-Qur’an dipandang sebagai setiap hal atau kondisi yang bersifat negatif di mana menyebabkan setiap orang yang terjerumus dalamnya akan mengalami kerugian dan kesengsaraan baik di dunia maupun akhirat.
Analisis Penafsiran Al-Ahruf Al-Muqatha’ah dalam Al-Qur'an Perspektif Tafsir Turjuman Al-Mustafid Nugraha, Arnawan Dwi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.114

Abstract

Artikel ini membahas penafsiran Abdul Rauf as-Singkili tentang huruf muqatha’ah dalam Al-Qur’an. Lokalitas kitab tafsir beraksara Arab- Melayu menjadi daya tarik dalam pengkajian tentang hal ini. Kajian ini menggunakan metode kualitatif studi analisis dengan pendekatan kajian pustaka. Sumber data menggunakan “Tafsir Turjuman Al- Mustafid”. Teknik pengumpulan data menggunakan cara penelusuran dan teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Artikel ini menemukan bahwa Syekh Abdul Rauf di dalam menginterpretasikan huruf-huruf muqatha’ah (al-ahruf al-muqatha’ah) cenderung kepada metode tafwidh. Studi ini memberikan wawasan tentang kecondongan metodis mufasir terhadap penafsiran huruf-huruf muqatha’ah yang secara garis besar memuat perbedaan pendapat di kalangan ulama, sembari mengintegrasikan nuansa lokal dalam kajian tafsir Al-Qur'an.
FROM HIJAB, MASKER, HINGGA NIQOBUL MAR’AH DALAM SURAH AL-NUR : 31 (ANTARA MEMAHAMI SYARIAT ATAU TREND FASHION PEREMPUAN MASA KINI) Zulfa, Nafilah Nafilah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.87

Abstract

Niqob adalah jenis pakaian yang digunakan oleh sebagian perempuan sejak masa jahiliyah hingga masa Islam. Ada pergeseran makna niqob, terutama selama pandemi Covid-19, di mana niqob menjadi tren tersendiri. Jika niqob dianggap penting untuk menjaga martabat perempuan, Nabi Muhammad Saw. pasti mewajibkannya kepada istri-istrinya dan sahabat perempuan, namun hal ini tidak terjadi. Niqob hanyalah bagian dari pakaian perempuan Arab sebelum dan setelah Islam tanpa perintah khusus mengenai kewajiban atau kesunahannya. Penelitian ini menggunakan metode Library Research dengan pendekatan teori limit Muhammad Syahrur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niqob menarik perhatian di ruang publik dan sering dikaitkan dengan terorisme. Namun, Islam menganjurkan busana yang sederhana, tidak terlalu ketat atau glamour, karena Islam mengajarkan kesopanan dan menghindari pakaian yang mengundang syahwat laki-laki.
TELAAH HIFDZ AN-NAFS DALAM AL-QUR’AN Fahmi, Fahmi
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.108

Abstract

Artikel ini membahas tentang term Hifz{ An-Nafs dalam Al-Qur’an perspektif kajian Tafsir Ahkam. Term Hifz{ An-Nafs senantiasa menjadi salah satu objek kajian yang tidak ada habisnya terutama dalam menghadapi berbagai macam bahaya ataupun musibah seperti pandemi. Sejak zaman para nabi terdahulu terdapat beragam kisah yang sudah diceritakan dalam Al-Qur’an terkait berbagai bentuk bahaya dan hal yang membinasakan. Seperti makhluk kecil yang membahayakan seperti nyamuk, virus, dan semisalnya juga yang persis dengan peristiwa baru-baru ini terjadi yaitu pandemi. Hal tersebut bukti kekuasaan Allah sebagai peringatan dan memberikan hikmah dan pelajaran dalam kehidupan manusia. Beberapa contoh pandemi yang diabadikan dalam Al-Qur’an, seperti hujan katak, kutu, dan belalang, pada masa Nabi Musa dan Fir’aun. Dalam hal-hal tersebut maka wajib hukumnya setiap individu menjaga diri dari segala yang membahayakan dengan menjaga perilaku dari hal-hal yang menjerumuskan kepada kebinasaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendalami penjagaan diri dalam Al-Qur’an Hifz{ An-Nafs dengan kajian analisis Tafsir Ahkam.
Tinjauan Al-Qur'an Terhadap Diskrepansi Perilaku Manusia Di Dunia Nyata Dan Dunia Maya (Analisis Ayat-ayat Etika Beragama) Komaeri, Abdul Kodri; Hasbi, Artani Hasbi; Huda, Ade Naeulul
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.110

Abstract

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya diskrepansi perilaku sebagian manusia yang berbeda dengan karakter aslinya. Seperti halnya terdapat banyak contoh-contoh yang terjadi tentang ketidaksesuaian perilaku sebagian orang di dunia nyata dan dunia maya. Seperti membuat hal-hal yang provokatif di dunia maya padahal pada dunia nyata nya ia tidak demikian, membuat pernyataan di dunia maya berbeda dengan aktualisasi pada dunia nyata. Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menganalisis setiap pesan-pesan Al-Qur’an terhadap etika beragama tertama aspek interaksi sosial sehingga bisa diaplikasikan pada kehidupan dan juga bertujuan untuk meminimalisir terjadinya diskrepansi perilaku manusia di dunia nyata dan dunia maya dalam tinjauan Al-Qur’an.
KAJIAN HAK-HAK DIFABEL DALAM AL-QUR’AN Bahri, Saipul
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v5i1.119

Abstract

Artikel berjudul “Kajian Hak-Hak Difabel Dalam Al-Qur’an” berisi penelitian dan analisa seputar hak-hak difabel dalam Al-Qur’an melalui pandangan dari beberapa mufasir. Manusia diciptakan dalam keberagaman. Kaum difabel tidak bisa dipisahkan dari keberagaman tersebut, karena mereka memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya, seperti hak terbebas dari stigma negatif, hak kehidupan, dan hak pendidikan. Dalam kehidupan sosial, masih banyak ditemukan perlakuan diskriminatif, padahal Al-Qur’an sangat menjunjung tinggi hak-hak difabel dan melarang memberi label buruk kepada orang lain. Sebagai bentuk perhatian pemerintah, maka dirumuskan undang-undang RI khusus tentang disabilitas. Kaum difabel adalah mereka yang berkemampuan berbeda. Definisi ini merupakan hasil dari penghalusan bahasa, karena istilah yang digunakan sebelumnya adalah penyandang cacat, penyandang disabilitas. Eufemisme diperlukan karena dalam realitasnya manusia diciptakan dalam kondisi berbeda. Tujuan kajian ini adalah untuk menguraikan masalah-masalah yang dialami difabel.

Page 1 of 1 | Total Record : 6