cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
Perbandingan Kadar Vitamin C Pada Buah Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis) dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis dan Metode Titrasi 2,6-Diklorofenol Indofenol Sonlimar Mangunsong
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1751

Abstract

ABSTRAK Vitamin C merupakan salah satu senyawa organik yang diperlukan oleh tubuh untuk proses metabolisme dan aktivitas khusus lainnya. Oleh karena itu, kebutuhan vitamin C dalam tubuh harus terpenuhi. Vitamin C dapat diperoleh dari asupan makanan sehari-hari berupa sayur-sayuran dan buah. Asam Gelugur merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin C. Kandungan vitamin C pada buah asam gelugur perlu diketahui jumlahnya. Untuk itu peneliti melakukan analisis kandungan vitamin C pada buah asam gelugur menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dan Titrasi 2,6-Diklorofenol Indofenol. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan membandingkan kadar rata-rata vitamin C pada buah asam gelugur menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan metode titrasi 2,6-diklorofenol indofenol. Sampel penelitian ini adalah buah asam gelugur yang ditentukan secara random sampling. Data dianalisis dengan uji Independent sample t-test menggunakan aplikasi analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rata-rata vitamin C pada buah asam gelugur menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis sebesar 143,85 mg/100 gram buah sedangkan kadar rata-rata vitamin C pada buah asam gelugur menggunakan titrasi 2,6-diklorofenol indofenol sebesar 141,44 mg/100 gram buah. Dari hasil uji Independent sample t- test, diperoleh nilai t hitung < t tabel (0,0939 < 2,048) dan P value (0,356 > 0,05) dimana Ho diterima artinya tidak ada perbedaan kadar vitamin C pada buah asam gelugur (Garcinia atroviridis) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan metode titrasi 2,6-diklorofenol indofenol.
Formulasi Tablet Kunyah Ekstrak Daun Stevia (Stevia Rebaudiana Bert.) dan Daun Sambiloto (Andrographis Folium) dengan Variasi Manitol-Sorbitol sebagai Pengisi Ratna Ningsih Dwi Astuti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1752

Abstract

Tablet kunyah diharapkan dapat memberi residu rasa enak dan mudah ditelan sehingga diperlukan pengisi yang manis. Pengisi yang digunakan yaitu manitol dan sorbitol. Kedua pengisi tersebut dapat menutupi rasa pahit dari zat aktif. Zat aktif yang digunakan yaitu daun stevia dan daun sambiloto yang mempunyai kandungan steviosida dan andrografolid yang berkhasiat untuk menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat tablet kunyah dengan variasi manitol-sorbitol sebagai pengisi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Daun stevia dan daun sambiloto dimaserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang telah didapatkan diformulasikan menjadi tablet kunyah dengan variasi manitol-sorbitol (90%:10%), (80%:20%), dan (70%:30%). Metode yang digunakan yaitu granulasi basah. Granul yang diperoleh diuji sifat fisiknya yaitu kecepatan alir, sudut diam dan kompresibilitas. Kemudian diuji sifat fisik tablet meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekeraasan, kerapuhan, waktu hancur dan kualitas rasa. Berdasarkan hasil uji sifat fisik granul dari ketiga formula memenuhi persyaratan. Sedangkan uji sifat fisik tablet memenuhi persyaratan yang ditinjau dari keseragaman bobot, kerapuhan, dan waktu hancur. Namun, pada keseragaman ukuran ketiga formulasi tidak memenuhi syarat. Pada uji kekerasan dan kualitas hanya formula 1 yang tidak memenuhi syarat karena kekerasannya 3,65 kg dan memiliki rasa yang tidak enak. Ekstrak daun stevia dan daun sambiloto dapat diformulasikan menjadi tablet kunyah yang memenuhi syarat dan stabil secara fisik kecuali keseragaman ukuran yaitu pada formula 2 dan formula 3 dengan konsentrasi manitol:sorbitol (80%:20%) dan (70%:30%).
Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus Indica L.) Terhadap Kadar C-Reaktif Protein pada Tikus Putih Jantan (Rattus Novergicus) yang Diinduksi Karagenan Sonlimar Mangunsong; Mona Rachmi Rulianti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1753

Abstract

Latar Belakang :Telah dilakukan penelitian efek antiinflamasi ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.) yang memiliki kandungan flavonoid dan tanin yang menunjukan efek antiinflamasi pada tikus putih jantan (Rattus novergicus) setelah diinduksi karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dosis ekstrak daun asam jawa yang menunjukan efek antiinflamasi serta mengevaluasi peningkatan kadar C-Reaktif Protein (CRP). Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan mengukur kadar C-Reaktif protein dalam darah dan hewan percobaan tikus putih jantan sebanyak 24 ekor dan di bagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal, kelompok negatif (hanya diinduksi karagenan), kelompok positif (diberi Na diklofenak), kelompok dosis I (13,4 mg/200 g BB), kelompok dosis II (26,8 mg/200 g BB), kelompok dosis III (53,6 mg/200 g BB). Data yang didapatkan kemudian di analisis secara statistik menggunakan uji kruskal-Wallis dan di dapatkan hasil p<0,05 Hasil : Hasil pengukuran kadar CRP kelompok normal (negatif), kelompok yang diinduksi karagenan (positif), kelompok yang diberi Na diklofenak (negatif), kelompok dosis I (negatif), kelompok dosis II (negatif), kelompok dosis III (negatif). Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan Kruskal-Wallis menunjukan pengaruh pemberian ekstrak daun asam jawa yang secara signifikan terhadap efek antiinflamasi dan penurunan kadar CRP pada serum darah tikus putih jantan. Kesimpulan : Ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.) mempunyai efek antiinflamasi dan mampu menurunkan kadar CRP pada tikus putih jantan setelah diinduksi karagenan
Formulasi dan Evaluasi Krim Ekstrak Kulit Mangium (Acacia Mangium W.) dengan Variasi Tween 80 dan Span 80 sebagai Emulgator Ayu Septi Pratama; Ratna Ningsih Dwi Astuti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1754

