cover
Contact Name
Muhammad Aslam
Contact Email
aslam.madridista@gmail.com
Phone
+6285702622161
Journal Mail Official
jikom.undana@gmail.com
Editorial Address
aslam.madridista@gmail.com
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Deliberatio : Jurnal Mahasiswa Komunikasi
ISSN : 28081897     EISSN : 29868092     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Deliberatio merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT sejak 2021 dengan ISSN (Printed): 2808-1897 dan ISSN (online-elektronik): 2986-8092. Jurnal ini ditujukan untuk mengembangkan dan memublikasikan berbagai karya keilmuan mahasiswa Ilmu komunikasi berdasarkan hasil telaahan (penelitian lapangan), book review, dan atau Penelitian Kepustakaan (Library Research) tentang ilmu komunikasi. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Deliberatio yakni Ilmu Komunikasi, meliputi kajian-kajian yang berkaitan dengan tema atau topik berikut ini: 1. Media digital dan konten kreatif 2. Kajian jurnalisme 3. Kajian hubungan masyarakat/public relations 4. Kajian komunikasi budaya dan pariwisata 5. Topik-topik lain yang sejenis/relevan dengan bidang komunikasi.
Articles 143 Documents
PEMAKNAAN SIMBOL DISKRIMINASI DAN PERLAWANAN PEREMPUAN DALAM FILM WOMEN FROM ROTE ISLAND Fransiska Delsita Dama; Mikhael Rajamuda Bataona
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 6 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v6i1.873

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang memiliki kekuatan dalam merepresentasikan realitas sosial melalui simbol dan tanda visual. Salah satu isu sosial yang sering diangkat dalam film adalah diskriminasi terhadap perempuan serta bentuk-bentuk perlawanan yang dilakukan dalam menghadapi sistem patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang ditampilkan dalam film Women from Rote Island, mengidentifikasi bentuk perlawanan perempuan yang direpresentasikan dalam film tersebut, serta memahami bagaimana anggota Komunitas Film Kupang memaknai simbolisasi diskriminasi dan perlawanan perempuan yang disajikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis teks film dan wawancara mendalam dengan anggota Komunitas Film Kupang sebagai informan. Analisis data menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos untuk mengungkap simbolisasi diskriminasi dan perlawanan perempuan dalam film, serta teori resepsi untuk mengetahui proses pemaknaan penonton terhadap film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Women from Rote Island merepresentasikan diskriminasi terhadap perempuan melalui simbol kekerasan seksual, stigma sosial, pembungkaman suara perempuan, dan dominasi budaya patriarki. Sementara itu, bentuk perlawanan perempuan ditampilkan melalui keberanian tokoh perempuan dalam melawan budaya diam, mempertahankan martabat diri, serta upaya menolak ketidakadilan yang dialaminya. Resepsi anggota Komunitas Film Kupang menunjukkan bahwa film ini dimaknai sebagai refleksi realitas sosial perempuan di NTT, sekaligus sebagai kritik sosial terhadap praktik diskriminasi dan kekerasan berbasis gender. penelitian ini menyarankan agar film dimanfaatkan secara maksimal sebagai media komunikasi yang bersifat edukatif dan reflektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.
Strategi Komunikasi Manajemen Artis Melalui Personal Branding dalam Membangun Eksistensi Musisi Anggis Devaki: (Studi Pada PT. Star Media Nusantara) Seanyca P. A. Marassing; Marshelia Gloria Narida
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 6 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v6i1.903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi personal branding Anggis Devaki yang dibentuk dan dikembangkan oleh PT. Star Media Nusantara sebagai manajemen artis dalam membangun eksistensinya melalui media sosial : Instagram, TikTok, dan YouTube. Penelitian menggunakan konsep Personal Branding dan Communication Strategies (Strategi Komunikasi). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam narasumber dari divisi Marketing Communication PT. Star Media Nusantara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Anggis Devaki dibangun melalui proses strategi komunikasi yang diawali dengan identifikasi karakter asli, pemetaan citra diri, perencanaan pesan, serta kolaborasi lintas divisi. Identitas yang dibangun menempatkan Anggis sebagai musisi pop ballad muda dengan karakter girly, playful, emosional, dan autentik. Implementasi strategi dilakukan melalui kombinasi aktivitas online dan offline, dengan media sosial sebagai sarana utama untuk membangun identitas visual, meningkatkan engagement, serta menciptakan hubungan emosional dengan audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang terencana, konsisten, dan autentik berperan penting dalam membangun, mengelola, dan mempertahankan personal branding serta eksistensi Anggis Devaki di industri musik digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji efektivitas personal branding terhadap persepsi audiens, tingkat engagement, dan loyalitas penggemar pada berbagai platform media sosial dengan menggunakan pendekatan yang lebih beragam.
Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce terhadap Konten Meme Kritik Banjir Sumatera 2025 di Instagram Adinda Dwi Aulia; Ema; Hendry Roris Sianturi
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 6 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v6i1.906

Abstract

Perkembangan media sosial telah mendorong munculnya meme sebagai salah satu bentuk komunikasi digital yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian kritik sosial terhadap berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat, termasuk bencana banjir Sumatera tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kritik sosial yang terkandung dalam meme banjir Sumatera 2025 yang beredar di Instagram menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretif. Data penelitian berupa sepuluh meme yang dipilih secara purposive dari akun-akun Instagram yang memuat konten terkait banjir Sumatera 2025. Analisis data dilakukan menggunakan konsep triadic sign yang meliputi representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme merepresentasikan berbagai bentuk kritik sosial, seperti kritik terhadap kebijakan pemerintah, birokrasi penyaluran bantuan, praktik korupsi dana bencana, eksploitasi lingkungan, serta lemahnya pengawasan terhadap sumber daya alam. Makna kritik dibangun melalui kombinasi elemen visual dan teks yang memanfaatkan satire, ironi, dan humor sebagai strategi komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meme berfungsi sebagai media alternatif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik sosial secara kreatif di ruang digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengombinasikan pendekatan semiotika dengan analisis resepsi audiens guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak dan penerimaan pesan kritik dalam meme.