Abstract

Kulit mangium (Acacia mangium W.) positif mengandung senyawa fenolik (fenol hidrokinin, flavonoid, dan tanin) serta alkaloid. Ekstrak Kulit mangium (Acacia mangium W.) mampu menghambat aktivitas enzim tirosinase. Pengembangan kulit mangium menjadi sediaan krim dianggap perlu sehingga penggunaannya lebih efektif. Penelitian dilakukan untuk memformulasikan ekstrak kulit mangium sebagai sediaan krim yang stabil secara fisik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak diformulasikan dalam sediaan krim sebesar 2,2% dengan variasi tween 80 dan span 80 sebagai emulgator dengan konsentrasi (3,43%:0,56% ; 6,01%:0,98% ; 8,58%:1,41%) pada tiap formula. Selajutnya dilakukan uji kestabilan fisik selama 28 hari penyimpanan suhu kamar dan uji dipercepat (cycling test) meliputi pH. Viskositas, daya sebar, pemisahan fase, homogenitas, tipe emulsi, warna, bau dan uji iritasi. Rendemen ekstrak kulit mangium diperoleh sebesar 6,25%. Berdasarkan hasil pengukuran pH dan viskositas formula I, II dan III cenderung meningkat, sedangkan pengukuran daya sebar formula I,II dan III cenderung menurun pada pengujian suhu kamar tetapi masih memenuhi syarat. Hasil Uji dipercepat cenderung berbanding terbalik dengan pengujian suhu kamar. Ditinjau dari tipe emulsi, homogenitas, warna, bau dan iritasi kulit, ketiga formula memenuhi syarat selama penyimpanan 28 hari. Ditinjau dari pemisahan fase hanya formula III yang memenuhi syarat. Ekstrak kulit mangium (Acacia mangium W.) hanya dapat diformulasikan menjadi sediaan krim mengunnakan formula III yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formula yang paling optimal dengan variasi kombinasi tween 80 dan span 80 dengan konsentrasi (8,58%:1,41%).
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Sumber Daya Manusia Tentang Distribusi dan Penyimpanan Vaksin di Puskesmas Seberang Ilir Kota Palembang Nur Rachmawaty
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1755

Abstract

Vaksin merupakan produk biologis yang memiliki karakteristik tertentu yang harus disimpan disuhu 2-8°C agar terjaga mutu dan efektivitasnya. Pengetahuan dan perilaku adalah hal yang mempengaruhi distribusi dan penyimpanan vaksin dipuskesmas. Bagaimana pengetahuan dan perilaku sdm puskesmas berkaitan tentang distribusi dan penyimpanan vaksin. Untuk melihat hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan pengetahuan dan perilaku sdm tentang distribusi dan penyimpanan vaksin di puskesmas seberang ilir kota palembang. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dimulai dari membagikan kuisioner kepada sumber daya manusia (sdm) di puskesmas.Data yang telah diperoleh akan diolah dengan menggunakan analisis uji statistik Chi Square (Uji Chi-Kuadrat). Berdasarkan hasil yang di dapatkan dari 29 responden terdapat 23 responden memiliki pengetahuan tinggi dan 6 responden memiliki pengetahuan rendah. Untuk perilaku, didapatkan hasil bahwa dari 29 responden terdapat 21 responden memiliki perilaku baik dan 8 responden memiliki perilaku yang tidak baik. Adanya hubungan antara pengetahuan dan perilaku sumber daya manusia (sdm) tentang distribusi dan penyimpanan vaksin di puskesmas seberang ilir kota palembang.
Pengaruh Suhu Penyimpanan Kombinasi Amoksisilin dan Asam Klavulanat dalam Sediaan Dry Sirup Terhadap Daya Hambat Bakteri Staphylococcus Aureus Bertha Tiara Handayani
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1756

Abstract

Sediaan dry sirup kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat merupakan obat pilihan pertama untuk pengobatan penyakit infeksi seperti pneumonia. Sediaan dry sirup kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat merupakan sediaan antibiotik yang perlu disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Suhu penyimpanan dan stabiltas zat aktif didalam sediaan sangatlah penting karena dengan adanya penambahan air didalam sediaan suspensi kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat akan mempengaruhi degradasi kimiawi, fisik dan mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur adanya pengaruh suhu penyimpanan kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat dalam sediaan dry sirup yang telah disuspensikan terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental karena adanya perlakuan terhadap sediaan antibiotik kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat yang dipengaruhi oleh suhu penyimpanan terhadap aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil pengukuran diameter daya hambat pada antibiotik suspensi kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat pada penyimpanan hari ke-7 semua sampel suspensi dry sirup mengalami penurunan. Penurunan diameter zona hambat tertinggi terjadi pada sampel suspensi dry sirup generik yang disimpan pada suhu kamar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh suhu penyimpanan kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat dalam sediaan dry sirup terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus dengan adanya penurunan daya hambat di akhir penyimpanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6